To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Penyekapan Ellios



Kini Ellios mulai memfokuskan energinya pada satu titik, yaitu tangan kanannya. Setelah Ellios mulai merasakan sebuah kekuatan yang begitu kuat dengan aura putih kebiruan itu, kini Ellios mulai menempelkan telapak tangannya pada bagian tubuh tuan Raymond yang sedang terluka.


Ellios juga sedikit menekan pada bagian luka itu dengan konsentrasi penuh. Ellios melakukan hal itu selama beberapa saat, hingga akhirnya mulai mendengarkan sebuah pemberitahuan sistem.


DING ...


[ Penyembuhan luka telah berhasil dilakukan, Tuan. Tuan Ellios sudah bisa melepaskannya. ]


Ucap Lovely yang membuat Ellios mulai bernafas dengan lega kembali dan mulai melepaskan tangannya dari tubuh tuan Raymond. Bahkan senyumannya mulai terukir menghiasi wajah tampannya yang masih menatap tuan Raymond yang masih sadarkan diri.


"Semuanya sudah selesai. Tuan Raymond baik-baik saja. Luka itu sudah berhasil aku sembuhkan." ucap Ellios dengan nada rendah.


"Hhm? Apa kamu bilang barusan? Luka papa sudah berhasil disembuhkan?" tanya gadis itu menatap Ellios dengan kening berkerut.


"Benar, Nona." jawab Ellios semakin terdengar lirih.


Kini Tuan Raymond mulai mencoba untuk duduk kembali dengan tegap. Bahkan dia sudah terlihat begitu sehat dan tidak kesakitan lagi seperti beberapa saat yang lalu.


"Papa ... apa papa sudah merasa lebih baik? Bagaimana dengan luka papa?" tanya gadis itu menatap tuan Raymond.


"Ini aneh sekali. Papa tidak merasakan rasa sakit lagi. Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" ucap tuan Raymond merasa sangat kebingungan.


Kali ini tuan Raymond mulai memeriksa luka pada dada atasnya kembali. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat lukanya sudah menghilang begitu saja. Bahkan kulitnya masih terlihat begitu mulus tanpa meninggalkan sebuah bekas goresan benda tajam sedikitpun.


"Ini ... mengapa bisa seperti ini? Sebenarnya apa yang sudah terjadi, Ellios?" tanya tuan Raymond begitu kebingungan menatap Ellios.


"Aku hanya sedikit menggunakan teknik dalam untuk penyembuhannya saja, Tuan. Uhm ... baiklah. Kalau begitu aku permisi, Tuan. Karena aku harus segera melakukan sesuatu lagi." ucap Ellios mulai berpamitan, karena tubuhnya mulai terasa sedikit tak bertenaga setelah menggunakan sebagian dari energinya.


"Baiklah. Terima kasih atas semua ini dan datanglah saat acara itu." ucap tuan Raymond semakin mengaguni Ellios.


"Baiklah, Tuan. Semoga tuan segera puliu dan sehat kembali. Permisi." ucap Ellios mulai bangkit dari duduknya dan mulai meninggkan tempat ini. "Oichi, aku pulang dulu." imbihnya saat berlalu melalui Oichi.


Namun Oichi malah mengekorinya karena mengkhawatirkan Ellios yang terlihat sudah semakin pucat setelah menggunakan kekuatan sistemnya.


"Apa kamu baik-baik saja, Ellios? Wajahmu pucat sekali saat ini." ucap Oichi terlihat begitu khawatir.


"Aku baik-baik saja, Oichi. Aku hanya butuh untuk beristirahat saja kok. Kamu kembalilah ... bukankah masih ada beberapa lagu yang masih harus kamu nyayikan, Oichi? Aku pulang dulu ya ..." ucap Ellios mulai berpamitan dan melenggang kembali.


"Tapi, Ellios ..." sergah Oichi.


"Nona Oichi. Segera bersiaplah. Sebentar lagi adalah giliran nona untuk melakukan sebuah performance lagi." tiba-tiba mulai terdengar suara seorang pria yang mungkin adalah asisten Oichi.


Akhirnya mau tak mau Oichi harus tetap berada di tempat ini karena sebuah tanggung jawab yang memang tak bisa ditinggalkan.


Ellios masih berusaha untuk berjalan dan sudah semakin sempoyongan. Belum sempat sebuah taxi pesanannya datang, tiba-tiba saja kekuatannya seakan sudah tak sanggup untuk menopang tubuhnya dan pandangannya tiba-tiba saja menjadi sedikit berbayang hingga semua menjadi gelap. Tubuh itu terhuyung dan ambruk begitu saja.


