
Usai jam kuliah kelas terakhir berakhir, terlihat Ellios dan Alisha yang sengaja tetap di berada di dalam ruang aula itu. Dan mereka memang sengaja melakukannya untuk keluar paling akhir saja.
Namun rupanya Jullian juga masih tetap berada di dalam ruangan, karena biasanya Jullian dan Ellios memang saling pergi bersama.
"Ellios, kamu mau kencan dengan Alisha ya?" bisil Jullian yang masih mengemasi buku terakhirnya dan memasukkannya di dalam ranselnya.
"Hhm?? Sejak kapan kamu belajar ilmu hitam, Jullian? Mengapa kamu bisa tau jika aku dan Alisha akan berkencan?" sahut Ellios dengan santai dan mulai menggendong ransel hitamnya dengan satu bahu saja.
"Hehe ... tau dong! Tidak biasanya Alisha keluar dari kelas lama. Kalian pasti sudah membuat janji bukan?"
Mendengar ucapan dari Jullian, Ellios mulai tersenyum miring karema merasa gemas, menghadapi sahabatnya itu.
"Kamu jeli juga ya ternyata, Jullian!! Ya sudah aku pergi dulu dengan Alisha ya!! Coba kirimkan sebuah pesan untuk Oichi dan ajak dia kencan!" bisik Ellios tepat di dekat telinga Jullian.
Ellios tersenyum lebar dan juga menepuk bahu lebar Jullian lalu segera pergi bersama dengan Alisha.
"Whooaa ... apa Ellios sudah gila? Mana mungkin aku mengirimkan pesan untuk Oichi dan mengajak Oichi untuk berkencan?! Huftt ..." Jullian mendengus kesal dan juga mulai meninggalkan ruang kulian ini.
...🍁🍁🍁...
[ Misi akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah menyelamatkan seorang anak kecil yang sedang tersesat dan mempertemukannya kembali dengan mamanya. Misi akan segera dimulai. ]
Disaat Ellios dan Alisha sedang menonton sebuah film bersama, tiba-tiba saja mulai terdengar suara sang pemandu sistem Lovely yang sungguh mengganggu momen manis antara Ellios dan Alisha saat ini.
Karena disaat ini Ellios sedang berusaha untuk meraih dan menggenggam jemari Alisha. Dan mungkin saja Ellios sedang berusaha untuk melakukan sesuatu, karena Ellios juga sedikit lebih mendekati wajah Alisha.
Dan bisa dibayangkan betapa kesalnya Ellios saat ini karena kehadiran Lovely yang begitu tiba-tiba ini. Padahal Lovely tidak terlihat, namun hal itu sungguh mengganggu Ellios saat ini, sehingga membuat Ellios mulai duduk dengan tegap kembali dan malah menjadi kikuk sendiri.
Kamu sungguh tak tau situasi dan kondisi ya, Lovely! Kamu kan bisa memberitahukan padaku nanti setelah pemutaran film ini berakhir bukan? Huft ...
Batin Ellios mulai menggerutu di dalam hati.
[ Padahal tuan Ellios kan bisa mengabaikanku saja lo. Dan tuan Ellios bisa terus melakukannya saja. Namun mengapa tuan malah menyudahi rencana tuan untuk mencium Alisha? ]
Tanya Lovely yang semakin membuat Ellios merasa kesal dan geram sendiri, hingga akhirnya Ellios hanya melampiaskannya untuk memakan pop corn rasa sweet caramel itu. Sedangkan Alisha malah terlihat begitu menikmati film itu dan mengabaikan Ellios begitu saja.
Dua jam lebih 3 menit pemutaran fllm itu telah berakhir. Satu persatu pengunjung teater ini mulai meninggalkan teater ini. Namun Ellios dan Alisha sengaja untuk keluar paling akhir agar tidak terlalu lama mengantri.
"Alisha, bagaimana jika kita makan? Kamu sudah lapar kan?" tanya Ellios saat mereka berjalan beriringan menyusuri salah satu lorong teater yang bercahaya sedikit remang-remang.
"Hhm. Boleh! Ayo!" sahut Alisha bersemangat.
Namun tiba-tiba saja Ellios malah meraih tangan Alisha dan malah membuatnya bersandar pada dending berwarna kemerahan itu. Selama beberapa saat, pandangan mereka saling bertemu dengan hangat.
