To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Perubahan?



Alisha dimana ya? Mengapa aku tak melihatnya dimanapun semenjak aku datang ya? Apa dia sudah pulang?


Batin Ellios masih saja celingukan mencari sosok Alisha namun Ellios tak juga melihatnya.


Hingga akhirnya Ellios menanyakannya kepada Date yang kebetulan sedang berada tak jauh dari dirinya.


"Date, apa kamu melihat Alisha?"


"Alisha? Sepertinya dia sedang mengantarkan sebuah pesanan ke sebuah kompleks perumahan bersama dengan Jin. Karena pelanggan itu memesan cukup banyak, makanya Alisha membantu Jin." jelas Date.


"Oh, begitu ya. Oh iya, Date! Hari ini kamu bisa sedikit membantuku tidak?"


"Membantu apa, Ell?"


"Memainkan musik untuk mengiringi temanku bernyanyi di atas panggung. Bagaimana? Kamu bisa kan, Date?"


"Hhm. Tentu saja aku bisa dong! Dimana temanmu?"


Belum sempat Ellios menjawab pertanyaan dari Date, tiba-tiba saja sudah ada Oichi yang melenggang dari belakang Date dan semakin mendekati mereka berdua.


"Nah! Itu dia orangnya sudah ada di belakangmu." ucap Ellios dengan senyum lebar menatap Date dan Oichi secara bergantian.


Date yang merasa penasaran, akhirnya mulai berbalik untuk melihat siapa yang datang dan akan menyanyi di panggung. Dan sebenarnya Date sempat berpikir jika orang yang dimaksud adalah Ken.


Namun rupanya tak seperti perkiraannya! Date cukup terkejut ketika melihat, orang yang dimaksud Ellios ternyata adalah Oichi, sang bintang besar yang paling bersinar terang saat ini.


"O-Oichi!!" gumam Date hampir saja tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.


Meskipun sebelumnya hal seperti ini sudah pernah terjadi, namun sedikitpun hal itu tak merubah keterkejutan Date saat ini.


"Hhm. Oichi akan menyanyikan sebuah lagu untuk kita semua. Tolong iringi dia dengan permainan musikmu ya, Date! Karena kali ini semua adalah dadakan dan Oichi tidak membawa orang-orangnya." ucap Ellios.


"Yoshh!! Tenang saja, Ellios! Aku akan melakukannya dengan baik!! Ayo kita le panggung, Dewi Oichi yang cantik!! Kebetulan sedang kosong." ajak Date penuh binar dan terus menatap Oichi hingga seakan Date lupa untuk berkedip.


Akhirnya Date dan Oichi mulai menaiki panggung berukuran minimalis itu dan Oichi mulai menyanyikan sebuah lagu dengan iringan permainan piano dari Date.


Semua pengunjung merasa jika ini adalah sebuah kejutan yang sangat luar biasa. Karena sebelumnya tak ada informasi sama sekali jika Oichi akan datang dan menyanyi disini.


Seketika mereka mulai menghentikan aktifitas makan mereka dan segera fokus untuk menikmati pertunjukan dari Oichi. Sementara Ellios mulai melanjutkan kesibukannya kembali untuk mengantarkan beberapa pesanan dari pelanggan.


Jullian juga terlihat berlarian memasuki kedai ini untuk segera menyaksikan performance dari sang idolanya, karena beberapa saat yang lalu Ellios juga menghubungi Jullian untuk memberitahukan jika Oichi akan datang.


Alisha dan Jin juga kini sudah datang kembali, namun Alisha tak seheboh Jullian dan para tamu lain ketika melihat jika Oichi sedang berada disini juga. Alisha segera melenggang melewati mereka semua untuk pergi ke dapur. Namun rupanya malah bertemu dengan Ellios.


"Ell, kamu sudah kembali. Kamu baik-baik saja kan?" ucap Alisha terlihat begitu lega saat melihat Ellios kembali.


"Hhm. Aku sudah kembali. Dan aku juga baik-baik saja kok. Hehe ..."


"Syukurlah jika memang begitu. Aku khawatir sekali tadi, Ell. Karena mereka terlihat begitu menyeramkan dan sangat menakutkan."


