To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Berakhir



Kini seseorang gadis terlihat sudah berdiri di samping brankar Ellios, namun dia bukanlah Nanao Arai, atau gadis perawat yang sering dipanggil dengan nama Ara oleh kebanyakan orang.


Ellios masih menatap lekat gadis itu karena sebenarnya Ellios merasa cukup terkejut mengapa gadis itu bisa berada di tempat ini? Apakah kebetulan saja gadis itu sedang sakit juga dan sedang ingin meminta sebuah obat? Atau gadis itu memang sengaja datang untuk melihat Ellios? Entahlah ... sebaiknya kita saksikan saja bersama.


"Al-Alisha ..." ucap Ellios masih saja cukup terkejut dan masih menatap gadis yang selalu berpenampilan kalem namun tetap cantik itu. "Apa kamu sedang sakit? Mengapa kamu ada disini?" imbuh Ellios lagi yang tak bisa menutupi kekhawatirannya terhadap Alisha.


Selama beberapa saat, Alisha hanya terdiam dan menatap Ellios saja. Namun akhirnya Alisha mulai menjawab pertanyaan dari Ellios.


"Aku tidak sakit!" jawabnya yang terdengar begitu dingin. "Aku datang karena ada yang ingin aku bicarakan padamu! Aku tidak tau mengapa kamu selalu saja mengganggu kak Louis ... bahkan kamu sudah sangat berani dan terang-terangan merebut Jiu darinya dan menghajar kak Louis di depan semua orang saat di perpustakaan! Apa yang sedang kamu inginkan, Ellios? Apa kamu ingin menjadi seorang jagoan? Apa kamu ingin terlihat keren di hadapan Jiu? Sebegitunya kah kamu ingin diakui oleh Jiu? Sebegitu sukanya kah kau kepada Jiu? Mengapa kamu sangat berubah sekarang? Mengapa kamu sangat kasar dan juga sangat menyebalkan, Ellios? Bahkan kamu juga tidur saat jam kuliah! Kau juga tidak mengerjakan tugas dari profesor!! Ada apa denganmu, Ellios?! Kamu benar-benar bukan Ellios yang aku kenal!!" tandas Alisha yang terlihat sudah semakin kesal dan kecewa kepada Ellios.


"Soal Jiu dan kak Louis ... mengapa kamu tidak mencari info dengan benar, Alisha? Mengapa kamu hanya mendengarkan ucapan dari seseorang saja? Alisha ... andai saja aku bisa mengatakan semuanya kepadamu ... andai saja aku bisa memberitahukan semuanya kepadamu ... mungkin saja kamu akan menyesal karena sudah mengatakan semua ini ..." ucap Ellios tanpa sadar karena sudah sangat terpancing oleh kemarahan Alisha hingga Ellios hampir saja mengatakan kelemahannya itu.


"Kalau begitu katakan padaku, Ellios!! Aku ingin tau apa yang sudah membuatku merasa menyesal karena sudah mengatakan semua itu?! Ayo katakan kepadaku semuanya!!" tantang Alisha yang semakin tak bisa mengontrol kembali emosinya.


Alisha, gadis yang biasanya selalu lembut dan hangat, namun kini berubah menjadi sangat dingin dan keras ketika hubungannya sudah berakhir dengan Ellios.


Sepasang mata bening Alisha kini sudah memerah dan mulai berkaca-kaca karena emosi yang sudah menguasai dirinya saat ini


"Alisha! Aku sama sekali tidak pernah berniat mendekati Jiu. Dan aku berubah adalah bukan karena keinginanku sendiri ..." ucap Ellios sangat kebingungan harus berkata apa kepada Alisha saat ini.


"Lalu apa maksudmu kamu sedang dipaksa seseorang untuk melakukan semua itu? Atau kamu sedang kerasukan roh? Huhh ... jangan konyol dan jangan mengada-ada, Ellios! Aku bukan orang yang bodoh dan bisa kamu tipu!" celutuk Alisha yang benar-benar sudah memberikan beberapa predikat buruk kepada Ellios.


Ellios mungusap keningnya dan menyibak rambut hitamnya ke belakang. Raut wajahnya terlihat sudah begitu pusing saat ini karena kebingungan harus menjawab apa lagi.


