To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Bertemu Dengan Alisha



Beberapa daun ginko yang sudah mulai menguning dan berwarna keemasan mulai beterbangan saat tertiup oleh angin. Seakan-akan mereka sedang menari-nari di udara dengan begitu lincahnya.


Terlihat Ellios dan Alisha sedang duduk bersama di bawah sebuah bangku taman kampus menikmati semilir angin kala sore ini yang menyapu tubuh mereka.


"Ada apa, Alisha? Mengapa tiba-tiba saja mengajakku bertemu?" tanya Ellios mulai membuka perbincangan setelah beberapa saat mereka berdua hanya saling terdiam saja.


Alisha terlihat mulai mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan.


"Ellios. Aku ... ingin meminta maaf kepadamu." ucap Alisha terdengar begitu lirih dan sedikit tertutup oleh suara hembusan angin yang sedang bertiup.


"Minta maaf? Soal apa?" tanya Ellios mengkerutkan keningnya tak mengerti, karena seingatnya selama ini Alisha tidak memiliki salah apapun kepada dirinya.


"Aku sudah mengetahui semuanya, Ell. Aku ... sungguh minta maaf kepadamu. Selama ini aku sudah menilaimu buruk. Maafkan aku, Ellios ... maafkan aku ..." ucap Alisha lagi yang semakin membuat Ellios kebingungan dan tak mengerti.


"Alisha, aku sungguh tidak mengerti dengan semua yang kamu katakan ..." sahut Ellios masih menatap Alisha bingung.


"Aku sudah mengetahui semua tentang kak Louis. Tak sengaja aku mendengarkan perbincangannya bersama dengan teman-temannya. Tentang semuanya yang sudah terjadi ... aku sungguh minta maaf kepadamu, Ellios. Aku tidak mencari tau semuanya dengan benar dan aku malah selalu saja menyalahkanmu saat itu." ucap Alisha merasa begitu bersalah.


Sangat terlihat dari wajah cantik itu jika Alisha sungguh sangat menyesal dan merasa sangat bersalah kepada Ellios.


"Jangan terlalu dipikirkan. Semua itu sangat wajar kok. Aku tidak pernah marah dan menyalahkanmu. Tidak perlu meminta maaf seperti ini, Alisha." sahut Ellios dengan seulas senyum dan nada bicara yang selalu ramah seperti biasanya.


"Aku tau semua itu, Ellios. Kamu tak akan pernah membenci orang, dan kamu juga akan selalu memaafkan orang lain ... bahkan sebelum orang itu meminta maaf." ucap Alisha begitu lirih.


Rambutnya yang lurus dan indah menari-nari di udara karena terpaan angin sore dan beberapa dari mereka juga mengenai dan menutup wajah ayu Alisha.


"Tapi, aku juga ingin meminta maaf atas perilaku kak Loius yang pernah dia lakukan kepadamu selama ini, Ellios. Selama ini dia sudah sangat jahat kepadamu ..."


"Tidak masalah kok. Aku juga sudah memaafkannya. Bahkan aku juga tidak pernah menyimpan dendam untuknya. Kamu tenang saja, Alisha. Bukankah kamu sudah mengenaliku dengan baik, Alisha?" sela Ellios semotong ucaoan Alisha.


Dan Ellios juga mengatakannya dengan sangat ramah dan hangat, seperti Ellios yang Alisha kenal selama ini.


"Ya. Kau benar, Ellios. Aku sangat mengenalimu dengan baik. Lalu ... mengapa kamu memutuskan semua ini? Ellios yang aku kenal tidak akan pernah berkata kepada orang lain dengan kata-kata yang akan menyakiti orang lain seperti itu." ucap Alisha akhirnya bisa mengungkapkan hal ini.


Sesuatu yang sebenarnya selama ini selalu mengganjal di dalam hatinya, namun Alisha sendiri tak tau harus menanyakannya kepada siapa saat itu. Dan tak mungkin saat itu Alisha mempertanyakannya kepasa Ellios. Karena saat itu hubungan mereka mulai memburuk.


"Aku merasa sangat yakin, jika sebenarnya ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku. Kamu tidak jujur padaku saat itu. Benar begitu, Ellios?" ucap Alisha menatap lekat sepasang mata bening pemuda yang saat ini sedang duduk di hadapannya.


