
Beberapa saat sebelum pertandingan basket berakhir ...
"Alisha!! Kemarilah! Ikut denganku!!" seorang mahasiswi menarik lengan Alisha begitu saja dan mengajaknya untuk pergi ke lapangan basket.
"Ada apa, Anna? Mengapa menarikku hingga ke lapangan basket? Aku tidak suka menyaksikan pertandingan bola basket." celutuk Alisha tanpa menatap ke arah lapangan basket.
"Ya, aku tau soal itu. Tapi lihatlah! Siapa yang sedang bermain kali ini!" ucap Anna yang masih belum melepaskan tangan Alisha.
Dan kali ini malah semakin menarik lengan Alisha untuk semakin mendekati lapangan basket yang saat ini sangat penuh berdesak-desakan dan riuh akan sorakan para penonton.
Alisha mulai mengalihkan pandangannya untuk melihat ke arah lapangan, dan betapa terkejutnya gadis cantik itu setelah menangkap sosok Ellios yang saat ini sudah berada di dalam lapangan sedang bermain basket bersama tim basket inti kampus Todai.
Alisha membulatkan sepasang mata beningnya menatap pemuda yang sudah pernah mengisi hatinya di masa lalu itu. Seakan masih tidak percaya, Alisha masih saja tak berpaling dari tatapannya saat ini selama babak ke empat yang kira-kira berdurasi 10 menit itu.
Antara tak percaya dan takjub bercampur menjadi satu. Karena sebelumnya Alisha tak pernah mengetahui jika Ellios bisa bermain basket, bahkan sebaik ini!
Setahu Alisha Ellios sangat kurang menyukai olahraga jenis apapun. Jangankan bermain basket, lari pagi saja biasanya Ellios sangat malas untuk melakukannya.
Mengapa selama ini aku tak pernah tau, jika Ellios bisa bermain basket? Bahkan permainannya sungguh seperti seorang profesional. Sebenarnya siapa dia?
Batin Alisha yang lagi-lagi kebingungan saat melihat Ellios yang sangat berubah.
Dan lagi-lagi Alisha juga tak bisa untuk tak peduli dengan semua ini, padahal sebelumnya Alisha sudah memutuskan untuk tak mempedulikan Ellios lagi. Alisha mungkin pernah berkata seperti itu, tapi hati tetap saja tidak bisa berbohong jika sebenarnya gadis cantik itu masih saja peduli dengan Ellios.
PRITTT ...
Wasit meniup peluitnya menandakan permainan kali ini sudah berakhir.
"Kejuaraan basket final tingkat prefektur Tokyo kali ini dimenangkan oleh universitas Todai dengan perolehan angka 128!!" kini mulai terdengar suara seorang pria mengumumkan hasil pertandingan saat inj.
"Yeyy!! Kita menang!!" Arata bersorak paling keras dan segera mengangkat tubuh Elios ke atas lalu meletakkannya duduk di atas bahu kirinya.
"Hore!! Kampus kita menang lagi tahun ini!!" sorak Haru tak kalah heboh sendiri dan ikut menggendong Ellios.
Bahkan Haru juga melupakan sesuatu jika sebelumnya dia juga kurang menyukai Ellios. Bahkan sangat meremehkan Ellios!!
"Kau hebat sekali, Ellios!!" puji Fuma tak kalah bahagia dan ikut menggendong Ellios.
Ellios yang mendapatkan semua perlakuan itu hanya meringis dan mengusap tengkuknya karena merasa malu mendapat pujian-pujian itu. Terutama saat para gadis cheerleadance mulai bersorak memanggil namanya.
Namun tiba-tiba saja pandangannya tak sengaja bertemu dengan Alisha dan membuat senyuman Ellios perlahan memudar begitu saja.
"Alisha ..." gumam Ellios pelan.
Alisha yang sudah kepergok oleh Ellios, kini mulai mengalihkan pandangannya ke arah lain lalu berbalik dan melenggang dengan langkah cepatnya untuk meninggalkan lapangan basket.
...⚜⚜⚜...
[ Mission succesed. Selamat tuan. Tuan Ellios mendapatkan hadiah perpanjangan usia dan beberapa penambahahan hadiah lainnya. Silakan memeriksa status dan inventory saat ini, Tuan. ]
Suara Lovely mulai terdengar kembali saat Ellios selesai berganti pakaian di ruangan ganti. Dan kebetulan Ellios hanya tinggal sendirian saat ini, karena Ellios berganti pakaian paling akhir.
"Hhm. Tampilkan status terbaruku dan bacakan untukku, Lovely!" titah Ellios yang kali ini sedang malas untuk memeriksa sendiri.
