
Louis masih terlihat begitu kebingungan saat melihat Ellios yang kini sudah berada di belakangnya begitu saja.
Bagaimana mungkin kutu buku sialan itu bisa berada disana? Aku sangat yakin aku sudah menyerang pada arah yang tepat! Lalu mengapa dia bisa berpindah dengan sangat cepat? Sebenarnya apa yang sudah terjadi?
Batin Louis masih sangat kebingungan. Namun Louis segera berlari kembali untuk menyerang Ellios kembali dengan tackle kuat andalannya. Karena selama ini Louise memang sering mengandalkan tackle kuatnya disaat bertarung dengan siapapun, terlebih saat bermain American football.
"Rasakan tackle mematikan dariku, Kutu buku sialan!! Hiaathhh ..." pekik Louis sambil melayangkan super tackle-nya dan menargetkan tubuh Ellios.
SWUUUSSHH ...
Lagi-lagi hal yang sama terulang kembali. Dan tiba-tiba saja Ellios sudah berpindah tempat dengan begitu cepat. Begitulah seterusnya hingga Louis merasa kelahan karena selalu mengeluarkan full power, namun target malah selalu saja menghilang dan selalu saja bisa menghindari serangannya. Bahkan Louis sama sekali tak bisa menyentuh Ellios.
"Bagaimana jika kali ini giliranku, Kak Louis?" ucap Ellios dengan seulas senyum menatap Louis yang hanya berjarak beberapa meter saja darinya.
"Cihh ... lakukan saja kalau memang bisa!" sahut Louis terlihat kesal karena hingga detik ini Louis masih belum berhasil mengalahkan Ellios.
"Hhm. Baiklah!!" ucap Ellios tersenyum miring dan segera melenggang semakin mendekati Louis.
Kemampuan beladiri level 9 milikku seharusnya sudah bisa untuk mengalahkan kak Louis! Namun aku tak ingin dia terluka parah ... haishh ... sudahlah, Ellios!! Lakukan kali ini dengan benar! Hilangkan rasa simpati dan rasa seganmu untuk beberapa saat, Ellios! Dia bahkan sudah berulangkali menghajarmu saat itu tanpa rasa ragu sedikitpun, Ellios! Saatnya memberikan pelajaran untuknya!
Batin Ellios mulai mengepalkan tangannya dan bersiap untuk melayangkan tinjunya.
"Cihh ... berusaha untuk melakukan serangan jab ya? Kau tidak akan bisa ..."
DUAK ...
Belum sempat Louis menyelesaikan ucapannya dengan sempurna, tiba-tiba sebuah tinju yang cukup kuat dan super cepat mulai melayang di udara dan mengenai dagu Louis.
Tubuh Louis sedikit terhentak naik beberapa senti hingga akhirnya ambruk di atas lantai.
Apa ini? Bagaimana bisa tinjunya mengenaiku dengan begitu cepat? Jarak bocah kutu buku ini bahkan masih cukup.jauh dariku. Namun hanya dalam hitungan detik saja Ellios sudah bisa mencapaiku. Sialan!!
Batin Louis terlihat begitu kesal dan mulai berdiri kembali,."Kutu buku sialan!! Lihat saja ... hari ini kamu akan menyesal karena sudah berani kurang ajar padaku ..."
BBUUGGHH ...
"Arghh ..." pekik Louis karena sebuah tinju super kuat dan cepat kini mulai mengenai wajah sisi kirinya.
BUUAKK ...
BUUGHH ...
Tinju selanjutnya mengenai sisi wajah kanan Louis lalu mengenai perut Louis. Serangan demi serangan terus Ellios lakulan untuk menghujani tubuh Louis hingga akhirnya Louis ambruk tak berdaya dalam keadaan terlentang.
Ellios mulai menghampirinya dan segera memijak dada Louis dengan kaki kanannya dan sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Louis.
"Bagaimana, Kak? Apa masih mau kita lanjutkan?" tanya Ellios dengan senyuman miring.
"Tentu saja!! Baru segini mana mungkin kita menyudahinya begitu saja!! Aku akan membalas semuanya hingga kamu bertekuk lutut padaku!! Cihh ..." geram Loius masih begitu sombong dan berniat untuk segera bangun kembali.
Namun tentu saja Ellios tak membiarkannya terjadi, Ellios semakin memperkuat pijakannya dan membuat Louis kembali tertahan.
Sial!! Mengapa tenaga kutu buku ini semakin kuat saja!! Dia bahkan juga bisa bergerak dengan begitu cepat!