Dan entah mengapa, semenjak ciuman yang terjadi di balkon rumah sakit itu, Ellios benar-benar sudah menjadi semakin lebih berani dan mengalami kemajuan. Ataukan mungkin Ellios merasa kecanduan? Entahlah ...
Belum sempat Ellios melanjutkan ucapannya, namun Alisha sudah mulai memejamkan sepasang matanya, seolah sudah memberikan lampu hijau untuk Ellios.
Sambutan hangat dari Alisha tentu saja membuat Ellios begitu berbinar dan mulai semakin menunduk dan memiringkan wajahnya hingga semakin mendekati wajah ayu Alisha.
Wajah mereka berdua semakin dekat dan dekat, bahkan nafas keduanya sudah mulai berbaur menjadi satu. Namun disaat jarak antara wajah keduanya hanya menyisakan beberapa inchi saja, tiba-tiba seakan ada yang sedang menarik-narik pakaian hangat Ellios beberapa kali.
Pada awalnya Ellios tak terlalu menghiraukannya.dama sekali, namun tiba-tiba saja mulai terdengar suara tangis seorang anak kecil. Hingga akhirnya Ellios mulai berhenti dan mengurungkan niatnya untuk mencium Alisha.
Sepasang mata Ellios yang sempat terpejam kini perlahan mulai terbuka kembali, begitu juga dengan Alisha yang mulai membuka sepasang matanya.
Untuk beberapa saat mereka hanya bertatapan dengan begitu dekat, namun akhirnya wajah keduanya mulai merona karena merasa malu dan kikuk dengan situasi saat ini.
Namun tiba-tiba saja, mulai terdengar kembali isak tangis seorang anak perempuan sambil menarik-narik pakaian hangat Ellios. Sehingga Ellios dan Alisha mulai menunduk ke arah samping beralih menatap ke arah suara itu berasal.
Terlihat seorang anak kecil perempuan yang kira-kira berusia 4 tahun sedang menangis dan mendongak menatap Ellios dan Alisha secara bergantian.
"Kakak ... tolong aku ... hiks ... hiks ..." isak tangis gadis kecil itu masih mendongak.
Belum sempat Ellios menjawabnya, tiba-tiba saja Alisha sudah menunduk dan jongkok di hadapan anak itu.
"Adek manis, mengapa menangis? Dimana mama kamu, Dek?" tanya Alisha dengan ramah.
"Aku terpisah dengan mama, Kak ... hiks ... padahal aku hanya ingin membelu jajan sebentar, tapi saat aku kembalu mama sudah tidak ada. Hiks ..." ucap gadis kecil itu kembali terisak.
"Baiklah. Kami akan membantumu untuk menemukan mamamu." ucap Alisha dengan ramah dan tersenyum hangat menatap gadis kecil itu.
"Benarkah itu, Kak?"
"Hhm. Tentu saja! Ayo kita cari mama kamu!" ajak Alisha mulai berdiri kembali dan menggandeng tangan mungil gadis kecil itu.
Namun Ellios malah segera melangkah mendahului kedua gadis itu dan segera jongkok di hadapan gadis kecil itu sambil mengulurkan kedua tangannya.
"Ayo!! Kakak akan menggendongmu, Sayang!" ucap Ellios dengan senyum ramahnya.
Tanpa ragu, akhirnya gadis kecil itu segera melompat ke arah Ellios. Kini mereka mulai melenggamg bersama-sama untuk mulai mencari mama dari sang gadis kecil.
Namun kebersamaan mereka bertiga malah membuat beberapa orang salah mengira dan menjadikan gunjingan dari beberapa orang yang berjalan dan berpapasan dengan mereka bertiga.
"Wah ... wah ... pasangan itu masih muda sekali!" celutuk seorang wanita paruh baya yang perpapasan dengan mereka sambil memperhatikan Alisha dan Ellios yang masih menggendong gadis kecil itu.
"Masih muda tapi sudah memiliki seorang anak yang sudah cukup besar ya. Jangan-jangan mereka menikah karena kecelakaan ya? Anak jaman sekarang memang tak seperti anak dulu! Susah sekali mengerem! Huuh! Jika putriku seperti itu, maka aku akan mengusirnya dari rumah!!" timpal wanita paruh baya lainnya lagi.