To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Ellios Tak Sadarkan Diri



Sore ini tim basket kampus Todai membuat sebuah perayaan atas kemenangan mereka hari ini yang sudah mengalahkan universitas Fuji dalam pertandingan final antar prefektur Tokyo.


Dan mereka semua juga memaksa Ellios untuk ikut dalam pesta perayaan ini. Karena berkat Ellios lah, tim basket mereka bisa mengejar score yang tertinggal saat sang kapten mengalami cedera.


"Bersulang!!" Arata yang keadaan hatinya sangat baik seharian ini dengan bersemangat memimpin dan mengajak teman-temannya untuk bersulang.


Mereka semua mengangkat gelas yang sudah berisi dengan red wine itu dan bersulang bersama kecuali Ellios yang malah terlihat seperti orang yang sedang ling lung. Karena Ellios tak pernah meminum minuman seperti itu tentunya.


"Mengapa tidak minum? Apa kamu tidak menyukainya, Ellios? Ahh kamu tidak keren!!" celuluk Haru mengerucutkan mulutnya mencibir Ellios.


"Hhm. Padahal permainanmu di dalam lapangan sungguh sangat keren! Gayamu juga harus keren dong!" timpal Fuma sambil menikmati sebuah hidangan yang berada tepat di hadapannya.


Ellios meringis dan kebingungan untuk menjawab mereka. Sebenarnya Ellios masih cukup ragu untuk menikmati minuman yang dianggapnya aneh itu. Karena Jullian pernah mengatakan kepada Ellios jika minuman itu memiliki rasa yang sedikit aneh dan tidak enak.


Sejak saat itulah Ellios yang memang tak pernah berniat untuk meminumnya, bahkan Ellios juga mulai semakin menjauhi minuman itu dan tak mau untuk mengkonsumsinya.


"Jika memang tak bisa meminumnya makan jangan meminumnya. Pesan saja minuman lainnya." ucap Kakei yang seakan sudah menjadi seorang dewa penolong untuk menyelamatkan Ellios saat ini.


"Haishh ... dasar Kakei ini! Anak kolot ini harus berubah menjadi sedikit lebih keren dong! Tak ada anggota tim basket kita yang tidak keren!" celutuk Arata kekeh ingin mencekoki Ellios dengan red wine itu.


"Keren bukan berarti harus pandai minum wine bukan?" jawab Kakei dengan santainya.


"Cihh ... mengapa kamu selalu saja membela kutu buku yang kolot ini sih, Kakei? Lama-lama kamu bisa tertular virus kolot dari dia nanti!" celutuk Arata yang paling bisa menentang Kakei tanpa rasa segan, karena sebenarnya Arata lebih tua satu tahun dari Kakei.


"Yang ada kamu yang kolot karena bertingkah seperti Ellios, Arata! Gyahaha ..." timpal Haru tertawa lepas meledek Arata.


"Ciihh ... apa kau bilang dewa jomblo?!" karena sangat kesal, Arata segera meraih dan menempeleng kepala Haru.


"Setidaknya cintaku masih sangat murni karena belum ada seorang gadis yang aku pacari!" sahut Haru berusaha untuk membela dirinya dan berusaha juga untuk melepaskan cengkeraman dari Arata.


"Dih ... bilang saja kamu tau laku, Haru. Gyahaha ..." Sano yang rupanya ikut melakukan pesta perayaan ini juga malah ikut memperolok Haru yang selama ini belum pernah berpacaran.


Dan sebenarnya mereka semua hanya sedang bercanda dan tidak benar-benar sedang berkelahi. Karena seperti itulah pertemanan diantara mereka para tim basket ini. Selalu dibumbui dengan memperolok dan memberikan julukan unik sebagai rasa sayang.


Terlihat aneh? Tidak juga! Para mahasiswa itu sangat sering sekali melakukan hal aneh lebih dari itu malah. Hehe ... karena mereka sungguh konyol.


"Terima kasih, Kakei." ucap Ellios dengan tulus dan menatap Kakei yang sedang duduk tepat di sampingnya.


"Sama-sama, Ellios. Terima kasih juga sudah menggantikanku dengan sangat baik. Aku berhutang padamu." Kakei menyauti dengan ramah.


