To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Menemui Oichi



Dua orang pemuda terlihat sedang melenggang bersama menyusuri halaman Saitama Super Hall Arena di tengah dinginnya malam ini. Salah satu dari mereka terlihat begitu berbahagia, sangat terlihat melalui raut wajah dan juga bahasa tubuhnya yang selalu menari-nari saking berbahagianya.


Siapa lagi mereka berdua kalau bukan Ellios dan Jullian? Dua orang pemuda yang selalu menghabiskan waktu berdua bersama.


"Syalalala ... hari ini aku begitu bahagia karena bisa menyanyi bersama sang dewi Oichi yang begitu mempesona dan cantik seperti bidadari. Aku juga mendapatkan album terbaru, foto dan tanda tangannya!! Ya~ha ... emmuuuchhh ..." ucap Jullian kegirangan dan mencium foto sang idol kesukaannya yang baru saja berduet dengannya beberapa paat yang lalu.


Ellios yang melihat tingkah Jullian yang begitu berlebihan ( menurutnya ) hanya menggelengkan kepalanya dan menepuk jidatnya.


Namun tiba-tiba saja ada dua pria dewasa dengan setelan jas yang begitu rapi dan mengenakan kacamata hitam yang sudah bertengger dengan manis di atas tulang hidung mereka mulai datang dari arah seberang dan menghampiri mereka berdua.


"Tuan Ellios Yozhikawa. Bos kami ingin bertemu dengan tuan. Dia sedang menunggu tuan di ruang gantinya." ucap salah satu dari pria dewasa yang cukup sangar namun tampan itu.


"Siapa bos kalian?" tanya Ellios begitu kebingungan.


Bahkan Jullian juga seketika merubah ekspresi wajah riangnya dalam sekejap dan mulai menatap serius kedua pria dewasa itu.


"Bos kami adalah nona Maeda Oichi. Dia sudah menunggu tuan di ruang gantinya. Mari segera ikut bersama dengan kami." ucap salah satu dari pria dewasa itu dengan sangat ramah.


Mendengar nama Maeda Oichi disebut oleh pria dewasa ini, kini sukses membuat Jullian menganga lebar kembali.


"De-dewei Oichi ingin bertemu dengan Ellios?" ucap Jullian sangat syok bukan main.


"Benar. Silakan ikut bersama dengan kami, karena nona Oichi tidak suka menunggu terlalu lama." ucap pria dewasa itu menegaskan kembali dengan ramah.


"Baiklah. Apakah temanku Jullian boleh ikut?" tanya Ellios.


"Maaf. Tapi tidak bisa, Tuan. Nona kami hanya ingin bertemu dengan tuan Ellios Yozhikawa saja." ucap pria dewasa itu lagi.


"Tapi ... tidak mungkin aku meninggalkan temanku ..." ucap Ellios merasa keberatan.


"Tidak, Elios! Apa yang sedang kamu bicarakan?! Kamu pergi saja. Aku akan menunggumu disini!" ucap Jullian penuh penekanan dan memaksa Ellios. "Temui dewi Oichi! Ini adalah sebuah kesempatan yang sangat langka!! Percayalah padaku, teman!" imbuh Jullian berbisik.


"Huft ... baiklah! Kalau begitu ayo, kita pergi!" ucap Ellios mulai berlalu bersama kedua pria dewasa yang berpakaian rapi dan necis itu.


Kedua pria dewasa itu akhirnya mulai membawa Ellios menuju ke sebuah bangunan megah dan mulai berhenti de depan salah satu ruangan itu.


"Silakan masuk, Tuan Ellios. Nona Oichi sudah menunggu tuan di dalam ruangan ini." ucap salah satu pria berjas itu mengulurkan tangan kanan ya dan mempersilakan Ellios untuk memasuki ruangan itu.


"Hhm. Baiklah. Terima kasih sudah mengantarku." ucap Ellios dengan tulus.


"Sama-sama, Tuan Ellios." sahut kedua pria dewasa itu bersamaan.


Kini Ellios mulai mengetuk pintu berwarna putih itu beberapa kali. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mulai terdengar suara seorang gadis dari dalam ruangan mulai mempersilakannya untuk segera masuk.


