To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Lovely Yang Mengejutkan



Karena sudah merasa lelah dan malas untuk berdebat dengan Lovely, akhirnya Ellios memutuskan untuk tak menjawabnya lagi.


"Sudahlah. Sebaiknya bacakan saja statusku saat ini, Lovely-chan ..." titah Ellios mengakhiri perdebatan mereka berdua.


[ Baik, Tuan Ellios. Menampilkan dan membacakan status dimulai ...]


DING ...


[____To Be An Immortal Human By System____


Nama : Ellios Yoshikawa


Usia : 20 Tahun


Sisa Umur : 1 tahun, 1 bulan, 1 hari, 1 jam, 33 menit, 19 detik


Ketampanan : 96


Kepintaran : 100


Ketangkasan : 50


Kecepatan : 65


Kekuatan : 52


Ketahanan : 70


Kharisma : 96


Kemampuan Spesial: Otak yang jenius


Poin sistem : 95


Poin kemampuan : 97


Hadiah menyelesaikan misi 28 : 15 hari , 11 jam, 29 menit perpanjangan usia


Hadiah misteri :


- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )


- kemampuan berlari super ( non aktif )


- kemampuan bela diri, Level 8 ( non aktif )


- kemampuan menyanyi ( non aktif )


- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )


- keahlian bermain basket ( non aktif )


- keahlian melompat tinggi dan jarak jauh ( non aktif )


-keahlian memulihkan tubuh yang terluka dalam waktu 1 menit hingga 5 menit ( luka apapun dan waktu penyembuhan tergantung luka yang sedang dialami )


- kemampuan super menyelam dan bertahan di dalam air tak terbatas / bernafas di dalam air ( non aktif )


- kemampuan memiliki mata tembus pandang ( non aktif )


- kemampuan memainkan segala alat musik ( non aktif )


Dana : 2.900.000 yen ( kira-kira 300 juta rupiah )


Misi : 29 ( belum dibuka )


Sistem pemandu : Lovely ]


[ Melaporkan status selesai, Tuan Ellios. ]


Ucap Lovely melaporkan status terbaru dari sistem Ellios.


"Hhm. Jadi ketampanan dan kharismaku meningkat 1 poin, poin sistem juga meningkat 15 poin. Sisa usiaku saat ini juga masih 13 bulan. Dan aku juga mendapatkan dana yang cukup besar! Terima kasih, Lovely! Terima kasih karena sudah memberikan keajaiban ini kepadaku!" ucap Ellios dengan tulus dan tersenyum lebar karena seketika mood-nya kini mulai membaik kembali.


[ Tentu saja, Tuan. Semua hadiah dari sistem ini akan sangat berguna untuk tuan Ellios. ]


Sahut Lovely seadanya.


SWUUSHH ...


GREPP ...


Tiba-tiba saja ada sekelebat cahaya putih disertai dengan pusaran angin tepat di samping Ellios. Lalu setelah beberapa detik kemudian mulai terlihat seorang gadis yang sangat cantik bak barbie sudah berdiri di samping Ellios.


Gadis yang begitu cantik seperti barbie itu mengenakan sebuah gaun tanpa lengan yang memiliki panjang di atas lutut berwarna purple lembut. Kaki jenjangnya yang begitu putih, mulus dan indah terlihat begitu saja. Sepasang sepatu hak tinggi juga sudah membalut kakinya.


Ellios yang kini sudah menatap gadis itu sedikit terperanjat karena merasa sangat kaget bukan main. Seakan-akan Ellios baru saja menyaksikan penampakan dari seorang hantu saja!


"Uhm ... Lovely!! Mengapa kau selalu datang dengan tiba-tiba seperti ini?! Kamu selalu saja mengejutkanku!" protes Ellios mulai melenggang kembali, dan diikuti oleh Lovely.


"Secara tiba-tiba? Bukankah sudah dari tadi kita berbincang bersama, Tuan?" sahut Lovely dengan tawa kecil.


"Maksudku kamu secara tiba-tiba merubah wujudmu seperti ini. Bagaimana jika sampai ada yang melihatmu?!" celutuk Ellios yang kali ini mulai menuruni sebuah tangga yang menghubungkan antara aula dengan lantai 2.


"Semua akan baik-baik saja, Tuan Ellios. Tenanglah ... semua yang aku lakukan adalah sudah sesuai dengan perhitungan. Tak akan pernah ada seseorang yang bisa mengetahui diriku yang sebenarnya." sahut Lovely dengan penuh percaya diri.


Lovely yang kini mulai menatap cukup banyak makanan yang berada di ruangan aula utama itu, kini mulai berlari kecil untuk mendatangi meja-meja yang sudah tersajikan beberapa makanan di atasnya.


