To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Hukuman Atau Simpati ?



Perlakuan dari profesor Knite yang sangat berbeda kepada Ellios jika dibanding saat dia sedang menghadapi mahasiswa lainnya lagi, sebenarnya cukup membuat perasaan iri para mahasiswa itu. Dan itu terlihat seperti profesor Knite membeda-bedakan atau pilih kasih.


Jullian yang duduk di bangku sebelah Ellios yang juga menyaksikan semua itu juga seketika dibuat melongo cukup lebar karena merasa terkejut bukan main. Sepasang matanya juga tentu saja membelalak menatap kejadian langka kali ini.


Bahkan Ellios sendiri sebenarnya juga sangat terkejut bukan main, namun pemuda yang memiliki hobi membaca buku itu masih saja memejamkan sepasang matanya dengan sangat rapat dan masih berpura-pura sedang tertidur.


Aduh, mengapa profesor Knite malah membiarkanku tertidur begitu saja saat jam kuliahnya? Jika seperti ini terus maka akan sia-sia saja jika aku masih berpura-pura untuk tetap tertidur. Hhm ... lalu apa yang harus aku lakukan kali ini ya agar aku dihukum?


Batin Ellios kini mulai bangun kembali dan berpura-pura menguap lebar dan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, "Hoaaammm ..."


"Baiklah. Sekarang kumpulkan tugas kalian yang sudah saya berikan minggu lalu! Saya tidak akan memberikan toleransi apapun bagi kalian yang tidak mengerjakannya dengan alasan apapun." ucap profesor Knite yang tiba-tiba saja membuat Ellios seketika mendapatkan sebuah ide.


Para mahasiswa dan mahasiswi segera mengumpulkan tugas-tugas mereka ke depan dan menyerahkannya kepada profesor Knite. Bahkan Jullian juga sudah mengumpulkan tugas miliknya juga dan kembali lagi duduk di bangkunya.


Setelah beberapa saat, akhirnya para mahasiswa dan mahasiswi itu sudah kembali duduk di masing-masing tempat duduknya, kecuali Ellios yang memang sejak dari tadi hanya duduk saja di tempat duduknya.


"Apakah masih ada yang belum mengumpulkan?" tanya profesor Knite sambil menatap anak didiknya satu persatu seperti sedang melakukan absen untuk mereka.


"Ssa-saya, Pak." tiba-tiba Ran yang duduk tepat di belakang Ellios mengangkat tangan kanannya. "Kkkom-komputer saya di rumah sedang rusak, Pak, jadi ..." ucapnya belum menyelesaikan ucapannya dengan sempurna, karena tiba-tiba saja profesor Knite memotong ucapannya.


"Saya tidak butuh alasan apapun! Tugasmu harus segera kamu serahkan padaku paling lama 3 hari!! Tidak ada alasan apapun lagi setelah itu, atau kamu jangan belajar padaku lagi!!" ucap profesor Knite dengan suaranya yang begitu menggelegar seisi ruangan. "Sekarang tinggalkan kelas saya!! Kamu dihukum karena tidak disiplin, Ran!!" imbuh profesor Knite lagi masih menatap tajam mahasiswa yang sering sekali membuat onar itu.


Ran tak berani menjawab ucapan dari profesor Knite lagi. Kini pemuda itu mulai melenggang dang meninggalkan aula ini begitu saja.


"Apakah ada lagi yang masih belum mengumpulkan tugas yang sudah saya berikan?" tanya profesor Knite kembali sambil mengedarkan pandangannya kembali menatap anak didiknya.


Tiba-tiba saja Ellios mulai mengangkat tangan kanannya ke atas dan membuat seisi aula ini menatap Ellios si kutu buku yang selalu rajin itu.


Ada apa dengan Ellios? Mengapa hari ini dia tiba-tiba saja dia sedikit berubah?" guman salah satu mahasiswi.


"Hhm. Tak biasanya Ellios tidak mengerjakan tugas dari para profesor. Biasanya dia selalu rajin." celutuk mahasiswa lainnya lagi.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Dia bukan seperti Ellios saja." gumam mahasiswi lainnya lagi yang juga kebingunga.


"Ellios! Jangan bercanda!! Kamu kan sudah mengerjakan tugas dari profesor Knite! Bahkan minggu lalu kita mengerjakannya bersama di rumahmu! Apa kamu lupa? Periksa kembali tasmu! Pasti ada!" celutuk Jullian tiba-tiba.


"Tidak ada! Aku tak sengaja malah membuangnya bersama sampah saat bersih-bersih kamarku kemarin." jawab Ellios berbohong.


