To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Hot News



Jullian mulai membuka sebuah pesan yang dikirim oleh Date, yaitu sebuah tautan link. Dengan cepat Ken membuka link tersebut karena begitu penasaran.


Sepasang mata Jullian mulai membulat sempurna ketika melihat beberapa foto dan artikel yang saat ini sedang ramai menjadi bahan perbincangan di seluruh media sosial.


"Wow!! Mengapa bisa secepat ini?!!" gumam Jullian begitu terkejut dan masih men-scroll layar yang berukuran lebih dari 6 inchi itu.


"Ada apa, Jullio? Uhm ... maksudku, Jullian?" tanya Ken dengan cepat sebelum Jullian emosi kembali.


"Buka ponsel kalian dan lihatlah berita di media sosial yang saat menjadi hot news hari ini!" ucap Jullian masih menatap lekat layar ponselnya sambil membaca kembali artikel itu.


Kakei dan Ken segera membuka ponsel mereka masing-masing lalu mulai melakukan sesuai dengan yang diinstruksikan oleh Jullian. Kecuali Ellios yang tidak membuka ponselnya sendiri dan terlihat tidak peduli, karena Ellios memang tak begitu tertarik soal berita-berita hot news selebriti yang menurutnya tidak berguna.


"Wahh!! Keren sekali!! Hanya dalam waktu sekejap saja nama Ellios langsung dikenal olah hampir semua orang!" gumam Ken takjub. "Bahkan kamu bisa menjadi lebih populer dariku nanti, Ellios!!" imbuhnya malah menggoda Ellios.


"Apa maksudmu, Ken?" tanya Ellios tak mengerti.


"Lihatlah!!" kali ini Ken memberikan ponselnya untuk Ellios.


Ellios mulai melihat ada beberapa foto, video, dan beberapa artikel yang berisi tentang performance Oichi bersama dirinya saat berada di kedai ayam krispi ibunya yang rupanya diambil oleh beberapa pengunjung saat itu lalu mereka post di sosial media.


Berita itu semakin tersebar luas karena selalu saja dibagikan oleh orang-orang yang melihatnya. Terutama penggemar dari Oichi ataupun seseorang yang memang mengenal Ellios.


"Ellios. Bagaimana ini? Jika ini menyulitkanmu, maka aku akan segera meminta tolong kepada kenalanku yang berkerja dalam hal ini untuk menghapus semua foto, video dan artikel ini." ucap Kakei yang mulai mengkhawatirkan Ellios.


Meskipun Kakei baru mengenal Ellios, namun Kakei sangat memahami Ellios. Dan Ellios akan kurang menyukai hal seperti ini. Menjadi pusat perhatian seluruh orang akan membuat Ellios merasa kurang nyaman.


"Jangan dihapus! Selagi berita ini positif, mengapa tidak kita biarkan saja?" sela Ken dengan cepat.


"Benar! Tidak ada salahnya kita membiarkan semua ini, Ellios! Dewi Oichi adalah penyanyi yang sangat terkenal saat ini. Dekat dengan dia bikanlah hal yang buruk! Justru itu akan membuatmu juga dikenal dan lebih dipandang. Agar mereka yang pernah meremehkanmu bisa lebih menghargaimu, Ellios." ucap Jullian menyetujui ucapan Ken.


Sebenarnya Ellios memang merasa kurang nyaman karena berita yang beredar itu, seperti yang sudah Kakei ucapkan. Namun Ellios juga merasa segan atas saran yang telah diberikan oleh Ken dan Jullian kepadanya.


"Sebelumnya terima kasih, Kakei. Tapi sebaiknya biarkan saja dulu. Aku akan menganggapnya tak melihat dan tuli akan semua berita itu. Lagipula aku sudah terbiasa mendapatkan cemooh dari orang-orang yang tidak menyukaiku. Jangan khawatir, semua penilaian dan omongan mereka tak akan merobohkanku. Aku ... sudah begitu kebal." ucap Ellios berusaha untuk tetap tersenyum di hadapan teman-temannya.


GREPP ...


"Hhm!! Benar!! Dan kali ini akan selalu ada kami!! Jadi jangan khawatir lagi, Ellios!!" ucap Ken mulai mengalungkan tangannya melingkar pada bahu Ellios lagi. "Ya sudah!! Ayo kita segera tidur!! Aku sudah lelah dan mengantuk sekali!! Hoam ..." imbuh Ken lalu bangkit kembali dan menguap lebar sambil meregangkan kedua tangannya ke atas.


Keempat pemuda itu akhirnya lebih memilih untuk tidur di atas kasur lipat yang digelar di atas lantai kamar Ellios. Sedangkan pembaringan yang memiliki sebuah dipan di bawahnya, malah tidak ada yang menempatinya sama sekali malam ini.


"Oyasuminasa-mina san!!" seru Ken mulai berbaring dan menarik selimutnya.


Jullian juga mulai menyusul berbaring di sebelah Ken, karena memang sudah merasa mengantuk dan lelah sekali. Tak butuh beberapa lama mereka berdua sudah tertidur begitu saja.


