
Ellios yang sudah berpenampilan sedikit lebih rapi dari biasanya, kini sedang berjalan dengan langkah yang terburu memasuki sebuah kawasan khusus. Namun tiba-tiba saja Ellios melihat seorang anak laki-laki kecil berusia kira-kira 4 tahun sedang menangis seorang diri.
Ellios mulai menghampirinya dan jongkok di hadapan anak laki-laki yang masih menangis sesegukan itu.
"Dek, ada apa? Mengapa sendirian dan menangis? Dimana orang tuamu, Dek?" tanya Ellios dengan ramah.
Anak laki-laki yang sejak dari tadi menunduk kini mulai mendongak menatap Ellios.
"Ayah dan ibu masih di dalam. Tapi balonku terbang dan kini malah tersangkut di sebuah menara, Kak. Hiks ... aku mau balonku lagi. Hiks ..." ucap anak laki-laki itu mulai beralih menatap ke arah dimana balonnya terbang dan tersangkut saat ini.
Ellios juga mulai mengikuti arah pandangan anak laki-laki itu, hingga akhirnya Ellios melihat sebuah balon berwarna merah terang tesangkut di sebuah menara baja yang sebenarnya tidak terlalu tinggi.
"Baiklah. Kakak akan mengambilkan balon itu kembali untukmu. Tunggu sebentar ya ..." ucap Ellios dengan ramah lalu segera berdiri kembali.
Tinggi sekali. Jika aku memanjatnya, maka aku akan sangat terlambat untuk menghadiri acara di Diamond Entertaiment. Hhm ... sebaiknya aku menggunakan salah satu kekuatanku saja. Benar sekali! Aku memiliki kemampuan melompat jauh dan tinggi. Baiklah ... sebaiknya aku memakai kemampuan itu saja. Lovely, aktifkan kemampuan melompat super tinggi milikku!
Batin Ellios mulai memberikan titah untuk sang boneka pemandu, Lovely.
[ Baik, Tuan Ellios! Kekuatan melompat super tinggi dan jauh akan segera diaktifkan. ]
DING ...
[ Kemampuan melompat super tinggi dan jauh telah berhasil diaktifkan, Tuan. ] Ucap Lovely kembali.
Kini Ellios mulai melangkah mendekati menara baja itu dan sedikit mendongak ke atas. Beberapa saat Ellios mulai mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya dengan perlahan.
"Hupphh ..."
Ellios mulai melompat tinggi ke udara dan segera menggapai sebuah benang pendek yang masih terikat pada balon itu. Setelah itu Ellios mulai turun kembali dengan membawa balon berwarna merah terang itu.
Ellios mulai mencari sebuah batu kecil lalu membungkusnya dengan sobekan sapu tangan miliknya dan mengikatnya dengan benang balon itu.
"Ini ... Jangan sampai terlepas lagi balon ini ya, Dek." ucap Ellios mulai memberikan kembali balon itu untuk anak laki-laki itu.
"Wow!! Kakak keren sekali bisa melompat tinggi seperti itu!! Terima kasih ya, Kak." ucap anak laki-laki itu begitu takjub setelah melihat lompatan tinggi Ellios yang menurutnya begitu keren dan menakjubkan.
Ellios tersenyum lebar dan menempelkan telunjuknya pada bibirnya untuk memberikan isyarat agar anak laki-laki itu menjaga rahasia ini.
"Sama-sama, Dek. Ini ... hanya akan menjadi rahasia kita berdua saja. Okay?" ucap Ellios mulai mengulurkan jari kelingkingnya dan masih tersenyum lebar.
"Hhm. Ini hanya akan menjadi rahasia kita berdua saja, Kak. Hehe ..." ucap anak laki-laki itu membalas uluran jari kelingking Ellios dan tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi susunya yang masih putih dan utuh.
"Hhm. Baiklah. Kakak harus segera pergi! Sampai jumpa!" pamit Ellios lalu meninggalkan anak laki-laki itu begitu saja dan segera melanjutkan perjalanannya.
...⚜⚜⚜...