Batin Louis masih berusaha untuk bangun kembali, namun semua itu adalah sia-sia saja. Karena tenaga Louis saat ini tak sebanding dengan tenaga Ellios yang semakin menjadi lebih kuat ( menurut Louise ).
"Huh!! Jangan mimipi, Kutu buku sialan!! Sampai kapanpun aku tak akan pernah mengakui bahwa aku kalah darimu!!" sahut Louis masih begitu sombong.
"Hhm? Baiklah ... jika seperti itu maaf jika aku akan membuat kakak sedikit cedera dan masuk le dalam rumah sakit." ucap Ellios mulai melayangkan tinjunya ke udara dan ...
BUUAAKK ...
Kali ini sebuah hantaman yang cukup keras dan cepat mengenai wajah Louis tepat pada hidungnya dan membuat hidungnya berdarah. Bahkan sudut bibirnya juga berdarah karena beberapa hantaman yang telah Ellios berikan kepadanya.
Pusing, sakit dan gelap. Mungkin seperti itulah yang sedang dirasakan oleh Louis saat ini. Sepasang matanya sudah terlihat semakin tidak jelas, bahkan Louis sudah hampir terpejam.
"Dan aku tak akan pernah berhenti sebelum kakak mengaku kalah dariku. Hiathh ..." Ellios mulai melayangkan tangan kanannya ke udara kembali dan berniat untuk menghantam kembali wajah Louis
"Uhukk ... uhuk ... Ellios!. Baiklah ... baikalah!! Aku mengaku kalah!! Lepaskan aku dulu ..." ucap Louis terbatuk-batuk dan terlihat sudah tidak berdaya.
Tanpa ada rasa curiga sedikitpun, kini Ellios mulai melepaskan Louis begitu saja. Namun sungguh bukan Louis namanya jika dia mudah mengalah dan sportif!!
Kini pemuda bertubuh kekar dan besar itu malah segera meraih dan mencengkeram leher Ellios. Bahkan Louis juga mengunci tubuh Ellios dari belakang disaat Ellios sedang lengah.
Dengan cepat dan kuat Louis mulai menghantamkan seluruh tubuh Ellios ke arah dinding.
DUGHH ...
"Arggh ..." pekik Ellios menahan rasa pusing karena kepalanya terbentur dinding dengan sangat keras hingga membuat pelipisnya berdarah.
"Bwahahaha ... rasakan!! Bagaimana mungkin aku bisa kalah darimu!! Yang ada kamulah yang kalah dariku!!" Louis tertawa lepas ketika melihat kini Ellios mulai ambruk di atas lantai. "Rasakan ini!! Hiaathh ..."
DUAAKK ...
Louis menendang kuat perut Ellios dan membuat Ellios meringkuk kesalitan.
Ellios! Bangkit dan lawan dia!! Jangan biarkan dia kembali memenangkan smeua ini!! Kalahkan dia dan selesaikan misi kali ini!!
Batin Ellios kembali mulai bangkit dan berusaha untuk berdiri kembali.
Sedangkan Louis yang wajahnya sudah babak belur, kini merentangkan kedua tangannya lebar dan tertawa penuh kemenangan. Disaat itulah Ellios mulai berlari dengan cepat ke arah Louis dan membekuk tubuh Louis tanpa Louis menyadari pergerakan cepat itu sebelumnya. Bahkan Louis juga dibuat sedikit terkejut kembali.
"Kali ini aku akan benar-benar melakukannya!! Diawali dengan patah tulang yang ringan ..." ucap Ellios tepat di dekat telinga Louis.
KRATAKK ...
"Aarggghhh" pekik Louis melolong panjang setelah suara retakan terdengar dari tangan kirinya.
KRATAKK ...
"Argghhh ..." Louis kembali mengerang kuat setelah suara itu mulai terdengar dari tangan kanannya.
"Bagaimana? Selanjutnya bagian apa lagi ya? Hhmm ... bagaimana jika leher? Itu akan membuat kak Louis cedera seumur hidup hingga impoten?" sebuah bisikan ancaman mulai Ellios ucapkan dan membuat Louis membeku seketika.
"Aku tidak yakin kau bisa melakukannya!" Louis masih saja menjawab setelah beberapa saat mematung.
"Mengapa tidak? Itu sangat mudah untuk aku lakukan, Kak. Aku hanya akan membuat cedera, trauma atau benturan pada tulang belakangmu dan itu akan dapat menimbulkan gangguan sarafmu, Kak. Kerusakan saraf itu akan menimbulkan disfungsi ereksi. Hehe ... bagaimana? Mau mencobanya, Kak?" ucap Ellios dengan tawa yang membuat Louis merinding.