Kalaupun mengatakan semuanya dengan jujur kepada Alisha, akankah Alisha mempercayainya? Terlebih semua itu terdengar begitu tidak masuk akal? Penyakit kanker darah Ellios yang sudah mencapai stasium akhir? Menemukan sistem?


Bersahabat dengan boneka pemandu Lovely? Menyelesaikan beberapa misi sistem yang sangat aneh? Mendapatkan reward perpanjangan usia? Mendapatkan hadiah misteri yang sangat di luar akal sehat?


"Bagaimana? Tidak bisa menjawabnya dengan benar?" ucap Alisha sedikit mendengus dalam tawa seakan benar-benar menganggap jika Ellios benar-benar sudah berubah dan memang tak mempedulikannya lagi kali ini.


Alisha ... aku tidak tau bagaimana mengatakan semuanya kepadamu. Jika aku mengatakannya padamu, akankah kamu mempercayai semua itu? Akankah hubungan kita bisa kembali lagi dan menjadi lebih baik? Akankah kamu tidak akan menganggapku gila? Namun ... sisa umurku saat ini masih sangat singkat. Aku takut kamu akan bersedih saat aku benar-benar sudah pergi. Arghh ... sebaiknya tetap seperti ini saja. Biarkan saja Alisha membenciku. Semakin Alisha membenciku, maka Alisha tak akan terlalu sakit dan tak akan terlalu bersedih ketika aku pergi dari dunia ini.


Batin Ellios setelah berperang sendiri melawan hati nuraninya yang sebenarnya masih sangat berharap untuk tetap bersama dengan Alisha. Karena Alisha-lah gadis pertama yang bisa membuat Ellios jatuh cinta kepadanya.


"Alisha ... maafkan aku. Aku akan menjelaskan semuanya padamu disaat yang tepat. Namun bukan sekarang ..." ucap Ellios lirih dan tak kuasa untuk menatap mata gadis itu.


"Cckk ... terserah kamu saja! Aku sudah lelah dengan semua ini! Aku juga sudah lelah denganmu yang selalu bertingkah tanpa memperdulikan orang lain! Mulai sekarang terserah kamu saja! Aku tak akan menggangu dan mengurusimu lagi!! Anggap saja kita tak pernah saling mengenal!! Dan segera berbicaralah dengan ibumu, jika kita sudah berakhir!" ucap Alisha dengan tegas.


Namun sepasang matanya sudah menjadi semakin berair, dan dadanya terasa begitu sesak dan sakit ketika Alisha mengucapkan semua ucapan itu.


Kini Alisha mulai berbalik dan melenggang dengan langkahnya yang tegas meninggalkan ruangan kesehatan ini. Ellios tak bisa berkata-kata lagi. Bahkan Ellios juga membiarkan Alisha pergi begitu saja, meskipun sebenarnya cukup berat juga untuknya.


Disaat Alisha keluar, gadis cantik itu berpapasan dengan Ara saat di ambang pintu. Bahkan mereka berdua hampir saja bertabrakan karena Alisha yang terburu-buru dan suasana hatinya yang sedang kacau.


"Maaf ..." ucap Alisha lalu mulai melenggang dengan cepat kembali meninggalkan ruang kesehatan ini.


Ara hanya tersenyum ramah dan tidak sempat menjawab sepatah kata apapun dari Alisha. Bahkan Ara tak sempat untuk nyapa Alisha, karena Alisha langsung saja melenggang dengan cepat, seakan benar-benar sangat terburu-buru.


Arghh ... kali ini aku benar-benar akan kehilangan Alisha untuk selama-lamanya. Meskipun ini semua yang aku inginkan, namun rasanya sungguh sakit sekali. Aku bahkan melakukan semua ini adalah untuk kebaikanmu juga, Alisha. Ibu pasti juga akan sangat sedih jika mengetahui semua ini. Hidupku mengapa begitu rumit seperti ini ... Lovely, menurutmu apa yang harus lakukan?


Batin Ellios mulai menaikkan kedua lututnya dan memeluknya. Pandangannya menatap lurus dinding putih di hadapannya. Raut wajahnya terlihat begitu putus asa dan sangat kebingungan.