To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Kecurigaan Jullian Dan Ken



"Lovely, tampilkan dan bacakan statusku ..." titah Ellios setelah dia menyelesaikan ritual mandinya dan mulai duduk di pinggiran tempat tidurnya sambil mengenakan kaos oblongnya yang baru saja diambilnya dari lemari pakaian.


Sementara Jullian masih berada di bawah entah melakukan hal apa, Kakei sedang menelpon mamanya dan memberikan kabar jika malam ini dia tidak pulang ke ruma, sedangkan Ken sedang melakukan ritual mandinya di kamar mandi dalam kamar Ellios.


[ Baik, Tuan Ellios. Menampilkan status dimulai ...]


DING ...


[____To Be An Immortal Human By System____


Nama : Ellios Yoshikawa


Usia : 20 Tahun


Sisa Umur : 6 tahun, 3 bulan, 29 hari, 5 jam, 19 menit, 22 detik


Ketampanan : 97


Kepintaran : 100


Ketangkasan : 64


Kecepatan : 88


Kekuatan : 69


Ketahanan : 84


Kharisma : 98


Kemampuan Spesial: Otak yang jenius


Poin sistem : 100 ( reward 5 tahun perpanjangan usia )


Poin kemampuan : 100 ( reward kemampuan khusus : menyembuhkan orang lain yang sedang sakit luar maupun dalam )


Hadiah menyelesaikan misi 31 dan 32 : 60 hari , 15 jam, 30 menit 5 detik perpanjangan usia


Hadiah misteri :


- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )


- kemampuan berlari super ( non aktif )


- kemampuan bela diri, Level 8 ( non aktif )


- kemampuan menyanyi ( non aktif )


- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )


- keahlian bermain basket ( non aktif )


- keahlian melompat tinggi dan jarak jauh ( non aktif )


-keahlian memulihkan tubuh yang terluka dalam waktu 1 menit hingga 5 menit ( luka apapun dan waktu penyembuhan tergantung luka yang sedang dialami )


- kemampuan super menyelam dan bertahan di dalam air tak terbatas / bernafas di dalam air ( non aktif )


- kemampuan memiliki mata tembus pandang ( non aktif )


- kemampuan memainkan segala alat musik ( non aktif )


Dana : 4.700.000 yen ( kira-kira 500 juta rupiah )


Misi : 33 ( belum dibuka )


Sistem pemandu : Lovely]


...___________________________________________...


[ Membacakan status telah selesai, Tuan. ]


Ucap Lovely setelah membacakan status terbaru Ellios dengan detail.


[ Benar sekali, Tuan Ellios yang budiman. Hehe ... ]


Ucap Lovely terdengar begitu aneh. Coba bayangkan saja, bagaimana suara yang menyerupai seperti suara sebuah robot wanita yang sedang tertawa? Aneh bukan?


"Jangan meledekku!!" ketus Ellios merasa sangat kesal.


[ Aku tidak sedang meledek, Tuan. Aku hanya sedang membual ... hehe ...] jawab Lovely lagi.


"Huftt ... lalu penghitungan poin sistem dan poin kemampuan selanjutnya akan dimulai dari 0 lagi ya?" tanya Ellios.


[ Benar sekali, Tuan Ellios. ]


"Apanya yang dimulai dari 0 lagi, Ellios?" tanya Ken yang baru saja datang sambil mengeringkan rambutnya dengan menggunakan sebuah handuk kecil berwarna putih. " Dan apakah kamu memiliki hair dryer?"


"Aku tidak punya benda semacam itu, Ken. Dan ... itu ... anu ... aku akan mulai belajar musik dari 0. Masa satupun alat musik tidak bisa aku mainkan. Hehe ..." jawab Ellios berkilah.


Padahal sebenarnya Ellios memiliki sebuah kemampuan khusus untuk bermain dengan semua jenis alat musik.


"Wah!! Ya!! Aku setuju dan aku sangat mendukungmu, Ellios!! Makanya lebih baik kamu bergabung bersama Blue Gazzete saja, Ell!! Aku akan mengajarimu bermain apapun!" jawab Ken begitu bersemangat dan segera duduk di samping Ellios lalu merangkulkan tangannya pada bahu lebar Ellios.