"Whoa ... semua makanan ini begitu menggiurkan!! Aku akan mencicipi beberapa deh. Sebenarnya aku sudah menahannya sajak dari tadi. Akhirnya kini aku bisa menikmatinya ..." ucap Lovely mulai mengambil beberapa kue dan segera menikmatinya.


Raut wajahnya terlihat begitu berbinar dan berseri-seri setiap Lovely menggigit kue yang begitu manis dan lembut itu.


"Nyummy ... ini sungguh enak sekali!" ucap Lovely dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Lovely!! Ayo kita segera pulang! Oichi bahkan sudah mengusirku dari tempat ini!" Ellios yang kini sudah berhasil menyusul Lovely kini mulai membisikinya sesuatu.


"Hhm. Iya deh. Tunggu sebentar lagi deh ... aku akan memakan beberapa lagi." ucap Lovely mulai meraih salah satu gelas yang sudah disajikan dengan berbagai jenis rasa di atas meja itu.


Dan kali ini Lovely mulai memilih jus anggur untuk menghilangkan dahaganya.


Sementara itu ...


Rupanya Oichi sudah keluar kembali dari kamarnya dan menatap dari lantai 2. Wajah ayunya masih melukiskan rasa kesal yang begitu luar biasa dan menatap tajam Ellios dan Lovely.


"Siapa gadis itu?! Aku belum pernah melihat dan mengenalnya sebelumnya. Dan mengapa gadis itu terlihat begitu akrab dengan Ellios? Apa mereka memiliki sebuah hubungan? Hhm ... pantas saja Ellios selalu berusaha untuk menghindariku. Rupanya ada seorang gadis yang begitu dekat dengannya saat ini. Namun ... mengapa gadis itu ada disini? Aku juga tak pernah mengundangnya." gumam Oichi memicingkan sepasang matanya menatap Ellios dan Lovely dengan tatapan tak suka.


Sementara itu ...


"Ellios!! Bagaimana keadaan dewi Oichi-ku? Apa dia baik-baik saja?" tiba-tiba saja Jullian sudah mendatangi Ellios dengan memperlihatkan ekspresi yang menggambarkan kekhawatiran.


"Uhm. Iya. Dia baik-baik saja dan sedang beristirahat kok." jawab Ellios seadanya lalu mulai beralih menatap Ken yang kini juga sudah menghampirinya. "Ken, tolong temanilah Oichi. Dia sedang membutuhkan seseorang untuk merawatnya."


"Sudah ada teman dia yang menyusul ke kamarnya kok." jawab Ken dengan santai. "Oh iya ... sejak kapan ada Lovely? Mengapa aku baru melihatnya?" imbuh Ken beralih menatap Lovely yang saat ini masih sibuk memakan kue kering.


"Oh ... aku tak sengaja bertemu dengan Lovely kok. Ya sudah kalian lanjutkan saja bersenang-senang dan menikmati pesta ini. Aku dan Lovely akan pulang duluan. Ayo kita pulang, Lovely!" imbuh Ellios sambil menarik tangan Lovely.


Karena Ellios sudah merasa kurang nyaman untuk tetap berada di rumah Oichi, karena beberapa saat yang lalu Oichi sudah mengusirnya dari tempat ini.


"Ellios!! Kali ini apa lagi? Mengapa ada bekas lipstik pada pipimu lagi?" selidik Jullian mencurigai Ellios.


Jullian mulai memperhatikan bekas lipstik itu kembali lalu beralih menatap Lovely.


Itu bukan warna lipstik gadis barbie ini! Lalu apakah itu artinya itu adalah bekas lipstik dewi Oichi-ku? Oh tidak! Sebenarnya apa yang sudah terjadi di antara mereka berdua? Mengapa kejadian seperti ini terjadi kembali diantara dewi Oichi dan Ellios?


Batin Jullian sedikit frustasi karena menganggap jika Ellios juga menyukai Oichi.


Sedangkan Ellios yang mendengarkan ucapan dari Jullian seketika menjadi gelagapan dan segera mencari sapu tangannya lalu mengusap pipinya.


"Uhm ... ini ... karena kecelakaan saja kok. Tidak sengaja Oichi tersandung dan malah menabrakku." kilah Ellios. "Jullian, maafkan aku. Tapi kamu pulang bersama dengan Ken saja ya. Sampai jumpa ..." ucap Ellios sebelum meninggalkan Ken dan Jullian.


"Cih ... mentang-mentang sudah bertemu dengan gadis barbie itu, dia malah meninggalkanku begitu saja! Sungguh tidak setia kawan!" celutuk Jullian merasa kesal menatap kepergian Lovely dan Ellios.


...⚜⚜⚜...