To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Bertemu Dengan Sahabat Ayah



Karena merasa sangat penasaran, akhirnya Ellios mulai memutuskan untuk mendekati kerumunan itu dan segera mencari tau apa yang sebenarnya sudah terjadi. Karena Ellios merasa sangat yakin jika kericuhan yang terjadi saat ini itu, pasti berhubungan dengan misinya kali ini


Dan benar saja. Betapa tekejutnya Ellios saat melihat sebuah robot berbentuk menyerupai gundam yang berukuran 2 kali lebih besar dari manusia kini sudah hampir melukai seorang pengunjung dengan menyerangnya.


Beberapa petugas pria juga terlihat sedang menangani robot itu, namun robot itu seakan bergerak di luar kendali dan malah membuat kekacauan.


"Permisi. Kalau boleh tau apa yang sudah terjadi disini?" tanya Ellios kepada salah satu petugas.


"Robot mengalami eror dan bergerak kendali kita. Ini berbahaya sekali." sahut petugas pria itu.


"Siapa yang merancang semua ini? Bolehkah aku melihat rancangannya?" tanya Ellios memberanikan diri.


"Ya, tentu saja. Ayo aku antarkan." jawab petugas pria itu lalu mulai mengantarkan Ellios ke dalam sebuah ruangan.


Di dalam ruangan itu ada seorang pria paruh baya kebulean yang berada di depan sebuah oled transparent. Dan rupanya pria itu adalah pria yang pernah ditemuinya di Swiss. Dia adalah ayah dari gadis yang sudah diselamatkan oleh Ellios saat tenggelam.


"Permisi, Tuan." sapa Ellios dengan ramah dan membungkukkan badannya.


"Kamu ..." ucap pria paruh baya itu terlihat begitu terkejut saat melihat Ellios.


"Profesor Mike. Dia ingin membantu profesor memeriksa sistem kendali robot kita." jelas pekerja pria itu.


"Baiklah. Tinggalkan kami berdua!" titah profesor Mike dengan logat bahasa yang sedikit berbeda, karena sebenarnya dia terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Inggris.


"Baik, Profesor!" sahut petugas pria itu lalu meninggalkan mereka berdua.


Beberapa saat profesor Mike menatap Ellios, namun akhirnya dia kembali fokus pada sebuah layar oled transparent di hadapannya itu. Sedangkan Ellios hanya berdiri dan mengamati layar tersebut.


Setelah beberapa saat mengamati, akhirnya Ellios mulai mengatakan sesuatu yang cukup membuat profesor Mike cukup terkejut dan kagum kepada Ellios.


"Blok diagram kontrol PID sebagai sistem kendali yang akan diimplementasikan pada robot, digunakan sebanyak tiga pengontrol. Pengontrol PID dengan masukan nilai yaw, agar robot berjalan lurus, dan pada masukan pitch dan roll untuk menyeimbangkan posisi robot, dengan setpoint 0. Karena posisi awal setelah kalibrasi adalah 0. Perancangan PID didasarkan pada persamaan, dengan nilai u(t) merupakan nilai kendali berasal dari nilai eror (e(t). " ucap Ellios menyimpulkan.


"Koordinat kaki robot juga memiliki nilai eror, Profesor Mike. Pengujian kaki dilakukan untuk mendapatkan nilai eror yang diberikan oleh robot terutama pada kaki robot itu sendiri. Pengujian dilakukan dengan menggunakan nilai koordinat yang dimasukkan pada matriks inverse kinematic dan nilai sudut yang terbentuk oleh servo yang dimasukkan pada forward kinematic." ucap Ellios lagi masih menatap layar oled transparent di hadapannya.


"Berdasarkan pada hasil pengujian pada tabel 1 tersebut, didapati bahwa robot memiliki nilai eror, Tuan Mike. Dibuktikan dengan nilai Mean Absolute Error (MAE) yang tidak bernilai 0. Hal ini menandakan bahwa selama robot berjalan akan ada akumulasi eror, yang mengakibatkan robot tidak sesuai dengan yang diharapkan. Nilai MAE pada tabel tersebut memiliki ciri nilai yang sama pada jenis kaki, pada semua kaki kiri memiliki nilai eror yang sama dan juga pada kaki kanan." ucap Ellios setelah menganalisis beberapa diagram yang hanya dia lihat sekilas saja.


