
Di sepanjang perjalanan di dalam busway, Jullian masih saja dipenuhi rasa penasarannya akan kehidupan Ellios yang sedikit berubah.
"Jullian. Ini uang ganti untuk makan dan pakaian Chiesa. Jika masih kurang katakan saja padaku." ucap Ellios sambil menyerahkan beberapa lembar uang untuk Jullian yang tentunya nilainya lebih dari cukup.
"Wah. Ini sudah lebih dari cukup kok, Ell! Banyak sekali malah ..." celutuk Jullian menghitung lembaran-lembaran uang itu.
"Hhm. Tidak apa-apa kok. Ambil saja lebihnya." sahur Ellios dengan santai dan mulai mengeluarkan ponsel yang baru saja dibelinya beberapa saat yang lalu.
"Wah ... terima kasih ya, Ellios! Kamu memang teman terbaikku!! Tau saja kamu jika aku sedang menabung untuk membeli console game terbaru. Hehe ..." sahut Jullian begitu berbinar lalu segera menyimpan uang itu di dalam dompetnya.
"Memang masih kurang berapa lagi, Jullian?" tanya Ellios masih berusaha untuk melihat-lihat fitur dari ponsel barunya itu.
"Kira-kira kurang 9.700 yen ( kira-kira 1 juta rupiah) sih. Mungkin aku akan membelinya bulan depan deh. Aku akan menabung dan menyisakan uang sakuku." jawab Jullian seadanya.
"Oh. Ya sudah. Ini untukmu. Beli saja console game itu esok ..." sahut Ellios yang mulai mengambil beberapa lembar uang lagi dari dalam dompetnya dan segera memberikannya untuk Jullian.
"Ka-kamu serius ingin memberikan uang itu untukku, Ell?" tanya Jullian begitu syok bukan main.
Bahkan Jullian kini membulatkan sepasang matanya menatap Ellios yang pandangamnya kini hanya tertuju pada ponsel barunya itu.
"Hhm. Tentu saja aku serius. Memang kapan aku pernah bercanda akan hal seperti ini, Jullian? Apa kamu benar-benar sahabatku yang mengenaliku dengan baik?" sahut Ellios mulai beralih menatap sahabatnya.
"Ya sudah kalau memang tidak mau. Maka aku akan menyimpan uang ini kembali." ucap Ellios lagi berniat untuk menyimpan uang itu kembali karena Jullian tak segera menerimanya.
Namun dengan cepat Jullian segera merebut uang itu dari Ellios.
SRRTT ...
"Kamu sudah memberikannya untukku! Tidak baik jika memintanya kembali!" celutuk Jullian yang sudah berhasil merebut beberapa lembar uang itu dari Ellios dan mulai berbinar menatal uang itu.
Sedangkan Ellios hanya tersenyum samar dan melirik Jullian, karena sebenarnya Ellios hanya sedang menggoda Jullian. Karena tak mungkin Ellios akan meminta uang itu kembali.
"Tapi ngomong-ngomong darimana kamu memiliki uang sebanyak itu, Ell? Kamu juga memberikan oleh-oleh mewah yang harganya juga fantastis! Kamu juga baru saja membeli sebuah ponsel yang di atas rata-rata. Apa akhir-akhir ini kamu bekerja sampingan, Ell?" ucap Jullian mulai mencurigai Ellios dengan sepasang mata yang memicing dan penuh kecurigaan.
Ellios hanya tersenyum lebar dan belum sempat menjawab pertanyaan dari Jullian, karena Jullian terus saja berkicau dan tidak berhenti.
"Atau jangan-jangan kamu sudah berbelok arah, Ellios? Katakan padaku, Ellios!! Katakan padaku kamu tidak sedang berkencan dengan tante-tante tajir kan? Ka-kamu masih Ellios sahabatku yang dulu kan?" kicau Ellios lagi menatap lekat Ellios dengan penuh kecurigaan
"Apa?" ucap Ellios hampir syok setelah ucapan Jullian yang menurutnya sangat konyol dan tidak masuk akal itu.
