
Di tengah-tengah tawa Ellios dan kekesalan Jullian, tiba-tiba saja ada seseorang yang mulai menghampiri mereka berdua dan menyapa mereka berdua.
"Hei, Ellios!! Jullio ... rupanya kalian datang ke acara ini juga ya?" ucap seorang pemuda tampan yang sedikit membuat Jullian merasa kesal karena pemuda itu salah memanggil namanya menjadi Jullio.
Dan pemuda itu rupanya adalah Ken, dan tentu saja pastinya Ken juga mengenal baik Oichi! Karena mereka semacam berjalan di dalam satu sever yang sama.
Malam ini Ken terlihat begitu bersinar dengan sebuah setelan jasnya yang begitu mewah berwarna hitam.
"Tapi namaku adalah Jullian. Jadi tolong jangan mengganti namaku ya ..." sungut Jullian masih terlihat kesal menatap Ken.
"Ahaha ... iya. Itu maksudku, Jullian!! Lidahku sepertinya kesleo saat menyebut namamu tadi." jawab Ken dengan candaanya. "Apa kalian hanya datang berdua saja? Kakei tidak ikut?"
"Tidak. Lagipula aku hanya datang untuk menemani Jullian kok." jawab Ellios seadanya. "Apa kamu juga akan melakukan performance disini, Ken?" imbuh Ellios karena mengira Oichi mengundang Ken untuk mengisi acara dan bernyanyi pada pesta ulang tahunnya.
"Tidak kok. Tapi jika mood-ku sedang baik, maka aku akan menyanyi deh nanti. Atau jika kamu mau menemaniku, maka aku akan melakukannya lagi deh ..." sahut Ken mulai menyomot segelas jus jeruk yang baru saja di antarkan oleh salah satu pelayan dan segera meneguknya.
"Memang kamu bisa bermain musik, Ell? Bukankah kamu tidak bisa memainkan alat musik apapun?" tanya Jullian.
"Belum sempat Ellios menjawab pertanyaan dari Jullian, rupanya Ken lebih dulu menjawabnya.
"Benar sekali, Jullio ... eh ... maksudku Jullian! Ellios memang tidak bisa bermain musik, namun dia sangat pandai bernyanyi! Suaranya sangat bagus dan keren!!" ucap Ken membanggakan Ellios.
Dan tentu saja hal itu semakin membuat Jullian kebingungan. Karena selama ini Jullian tak pernah melihat Ellios menyanyi. Dan selama ini Ellios hanya berteman dengan buku saja.
"Oh ya? Benarkah itu, Ellios? Kalau begitu menyanyilah dengan Ken! Aku ingin sekali melihatnya!!" ucap Jullian malah bersemangat dan sedikit mendorong tubuh Ellios.
"Tidak! Aku tidak mau, Jullian! Tamu yang hadir dalam pesta ini bukanlah sembarang tamu, jadi jangan bersikap aneh-aneh!" ucap Ellios menandaskan.
Belum sempat terjadi perbincangan diantara ketiga pemuda itu lagi, tiba-tiba saja seorang gadis cantik sudah menghampiri mereka bertiga.
"Hai ..." sapanya dengan manis dan memperlihatkan senyum andalannya. Sebuah senyuman pemikat yang biasa dia gunakan untuk memikat para penggemarnya, terlebih para pria.
Ketiga pemuda itu kini segera beralih menatap sang gadis yang tak lain adalah Oichi. Dan kehadiran Oichi yang sedang menyapa mereka saat ini, seketika membuat Jullian membulatkan matanya dan mematung karena begitu syok atas kehadiran dari sang idola yang datang dan menyapanya terlebih dulu.
"Hai, Oichi ..." balas Ken yang sepertinya sudah sangat akrab dengan gadis cantik itu.
"Hai, Ken ... rupanya kalian sudah saling mengenal ya?" tanya Oichi bergantian menatap Ken, Ellios dan Jullian yang masih saja melongo menatap sang bidadari yang selama ini menjadi pujaam hatinya.
"Yeap. Kami belajar di universitas yang sama. Hanya saja kami beda jurusan." jelas Ken mulai mencari sesuatu di salam saku jas hitamnya. "Oh iya. Selamat ulang tahun ya. Maaf aku tidak pandai memilih beberapa hadiah bagus. Jadi aku hanya bisa membeli ini." imbuh Ken sambil mengulurkan sebuah bingkisan kecil berwarna silver untuk Oichi.