"Kamu mau apa? Ini sudah sangat larut. Bukankah seharusnya kamu juga segera beristirahat, Ell? Tubuhmu baru saja melemah." ucap Kakei yang masih berdiri menatap Ellios yang sudah duduk di depan meja belajarnya.


"Hanya sedikit memeriksa sesuatu kok. Akhir-akhir ini aku sangat jarang memeriksa pekerjaanku."


"Pekerjaan dari dosen?"


"Bukan kok. Ini adalah pekerjaanku sendiri. Aku membuat sebuah rancangan dan desain mekanik untuk merancang robot masa depan." ucap Ellios mulai melihat kembali desain tersebut di dalam laptopnya.


Terlihat sebuah gambar desain dengan tampilan 2 dimensi dan 3 dimensi beserta dengan beberapa keterangan dan angka-angka di dalam sebuah software yang sudah Ellios buka, yaitu Sketch up.


"Robot masa depan?" gumam Kakei dengan kening berkerut.


"Iya, Kakei. Aku memiliki sebuah impian untuk menciptakan sesuatu yang berguna untuk manusia. Sesuatu yang sangat berbeda dari penemuan-penemuan ilmuwan sebelumnya." ucap Ellios penuh harap.


"Kamu pasti bisa mewujudkan semua mimpimu! Karena kamu sangat genius, Ellios." ucap Kakei menatap nanar Ellios.


Karena Kakei merasa sangat bersedih ketika mengingat jika saat ini Ellios sedang mengidap penyakit kanker darah stadium akhir. Dan dokter Ash juga sudah memvonis jika usia Ellios tak akan bisa bertahan lebih lama lagi.


"Jadi, apa itu desain mekanik, Ellios?" tanya Kakei berusaha untuk mengakrabkan diri dengan Ellios lagi dan mulai duduk di samping Ellios dengan sebuah kursi.


"Hhm?" gumam Ellios tersenyum samar dan masih menatap layar laptopnya. "Jadi, desain mekanik merupakan bahasa yang digunakan oleh perancang untuk dijadikan sebagai acuan sebagai pembuatan robot. Dengan adanya gambar mekanik, maka perancang bisa mengetahui dengan jelas bentuk robot yang akan dibuat. Desain mekanik meliputi dimensi pada robot, dan estimasi beban pada robot." ucap Ellios berusaha untuk menjelaskan.


"Adanya gambar mekanik membuat perancang bisa memvisualisasikan bagaimana hasil dari robot tersebut." imbuh Ellios lagi.


"Jadi, kamu ingin membuat bentuk robot itu menyerupai sebuah boneka manusia? Atau bagaimana?" gumam Kakei menerka-nerka karena melihat bentuk dari desain mekanik milik Ellios.


"Hhm. Aku hanya ingin membuatnya agar terlihat bersahabat dan tidak menakutkan, Kakei. Dan saat ini aku masih mengalami kendala untuk coding. Aku belum bisa menciptakan sebuah karya yang sempurna. Dan mungkin aku masih membutuhkan cukup banyak waktu lagi untuk menyelesaikannya." gumam Ellios mulai membuka software lainnya lagi.


"Coding?" gumam Kakei yang sebenarnya tidak cukup mengetahui tentang bahasa pemrograman.


Karena menurut Kakei bahasa pemrograman begitu rumit dengan segala variabel, analisis sistem, algoritma, dan masih banyak lagi hal lainnya yang sungguh membuatnya pusing.


"Hhm. Iya, Kakei. Mungkin memang ada robot yang tidak menggunakan pemrograman. Namun bagiku untuk menciptakan sebuah karya luar biasa dan berbeda, sebuah kemampuan program sangatlah dibutuhkan dalam membuat sebuah robot." sahut Ellios sambil men-scroll layar berukuran 14 inchi yang berisi tentang program buatan Ellios yang belum sempurna.


"Saat ini, robot menggunakan komponen microcontroller atau microprocessor. Dan microcontroller sendiri merupakan sebuah perangkat keras dalam bentuk papan yang memiliki fungsi mengerjakan tugas tertentu. Pada papan itu terdapat IC yang merupakan pusat data sistem kendali robot dalam bentuk kode biner." ucap Ellios dengan detail, namun sepertinya malah membuat Kakei pusing, karena hal itu bukan bidang Kakei.


"Sedangkan untuk bahasa program yang digunakan tergantung pada jenis microprocessor atau microcontroller yang digunakan. Beberapa komponen yang digunakan adalah Arduino, Raspberry pi, NodeMCU, esp32 dan lain - lain." ucap Ellios kembali menjelaskan.


"Ugh. Maaf, Ellios. Tapi semua itu aku tidak memahaminya. Otakku tidak seperti otakmu." ucap Kakei meringis dan merasa begitu bodoh di hadapan Ellios.


"Hehe. Itu adalah salahku yang terlalu bersemangat untuk menjelaskannya padamu, Kakei. Karena selama ini tak ada satu orangpun yang menanyakan hal seperti itu padaku. Dan aku sangat senang saat kamu bertanya kepadaku. Aku selalu mengira jika orang akan menganggapku aneh karena aku hanya selalu berkutat dengan buku, laptop dan selalu sibuk dengan hal bodoh ini." ucap Ellios merendah dan sebenarnya itu adalah jujur.