To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Menemui Sang Bos



Ellios yang sedang berada di dapur kini mulai melihat ke depan setelah mendengarkan suara tembakan yang mengudara hingga memecahkan sebuah lampu gantung itu.


"Apa yang terjadi?" tanya Ellios kepada salah satu karyawan yang rupanya malah bersembunyi di balik sebuah dinding dan mengawasi arah depan.


"Ada yang membuat kericuhan, Ellios. Mereka tidak mengambil barang-barang berharga milik para pengunjung. Namun mereka mencarimu, Ellios." ucap karyawan pria itu dengan lirih sekali agar persembunyiannya tak diketahui oleh para pria sangar itu.


"Mencariku?" gumam Ellios pelan dan mulai berpikir keras.


Siapa mereka? Mengapa mereka mencariku? Apakah mereka adalah anak buah dari kak Louis? Atau suruhan dari Nacht? Atau siapa?


Batin Ellios berusaha untuk menerka-nerka. Namun Ellios tak juga mengetahui jawabannya.


"Ellios!! Keluar kau, Bocah tengik!!" teriak salah satu pria sangar itu masih dengan sebuah senjata api laras pendek yang masih selalu dibawanya.


"Kalau kamu tidak segera keluar, maka semua pelanggan setiamu akan berakhir!! Dan gadis cantik ini akan menjadi nomor satu untuk merasakan sayatan dari pisau kesayanganku ini. Hehe ... kulit wajah yang begitu mulus dan putih ini akan seketika menjadi koyak dan rusak setelah menikmati pisau kesayanganku. Gyahaha ..." pria sangar lainnya rupanya sudah menyandra seorang gadis.


Dan seketika Ellios terlihat sangat syok ketika melihat sang gadis yang sedang disandera saat ini adalah Alisha. Bahkan Ellios mulai melangkah tanpa pikir panjang, hingga akhirnya para berandalan yang berpenampilan seperti para yakuza itu menyadari keberadaan Ellios.


"Lepaskan Alisha!! Dia tidak ada sangkut pautnya! Yang kalian cari adalah aku bukan?" ucap Ellios dengan lantang dan terlihat sangat berani. Tidak seperti Ellios yang dulu lagi.


Salah satu pria sangar itu memicingkan sepasang matanya menatap Ellios, lalu mulai melenggang mendekati Ellios hingga berjalan mengitarinya. Sementara Ellios masih menatap lurus ke depan, dimana salah satu dari mereka masih menyandera Alisha.


Lovely, aktifkan kecepatan superku!


Batin Ellios mulai memberikan titahnya untuk Lovely.


[ Baik, Tuan. Kecepatan super akan segera diaktifkan. ]


DING ...


[ Kecepatan super telah berhasil diaktifkan. ]


Sahut Lovely dengan patuh.


"Jadi kamu yang bernama Ellios ya ... hhm ... tak seperti yang aku pikirkan. Ternyata hanya seorang pria mulus saja. Ckk ..." ucap pria yang mengitari Ellios dan masih mengamati Ellios dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Jika kamu mau gadis dan para pelanggan lainnya selamat, maka kamu harus ikut bersama dengan kami sekarang juga! Karena bosku ingin bertemu denganmu! Bagaimana?" ucap pria itu lagi tersenyum mirip menatap Ellios.


Mendengarkan semua itu, Alisha mulai menggeleng beberapa kali dan terlihat begitu khawatir. Seakan mengatakan "Jangan, Ellios! Jangan pergi bersama dengan mereka!"


"Siapa bos kalian?" tanya Ellios sangat ingin tau.


"Kamu akan segera mengetahuinya jika kamu segera ikut bersama dengan kami!" ucap pria itu lagi.


Alisha semakin menggeleng kuat dan menatap Ellios dari kejauhan. Namun Ellios sama sekali tak mengabulkan permintaan dari Alisha, karena saat ini keselamatan Alisha dan para pelanggannya adalah yang paling utama.


"Baiklah!! Ayo kita segera pergi!" ucap Ellios tanpa ada rasa ragu sama sekali.


"Ellios ... jangan ... jangan pergi ... aku mohon padamu ..." pinta Alisha terlihat sangat khawatir.


"Maaf, Alisha. Namun aku harus pergi." ucap Ellios tak merubah keputusannya. "Ayo kita segera pergi!!" imbuh Ellios menatap para berandalan itu.


Kini pria yang menyandera Alisha mulai melepaskan Alisha. Sedangkan 2 orang pria kini mulai mengawal Ellios pada masing-masing sisinya. Mereka mulai menggiring Ellios dan segera memasuki sebuah mobil BMW.


Di sepanjang perjalanan, tak ada percakapan apapun diantara mereka semua. Ellios yang duduk di kursi belakang dan dihimpit oleh para pria sangatlr itu terlihat sangat santai, namun sebenarnya Ellios selalu mengawasi mereka dan jalanan yang mereka lalui.


"Sebenarnya siapa bos kalian? Sepertinya dia salah meminta kalian menangkap orang deh. Karena aku ini hanya orang biasa dan tidak banyak mengenap para bos." ucap Ellios tiba-tiba.


"Hanya ada seorang pemuda bernama Ellios Yozhikawa yang sedang melakukan study di Universitas Todai fakultas IT semester 5 dan sekaligus putra dari seorang wanita pemilik kedai ayam krispi. Dan hanya ada satu Ellios yang dikenali oleh Oichi!" ucap salah satu dari pria sangar itu yang dudu di sebelah Ellios.


