
Darah segar mulai merembes dan membasahi kemeja cream Ellios bagian bahu kirinya. Dan hal ini tentu saja membuat syok Alisha dan juga gadis itu. Bahkan pisau itu kini mulai terjatuh begitu saja dari genggaman sang gadis itu saking syoknya.
Gadis asing itu terlihat begitu ketakutan dan perlahan dia mulai mundur beberapa langkah karena sangat tidak menyangka jika dia malah akan melukai Ellios yang begitu diidolakannya.
"Ellios ... kamu terluka ..." Alisha terlihat begitu khawatir dan meraih tangan kiri Ellios sambil melihat bahu Ellios yang terluka.
"Tid-tidak ... maafkan aku, Ellios ... ak-aku tidak sengaja melakukannya." ucap gadis asing itu membungkam mulutnya dengan kedua tangannya.
Karena saking ketakutannya, akhirnya gadis itu berniat untuk melarikan diri. Namun saat dia mulai berbalik dan berlari, dia malah menabrak Jullian yang baru saja datang.
BRUUKK ...
"Jullian! Tangkap dia! Dia sudah melukai Ellios!" tandas Alisha yang rupanya tak membiarkan sang gadis yang berniat untuk melarikan diri.
Meskipun masih belum terlalu siap dan masih syok, namun akhirnya Jullian segera menangkap dan membekuk gadis asing itu.
"Tolong urus dia, Jullian!! Aku akan membawa Ellios ke klinik terdekat!" ucap Alisha.
"Oke! Serahkan saja padaku!!" jawab Jullian mulai menggiring gadis itu pergi.
"Alisha ... aku akan baik-baik saja kok. Sebaiknya kamu segera pulang saja, dan aku juga akan segera pulang. Uhm ... aku akan mengobati luka ini di rumah saja." ucap Ellios tiba-tiba.
"Apa? Tidak boleh! Kamu terluka seperti ini dan harus segera mendapatkan perawatan! Ayo kita pergi ke rumah sakit terdekat! Darah yang keluar sudah cukup banyak!" ucap Alisha mulai menarik Ellios dan menghadang sebuah taxi.
Di sepanjang perjalanan Alisha terlihat begitu khawatir karena Ellios yang terluka. Sementara Ellios malah terlihat kebingungan karena tak bisa bergerak dengan leluasa.
Karena sangat tidak mungkin jika Ellios menggunakan kekuatan penyembuhannya saat ini. Hal itu akan membuat Alisha dan Jullian mencurigai dirinya.
Aku tak bisa menggunakan kekuatan penyembuhanku kali ini. Jika aku menggunakannya, maka Alisha akan mencurigaiku. Jadi mau tidak mau aku harus membiarkan luka ini dan membiarkan medis yang menanganinya. Dan penyembuhan dengan kekuatanku sebaiknya dilakukan saat tiba di rumah saja. Hhm ... begitu saja.
Batin Ellios memutuskan.
"Ellios! Kamu harus kuat ya! Sebentar lagi kita akan segera sampai di rumah sakit kok." ucap Alisha tak berkurang sedikitpun rasa khawatir itu, dan semua itu sangat tergambar nyata pada wajah ayunya saat ini.
"Hhm. Tidak perlu khawatir Alisha. Sebenarnya luka ini tidak terlalu parah kok ..."
"Apanya yang tidak parah? Luka apapun dan sekecil apapun akan sangat berbahaya untuk kamu yang saat ini sedang menderita kanker darah, Ellios! Kamu mudah mengalami pendarahan dan itu sangat berbahaya!" ucap Alisha masih dengan intonasi bicara yang sama.
Huft ... padahal hanya dengan kekuatan sistem yang aku miliki, luka ini bisa langsung pulih hanya dalam waktu kuran dari 5 menit saja. Tapi Alisha malah kekeh ingin membawaku ke rumah sakit.
Batin Ellios menatap Alisha yang terlihat tak sabaran menatap sisi samping jendela taxi ini. Mungkin Alisha begiti tak sabar untuk segera sampai di rumah sakit.
"Bagaimana keadaan Ellios, Dokter?" tanya Alisha tak sabaran ketika sang dokter baru saja menyudahi pemeriksaan dan penanganan untuk Ellios.
