
"Lovely, bacakan status terbaruku! Aku belum sempat memeriksanya semalam." titah Ellios sambil menikmati air shower hangatnya di dalam kamar mandi ruangan rawat sang ibu.
[ Baik, menampilkan dan membacakan status dimulai. ]
DING ...
Jawab Lovely dengan patuh.
[____To Be An Immortal Human By System____
Nama : Ellios Yoshikawa
Usia : 20 Tahun
Sisa Umur : 7 tahun, 1 bulan, 29 hari, 6 jam, 33 menit, 55 detik
Ketampanan : 96
Kepintaran : 100
Ketangkasan : 93
Kecepatan : 93
Kekuatan : 92
Ketahanan : 93
Kharisma : 95
Kemampuan Spesial: Otak yang jenius
Poin sistem : 95
Poin kemampuan : 92
Teknik dan kemampuan bela diri : Lv 10 ( Max )
Hadiah menyelesaikan misi 39: 60 hari , 2 jam, 2 menit 18 detik perpanjangan usia
Hadiah misteri :
- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )
- kemampuan berlari super ( non aktif )
- kemampuan menyanyi ( non aktif )
- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )
- keahlian bermain basket ( non aktif )
- keahlian melompat tinggi dan jarak jauh ( non aktif )
- keahlian memulihkan tubuh yang terluka dalam waktu 1 menit hingga 5 menit ( luka apapun dan waktu penyembuhan tergantung luka yang sedang dialami )
- kemampuan super menyelam dan bertahan di dalam air tak terbatas / bernafas di dalam air ( non aktif )
- kemampuan memiliki mata tembus pandang ( non aktif )
- kemampuan memainkan segala alat musik ( non aktif )
- kemampuan menyembuhkan orang lain yang sedang sakit luar maupun dalam ( non aktif )
- kemampuan berciuman dan bercinta ( non aktif )
Dana : 6.300.000 yen ( kira-kira 700 juta rupiah )
Misi : 40 ( belum dibuka )
Sistem pemandu : Lovely ]
[ Membacakan status sudah diselesaikan, Tuan. ]
Ucap Lovely lagi.
"Hmm. Aku mendapatkan beberapa penambahan poin dan mendapatkan perpanjangan usia 60 hari ya. Hmm ... tidak terlalu buruk untuk hadiah ciuman pertamaku. Namun mengapa aku juga mendapatkan hadiah misteri berupa kemampuan berciuman dan bercinta?! Sungguh tidak berguna sama sekali!" celutuk Elios merasa kesal setelah mendengar status terbarunya yang dibacakan oleh Lovely.
[ Tentu saja itu akan sangat berguna, Tuan. Selama ini tuan saja sangat kebingungan dengan tata cara berciuman. Kini hanya tinggal mengaktifkannya saja, maka tuan akan menguasai semua teknik itu. ]
Sahut Lovely tak mau kalah.
"Cihh ... memang hal seperti itu ada juga tekniknya?!" gerutu Ellios merasa kesal dan mulai memakai handuk untuk mengeringkan tubuh atletisnya.
[ Jika tuan ingin mencobanya, aku akan sangat mendukung. Uji cobalah bersama dengan Alisha! Pasti Alisha akan sangat menyukainya dan ketagihan! Ahahaa ...]
Jawab Lovely dengan tawa menggoda yang membuat Ellios semakin kesal.
Perdebatan antara Ellios dan Lovely kini harus berakhir karena tiba-tiba saja Jullian sudah mengetuk pintu kamar mandi karena juga ingin segera membersihkaj dirinya.
...⚜⚜⚜...
Di sebuah kantor kepolisian Yokohama, terlihat dua orang pemuda sudah duduk bersebelahan, sementara di seberang mereka ada seorang petugas kepolisian yang sedang memeriksa video yang baru saja diserahkan oleh kedua pemuda itu.
"Untuk sementara kami akan menyalin rekaman video CCTV ini dan kami akan memeriksanya kembali. Pemuda yang terekam di dalam rekaman video CCTV ini juga akan segera kami periksa dan akan kami interogasi terlebih dahulu. Dan kami akan segera menginformasikannya kembali kepada tuan Ellios." ucap petugas kepolisian yang masih cukup muda itu.
"Baik. Terima kasih sebelumnya, Pak. Kalau begitu kami akan segera pergi. Permisi ..." ucap Ellios sedikit membungkukkan badannya lalu mulai berlalu bersama Kakei.