Dan hari ini mereka akan melakukan survey bersama. Bahkan kini Ellios, Oichi, Ken, maupun beberapa idol besar lainnya mulai menuju ke tempat itu. Sebuah tempat yang malah lebih mirip seperti sebuah tempat para berandalan dan sebuah penjara atau tempat penyekapan.
Dan kali ini CEO Raymond berhalangan hadir untuk membersamai mereka, karena saat ini dia sedang menyelesaikan beberapa pekerjaan di luar kota. Jadi asistennya yang akan menggantikannya saat ini.
Beberapa pria dewasa berperawakan tinggi besar serta mengenakan pakaian serba hitam terlihat memimpin mereka berjalan di depan di lokasi yang akan dijadikan untuk tempat syuting itu.
"Jadi, syuting acara spesial itu akan dilakukan di tempat ini. Kalian semua akan berpura-pura sedang menjalankan sebuah uji nyali dan dikurung di dalam kamar masing-masing. Sebisa mungkin tetaplah bertahan di kamar itu. Namun jika sudah tak sanggup, kalian bisa memberikan informasi kepada kami, yaitu dengan melambaikan tangan ke arah kamera." ucap salah satu pria itu menjelaskan.
Ellios dan para idol itu sebenarnya merasa cukup aneh dan masih mengawasi sekitar mereka sambil berjalan mengekori pria pria itu. Bahkan mereka semua diharuskan meninggalkan ponselnya sebelum memasuki tempat ini. Dan kali ini setiap idol mulai dikawal oleh seorang pria dan diantarkan lada sebuah ruangan kamar masing-masing.
Bahkan kini Ellios juga mulai diantarkan oleh salah satu dari pria yang mengenakan T-shirt hitam yang begitu press body itu. Bahkan sekatan-sekatan pada tubuhnya itu terlihat begitu nyata.
CEKLEKK ...
KLLANGG ...
Sebuah ruangan kecil dengan pintu berbahan baja mulai dibuka oleh pria yang sedang memandu Ellios. Lalu pria itu sedikit minggir dan memberikan jalan untuk Ellios.
"Silakan masuk, Tuan Ellios." ucap pria itu mengulurkan tangan kanannya ke arah ruangan pengap itu dengan telapak tangan yang terbuka.
"Tempat apa ini? Mengapa seperti ini?" gumam Ellios pelan sambil berjalan beberapa langkah memasuki ruangan kecil dan sangat pengap itu.
Ellios juga masih terlihat mengawasi sekelilingnya. Ruangan ini berukuran kira-kira 2 meter × 3 meter. Ada sebuah pembaringan kecil di dalamnya. Ada sebuah meja dan kursi, dilengkapi dengan jendela yang begitu kecil dam berjeruji besi.
Jika diperhatikan, tempat ini adalah lebih mirip jika dikatakan sebagai sebuah penjara. Karena begitu kotor, kecil, panas dan sangat pengap.
"Apa kamu yakin jika kita akan melakukan syuting di tempat semacam ini?" tanya Ellios masih merasa sangat curiga.
DUAKKK ...
BRRUUGGHH ...
Pria itu tak menjawab ucapan dari Ellios dan malah menendang punggung Ellios dengan cukup keras hingga Ellios mulai jatuh tersungkur ke depan.
BLAMM ...
Pintu kembali ditutup oleh pria itu dengan sangat kuat hingga suaranya begitu menggema. Setelah itu pria itu mulai meninggalkan Ellios di tempat itu sendirian dengan keadaan terkunci.
"Uughh sial! Sudah aku duga semua ini sangat mencurigakan sejak awal. Rupanua memang ada yang tidak beres." gumam Ellios berusaha untuk segera bangun kembali.
"Sebenarnya tempat apa ini? Dan sebenarnya siapa mereka sebenarnya? Mengapa mereka ingin mengurung para Idol dari Diamond Entertaiment? Apa tujuan utama mereka? Apakah mereka melakukan sabotase untuk Dream Group? Ataukah memang ada sesuatu dibalik semua kerjasama ini?" gumam Ellios pelan dan mencoba untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya itu.
Bersambung ...