To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Oichi Curiga



Oichi mendongak dan menatap lekat Ellios dengan sebuah senyuman tipis namun tatapannya begitu setius.


"Cukup lakukan saja sesuai dengan instruksi dariku, maka semua akan baik-baik saja." ucap Oichi begitu lirih dan tersenyum misterius menatap Ellios.


Kini Oichi mulai mrndaratkan tangan kirinya dinatas bahu kanan Ellios dan tangan kanannya mulai meraih jemari kiri Ellios lalu meluruskannya ke arah samping.


"Letakkan tangan kirimu pada pinggangku, Ellios ..." bisik Oichi sengaja semakin mendekat dan mengatakannya di dekat telinga Ellios.


Meskipun sebenarnya masih merasa sangat kikuk dan malu, namun mau tak mau akhirnya Ellios mulai mengikuti instruksi dari Oichi. Perlahan mereka berdua mulai menari bersama dengan begitu pelan, mengikuti iringan musik itu.


Dan anehnya Ellios bisa melakukannya dengan sangat baik, meskipun Ellios sangat sadar jika sebenarnya tubuhnya tiba-tiba saja bergerak di luar dari kesadarannya. Dan ini adalah aneh sekali!!


Mengapa bisa seperti ini? Mengapa tiba-tiba saja tubuhku bergerak sendiri? Apa yang sedang terjadi? Apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan tubuhku?


Batin Ellios kebingungan, karena ini adalah hal paling aneh yang pernah dialaminya di dalam hidupnya. Meskipun setelah mengenal Lovely, banyak sekali kejadian aneh di dalam hidupnya sih.


Namun akhirnya setelah beberapa saat Ellios mulai melihat sesuatu yang begitu kecil seperti sebuah chip yang bersinar pada tengkuk Oichi. Benda kecil yang menyerupai sebuah chip itu bersinar dan mengeluarkan cahaya berwarna kebiruan.


Apa itu? Apakah itu semacam chip system? Atau ... apa?


Batin Ellios masih melirik tengkuk Oichi dengan ekspresi kebingungan.


[ Benar sekali, Tuan. Nona Oichi juga memiliki sebuah sistem seperti tuan Ellios. Namun sistem yang nona Oichi miliki adalah sebuah sistem untuk menjadi seorang idol nomor 1 yang selalu dipuja dan selalu dicintai oleh orang-orang di muka bumi ini. Dia bisa menakhukkan semua orang dengan begitu mudahnya. Dan sepertinya tuan Ellios sudah menjadi targetnya kali ini. ]


Ucap Lovely tiba-tiba yang tentu saja membuat Ellios terkejut bukan main.


Apa? Oichi juga memiliki sistem untuk menakhukkan semua orang? Wah ... pantas saja semua orang begitu tergila-gila kepadanya.


Batin Ellios menyimpulkan.


[ Namun fungsi sistem tak akan berpengaruh untuk sesama pengguna sistem. Jadi tuan Ellios tak perlu merasa khawatir. Tubuh tuan Ellios mungkin bisa dikendalikan olehnya, namun hati dan perasaan tuan Ellios tak akan bisa dikendalikan olehnya. ]


Ucap Lovely lagi.


Wah, rupanya begitu ya. Jadi karena pengaruh dari sistem yang dimiliki oleh Oichi, maka tubuhku bisa bergerak di luar kendaliku dan tubuhku juga menari sesuai dengan kemauannya ya. Hmm ... jadi apakah itu artinya aku tak akan bisa mengendalikan tubuhku di hadapan dia, Lovely?


Tanya Ellios dalam hati.


[ Jika tuan Ellios memiliki sebuah tekad yang begitu kuat, maka semua itu akan bisa tuan lawan dengan begitu mudah. ]


Sahut Lovely sang pemandu sistemnya.


Hhm. Begitu ya. Tapi sebaiknya biarkan saja dulu, selagi tidak merugikanku bukan? Lagipula aku juga tidak bisa berdansa. Jadi kali ini akan menguntungkanku bukan?


Batin Ellios lagi sesekali masih memperhatikan chip yang masih bersinar pada tengkuk Oichi.dan tentu saja semua itu hanya bisa dilihat oleh sesama pemilik sistem.


Namun tiba-tiba saja Oichi mulai mengatakan seauatu yang membuat Ellios merasa terkejut bukan main.


"Sistem apa yang kamu miliki, Ellios?" ucap Oichi setengah berbisik dan mengucapkannya di dekat telinga Ellios dengan senyuman misteriusnya.