Kini Kakei dan Ellios mulai memasuki mobil mewah Kakei dan berniat untuk segera kembali ke rumah sakit lagi. Namun tiba-tiba saja ada yang sedikit aneh dirasakan oleh Kakei yang sedang mengemudikan mobil sport-nya.
[ Misi akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah mengatasi masalah yang akan terjadi dalam 5 menit lagi dan menyelamatkan Kakei. ]
Tiba-tiba saja suara Lovely mulai terdengar kembali dengan nyata oleh Ellios.
Apa? Masalah apa, Lovely?
Batin Ellios bertanya.
[ Tuan lihat saja, sebentar lagi akan terjadi sesuatu. Good luck, Ellios-sama. ]
Tiba-tiba saja si tengah kesibukannya mengemudikan mobil kesayangannya itu, kini raut wajah Kakei terlihat menjadi sedikit tegang dan panik.
Semua itu sangat terbaca oleh Ellios yang sedang duduk di kursi samping kemudi, karena selama ini Kakei akan selalu bersikap tenang dalam menghadapi apapun. Namun kini tiba-tiba saja Kakei terlihat sedikit berbeda dari biasanya.
"Ada apa, Kakei? Mengapa kamu terlihat begitu tegang dan panik?" tanya Ellios sambil menatap jalanan di hadapannya sambil sesekali melirik Kakei.
"Ellios! Ini gawat sekali! Rem mobilku blong! Ini akan membahayakan kita dan juga orang lain!" ucap Kakei masih berusaha untuk mengemudikan mobil sport-nya agar tidak menabrak orang lain.
"Rem mobil blong? Tapi bagaimana ini bisa terjadi? Padahal tadi pagi masih bagus dan berfungsi dengan baik bukan?" gumam Ellios merasa hal itu sedikit aneh.
"Sepertinya ada yang sengaja merusaknya." gumam Kakei masih fokus nengemudi. "Ellios, tolong ambil ponselku dan hubungi Shou! Loud speaker-kan panggilan itu!" imbuh Kakei memerintahkan Ellios dan sudah menjadi semakin panik karena kini Kakei mulai menerobos lampu merah begitu saja.
"Dimana ponselmu, Kakei?!" tanya Ellios dengan cepat.
"Ada di saku kiri pakaian hangatku!"
Tanpa menjawab lag, kini Ellios mulai mencari ponsel Kakei di dalam saku kiri pakaian hangat yang sedang Kakei kenakan saat ini. Setelah berhasil menemukan ponsel itu, kini Kakei mulai mencari sebuah kontak telpon bernama Shou, lalu segera menghubunginya.
Hanya menunggu beberapa saat, tiba-tiba saa panggilan itu sudah diangkat dari seberang oleh seorang pria .
"Hallo! Ada apa, Kakei?" tanya pria dari seberang line.
"Shou! Aku butuh bantuanmu saat ini!! Rem mobilku blong dan tidak bisa berhenti! Bisakah kamu menutup beberapa akses jalan kota? Saat ini aku sedang melaju berada di Matsu stret di dekat hotel Mars!" ucap Kakei tanpa mengurangi konsentrasi mengemudinya.
"Baik baik! Aku akan carikan jalan eksekusi untuk mobilmu agar tidak melukai dan membahayakan banyak orang." sahut Shou mulai melakukan sesuatu di seberang. "Kamu mengemudilah dan ikuti saja jalan itu! Jalan itu akan membawaku menuju tebing rendah di pantai Enoshima. Seharusnya itu akan aman. Akan aku kirimkan tim penyelamat kesana!" ucap Shou dengan cekatan dan masih berbicara dengan tenang.
"Baiklah! Tapi itu artinya aku harus terjun ke pantai bersama mobil ini bukan?" sahut Kakei mulai mengemudi dengan lebih leluasa karena jalanan lurus di hadapannya saat ini begitu mulus dan lancar setelah campur tangan dari Shou yang sudah menutup dan memblokir beberapa jalan untuk akses laju mobil Kakei.
"Hhm. Tenang saja. Disana nanti akan ada tim penyelamat! Mereka akan segera menyelamatkanmu."
"Baiklah. Terima kasih, Shou!" ucap Kakei lalu mengakhiri panggilan itu dan kembali fokus mengemudi.