To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Sebuah Misteri Di Masa Lalu ?



Bukan!! Ini bukanlah sebuah ciuman!!


Batin Ellios menepis pemikirannya sendiri karena sebuah kontak bibir yang terjadi antara Ellios dan gadis bule itu beberapa saat yang lalu. Dan Ellios masih saja terlihat sedikit ling lung karena sentuhan yang menurutnya sangat itu, karena selama ini Ellios belum pernah berciuman dengan gadis manapun.


"Who are you? Was it you who saved me? (Siapa kamu? Apakah kamu yang telah menyelamatkanku?)" tanya gadis bule itu dengan kening berkerut menatap Ellios.


"Oh ... yes, i was ..." sahut Ellios terbata dan terlihat ragu-ragu.


"This is the young man who saved your life, Miss. Even this young man was so bold and daring to plunge into the lake without any assistance. (Pemuda ini yang telah menyelamatkanmu, Nona. Bahkan pemuda ini begitu berani dan nekat terjun ke danau tanpa menggunakan alat bantu.)" ucap seorang pengunjung wanita.


Gadis itu mulai beralih menatap Ellios dan terpaku selama beberapa saat. Rasa syukur dan merasa sangat beruntung dirasakan oleh gadis bermata bak shaphire itu.


"Thank you very much. Because you saved me. I don't know what else if you don't do that. In fact it's dangerous enough for you to do. Thank you very much. (Terima kasih banyak. Karena kamu sudah menyelamatkanku. Aku tidak tau lagi bagaimana jika kamu tidak melakukan hal itu. Bahkan sebenarnya itu cukup berbahaya untuk kamu lakukan. Terima kasih banyak." ucap gadis bule itu begitu tulus menatap Ellios.


"Uhm ... You're welcome. (Uhm ... sama-sama.)" sahut Ellios berusaha untuk tersenyum.


"What is your name and where did you come from? You look like an east Asian. (Siapa namamu dan darimana kamu datang? Kamu terlihat seperti orang Asia Timur.)" ucap gadis bule itu masih mengamati Ellios yang tak terlihat seperti orang Eropa.


"Oh ... my name's Ellios. And I come from Tokyo, Japan. (Oh ... namaku Ellios. Dan aku datang dari Tokyo, Jepang.)" jawab Ellios seadanya.


"Thanks you very much, Ellios." ucap gadis bule itu lagi.


Belum sempat Ellios menjawabnya tiba-tiba saja ada seorang pria paruh baya dan seorang wanita paruh baya datang dengan terburu dan raut wajahnya terlihat begitu khawatir.


Wanita paruh baya itu segera memeluk gadia bule yang baru saja diselamatkan oleh Ellios.


"Carrisa putriku. Ibu mendengar kamu terjatuh dan terpeleset ke dalam danau. Hiks ... syukurlah kamu sudah selamat dan baik-baik saja. Ibu takut dan khawatir sekali." ucap wanita paruh baya itu dengan beruraian air mata sambil memberikan sebuah pakaian hangat untuk Carrisa.


Dan mereka juga menggunakan bahasa Internasional saat berkata, namun author menulisnya dalam bahasa indonesia saja ya. Daripada kebanyakan translate. Hehe ...


"Iya, Ibu. Aku terpeleset dan terjatuh. Namun ada seorang pemuda pemberani yang menyelamatkanku." ucap gadis bule yang dipanggil Carrisa itu sambil melirik Ellios yang masih saja terlihat malu dan kikuk.


Kedua orang tua Carrisa mulai beralih menatap Ellios. Pria paruh baya itu juga mulai melenggang mendekati Ellios.


"Terima kasih karena sudah menyelamatkan putriku. Kami sangat berhutang budi padamu. Datanglah malam ini ke rumah kami. Kami akan menjamumu." ucap pria paruh baya yang tak lain adalah ayah dari Carrisa.


"Terima kasih atas kemurahan hatinya, Tuan. Namun saya harus segera kembali ke Jepang. Permisi ..." ucap Ellios dengan nada yanh begitu rendah dan sedikit membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.


