
Ken sang main vocalis yang hari ini terlambat datang untuk melakukan sebuah pertunjukan di atas panggung, masih saja terdiam mematung menatap Ellios cukup lama antara percaya dan tidak percaya.
Namun tiba-tiba saja ada yang menepuk bahu Ken dari sisi lainnya hingga membuyarkan lamunannya.
PLUKK ...
"Lain kali jangan terlambat lagi seperti ini! Untung saja ada Ellios yang bisa menggantikanmu menyanyi!" ucap pemuda yang tak lain adalah sang ketua pelaksana acara sekaligus mahasiswa perwakilan fakultas seni, Yuji.
"Ahh ... maaf deh, Yuji! Aku benar-benar menyesal kali ini sudah membuat kalian semua kecewa." Ken meringis dan menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal karena sangat merasa bersalah.
"Terima kasih, Ellios! Kamu sudah sangat membantu kami. Suatu saat jika membutuhkan bantuan dari kami, jangan segan-segan untuk mengatakannya." ucap Yuji dengan tulus.
"Ya, Ellios! Lain kali aku akan mentraktirmu deh!" imbuh Ken dengan sangat ramah.
"Ah ... i-iya, Senior Yuji, Ken ... terima kasih juga karena sudah memberikan kesempatan untukku." ucap Ellios dengan dengan tulus. "Kalau begitu aku pergi dulu. Masih ada yang harus aku kerjakan saat ini. Permisi!" ucap Ellios dengan nada rendah sambil sedikit membungkukkan badannya lalu mulai melenggang meninggalkan mereka.
...⚜⚜⚜...
Ellios menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan mulai memasukkan uangnya pada sebuah vending machine untuk membeli sebuah minuman kaleng.
KLANG ...
Sekaleng milk tea hangat mulai dikeluarkan oleh vending machine itu dari tempat pengeluaran. Dan Ellios mulai mengambilnya dan membukanya begitu saja untuk segera menikmati milk tea hangat itu.
Yeap, saat di musim dingin, mayoritas mesin minuman menyediakan minuman hangat untuk menghangatkan badan. Bahkan kaleng milk tea dari sebuah mesin minuman ini seketika langsung menghangatkan badan saat digenggam.
Rasanya juga tak kalah hangat. Campuran susu dan teh memberikan rasa manis yang pas saat masuk ke dalam mulut.
"Aakhh ... segar sekali." gumam Ellios setelah meneguk milk tea hangat itu hingga sudah menghabiskan setengah kaleng sendiri.
Kali ini Ellios sudah terduduk di sebuah bangku panjang berwarna putih yang berada di halaman kampusnya.
[ Misi sudah diselesaikan dengan baik. Silakan periksa status dan inventory tuan Ellios saat ini. ]
Kali ini suara Lovely si boneka pemandu yang begitu manis, lucu, menggemaskan, namun sangat cerewet itu mulai terdengar lagi oleh Ellios.
"Hhm. Buka statusku saat ini, Lovely!" titah Ellios mulai meneguk sisa milk tea hangat itu kembali.
[ Baik, Tuan Ellios. Membuka status dimulai ...]
Ucap Lovely dengan patuh dan diiringi oleh kelebatan layar hologram kebiruan yang mulai terlihat tepat di hadapan Ellios saat ini.
DING ...
_____To Be An Immortal Human By System_____
Nama : Ellios Yoshikawa
Usia : 20 Tahun
Sisa Umur : 1 bulan, 28 hari, 16 jam, 55 menit, 17 detik
Ketampanan : 92
Kepintaran : 100
Ketangkasan : 17
Kecepatan : 15
Kekuatan : 15
Ketahanan : 17
Kharisma : 89
Kemampuan Spesial: Otak yang jenius
Poin kemampuan : 83
Hadiah menyelesaikan misi 14 : 3 hari, 2 jam, 15 menit perpanjangan usia
Hadiah misteri :
- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )
- kemampuan berlari super ( non aktif )
- kemampuan bela diri, Level 5 ( non aktif )
- kemampuan menyanyi ( non aktif )
- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )
- keahlian bermain basket ( non aktif )
Dana : 238 ribu yen ( kira-kira 25 juta rupiah )
Misi : 15 ( belum dibuka )
Sistem pemandu : Lovely
Seperti biasa, Ellios membaca status yang sedang ditampilkan oleh sebuah layar hologram kebiruan itu dengan sangat teliti dan juga hati-hati. Satu persatu diamatinya untuk memeriksa perubahannya.