Semua analisis dan kesimpulan ini cukup membuat profesor Mike terkejut bukan main. Namun dengan cepat, profesor Mike segera memperbaiki semua itu sesuai dengan yang sudah dikatakan oleh Ellios.


Karena semua yang telah dikatakan oleh Ellios adalah benar, dan sepertinya profesor Mike kurang teliti dalam mengerjakan semua itu.


Setelah beberapa saat semua telah diselesaikannya begitu saja dan tiba-tiba seseorang mulai kembali memasuki ruangan itu.


"Baik. Ucapkan permintaan maaf saya karena sudah lalai dalam hal ini dan sudah membahayakan para pengunjung. Berikan hadiah kecil untuk mereka sebagai permintaan maaf. Dan nanti claim kepada saya." perintah profesor Mike masih terdengar cukup lucu dengan logat berbica bahasa Jepangnya.


"Baik, Profesor." sahut petugas pria itu lalu undur diri kembali.


"Huftt ... mungkin sudah saatnya aku pensiun." gumam profesor Mike pelan lalu mulai menatap Ellios kembali, seolah-olah diri Ellios sangat penuh dengan misteri.


Bahkan saat pertemuan pertama mereka di danau Oeschinen saat itu, sebenarnya profesor Mike sudah sangat penasaran dengan sosok Ellios yang dicurigai mirip dengan seseorang.


Siapa sebenarnya anak ini? Kecerdasannya begitu luar biasa dan sudah mengalahkanku hanya dalam melihat sekilas pekerjaanku saja. Aku sangat yakin, jika anak ini bukanlah sembarang anak.


Batin profesor Mike masih dengan kening berkerut menatap Ellios.


[ Missios succesed. Selamat tuan Ellios. Tuan sudah berhasil menyelesaikan misi kali ini dan membantu profesor Mike untuk menyelesaikan eror progaram-nya. ]


Suara Lovely kembali terdengar begitu jelas oleh Ellios. Namun Ellios tak menjawabnya sama sekali.


"Terima kasih karena sudah memberikan kesempatan untukku membantu, Profesor Mike." ucap Ellios dengan ramah disertai senyumnya.


"Justru seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu, Ell-lios ... benar itu namamu bukan?" jawab profesor Mike terlihat sedikit ragu.


"Benar sekali, Profesor. Namaku adalah Ellios. Senang bisa berjumpa dengan profesor kembali."


"Hhm. Sebenarnya aku baru saja datang kembali ke Jepang untuk membantu rekan kerjaku. Ellios ..."


"Ya, Profesor?"


"Sebenarnya siapa kamu? Namamu adalah Ellios Yozhikawa? Apakah kamu adalah putra dari Kazuomi Yozhikawa?" tanya profesor Mike tiba-tiba.


Ellios yang mendengarkan nama ayahnya disebut, membuatnya merasa cukup terkejut.


"Benar sekali, Profesor. Bagaimana profesor bisa mengenal ayahku?" tanya Ellios yang juga merasa ingin tau.


"Sudah aku duga. Wajahmu begitu mirip dengan Kazuomi semasa muda. Dan nama marga kalian juga sama." jawab profesor Mike dengan tawa kecil. "Aku dan ayahmu adalah sahabat. Dan kami pertama bertemu di Swiss. Kami merasa saling cocok karena memiliki hobi yang sama, yaitu membuat beberapa penemuan bersama. Namun sayangnya dia harus kembali lagi ke Jepang setelah menikah. Dan aku dengar dia sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Padahal aku belum bertemu lagi dengannya." imbuh profesor Mike terlihat sedikit murung.


"Dan tak aku sangka aku malah bertemu dengan putranya yang sungguh sangat mirip dengan dia saat dimasa muda. Bahkan bukan hanya parasmu yang sangat mirip, kecerdasan Kazuomi juga menurun padamu. Kamu begitu genius, sama seperti dia." ucap profesor Mike lagi takjub menatap Ellios.


Ellios yang mendapat pujian hanya tersenyum tipis karena merasa malu. Karena masih dalam keadaan hati yang baik, akhirnya profesor Mike mulai mengajak Ellios untuk makan bersama. Karena profesor Mike tentu tak akan melewatkan kesempatan takdir kali ini.


...⚜⚜⚜...