[ Cihh ... mengapa akhir-akhir ini tuan malas sekali untuk memeriksa sendiri? Bahkan kemarin malam aku yang juga membacakan status untuk tuan malah seperti sedang menina bobokan tuan. ]
Gerutu Lovely tak terima.
"Itu artinya suaramu sangat bagus dan indah hingga aku tertidur, Lovely. Hehe ..." jawab Ellios bercanda.
[ Jangan bercanda, Tuan. Mana mungkin suara robot sepertiku terdengar begitu indah? ]
Celutuk Lovely kembali tak sependapat dengan ucapan dari Ellios.
"Hhm. Kemarin karena aku sangat mengantuk dan lelah. Dan sekarang juga karena aku sedikit lelah dan lapar. Aku belum makan apapun sejak pagi, Lovely! Kau ingat bukan hari ini aku kesiangan? Ayo cepat bacakan untukku!" ucap Ellios dengan senyum tipis menatap dirinya melalui pantulan cermin di hadapannya.
[ Baiklah ... baiklah ... aku akan segera membacakannya untuk tuan Ellios. ]
Ucap Lovely akhirnya lalu mulai menampilkan sebuah hologram kebiruan dan membacakannya sekaligus.
DING ...
[ ____To Be An Immortal Human By System____
Nama : Ellios Yoshikawa
Usia : 20 Tahun
Ketampanan : 93
Kepintaran : 100
Ketangkasan : 19
Kecepatan : 20
Kekuatan : 16
Ketahanan : 18
Kharisma : 90
Kemampuan Spesial: Otak yang jenius
Poin sistem : 95
Poin kemampuan : 83
Hadiah menyelesaikan misi 16 : 6 hari, 2 jam, 30 menit perpanjangan usia
Hadiah misteri :
- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )
- kemampuan berlari super ( non aktif )
- kemampuan bela diri, Level 5 ( non aktif )
- kemampuan menyanyi ( non aktif )
- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )
- keahlian bermain basket ( non aktif )
- keahlian melompat tinggi dan jarak jauh ( non aktif )
Dana : 238 ribu yen ( kira-kira 25 juta rupiah )
Misi : 17 ( belum dibuka )
Sistem pemandu : Lovely
Status sudah selesai dilaporkan, Tuan Ellios ]
Ucap Lovely melaporkan semua status dan inventory Ellios saat ini dengan sangat terperinci dan lengkap.
Otak genius Ellios segera menangkap dan mengetahui semua perubahan yang dialami oleh status dari tubuhnya saat ini.
"Ketangkasan meningkat 2 poin, kecepatan meningkat 5 poin, kekuatan dan ketahanan hanya meningkat 1 poin. Hadiah perpanjangan usia yang aku dapatkan 6 hari 2 jam 30 menit. Hhm ... tidak terlalu buruk." gumam Ellios pelan.
"Aku juga mendapatkan sebuah hadiah misteri yaitu kemampuan melompat tinggi dan jarak jauh. Semoga saja suatu saat berguna deh." imbuh Ellios lagi.
[ Tentu saja suatu saat pasti semua itu akan sangat berguna, Tuan. Karena semua hadiah yang diberikan oleh sistem adalah menyesuaikan dengan tubuh dan kehidupan tuan Ellios. Kami memberikan untuk membuat kehidupan tuan agar menjadi semakin lebih baik. ]
Ucap Lovely kembali.
"Hhm. Baiklah. Sekarang aku mau pergi ke kantin dulu. Perutku sudah sangat lapar. Ayo makan ramen!!" ucap Ellios dengan sangat bersemangat dan mulai melenggang meninggalkan ruang ganti itu.
[ Seperti apa rasa dari ramen itu, Tuan? Apakah begitu enak? Sepertinya tuan Ellios sangat menyukai ramen? Andai aku juga bisa mencicipi sedikit saja. Karena terkadang aku merasa sangat penasaran dan ingin juga menikmati sedikit saja makanan manusia bumi itu. ]
Celutuk Lovely berandai-andai.
Mendengar ucapan dari Lovely seketika membuat Ellios tersenyum lebar hingga deretan giginya yang putih dan rapi terlihat.
"Rasa dari ramen itu gurih dan sedikit manis. Namun ada juga yang sedikit asin dan kental akan rasa kaldunya. Tergantung jenis ramennya sih, Boneka!" jawab Ellios seadanya.
[Ahh ... tuan Ellios ... aku ingin sekali mencicipi sedikit ...]
"Mana bisa seperti itu, Lovely!" sahut Ellios dengan tawa kecil karena membayangkan bagaimana Lovely makan ramen?? Itu sangat tidak mungkin bukan?
Namun Ellios segera menghentikan tawanya karena mulai melalui beberapa mahasiswa saat berjalan menyusuri koridor
...⚜⚜⚜...