"Tuan Ellios baik-baik saja, Nona. Lukanya masih bisa kami tangani dan tidak terjadi pendarahan. Hanya rutin meminum obat dan memberikan salep serta mengkonsumsi makanan yang sudah dianjurkan, maka luka ini akan segera pulih kembali kok." sahut dokter pria itu dengan ramah.
"Syukurlah. Terima kasih banyak, Dokter." ucap Alisha merasa sangat lega mendengar jawaban dari sang dokter.
Setelah berpamitan dan mengambil beberapa obat di apotik, akhirnya mereka segera memesan taxi kembali.
Beberapa saat suasana di dalam taxi begitu hening, tak ada percakapan apapun diantara mereka berdua. Alisha yang dipenuhi dengan rasa bersalah, sedangkan Ellios yang saat ini masih memikirkan sebuah cara agar sang ibu tidak mencurigainya jika saat ini dia sedang terluka.
Namun akhirnya Alisha mulai membuka perbincangan mereka kembali dan mulai meminta maaf kepada Ellios atas kejadian yang baru saja terjadi.
"Ellios ... aku sungguh minta maaf padamu ... kamu terluka seperti ini adalah karena kamu yang berusaha untuk menyelamatkanku. Aku sungguh minta maaf ... gara-gara aku kamu jadi terluka ... maaf, Ellios ..." ucap Alisha merasa sangat bersalah.
"Tidak, Alisha. Jangan menyalahkan dirimu sendiri seperti ini. Sudah sepantasnya aku melakukan hal seperti ini. Aku harus selalu bisa melindungimu, Alisha. Dan mulai saat ini dan seterusnya ... aku berjanji akan selalu berusaha untuk melindungimu, Alisha." ucap Ellios dengan tulus.
Mendengar ucapan tulus dari Ellios, seketika membuat Alisha begitu terharu dan seketika wajahnya mula merona. Dan sangat beruntung untuk Alisha, karena suasana di dalam taxi ini sedikit remang-remang. Jadi, wajah merahnya tak akan terlalu terlihat oleh Ellios.
"Uhm ... Alisha ..." ucap Ellios lirih dan sedikit melirik Alisha.
"Ya ..."
"Aku mohon padamu ... jangan sampai ibuku tau akan hal ini. Aku tidak ingin membuat ibuku merasa khawatir. Ibuku masih belum sepenuhnya pulih, dan aku tidak ingin menambah beban untuknya." pinta Ellios saat mereka suddah berada di dalam taxi.
Sebenarnya permintaan dari Ellios cukup mengejutkan untuk Alisha. Namun akhirnya Alisha mengiyakannya, karena Ellios memang tipikal pemuda yang selalu menyimpan masalahnya seorang diri dan tak ingin menjadi beban untuk orang lain.
Bahkan saat itu, Ellios saja sudah selalu menyimpan tentang penyakitnya seorang diri dengan sangat baik, dengan alasan yang sama ... karena tak ingin menjadi beban untuk orang lain.
"Baiklah. Aku tak akan memberitahukan hal ini kepada bibi Suzuna. Kamu tenang saja ... setelah sampai di rumah segera tidur dan beristirahatlah. Jangan lupa untuk meminum obat dan memakai salep dari dokter ..." ucap Alisha mengingatkan Ellios.
"Hhm. Tenang saja. Aku tak akan lupa ..." Ellios menyauti dengan seulas senyum.
Waktu seakan berlalu dengan begitu cepat, hingga akhirnya kini mereka sudah sampai di depan gang masuk kawasan rumah Ellios. Ellios segera turun dari taxi itu, sementara Alisha segera pulang dengan taxi itu.
Bahkan Alisha tak menghadiri acara makan malam bersama anak-anak IT yang lainnya karena dia tak ingin datang seorang diri. Terlebih pastinya Alisha juga akan merasa segan dan kurang nyaman, disaat Ellios sedang sakit karena menyelamatkan dirinya, dia malah bersenang-senang.
Di gang kecil yang cukup gelap itu Ellios melenggang dengan langkah santai. Namun tiba-tiba saja Ellios mulai menghentikan langkah kakinya karena kini sepasang netranya mulai menatap sebuah siluet hitam di ujung gang, yaitu tepat di depan rumah Ellios.