"Mengajari Ellios bermain apapun? Bermain apa itu, Ken?" tanya Jullian melongo dan berpikiran entah kemana-mana, karena melihat Ken yang sedang merangkul Ellios seakan sedang membujuk Ellios.


"Tentunya bermain segala jenis musik. Memang aku bisa mengajari Ellios bermain apa lagi, Jullio?" jawab Ken dengan senyum lebar.


"Jullian! Namaku Jullian!" tandas Jullian kembali kesal karena Ken selalu saja melupakan namanya.


"Ahaha ... iya, sorry deh. Aku lupa! Otakku ini hanya mengingat hal-hal yang penting saja, terutama soal musik!" jawab Ken malah semakin tertawa, dan sebenarnya Ken hanya sedang bercanda saja.


Jullian terlihat semakin mengerucutkan bibirnya menandakan dia sedang kesal saat ini. Lalu tiba-tuba saja Kakei yang juga baru datang kembali mulai menatap dingin Ken.


"Tidak boleh!! Ellios tidak boleh bergabung dengan Blue Gazzete!! Ellios tidak boleh melakukan hal lain selain belajar!" tandas Kakei yang sudah sangat mirip seperti ibu Ellios saja.


Karena Suzuna juga selalu mengatakan hal seperti itu kepada Ellios.


"Memang kenapa? Ellios saja sangat ingin belajar bermain alat musik. Mengapa kamu yang keberatan, Kakei?" tanya Ken kebingungan.


"Karena Ellios ..." ucap Kekai kebingungan untuk melanjutkan kata-katanya, karena Kakei sudah berjanji untuk menjaga rahasia kesehatannya dan tidak memberitahukan kepada siapapun.


"Uhm. Sebaiknya kita segera beristirahat saja! Aku akan ambilkan kasur lipat dan selimut lagi. Karena pembaringanku hanya kecil dan tidak akan muat untuk kita berempat." ucap Ellios untuk mengalihkan pembicaraan dan segera bangkit dan mencari barang-barang itu di ruangan sebelah.


"Aku akan membantumu!" ucap Kakei mulai menyusul Ellios.


DRTT ...


Setelah beberapa saat Ellios dan Kakei sudah datang kembali dengan membawa kasur lipat, beberapa bantal, guling dan selimut yang lembut dan hangat.


BRUGGHH ...


Namun belum sempat menggelar kasur lipat itu, tiba-tiba saja Ellios menjatuhkan kasur lipat itu dan memegangi dadanya tang tiba-tiba terasa sedikit sesak.


"Ellios!! Apa kamu baik-baik saja?" Kakei segera menjatuhkan selimut dan bantal yang dibawanya itu dan mulai mendekati Ellios.


"Kamu kenapa, Ell?" tanya Jullian tak kalah khawatir.


Sebenarnya sudah cukup sering Jullian melihat Ellios yang tiba-tiba merasa kelelahan dan sesak seperti ini. Padahal Ellios sangat jarang melakukan hal-hal berat.


"Jullian. Tolong ambilkan aku minum. Mungkin aku hanya kelelahan dan dehidrasi saja." ucap Ellios dengan asal dan segera duduk di atas sofa dengan dibantu Kakei dan Ken.


"Iya! Kau pasti kelelahan. Seharian kamu sudah membantu di kedai. Bahkan kamu tak berhenti sama sekali saat itu." ucap Ken.


"Dimana obatmu, Ell? Aku akan mengambilkannya untukmu! Seharian bahkan aku tak melihatmu meminum obatmu!" ucap Kakei.


"Ada di dalam laci meja belajarku, Kakei." jawab Ellios dengan sangat terpaksa. Dan Ellios juga berharap Ken dan Jullian tak akan mencurigainya.


Tanpa pikir panjang, kini Kakei mulai mengambil obat itu di dalam laci meja. Setelah itu Kakei segera memberikan pil-pil kecil berwarna merah, kuning dan cream yang berada di dalam sebuah botol kecil bening sebagai wadah dari pil itu untuk Ellios.


Ellios segera meminumnya dengan air mineral yang sudah dibawakan oleh Jullian yang juga baru datang. Jullian dan Ken masih menatap lekat obat-obat itu dengan penuh kecurigaan.


"Ellios!! Kamu sakit apa?" tanya Jullianmemicingkan sepasang matanya menatap Ellios.