"Masuk!" perintah gadis itu dari dalam ruangan.


CEKLEKK ...


Ellios mulai membuka pintu ruangan itu dan mulai memasukinya. Namun baru berjalan beberapa langkah saja kini Ellios sudah menghentikan langkah kakiknya dengan mata yang sedikit membelalak.


Rupanya saat Ellios memasuki ruangan ganti itu, Ellios mulai melihat seorang gadis sedang berganti pakaian dengan posisi membelakanginya.


"Mm-ma-maaf ... ak-aku tidak tau jika kamu sedang berganti pakaian ..." ucap Ellios begitu sedikit terbata karena terkejut bukan main.


Dengan cepat Ellios mulai keluar dari ruangan itu kembali dan memutuskan untuk menunggu sebentar di luar ruangan.


Gadis yang tak lain adalah Oichi itu tertawa kecil dan setelah beberapa saat gadis itu mulai memanggil Ellios kembali.


"Masuklah! Aku sudah selesai kok." ucap Oichi setengah berteriak dari dalam ruangan ganti itu.


"Oh ... i-iya ..." Ellios menyauti sedikit terbata, namun akhirnya mulai memasuki ruangan ganti kembali.


Terlihat seorang gadis cantik dengan balutan gaun merah mudanya yang super minim dan sexy mulai melenggang dengan anggun untuk menyambut kedatangan Ellios.


"Hai, Ellios ..." sapa Oichi dengan melemparkan senyuman manisnya.


"Oh ... ha-hai juga ..." Ellios menyauti dengan masih tergagap dan masih terlihat begitu kikuk. "Ap-apa kamu ingin membicarakan sesuatu denganku? Dan mengapa kamu mengetahui namaku?" imbuh Elliis sangat ingin tau.


"Sangat mudah untukku untuk mencari tau tentang apapun!" jawab Oichi tersenyum manis dan penuh percaya diri. "Namun satu hal yang tidak aku tau, mengapa kamu berani menolakku d depan para penggemarku?"


"Bukan seperti itu, Nona Oichi. Mana mungkin aku berani menolak kamu?" ucap Ellios dengan cepat, karena sepertinya idol cantik di depannya saat ini sedang salah paham terhadap dirinya.


"Lantas apa? Katakan padaku, Ellios-kun!" sahut Oichi masih saja tersenyum misterius menatap Ellios dan masih melenggang anggun semakin mendekati Ellios.


"Ak-aku sangat merasa tidak pantas untuk berada di atas panggung bersama denganmu, Nona Oichi. Maka dari itu ... aku menolak hadiah itu ..." ucap Ellios mengusap tengkuknya dan sedikit mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Karena saat ini Oichi sudah semakin mendekatinya, sedangkan gaun yang sedang dikenakannya saat ini adalah super sexy dan minim. Bahkan sangat memperlihatkan lekuk tubuh moleknya ditambah lagi gaun itu memiliki desain rendah pada bagian dada.


Tentu saja semua pemandangan itu sangat tidak biasa untuk Ellios dan sangat membuatnya merasa tidak nyaman.


Oichi hanya tertawa kecil mendengar jawaban dari Ellios yang begitu merendah dan Oichi masih saja melenggang dengan anggun mendekati Ellios. Namun tiba-tiba saja Oichi tersandung oleh karpet yang sedikit terlipat dan mengakibatkan tubuhnya terhuyung dan hendak terjatuh ke depan.


Hingga akhirnya tubuh Oichi malah terjatuh dan menimpan tubuh Ellios. Tubuh Ellios bisa menahan tubuh Oichi, namun sebuah kecupan yang tidak disengaja itu tak bisa ditahan oleh Ellios dan terjadi begitu saja!


Yeap, tubuh Oichi terjatuh pada pelukan Ellios dan malah mengecup pipi kiri Ellios hingga meninggalkan bekas lipstik pada pipinya.


Karena sesuatu yang terjadi saat ini sungguh sangat sangat di luar dugaan, Ellios malah terpaku cukup lama sambil menahan tubuh Oichi dengan memegang kedua lengannya. Sedangkan pandangan mereka saling bertemu untuk beberapa saat.