"Terima kasih juga sudah mempercayaiku. Oh iya, apa kakimu sudah mulai membaik, Kakei?" tanya Ellios yang mulai mengingat jika tadi pagi Kakei mengalami sedikit cedera.


"Sudah mulai membaik kok. Ara sudah membantu mengobatinya tadi. Hanya saja jika untuk berjalan cepat masih akan terasa sakit." jawab Kakei mulai menarik semangkok ramen di hadapannya.


[ Wah ... ramen. Andai aku juga bisa mencicipinya sedikit saja. ]


"Jadilah manusia dulu, baru aku akan mengajakmu makan ramen bersama." bisik Ellios pelan.


"Apa yang kau katakan, Ellios?" tanya Kakei yang rupanya juga masih mendengar ucapan dari Ellios.


"Oh ... aku hanya mengatakan kapan-kapan aku akan mentraktirmu makan ramen deh. Karena kamu sudah sangat baik kepadaku, Kakei." ucap Ellios berkilah dan meringis menatap Kakei.


"Oh. Santai saja! Tapi jangan kaget ya jika kamu harus merogoh uang yang cukup banyak, karena porsi makanku banyak!" canda Kakei yang rupanya juga bisa bercanda!!


Padahal selama ini Kakei terlihat dingin, selalu serius, tegas dan tak pernah sekalipun Ellios melihat Kakei sedang bercanda bersama dengan teman-temannya. Kakei bahkan selalu saja menanggapi hal apapun dengan sangat serius.


"Tenang saja. Aku masih bisa membayarnya kok." jawab Ellios seadanya dan mulai meraih sepiring chicken yakiniku di hadapannya.


[ Wah ... ide tuan Ellios boleh juga!! Sangat brilian!! Aku akan segera mencari tubuh yang tepat dulu untuk aku pakai!! ]


Jawab Lovely dengan sangat bersemangat menanggapi ucapan dari Ellios sebelumnya.


Sementara Ellios yang sebenarnya hanya menjawab dengan asal saja, kini mulai mengkerutkan keningnya dan memikirkan kembali akan hal itu.


Lovely bisa merubah wujudnya menjadi seorang manusia? Apakah itu benar? Wah ini akan keren sekali jika memang dia bisa melakukannya!


Batin Ellios menghentikan aktifitas makannya dan membayangkan Lovely sebagai sosok manusia.


Kira-kira akan seperti apa dia jika menjadi seorang manusia ya? Hhm ... aku jadi sedikit penasaran.


Batin Ellios kembali mulai meneguk air mineral di hadapannya. Karena jus yang dia pesan belum diantarkan oleh pelayan.


[ Tentu saja aku akan terlihat sangat cantik dong! Menjadi boneka saja aku sudah begitu cantik, lucu dan menggemaskan. Apalagi jika aku menjadi seorang manusia. Aku akan menjadi seorang gadis yang cantik. Hehe ...]


Jawab Lovely kembali menyauti ucapan hati dari pemuda yang kini sedang menjadi tuannya pada era ini.


Mendengar ucapan dari boneka pemandu Lovely yang terdengar sedikit konyol itu, seketika membuat Ellios yang sedang meminum air mineral itu tersedek begitu saja.


"Uhukk ... uhukk ... uhukk ..." Ellios terbatuk-batuk dan memegangi dadanya karena sedikit sesak.


"Hati-hati, Ellios!" Kakei yang sedang berada di sebelah Ellios mulai menepuk punggung Ellios beberapa kali.


Namun Ellios malah mulai terjatuh begitu saja dan tak sadarkan diri. Tubuhnya ambruk begitu saja dan kepalanya terjatuh di atas meja di hadapannya.


"Ellios!! Apa yang terjadi? Ada apa denganmu?" tanya Kakei sedikit mengguncang tubuh Ellios, namum pemuda itu tak juga terbangun.


Karena Kakei merasa sangat khawatir, akhirnya Kakei mulai membawa Ellios untuk pergi ke rumah sakit. Dan kebetulan sekali rumah sakit itu adalah rumah sakit tempat Ellios yang selalu melakukan pemeriksaan terhadap kesehatannya selama ini.


Dan sangat kebetulan sekali, dokter yang saat ini menerima adalah dokter yang biasanya selalu menangani Ellios. Dokter Ash, ahli hrmatologi.