To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Mengalahkan Senju Dan Isao?



Dengan gerakan yang sangat cepat dan kuat Isao mulai melayangkan kembali serangangannya dengan kaki kirinya kembali ke udara dan menyamping hingga mengenai sesuatu dengan cukup keras, dan juga membuat sesuatu itu tiba ambruk di atas lantai.


BUGGHH ...


BRUGH ...


"Arghh ... sialan kau, Isao!! Dimana matamu?! Apa kau buta?! Mengapa malah menyerangku seperti itu?! Yang harusnya kau serang itu adalah Ellios!!" ucap Senju yang sudah terjatuh di atas lantai sambil memegangi lengan kanannya,.


Karena rupanya Senju-lah yang terkena serangan dari Isao saat Ellios menundukkan badannya dengan sangat cepat. Dan dengan cepat Ellios sudah berpindah kembali dan kali ini berdiri tak jauh dari Nacht.


Isao mulai menatap Senju dan Ellios secara bergantian dan sedikit melongo karena merasa sangat kebingungan.


"Bagaimana bisa? Padahal jelas-jelas seharusnya Ellios yang terkena serangan dariku." celutuk Isao menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal


"Fokuskan dimana sasaranmu! Mengapa kamu begitu ceroboh dan malah menyerang temanmu sendiri?" celutuk Ellios menahan tawa dan sedikit menutupinya dengan jemari kirinya.


"Cihh ... diam saja kamu, Kutu buku!! Aku akan mematahkan tulang-tuoangmu dan membuatmu masuk rumah sakit!! Hiath ..." geram Isao lalu mulai berlari kembali ke arah Ellios dengan melayangkan tangan kanannya untuk melakukan tinju lurus.


Serangan-serangan dari Isao bukan hanya sekali, namun berkali-kali Isao layangkan untuk meyerang beberapa titik dalam tubuh Ellios. Namun Ellios bisa selalu menghindarinya dengan sangat baik tanpa melakukan penyerangan.


Selama beberapa saat Ellios malah terlalu asyik menghindari dari Isao. Hingga akhirnya kini suara Lovely mulai terdengat kembali.


[ Waktu yang tersisa dalam pelaksanaan misi kali ini adalah 15 menit 29 detik lagi. Silakan segera menyelesaikan misi kali ini, Tuan Ellios. ]


Ucap Lovely mulai memberi peringatan kepada Ellios jika waktu yang tersisa hanyalah tinggal sebentar lagi.


Cih ... cepat sekali waktunya hampir habis. Aku malah sama sekali belum menyerang mereka. Baiklah, sekarang jatuhkan Isao dan Senju terlebih dulu. Selanjutnya jatuhkan Nacht.


Batin Ellios mulai menatap Isao dengan serius dan mulai memasang kuda-kuda. Sebuah jab lurus super cepat dan kuat mulai dilayangkan oleh Ellios dan mengincar salah satu titik lemah lawannya.


Yeap, kali ini serangan dari Ellios tepat mengenai dagu Isao dan membuat tubuh Isao seketika sedikit terhentak ke atas lalu mulai ambruk di atas lantai.


BRRUGGHH ...


Wow juara bertahan taekwondo tingkat mahasiswa se-Tokyo kini dijatuhkan dengan begitu mudahnya oleh seorang amatiran seperti Ellios.


Bahkan Ellios tak pernah belajar ilmu bela diri jenis apapun sebelumnya. Dan tentu saja hal ini akan semakin membuat Isao kesal dan merasa tertampar cukup keras.


Rasa malu, marah, kesal, tak terima seakan sudah berkecamuk menjadi satu di dalam hati Isao. Namun Isao tak bisa berbuat apa-apa lagi, karena saat ini Isao sudah cukup kehilangan tenaganya, karena sudah hampir 50 menit Isao berusaha untuk menyerang Ellios, namun Ellios selalu saja menghindarinya dengan baik, gesit dan cepat.


Tanpa mau menunggu lama lagi, kini Senju mulai melenggang dan mendekati Ellios. Kali ini Senju berusaha untuk menyerang Elliis dengan tendangan atas.


Senju mulai mengangkat kaki kanannya tinggi ke atas udara, dan membantingnya dengan sangat kuat dengan menargetkan kepala Ellios. Ellios dengan sangat santai menangkap kaki Senju lalu mulai melempar tubuh Senju ke arah Isao hingga tubuh kedua pemuda itu kini saling bertumpuk menjadi satu.