Pantas saja Ellios tak terpikat olehku. Rupanya dia juga memiliki sebuah sistem? Lalu sistem apakah yang dia miliki? Apakah sistem untuk menjadi cerdas? Atau sistem yang sangat tidak berguna? Karena Ellios terlihat begitu biasa-biasa saja. Hhm ...


"Ss-sistem apa? Apa yang sedang kamu bicarakan, Nona Oichi?" ucap Ellios berpura-pura tidak mengetahui apa-apa.


"Sistem yang bisa merubah hidupmu. Aku sangat penasaran, sistem apa yang kamu miliki?" ucap Oichi lagi masih menatap sisi samping wajah Ellios yang semakin terlihat begitu kebingungan.


Namun tiba-tiba saja Ellios malah tertawa kecil sembari berdansa bersama Oichi.


Lovely!! Bisakah kamu membuat chip pada lenganku ini tak terlihat oleh Oichi?! Tolong segera lakukan jika memang bisa!


Titah Ellios dalam hatinya.


[ Baiklah, Tuan. ]


Sahut Lovely dengan patuh dan segera membuat chip itu tak terlihat oleh Oichi.


"Maaf, Nona Oichi. Namun aku tak mengerti dengan apa yang sedang nona bicarakan saat ini." ucap Ellios dengan wajah polosnya.


Oichi yang menyadari semua itu kini mulai berhenti menari dan segera meraih lengan Ellios dan sedikit membolak-balikkannya, seperti sedang mencari sesuatu.


"Nona Oichi sedang mencari apa?" tanya Ellios masih memperlihatkan wajah polosnya.


"Aku ... aku tadi melihat sesuatu pada lengan kananmu! Lalu mengapa ... tiba-tiba saja hilang?" ucap Oichi tak mengerti dan sangat kebingungan.


"Melihat apa, Nona? Aku sedang tidak mengenakan aksesoris apapun saat ini pada lengan kananku." jawab Ellios seadanya.


Karena merasa malu, dan sudah menjadi pusat perhatia, akhirnya Oichi mulai berakting kembali dan berpura-pura seakan tubuhnya terhuyung dan hendak terjatuh.


Namun Oichi segera meraih kedua bahu Ellios untuk berpegangan, dan Ellios juga segera menangkap tubuh ramping itu dengan begitu gesit.


"Apa nona Oichi baik-baik saja?" tanya Ellios mengkhawatirkan Oichi.


"Sepertinya aku sedikit kurang sehat. Bisa tolong antarkan aku ke kamar, Ellios?" ucap Oichi memegangi keningnya dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya mesih berpegangan pada bahu Ellios.


"Baiklah. Mari, Nona ... aku akan mengantar nona Oichi ke kamar nona ..." ucap Ellios dengan ramah tanpa ada rasa curiga sedikitpun.


"Aku akan beristirahat sebentar karena merasa pusing. Kalian lanjutkan saja pestanya tanpa aku." ucap Oichi perpesan kepada teman-temannya. "Ayo antarkan aku, Ellios! Kepalaku pusing sekali ..." imbuh Oichi dengan lirih sambil memegangi keningnya.


Kini Ellios mulai meenuntun Oichi meninggalkan aula utama dan segera menaiki tangga dengan gelaran karpet berwarna merah maroon itu.


"Bisakah kita ikut dengan Ellios, Ken?" tanya Jullian begitu mengkhawatirkan Oichi.


"Gadis itu paling tidak suka saat ada seseorang yang tiba-tiba saja memasuki kamar pribadinya. Jadi sebaiknya kita tunggu saja Ellios. Mungkin dia akan segera kembali." sahut Ken dengan santai sambil menikmati beberapa kue yang sudah disajikan di atas meja.


Sementara itu ...


Ellios masih sabar memapah Oichi. Namun tiba-tiba saja tubuh Oichi terasa begitu berat kembali dan sudah hampir ambruk, seakan tak memiliki tenaga lagi untuk tetap berdiri.


Dengan cepat Ellios segera menahan tubuh Oichi agar tidak terjatuh. Karena sudah begitu tak berdaya dan sangat tidak bertenaga, akhirnya Ellios berinisiatif untuk menggendong depan Oichi untuk mengantarkan ke kamarnya.


Oichi segera mengalungkan kedua tangannya pada leher Ellios dan bersandar pada dada bidang Ellios.