BRRUGHH ...


Aroma pengap dan panas begitu menyeruak memasuki indera penciuman seorang pemuda yang kini sedang terduduk di sebuah kursi kayu tua dengan posisi tangan yang diikat ke belakang.


Ruangan ini juga begitu gelap karena hanya memakai beberapa lampu penerangan yang sangat minim di beberapa titik ruangan saja.


"Ugghh ..." pemuda yang masih lengkap dengan pakaiannya yang begitu mencolok itu kini perlahan mulai membuka matanya.


Pandangannya yang masih berbayang itu, kini perlahan mulai terlihat jelas oleh pemuda yang yang tak lain adalah Ellios itu.


"Ughh ... aku ada dimana?" gumamnya pelan dan menatap sekelilingnya.


Sebuah ruangan yang begitu kecil, kotor, lusuh, panas, gelap dan sangat pengap dilihatnya saat ini. Tak ada seorangpun disini, namun Ellios masih dalam keadaan yang masih terikat dengan kursi yang sedang didudukinya.


"Lovely, aku ada dimana? Dan siapa yang melakukan semua ini padaku?" ucap Elios bertanya kepada Lovely sang pemandu sistemnya.


[ Tuan Ellios kini sedang berada di sebuah gudang minimarket yang sudah lama tak terpakai. Beberapa pemuda dengan masker dan topi membawa tuan Ellios pergi ke tempat ini. ]


Jawab Lovely menceritakan apa yang baru saja terjadi saat Ellios tak sadarkan diri.


"Beberapa pemuda dengan topi dan masker? Siapa?" tanya Ellios berusaha untuk melepaskan ikatan tali pada tangannya. "Dan apakah aku pingsan karena aku yang sudah menggunakan kemampuan penyembuhan luka itu, Lovely?"


[ Benar sekali, Tuan Ellios. Kemampuan itu membutuhkan cukup banyak energi dari tubuh tuan dan menyalurkannya pada orang tersebut untuk proses penyembuhan. Dan dikarenakan tubuh tuan Ellios memang cukup rapuh saat ini, maka semua akan sangat berdampak pada tubuh tuan. Tapi tenang saja, Tuan. Karena seiring berjalannya waktu, tuan akan bisa menjadinlebih kuat dan terbiasa dengan semua ini. Karena perlahan tuan akan sehat sepenuhnya. Dan tuan akan mrnjadi manusia abadi. ]


Jawab Lovely menjelaskan.


BRRAKKK ...


Tepat disaat Ellios sudah bisa melepaskan ikatannya sendiri, kini pintu ruangan ini mulai tebuka dengan sebuah tendangan yang cukup kasar. Beberapa pria yang masih mengenakan masker dan topi maupun penutup wajah mulai melenggang memasuki ruangan pengap ini.


"Siapa kalian? Dan mengapa kalian membawaku ke tempat ini? Dan apa mau kalian?" tanya Ellios yang kini sudah berdiri menghadap kelima berandalan dengan wajah yang tak terlihat itu.


Mereka tak menjawab Ellios, salah satu pentolannya kini mulai mengangkat tangan kanannya ke atas untuk mulai memberikan instruksi agar mulai menyerang.


Beberapa dari mereka mulai melenggang mendekati Ellios dan mulai mengepungnya.


[ Misi dadakan akan segera dimulai, Tuan. Berikan para berandalan ini sebuah pelajaran hingga mereka lari terbirit-birit karena ketakutan. ]


DING ...


Lagi-lagi misi dadakan itu kembali diberikan oleh Lovely.


Huft. Baiklah! Aku sudah memiliki teknik dan kemampuan bela diri level 9. Jadi hanya perlu menggabungkannya dengan kecepatan super saja, maka seharusnya semua itu sudah cukup sempurna. Lovely, aktifkan kecepatan superku!!


Batin Ellios mulai memberikan titahnya di dalam hati.


[ Baik, Tuan. Kecepatan super akan segera diaktifkan. ]


DING ...


[ Kecepatan super sudah berhasil diaktifkan. ]


Ucap Lovely kembali disertai dengan sebuah notifikasi pengaktifan sebuah kemampuan.


Para berandalan yang sedang mengepung Ellios itu sudah bersiap dengan memasang kuda-kuda. Sedangkan Ellios masih terlihat begitu santai, namun tetap waspada dan pandangannya selalu saja mengekori setiap pergerakan mereka.