"Karisma bertambah 1 poin, ketampanan juga bertambah 1 poin, poin sistem meningkat 1 poin juga. Hhm ... sepertinya itu tidak terlalu berguna untukku." celutuk Ellios yang masih terus mengamati layar hologram kebiruan itu.
Dan kini senyumnya mulai mengembang setelah membaca beberapa status lainnya lagi.
"Hhm ... aku mendapatkan keahlian bermain basket. Aku juga memperoleh uang 57 ribu yen ( kira-kira 6 juta rupiah), ditambah lagi aku mendapatkan perpanjangan usia 3 hari 15 menit. Ini tidak terlalu buruk. Setidaknya ketiga poin hadiah ini akan sedikit berguna untukku." imbuh Ellios masih dengan senyum lebar menatap layar hologram kebiruan itu.
"Andai saja setiap misi yang aku selesaikan bisa menghasilkan uang juga. Pasti aku akan bisa sedikit membantu ibu." gumam Ellios pelan dan mulai temenung. "Huft ... ibu sudah cukup tua. Terkadang aku sangat tak tega melihatnya bekerja pagi hingga malam."
[ Aku bisa memberikan apapun yang tuan inginkan. Uang yang banyak dan melimpah? Kekuatan yang tak tekalahkan? Ketampanan level tinggi? Wanita cantik? Katakan saja apa yang tuan inginkan. Hanya dengan menyelesaikan misi yang diberikan oleh sistem, maka tuan akan mendapatkan hadiah yang sangat fantastis! ]
Lovely mulai menyauti dengan begitu bersemangat dan sukses membuat Ellios mulai berangan-angan akan hal itu. Terlihat seperti sedang mengiming-imingi seorang anak kecil saja.
"Apa kamu serius, Lovely? Apa aku bisa mendapatkan semua itu?" tanya Ellios sedikit ragu-ragu.
[ Tentu saja, Tuan. Bahkan secara nyata, aku juga sudah memberikan tuan Ellios badan yang sexy. Tuan bisa merasakannya bukan? Jika semua itu adalah nyata? Hanya saja tuan diharuskan menyelesaikan misi demi misi yang sudah diberikan oleh sistem. ]
Sahut Lovely lagi dengan santainya.
"Hhm. Begitu ya ..." gumam Ellios mengusap dagu berbentuk V-shape yang cukup tirus dan indah itu.
[ Benar sekali, Tuan. Namun semua itu tidak bisa secara instan, Tuan. Tuan akan mendapatkannya secara bertahap. Leveling terhebat akan tuan dapatkan kelak. ]
Ucap Lovely kembali yang membuat Ellios semakin menarik sudut-sudut bibirnya hingga menyembulkan sebuah senyuman manis.
"Baiklah. Aku akan melakukan semua misi itu hingga mencapai leveling terhebat! Ini keren sekali! Selain aku bisa bertahan hidup dan melawan penyakit mematikan ini, aku bisa mendapatkan hal lainnya lagi." ucap Ellios dengan wajahnya yang penuh binar.
Namun hanya dalam beberapa detik saja, senyuman Ellios kini mulai memudar kembali. Dan pemuda yang memiliki hobi membaca buku itu kini mulai menghembuskan nafas kasarnya ke udara.
"Huft ... sebenarnya aku tak ingin menjadi manusia abadi atau orang terhebat, Lovely. Aku hanya ingin hidup dengan wajar dan sedikit memiliki umur yang panjang agar bisa membahagiakan,.menemani dan menjaga ibuku." ucap Ellios.
[ Berpikirlah panjang dan ke depan, Tuan Ellios. Tuan memiliki otak yang sangat genius. Pergunakanlah dengan sebaik mungkin saat tuan Ellios memiliki sebuah kesempatan untuk tetap bertahan hidup. Bukankah seperti itu hipotesis ratu merah yang sudah tuan jelaskan padaku? Untuk bertahan dan menjadi kuat maka harus berevolusi, beradaptasi dan berkembang biak untuk tetap bertahan hidup melawan spesies lain yang juga sedang berevolusi. Dan tuan juga harus tetap bertahan untuk tetap hidup. ]
Ellios yang mendengar ucapan dari Lovely kini tersenyum tipis.
"Kau boneka yang sangat cerdas, Lovely!" puji Ellios dengan tulus karena Lovely masih mengingatnya dengan baik.
...⚜⚜⚜...