BRUGHH ...


Nacht dan Chiesa melongo setelah melihat semua kehebatan Ellios dalam bela diri itu. Karena setau mereka Ellios tidak menguasai bela diri apapun.


Batin Nacht mengepalkan kedua tangannya dan mengeraskan rahangnya. Pandangannya sangat tajam dan menusuk saat msnatap Ellios dari kejauhan.


Misi kali ini hanya untuk menerima ajakan makan dari Chiesa dan membuat kesal Nacht. Seharusnya begini saja sudah berhasil bukan? Hhm ... apakah aku harus menghajar Nacht juga?


Batin Ellios yang juga menatap Nacht dari kejauhan.


[ Ya, Tuan Ellios. Ini sudah dianggap berhasil karena saat ini Nacht sudah merasa sangat kesal. Namun jika tuan bisa menghajar Nacht sekali saja, maka tuan Ellios akan mendapatkan hadiah tambahan lagi. ]


Jawab Lovely yang membuat Ellios mulai menyeringai manis menatap Nacht hingga akhirnya Ellios mulai melenggang pelan untuk mendekati Nacht.


Baikkah. Bagaimana jika jika dengan sekali pukulan saja? Hehe ... lagipula mereka yang memulainya dari awal bukan? Aku hanya berusaha untuk membela diri dan mempertahankan diriku. Baiklah ... mari lakukan, Ellios!


Batin Elios masing menyunggingkan sebuah senyuman misterius dan sudah semakin mendekati Nacth.


Sialan!! Rupanya Ellios masih belum puas setelah menghajar Senju dan Isao! Dan kali ini dia ingin memperlihatkan dan pamer kehebatan ya di hadapan Chiesa? Cih ...


Batin Nacht mulai meraih tangan Chiesa dan memutuskan untuk menghindari Ellios.


"Kali ini aku akan memaafkanmu dan melepaskanmu, Ellios! Tapi tidak untuk lain kali!" ucap Nackh menandaskan dengan penuh penekanan. "Chiesa!! Ayo kita pergi dari tempat ini!! Mataku bisa rusak lama-lama berada di tempat ini!!" imbuh Nacht lalu mulai menggiring Chiesa untuk meninggalkan restoran steak ini.


Chiesa hanya menurut saja hingga akhirnya mereka berdua benar-benar sudah meninggalkan Delicious steak restaurant ini. Sedangkan Ellios mulai berkacak pinggang dan menatap kepergian mereka dengan senyuman tipis.


"Huftt ... sial!! Aku kehilangan hadiah tambahan karena Nacht malah pergi begitu saja. Ya sudah deh, sebaiknya pulang saja. Hari juga sudah mulai gelap." gumam Ellios mulai meraih sebuah ransel hitam miliknya.


Namun belum sempat Ellios meninggalkan restoran ini, seorang pria dewasa masih lengkap dengan seragan kerja restoran ini mulai menghadang Ellios dan berkacak pinggang.


Kumisnya begitu tebal dan tatapannya begitu menusuk menatap Ellios, dan wajahnya juga sangat sangar. Seketika semua itu membuat Ellios menciut kembali dan menghentikan langkahnya.


"Ya, Paman. Ad-ada apa?" tanya Ellios terbata.


"Jika mau meninggalkan tempat ini, setidaknya bayar dulu semua makanan yang sudah kalian pesan! Bayar juga semua ganti rugi atas semua kerusakan yang telah kalian sebabkan!" ucap pria itu kembali menandaskan dengan sangat tegas.


"Oh ... ba-baiklah. Berapa yang harus aku ganti, Paman?" tanya Ellios mulai mengeluarkan dompetnya.


"70 ribu yen ( kira-kira 7,5 juta rupiah )" ucap pria dewasa itu yang sukses membuat Ellios melongo.


"Apa? Bagaimana mungkin harga kobe steak semahal ini, Paman?" tanya Ellios seakan sudah kena palak saja.


"Bukankah aku sudah mengatakannya? Semus sudah termasuk biaya ganti rugi kerusakan! Jika kamu tak mau membayarnya, maka aku akan menyerahkanmu kepada pihak berwajib!" ancam pria dewasa itu lagi.


"Ba-baiklah ... aku akan membayarnya ..." ucap Ellios dengan cepat lalu mulai mengeluarkan beberapa lembar uang.


Huft ... untung saja aku punya dana dari sistem.


Batin Ellios menghembuskan nafas kasarnya ke udara.