Ucapan dari Alisha sebenarnya cukup membuat Ellios merasa kebingungan harus menjawabnya seperti apa? Karena mau berbicara dengam jujurpun semua akan terdengar begitu aneh untuk Alisha.


"Alisha ... sebenarnya ... sebenarnya aku tak pernah bisa mel ..." ucap Ellios yang sudah mulai terbawa suasana dan hampir mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya.


Namun tiba-tiba saja mulai terdengar suara seorang pemuda yang memanggil nama Alisha dan membuat Ellios menghentikan ucapannnya.


"Alisha!!" panggil seorang pemuda yang membuat Alisha dan Ellios seketila beralih menoleh ke arahnya.


Terlihat seorang mahasiswa dengan pakaian kasualnya dan jaket denimnya sedang berdiri tak jauh dari Ellios dan Alisha. Lalu pemuda itu segera melenggang kembali untuk menghampiri mereka berdua.


"Ahh ... oh iya, Senior. Maaf aku melupakannya. Aku sungguh minta maaf ..." ucap Alisha terlihat begitu menyesal. "Oh iya, kenalkan ... dia adalah Ellios." imbuh Alisha memperkenalkan Ellios kepada pemuda itu.


"Ellios, kenalkan ... ini adalah senior Kimmy." imbuh Alisha memperkenalkan pemuda itu kepada Ellios.


Ellios dan senior Kimmy mulai berjabat tangan dan menyebutkan nama masing-masing. Dan keduanya sama-sama terlihat begitu ramah.


"Sebenarnya aku sedang ada tugas mata kuliah. Jadi ..." ucap Alisha belum menyelesaikan ucapannya dengan sempurna karena Ellios segera memotongnya.


"Hhm. Pergilah dulu dan kerjakan tugas kuliahmu. Kita bisa berbincang lain kali." potong Ellios sedikitpun tanpa ada rasa keberatan dan kesal.


"Oh. Baiklah. Kalau begitu aku akan pergi dulu. Sampai jumpa, Ellios." ucap Alisha mulai bangkit dari tempat duduknya.


"Hhm. Sampai jumpa ..."


Kini Alisha dan senior Kimmy mulai berlalu bersama meninggalkan Ellios yang masih duduk seorang diri di taman kampusnya. Ellios terlihat menghela nafas dan terlihat mulai bernafas dengan lega.


"Hampir saja mengatakan semuanya kepada Alisha. Huft ..." gumam Ellios masih menatap kepergian mereka berdua dengan sepasang mata yang memicing.


[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah menyelesaikan sebuah masalah yang sedang terjadi dan menimpa orang terdekat tuan. ]


Tiba-tiba saja mulai terdengar suara dari Lovely.


"Menyelesaikan masalah yang menimpa orang terdekatku? Masalah apa? Dan siapa?" tanya Ellios dengan kening berkerut.


Namun belum sempat Ellios mendapatkan jawabab yang memuaskan dari Lovely, tiba-tiba saja mulai terdengar melodi indah yang berasal dari ponsel Ellios. Ellios segera mengambil benda pipih yang baru saja dibelinya beberapa hari yang lalu itu lalu melihat nama sang pemanggil.


"Date? Ada apa Date tiba-tiba menghubungiku? Apa ada masalah di kedai?" gumam Ellios mulai menggeser tombol hijau ke atas dan segera menempelkan benda pipih itu pada telinga kanannya.


"Hallo, Date! Ada apa?" tanya Ellios to the point.


"Ellios!! Cepatlah pulang dan segera datang ke kedai ayam krispi milik ibumu! Sudah terjadi masalah disini!" ucap Date dari seberang dengan nada bicara khawatir.


"Masalah apa, Date? Bicaralah yang jelas ..." ucap Ellios.


"Sebaiknya kamu segera datang dan lihat sendiri saja, Ellios!" ucap Date dari seberang.


"Baiklah. Aku akan segera datang kesana!" sahut Ellioss lalu mengakhiri panggilan itu dan segera menggendong ransel hitamnya dengan lengan kanannya saja.


...⚜⚜⚜...


Hari ini bonus picture Jullian ya, sahabat terbaik Ellios yang selama ini selalu ada untuk Ellios.