To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Menolong Ken



Setelah mendengar ucapan dari Ellios, kini Arata mulai membulatkan sepasang matanya dan menatap Ellios semakin tajam.


"Apa kau bilang, Kutu buku?! Berani kamu menggurui kami? Hah?" Arata yang memiliki temperamental tak baik kini langsung melayangkan tanganya ke udara begitu saja dan mengarah pada kepala Ellios.


PLAKK ...


"Arghh ... apa yang sedang kamu lakukan, Bodoh?! Mengapa malah memukulku?!" ujar Haru memegangi kepalanya.


Rupanya Ellios dengan cepat menunduk untuk menghindari serangat dari Arata, dan serangan itu malah meluncur dan mengenai kepala Haru begitu saja.


"Arghh ... sialan! Ini semua gara-gara kutu buku ini." celutuk Arata mulai berkacak pinggang dan semakin kesal menatap Ellios.


"Mengapa jadi aku? Jelas-jelas kamu yang memukul Haru." jawab Ellios berusaha untuk membela dirinya sendiri, namun masih begitu sopan.


"Cih ... kamu benar-benar sangat menyebalkan!!" Arata mulai mengangkat tangan kanannya ke udara dan bersiap untuk memukul Ellios kembali.


Namun tiba-tiba saja ada seseorang yang menahan serangannya itu.


GREEPP ...


"Arata!! Selalu saja bersikap kasar! Kapan kamu akan berubah?!" tandas seorang pemuda yang tak lain adalah Ken, anak fakultas seni yang tiba-tiba saja datang diantara mereka.


"Ken ... apa yang kamu lakukan disini?" ujar Arata mulai menarik kembali tangannya dari cengkeraman Ken.


"Aku ada urusan dengan Ellios! Jika kamu masih saja bersikap kasar seperti ini terus, maka aku akan memberitahukan kepada bibi sikapmu selama berada di kampus!" ancam Ken.


"Haishh ... jangan bawa-bawa ibuku!" sahut Arata semakin kesal namun tak bisa berbuat apa-apa selain menahan amarahnya.


"Ayo kita pergi, Ellios!!" Ken mulai menarik Ellios dan menggiringnya meninggalkan lapangan basket ini.


Ellios hanya menurut saja tanpa berkata-kata saat Ken masih saja menariknya hingga sampai di koridor baru melepasnya.


"Ada apa mencariku? Apa aku sudah membuat kesalahan di atas panggung?" tanya Ellios menerka-nerka.


"Bukan ... bukan ... tenang saja! Kamu tidak membuat kesalahan sama sekali! Malah penampilanmu sungguh luar biasa sekali!" Ken menyauti dengan ramah dan bersemangat.


"Jadi ada apa?" tanya Ellios lagi.


"Begini, Ell! Aku ingin meminta tolong padamu. Malam ini kami ada tampil di sebuah kafe. Kebetulan sekali backing vocal kami juga mendadak ada kepentingan. Sementara harus ada 2 vocal. Bisakah kamu membantuku, Ellios? Aku akan membayarmu kali ini deh!" ucap Ken penuh harap.


DING ...


[ Misi akan segera dimulai. Misi kali ini tuan harus menyanyi bersama dengan Blue Gazzete di sebuah kafe. Dan ajak seorang penonton wanita naik ke atas panggung. Batas waktu yang diberikan adalah 3 jam dari sekarang. Semangat untuk menyelesaikan misi kali ini, Tuan. Semangat untuk mempererpanjang usia.]


Lagi-lagi suara Lovely mulai terdengar kembali dengan sangat jelas dan jernih menggema di telinga Ellios. Namun kali ini Ellios tak terkejut seperti biasanya meskipun misi kali ini lagi-lagi sangat jauh dari kepribadian Ellios.


"Baiklah, Ken! Mari kita lakukan bersama secepatnya!" ucap Ellios tak mau banyak mengulur waktu lagi.


Sebenarnya Ken merasa cukup terkejut Ellios bisa mengiyakan permintaannya dengan begitu cepat tanpa berpikir panjang. Namun pemuda dengan style rambut yang begitu keren itu tak mau melewatkan kesempatan kali ini.


Maafkan aku, Ibu. Lagi-lagi aku akan pulang sedikit terlambat malam ini. Namun aku akan segera menyelesaikannya dengqn cepat.