Padahal tugas itu masih dengan rapi ada di dalam ransel Ellios. Dan Ellios memang benar-benar sudah mengerjakannya seperti yang telah dikatakan oleh Jullian.


Karena selama ini, Ellios akan selalu langsung mengerjakan tugas apapun yang sudah diberikan oleh profesornya ketika Ellios sudah pulang ke rumahnya. Dan dalam sehari saja tugas-tugas itu langsung selesai.


Ada apa dengan Ellios? Apakah anak ini sedang mengalami sebuah masalah yang cukup besar dan berat sehingga menjadikannya sedikit berubah? Aku harus mencari tau tentangmya. Kasihan sekali ... padahal selama ini Ellios adalah mahasiswa yang sangat rajin, teladan dan sangat berprestasi. Jangan sampai hanya masalah sepele dia kehilangan kegeniusannya yang sangat berharga. Atau sepertinya Ellios memang sedang tak sehat atau sedang sakit?


Batin profesor Knite berusaha untuk menerka-nerka kemungkinan itu.


"Ellios. Jika kamu memang sedang sakit atau kurang sehat. Sebaiknya kamu beristirahat dulu di ruang kesehatan. Kamu juga terlihat sedikit pucat." ucap profesor Knite yang lagi-lagi sukses membuat seisi aula melongo kembali dan mereka semua juga membelalakkan matanya masing-masing.


Profesor Knite yang terkenal cukup killer dan tak akan memberikan ampunan bagi mahasiswa dan mahasiswi didikannya yang tak menjalankan semua perintahnya dan tak sesuai dengan caranya.


Namun kini dia malah begitu baik dan mempedulikan Ellios yang jelas-jelas sudah tidur saat mata kuliahnya. Bahkan Ellios juga tidak mengerjakan tugas yang sudah diberikan oleh profesor Knite untuknya. Sungguh aneh dan ajaib sekali!


Apa? Apa kini profesor Knite sedang memintaku untuk meninggalkan jam kuliahnya ini? Meskipun bukan hukuman, namun profesor Knite menyuruhku untuk pergi dan beristirahat di ruang kesehatan. Apakah ini artinya misiku akan berhasil? Hhm ... entahlah. Sebaiknya aku coba dulu. Semoga saja ini berhasil.


Batin Ellios mulai merapikan beberapa barangnya dan segera memasukkannya di dalam ransel hitamnya.


"Baiklah, Profesor. Aku akaj beristirahat sebentar di ruang kesehatan." ucap Ellios dengan lirih.


"Hhm. Pergi dan istirahatlah ..." profesor Knite menyauti dengan santai tanpa ada amarah yang terlukis pada wajah sangarnya itu.


"Baik, Profesor. Terima kasih." sahut Ellios mulai menggendong ranselnya dengan bahu kirinya dan segera bangkit dari tempat duduknya.


"Ell, aku akan segera menyusul dan menemanimu setelah kelas berakhir." bisik Jullian sebelum Ellios meninggalkannya.


"Hhm ..." sahut Ellios singkat lalu segera melenggang meninggalkan aula ini untuk menuju ke ruang kesehatan seperti yang sudah diperintahkan oleh profesor Knite.


Ellios mulai berjalan menyusuri sebuah lorong panjang yang tidak terlalu ramai itu. Hanya ada beberapa mahasiswi saja yang berpapasan dengan dirinya saja. Dan anehnya para mahasiswi itu selalu saja menatap Ellios dan saling berbisik.


"Siapa dia? Apakah dia Ellios anak IT? Mengapa aku merasa dia sedikit berbeda?" gumam salah satu mahasiswi kepada mahasiswi lainnya lagi, yang kebetulan sedang berpapasan dengan Ellios.


"Ya, dia Ellios! Benar juga ya. Mengapa badannya sekarang lebih besar dan terlihat kekar?" celutuk mahasiswi lainnya lagi.


"Mungkin saja karena dia sering berlatih akhir-akhir ini. Aku pernah melihatnya pergi ke tempat gym beberapa saat yang lalu." bisik mahasiswi lainnya lagi.


"Wah, ada kemajuan juga dia. Biar bukan hanya otak saja yang sempurna. Ahaha ..." salah satu mahasiswi mulai menyauti lagi dengan tawa.


"Ya. Bahkan aku dengar sekarang dia begitu jago bela diri lo. Kemarin dia mengalahkan senior Louis anak seni itu!" celutuk mahasiswi lainnya lagi.


"Wah wah ... keren sekali!"


Begitulah para gadis itu masih saja membicarakan Ellios di sepanjang koridor panjang itu dengan begitu bersemangat.