Oichi segera menerima hadiah itu dengan wajahnya yang sangat berbinar. Karena hadiah dari Ken sebenarnya adalah sebuah gelang keluaran terbaru dan sangat limited edition dari subuah perusahaan perhiasan nomor 1 di Jepang ini.
"Sama-sama ..." sahut Ken dengan ramah.
"Oh iya, aku juga membawakan hadiah untukmu dewi Oichi. Semoga kamu juga menyukainya." kali ini Julliam memberanikan diri untuk berbicara dan menyodorkan sebuah bingkisan berukuran sedang untuk Oichi.
"Terima kasih, Jull ..."
"Jullian. Namaku Jullian ..." potong Jullian dengan cepat, karena sepertinya Oichi sedikit melupakan namanya.
"Hhm. Iya. Terima kasih, Jullian." sahut Oichi dengan ramah lalu mulai beralih menatal Ellios.
"Maaf. Aku tidak membawa apapun untuk hadiah karena aku tidak sempat untuk membelinya." ucap Ellios mengusap tengkuknya karena merasa sedikit malu karena hanya dirinya yang tak membawakan hadiah untuk Oichi.
"Ya. Ellios kemarin seharian berada di rumah sakit. Dan dia tidak sempat pergi kemanapun." ucap Ken menjelaskan.
"Ellios berada di rumah sakit? Siapa yang sakit?" tanya Oichi terlihat begitu penasaran dan khawatir.
"Uhm ... itu ..." ucap Ellios yang sebenarnya merasa sedikit kurang nyaman jika banyak orang yang mengetahui jika kesehatannya yang kurang baik saat ini.
"Ellios yang ..." ucap Ken menyela namun belum sempat menyelesaikan ucapannya dengan sempurna.
"Aku hanya merasa tidak enak badan saja kok. Dan sekarang sudah merasa lebih baik." sela Ellios dengan cepat agar tidak memperpanjang pembahasan hal ini.
"Baik. Untuk mengawali acara pada malam ini akan dibula oleh sebuah tarian dansa nona Oichi bersama ..." ucap sang MC yang rupanya sudah mulai membuka acara pesta ulang tahun ini.
"Karena kamu tidak membawakan hadiah untukku, maka kamu harus menemaniku menari! Ayo!!" tiba-tiba saja Oichi segera menarik tangan Ellios dan mulai menggiringnya ke tengah-tengah aula.
Kini semua mata tertuju kepada Ellios dan Oichi yang saat ini sudah berada di tengah aula megah itu. Sebenarnya Ken dan Jullian merasa begitu terkejut melihat semua ini, namun mereka juga tak bisa berkata-kata saat ini.
"Baiklah. Nona Oichi akan berdansa bersama temannya untuk membuka acara pesta ulang tahun ini." ucap sang MC lagi. "Mainkan musiknya ..." imbuhnya memerintahkan kepada para pemain orkestra malam ini yang sudah bersiap dengan alat musiknya masing-masing.
Permainan dari beberapa alat musik itu kini mulai terdengar saling bersahutan satu sama lain. Lantunan dari sebuah melodi indah, manis dan menenangkan hati ini seketika membuat siapa saja yang mendengarkannya menjadi begitu tenang.
"Nona Oichi ... tapi aku sama sekali tidak bisa berdansa. Jangan sampai aku mempermalukan nona dan membuat acara malam ini menjadi berantakan." ucap Ellios begitu pelan.
"Tenang saja! Kamu cukup mengikuti instruksi dariku saja, Ellios! Kamu akan menari bersama denganku dengan sangat baik." sahut Oichi seyengah berbisik dan terlihat begitu yakin dan penuh percaya diri.
"Tap-tapi ... bagaimana jika aku mengacaukan semuanya dan ... semua akan menjadi berantakan. Aku tidak ingin mempermalukan nona Oichi." ucap Ellios masih merasa jika dirinya tak akan bisa melakukan semua itu.
"Cukup lakukan saja sesuai dengan instruksi dariku, maka semua akan baik-baik saja." ucap Oichi mendongak dan tersenyum misterius menatap Ellios.