Batin Ellios saat berada dalam boncengan Ken yang melajukan motor besarnya dengan cukup kencang dan cepat. Namun kecepatan seperti itu sudah sangat biasa untuk Ellios, bahkan Ellios bisa mengimbanginya hanya dengan berlari saja.


WUSH ...


BRUMM ...


Setelah beberapa saat akhirnya Ken mulai menepikan motornya tepat di depan sebuah kafe yang cukup besar dan memiliki bangunan yang cukup megah.


"Kita akan melakukan pertunjukan musik disini?" tanya Ellios yang masih mrndongak menatap lekat gedung megah di hadapannya itu.


"Yeap. Tenang saja, Ellios ... kamu hanya perlu bernyayi saja seperti yang sudah kamu lakukan seperti saat di panggung kampus. Lagu yang akan kita nyanyikan juga sama kok. Bahkan kamu sudah sangat menguasainya dengan sangat baik." Ken yang baru saja melepaskan helm balap hitamnya tersenyum lebar melirik Ellios.


Ellios tak menjawab ucapan dari Ken. Pemuda ini masih saja menatap gedung megah di hadapannya yang sudah dipenuhi dengan kelap-kelip lampu warna-warni yang begitu memukau.


Sebenarnya tempat ini bukanlah hanya sebuah kafe, namun juga ada beberapa mesin kasino yang disediakan untuk para tamu pecinta permainan kasino. Bahkan juga ada bar di dalam gedung megah nan kokoh ini.


"Pakai jaketku ini! Karena kamu tidak sempat ganti baju, setidaknya dengan memakai jaketku tak akan telalu terlihat mencolok deh." ucap Ken sambil melepaskan jaketnya dan memberikannya kepada Ellios. "Pakailah ..."


Kini Ellios mulai mengenakan jaket berwarna hitam kombinasi putih yang cukup keren itu. Dan benar saja seperti ucapan Ken, hanya dengan merubah sedikit saja gaya pakaian dari Ellios, Ellios sudah terlihat cukup keren.


"Hhm. Cocok sekali! Mengapa kamu tidak berpenampilan keren saja dari dulu? Pasti akan banyak gadis kampus yang menyukaimu." ucap Ken tertawa kecil menggoda Ellios.


Ellios hanya tersenyum tipis saja sambil membenarkan jaket balap berwarna hitam kombinasi putih itu.


"Ayo masuk! Yang lain sudah menunggu kita!" Ken menepuk pelan bahu Ellios lalu mulai melenggang melalui Ellios.


Ellios segera mengekori Ken yang mulai memasuki sebuah pintu kaca yang juga berhiaskan dengan kelap-kelip lampu dan bertuliskan WELCOME.


Tempat ini cukup ramai. Beberapa pengunjung terlihat juga sudah memenuhi beberapa meja di dalam kafe dengan dekorasi yang cukup unik ini. Sebuah panggung pertunjukan terlihat ada di sisi samping bagian tengah-tengah ruangan.


Penggung yang sudah dilengkapi dengan beberapa alat musik itu juga terlihat begitu eye catching. Sangat memukau dengan dokorasi-dekorasinya.


Di atas panggung juga sudah mulai terlihat beberapa pemuda bersiap untuk melakukan sebuah pertunjukan. Salah satu dari mereka mulai melambaikan tangannya ke arah Ken dan Ellios.


"Ken!! Ellios!! Cepatlah kesini!!" teriak pemuda itu sambil melambaikan tangan kanannya, sementara tangan kirinya sudah memegang badan gitar berwarna hitam.


"Ayo, Ellios!" ucap Ken mulai melangkah cepat untuk segera mencapai panggung dan menaikinya.


Ellios juga mulai mengikuti Ken untuk naik di atas panggung. Dua buah michrophone mulai disodorkan oleh seorang pemuda untuk Ken dan Ellios.


Ellios mulai mengambil nafas lalu mengeluarkannya perlahan. Para tamu terlihat duduk di meja masing-masing sambil menikmati makan malam mereka.


Namun ada juga sebagian dari mereka yang berdiri di hadapan panggung dan sedang menantikan penampilan dari Blue Gazzete yang berasal dari Todai Unniversity sebenarnya cukup populer.