"Tentu saja aku tak tak akan melakukan semua hal itu, Jullian. Menyatakan cinta saja aku merasa gugup luar biasa, dan hanya bisa melakukannya melalui surat saja. Lalu bagaimana aku bisa berkencan dengan orang yang sudah berpengalaman?! Kamu terlalu berlebihan, Jullian ..." sungut Ellios merasa sedikit kesal.
"Ahh ... syukurlah kamu masih Ellios yang polos yang dulu. Kamu adalah Ellios sahabatku yang selama ini aku kenal!! Lega sekali aku mendengarnya ..." celutuk Jullian mulai menyandarkan tubuhnya lada sandaran kursi.
"Ya ... aku kira kamu sudah berubah. Karena kamu sering bersama dengan oara orang populer. Kamu dekat dengan Jiu, Chiesa dan gadis barbie itu. Kamu juga bergabung dengan tim basket di kampus kita dan menjadi dekat dengan Kakei. Kamu bahkan juga menjadi main vocal saat pertunjukan musik di kampus. Kamu juga berkolaborasi bersama Ken sang bintang musik di kampus kita. Aku kira kamu bukanlah Ellios yang aku kenal selama ini ..." ucap Jullian mulai terlihat begitu murung.
GREPP ...
Mendengar ucapan dari Jullian membuat Ellios tersenyum hangat menatap sahabatnya itu dan mulai merangkulnya lalu sedikit menariknya.
"Sampai kapanpun ... aku adalah Ellios yang kau kenal selama ini. Aku tidak akan pernah berubah dan melupakanmu! Kamu adalah satu-satunya sahabat terbaikku!" ucap Ellios berusaha untuk menghibur Jullian.
"Uhm ... meskipun akhir-akhir ini aku memang banyak mengenal orang-orang yang baik, namun kamulah yang terbaik!" imbuh Ellios tersenyum lebar mentapa Jullian.
"Hiks ... aku terharu sekali, Ellios. Terima kasih ..." ucap Jullian malah terisak dan mendaratkan kepalanya pada bahu lebar Ellios.
Dan pemandangan ini tentu saja akan terlihat begitu aneh dan tak wajar untuk para penumpang di dalam busway. Dan mereka semua mulai menatap aneh Ellios dan Jullian.
Ellios yang menyadari tatapan dingin dan penuh dengan kecurigaan dari orang-orang itu kinj segera mendorong tubuh Jullian karena merasa tidak nyaman.
"Berhenti mengis, Jullian! Semua orang kini menatap kita dengan tatapan aneh!" bisik Ellios mulai membenarkan posisi duduknya dan mulai mengambil sebuah buku dari dalam ranselnya untuk membacanya.
...⚜⚜⚜...
"Lovely-chan, tampilkan statusku dong. Rasanya tidak sabar ingin segera melihat hadiahku hari ini." titah Ellios tak sabaran dan sudah bersiap dengan duduk bersilang di atas tempat tidurnya.
"Siap laksanakan, Tuanku!" tiba-tiba saja sudah ada suara seorang gadis tepat di dekat telinga Ellios.
Dan hal itu tentu saja sukses membuat Ellios terkejut hingga sedikit terperanjat. Dan untung saja kali ini Ellios bisa segera membungkam mulutnya sendiri agar tidak berteriak dan tidak membuat Suzuna kembali syok.
"Kamu selalu saja mengejutkanku seperti ini, Lovely! Huph ..." ujar Ellios memegangi dadanya sendiri dan mulai mengatur nafasnya kembali.
Lovely tertawa kecil mendengarkan ucapan dari Ellios dan mulai memainkan jemarinnya sedikit berputar-putar, lalu pergerakannya mulai mengalami perubahan.
Terlihat jemari lentiknya yang indah seakan mulai menari di udara dan diikuti oleh sebuah cahaya putih kebiruan di sekitar jemarinya. Perlahan Lovely mulai memainkan jari telunjuknya dan mengarahkannya tepat di hadapannya dan Ellios.
SRRTT ...
KLAPP ...
Hingga akhirnya sekelebat cahaya itu mulai terlihat mulai membentuk sebuah layar hologram kebiruan yang begitu jernih seperti sebuah layar oled transparent yang begitu kekinian.
Beberapa tulisan putih mulai terlihat pada layar hologram kebiruan itu, dan kini Ellios mulai memeriksanya dengan penuh semangat yang membara.