"Tunggu sebentar, siapa namamu dan kamu sekolah dimana? Lalu dimana kamu tinggal?" sergah pria paruh baya yang sepertinya terlihat bukan seperti orang biasa.


Dia terlihat begitu berwibawa dan berkharisma. Bukan hanya dari penampilannya saja, namun cara bicaranya juga memperlihatkan jika ayah Carrisa memang bukanlah sembarangan orang. Seperti seorang genius dan juga sangat terpandang.


"Namaku adalah Ellios Yozhikawa. Saya sedang belajar di Universitas Todai jurusan IT semester 5. Dan saya tinggal di perfektur Kanagawa, Tokyo, Tuan." ucap Ellios memperkenalkan dirinya dengan sangat ramah.


Pria paruh baya itu juga mulai menatap Ellios dengan begitu lekat. Seakan mengamati setiap detail wajah dari Ellios.


"Kamu ... sangat mirip dengan seseorang yang pernah aku kenal di masa lalu. Aku jadi merindukannya ... dan dia juga orang Jepang sama sepertimu. Bahkan nama marga kalian juga sama. Atau jangan-jangan ..." ucap pria paruh baya itu masih mengamati lekat wajah Ellios


"Mike sayang! Kita harus segera kembali. Kita harus membawa Carrisa ke rumah sakit. Tiba-tiba saja dia demam." teriak ibu Carrisa mulai panik.


Pria paruh baya bernama Mike itu segera mendatangi istri dan putrinya karena sangat khawatir. Dengan cepat dia segera menggendong depan Carrisa untuk segera meninggalkan tempat ini.


Sementara Lovely mulai melenggang dan mendatangi Ellios yang masih terpaku menatap kepergian mereka bertiga.


Siapa paman itu? Mengapa dia menatapku seperti itu? Dan sepertinya dia mengenal nama margaku. Apa yang sudah terjadi di masa lalu? Apakah dia mengenali ayah?


Batin Ellios yang masih menatap sebuah mobil yang dikendarai mereka bertiga yang sudah melaju meninggalkan kawasan ini.


"Tuan Ellios. Mari pergi ke toko pakaian dulu dan ganti pakaian tuan yang sudah basah kuyup ini. Atau tuan bisa sakit ..." ucap Lovely.


"Bukankah aku memiliki kekuatan super agar tubuhku selalu sehat? Aku bisa menyembuhkan diriku sendiri bukan?" sahut Ellios denga santai.


"Itu hanya bisa dipakai jika tuan mengalami sebuah luka saja. Dan kekuatan itu hanya bisa digunakan untuk menyembuhkan luka yang nyata saja. Untuk kekebalan tubuh, tuan belum memilikinya." jawab Lovely lagi.


Ellios yang mendengarkan penjelasan dari Lovely kini segera beralih menatap boneka pemandunya yang sangat cantik seperti sebuah barbie hidup itu.


"Mengapa kamu tidak memberitahuku sebelumnya, Lovely?! Ughh ... bisa-bisa aku demam dan sakit! Karena ini dingin sekali ..." celutuk Ellios lalu mulai berlari untuk segera mencari sebuah toko terdekat yang sedang menjual pakaian.


Lovely tertawa kecil dan mulai berlari mengikuti Ellios.


Setelah membeli pakaian ganti dan memakainya, kini Ellios dan Lovely segera memutuskan untuk kembali ke Jepang. Meskipun sebenarnya Ellios masih merasa cukup penasaran dengan pria paruh baya bernama Mike itu, namun Ellios tak mau mengulur waktu untuk segera kembali ke tempat asalnya.


Karena sebenarnya Ellios masih sangat mengkhawatirkan Suzuna, jika Suzuna sampai bingung mencari Ellios dan tidak menemukan dirinya di kamarnya.


GREPP ...


Tangan Lovely yang terasa dingin kini mulai menggenggam kedua belah jemari Ellios. Dan mereka berdiri saling berhadapan.


"Baiklah ... sekarang pejamkan mata tuan Ellios!" perintah Lovely.


Tanpa menjawab apapun Ellios mengikuti apa yang sudah dikatakan oleh Lovely dan mulai memejamkan sepasang matanya.


SSWUUSHH ...