"Hmm. Tapi kalau boleh tau, sebenarnya siapa mereka, Ell? Dan mengapa mereka menargetkan kamu?" tanya Alisha sangat ingin tau.


"Mereka adalah suruhan dari seseorang yang pernah berniat untuk mencelakai Oichi. Namun karena akupernah menolong Oichi, akhirnya mereka malah menyimpan dendam padaku." jelas Ellios seadanya.


"Wah, kasihan sekali Oichi ya. Untung saja selalu ada pengawal yang menemaninya. Dan pokoknya ... kamu harus selalu berhati-hati ya, Ell. Dan jangan terlalu memaksakan diri. Apalagi kamu sedang sakit saat ini. Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa." ucap Alisha murung, karena kembali teringat dengan penyakit yang sedang diderita oleh Ellios saat ini.


"Hhm. Jangan khawatir, Alisha. Aku akan baik-baik saja! Dan aku akan selalu menemanimu sampai kapanpun itu!!" ucap Ellios dengan penuh keyakinan jika dia akan hidup lebih lama lagi, bahkan dengan usia yang tak terhingga.


PUKK ...


Ellios mengusap dan mengelus lembut kepala Alisha dan tersenyum hangat, membuat Alisha tersenyum merasa lega dan bahagia.


"Besok pulang dari kampus, kita kencan yuk!" ajak Ellios tiba-tiba.


"Kamu sudah kuliah lagi besok, Ell?" tanya Alisha mendongak menatap kekasihnya yang cukup tinggi itu.


"Hhm. Ibu sudah akan kembali ke kedai besok. Dan aku juga sudah akan masuk kuliah lagi. Bagaimana? Apa kamu mau, Alisha?" tanya Ellios mengulang kembali pertanyaannya.


Gadis berwajah cantik alami itu tersenyum manis dan mengangguk pelan. Kedua lesung pipinya yang dalam terlihat menjadikannya semakin manis dan membuat Ellios merasa tak bosan untuk terus menatapnya.


"Baiklah. Karena akhir pekan sepertinya aku harus pergi ke suatu tempat dan mungkin seharian aku akan sibuk."


"Kamu mau kemana akhir pekan, Ell?"


"Ke rumah profesor Mike. Dan aku sudah membuat janji dengannya."


"Profesor Mike? Dosen di kampus kita tidak ada yang bernama profesor Mike deh."


"Dia tidak mengajar di kampus Today, Alisha. Dia adalah teman ayahku yang berasal dari Swiss. Dan kebetulan sekarang dia tinggal di Jepang. Aku masih harus belajar banyak darinya." jelas Ellios.


"Oh, begitu ya. Baiklah, semoga semuanya lancar ya ..." ucap Alisha dengan tulus.


"Semua lancar? Termasuk 7 tahun atau 8 tahun ke depan ya?" sahut Ellios malah tersenyum menggoda Alisha.


Namun Alisha malah mengkerutkan keningnya karena tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Ellios.


"Ada apa dengan 7 tahun dan 8 tahun ke depan?" tanya Alisha tak mengerti.


"Tentu saja aku harus segera melamarmu saat itu, Alisha. Setelah menyelesaikan semua study-ku dan menjadi seseorang yang sukses. Itupun kalau ibuku sabar dan tidak segera memintaku untuk segera melamarmu." ucap Ellios dengan santainya, tidak seperti Ellios yang selama ini begitu pemalu.


Namun tidak seperti Alisha, kini wajah gadis cantik itu sudah begitu memerah seperti tomat yang sudah masak hanya karena mendengar sebuah kata melamar!


"Baiklah aku akan mengantarkan beberapa pesanan pelanggan dulu, Alisha. Jika kamu masih lelah, sebaiknya kamu beristirahat dulu saja." ucap Ellios dengan santainya dan mulai mengambil sebuah nampan yang sudah berisi dengan beberapa pesanan dari pelanggan, lalu segera membawanya dan meninggalkan Alisha begitu saja.


"Melamar? Apa dia benar-benar sudah mengucapkannya? Apa aku tidak salah dengar? Apa dia benar-benar Ellios?" gumam Alisha merasa sedikit aneh, karena akhir-akhir ini Ellios memang sedikit berubah.