Oichi? Apa orang-orang ini adalah suruhan dari Oichi? Hhm? Tidak mungkin! Oichi bahkan sudah berubah dan tidak seperti dulu lagi. Jadi ... siapa sebenarnya mereka? Apakah ... bos mereka adalah orang yang sama yang menyerangku dan Oichi saat berada di appartemen Oichi? Jika memang perkiraanku adalah benar, itu berarti Oichi juga sedang berada dalam bahaya saat ini. Semoga saja Oichi bisa menghadapi mereka dengan kekuatan sistemnya.


Batin Ellios menerka-nerka.


Setelah beberapa saat, BMW itu mulai memasuki sebuah gang kecil di kawasan Shinjuku. Hanya saja bukan pada bagian kotanya, melainkan pada daerahnya yang sedikit sepi dan jauh dari keramaian.


Ellios masih mengawasi sekitarnya dengan seksama, namun Ellios sama sekali tak melakukan sebuah perlawanan ketika mereka mulai menggiring Ellios dengan kasar untuk memasuki sebuah bangunan besar yang cukup megah dan mewah.


...⚜⚜⚜...


Sepasang netranya menatap lurus ke depan menatap beberapa bangunan yang berada cukup jauh melalui kaca jendelanya yang bening dan anti peluru itu.


Wajahnya sudah dipenuhi dengan guratan-guratan halus menandakan jika dia sudah tidak muda lagi. Rambutnya juga sudah terlihat banyak beruban.


Tok ... tok ... tok ...


Sebuah ritme teratur mulai terdengar dan membuyarkan angan dari pria paruh baya itu. Cerutu itu mulai diletakkan kembali di atas asbaknya dan pria paruh baya itu juga sedikit memutar kursinya.


"Masuk!" ucapnya mempersilakan sang tamu untuk memasuki ruang kerjanya.


CEKLEKK ...


Pintu berwarna kecoklatan mengkilap itu mulai terbuka. Seorang pria dewasa berjas mulai memasuki ruangan ini.


"Tuan, mereka baru saja tiba di gedung ini." ucap pria itu melaporkan, dan sepertinya dia adalah asisten pribadi dari sang pria paruh baya itu.


"Hhm ... suruh mereka segera kemari!" perintah pria paruh baya itu.


"Baik, Tuan." sang asisten pribadi menyauti dengan begitu patuh lalu segera meninggalkan ruangan sang tuan.


"Ellios Yozhikawa! Dia sudah menghalangi rencanaku saat itu dan dia malah menyelamatkan Oichi begitu saja! Dan dia membuat beberapa anak buahku tertangkap oleh polisi!! Jika pemuda bernama Ellios tak ikut campur saat itu, maka aku akan lebih mudah untuk memberikan Oichi pelajaran karena sudah berani memikat dan membuat suami dari putriku tergila-gila padanya!!Cihh ..." geram pria paruh baya itu dengan raut wajahnya yang terlihat begitu dipenuhi dengan amarah.


Bersambung ...


...⚜⚜⚜...


Bonus biodata Kakei :




Name : Kakei Ishihara


Birth : 21 Oktober


Zodiak : Libra


Hight : 186 cm


Weight : 66 kg


Age : 20 years old


Yang paling dibenci : Keramaian, orang yang sombong dan bermulut besar


Yang paling disukai : Ellios, dia teman yang sangat baik dan selalu apa adanya


Makanan faforite : steak, pizza


Hobi : Bermain basket


Kakei adalah kapten team basket di universitas Todai. Sangat populer namun sulit untuk didekati. Sangat tenang dan terkendali, itulah yang terlihat dari wajahnya yang selalu menunjukkan ekspresi tenang namun dingin. Namun sebenarnya dia selalu mengamati dan menilai banyak hal di sekitarnya, kemudian menyimpan sendiri analisisnya tersebut.


Mungkin karena sikapnya yang cenderung tertutup dan penuh rahasia inilah dia dianggap berhati dingin. Kakei juga adalah tipikal orang yang tidak suka menunjukkan perasaannya. Kecuali jika dia sudah mulai merasa nyaman dengan seseorang.


Kakei cenderung menunjukkan aura cuek dan ketus yang kuat dibandingkan ramah. Namun akan terlihat hangat, lucu, dan murah hati jika dia sudah nyaman dan dekat dengan seseorang. Karena Kakei akan bersikap hangat dan dingin di situasi yang berbeda.


Namun lebih sering dia terlihat dingin jika sedang tak ingin diganggu. Saat pertama kali bertemu, mungkin kalian akan terpesona dan penasaran karena auranya dan energinya yang seperti gunung es yang tinggi dan sulit didaki dan diraih karena memiliki pemikiran yang cukup keras kepala, tidak fleksibel dan bahkan terkesan sombong.


Tidak bermaksud kurang ramah atau kurang sopan, tapi tampil cuek dan berwajah dingin adalah sudah bawaannya sejak lahir. Secara alami Kakei adalah orang yang berhati dingin.


Karena cenderung berpikir logis, dia jadi kurang responsif secara emosional atau lebih tepatnya sulit menunjukkan perasaan. Butuh mengenalnya lama agar bisa membujuk emosinya agar keluar.