To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Menyelamatkan Alisha



CKITT ...


Ellios yang baru saja menggungakan kecepatan supernya, kini mulai menghentikan kayuhannya dan berhenti tepat di dekat sebuah mini market Sakura, di dekat sebuah kafe kecil dan perpustakaan.


Ellios mulai mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Alisha, hingga akhirnya Ellios mulai melihat Alisha yang sedang duduk di sebuah bangku panjang dan sudah dikelilingi oleh 3 orang pemuda yang sepertinya sedang berusaha untuk menggoda Alisha saat ini.


Ellios mulai turun dari sepadanya dan memutuskan untuk segera menghampiri Alisha tanpa pikir panjang dan tanpa rasa khawatir. Karena saat ini Ellios sudah begitu mempercayai kekuatan sistem yang dia miliki.


Dan Ellios sangat yakin, dia pasti akan selalu bisa melewati apapun dan melawannya dengan kekuatan sistem yang sudah dia miliki saat ini. Beberapa kekuatan yang sungguh luar biasa, bahkan Ellios juga memiliki sebuah kekuatan untuk memulihkan tubuhnya yang sedang terluka.


"Gadis manis. Ikutlah bersama dengan kami dan mari kita bersenang-senang bersama. Gyahahah ..." salah satu pria hidung belang itu terlihat sedang berusaha untuk menggoda Alisha.


"Benar sekali! Daripada kamu sendian dan kedinginan saat ini, lebih baik kamu ikut bersama dengan kami, Gadis cantik. Kami akan menghangatkanmu dengan sukarela." imbuh salah satu pemuda berusaha untuk meraih dagu tirus Alisha.


"Jangan sembarangan menyentuhku! Atau aku akan berteriak!" ancam Alisha yang sebenarnya sudah sangat merasa ketakutan saat ini, hingga tubuhnya sedikit gemetaran dan sepasang matanya sudah sedikit berair.


"Teriak saja, Gadis manis! Tidak akan ada yang mendengar dan menolongmu. Keadaan saat ini sepertinya sedang berpihak pada kami, begitu sepi dan tak ada satupun orang yang lewat di sekitar sini. Hahaha ..." salah satu dari berandalan itu tertawa lepas melihat Alisha yang sudah semakin ketakutan.


Aku mohon seseorang, datang dan selamatkan aku. Kak Louise ... tolong aku ... aku takut sekali. Tempat ini sungguh sepi. Aku takut sekali ...


Batin Alisha masih menatap ketiga pemuda bertato itu ketakutan.


Sementara Ellios yang baru saja melenggang beberapa langkah, tiba-tiba saja menghentikan langkahnya kembali karena mendengarkan suara Lovely.


[ Misi akan segera dimulai, Tuan Ellios. Misi kali ini adalah untuk menyelamatkan Alisha. Misi kali ini akan dianggap berhasil jika Alisha bisa mengucapakan sebuah kalimat terima kasih dan memeluk tuan Ellios. Waktu pelaksanaan misi adalah 1 jam saja. Jika misi gagal, tuan akan menerima pinalty. ]


Suara Lovely kali ini membuat Ellios terpaku beberapa saat dan hanya bisa berdiam diri menatap Alisha dan ketiga berandalan itu dari kejauhan.


"Untuk menyelamatkan Alisha dan membuat Alisha berterima kasih padaku mungkin masih bisa. Namun untuk membuat Alisha memelukku, rasanya itu sungguh tidak mungkin. Apa kau sedang bercanda, Lovely? Bahkan selama kita pacaran saja, kita tak pernah berpelukan. Lalu bagaimana membuat Alisha memelukku kali ini? Ganti misinya, Lovely! Ini sangat tidak mungkin dilakukan oleh Alisha!" protes Ellios kebingungan.


[ Misi tidak bisa dirubah, Tuan. Tuan Ellios adalah seorang pemuda yang sangat jenius. Gunakan otak jenius tuan dong! Atau gunakan saja kemampuan memikat para gadis agar Alisha melakukan semua itu kepada tuan! Waktu pelaksanaan misi dimulai dari sekarang. ]


Jawab Lovely dengan mudahnya, sementara Ellios masih berusaha untuk memutar otaknya saat ini.


"Arghh ... sial!! Waktuku tidak banyak!! Baiklah!! Sebaiknya saat ini fokus dulu untuk menyelamatkan Alisha dari para hidung belang itu. Untuk yang lainnya pikirkan nanti saja deh." gumam Ellios mulai melenggang kembali semakin cepat.


Yeap, selain waktu untuk pelaksanaan misi kali ini yang begitu singkat, Ellios juga sudah tidak tahan lagi melihat tingkah laku dari ketiga pemuda hidung belang itu yang tak jera untuk selalu menggoda Alisha.


"Lovely, atifkan kembali kecepatan superku!" titah Ellios yang masih melenggang semakin mendekati mereka dan menatap tajam ketiga berandalan itu.


"Kalian berdua!! Lepaskan Alisha!!" tandas Ellios ketika Ellios sudah berada di dekat mereka.


Kedua berandalan itu mulai beralih menatap Ellios dengan kening berkerut dan terlihat begitu murka karena merasa aksinya diganggu oleh Ellios.


"Ellios ..." ucap Alisha begitu lirih.


Ada sedikit rasa lega karena melihat kehadiran Ellios, namun Alisha masih kurang tenang karena selama ini Ellios tidak menguasai bela diri. Lalu bagaimana Ellios bisa menyelamatkan Alisha saat ini? Itulah yang sedikit membuat Alisha kurang tenang dan malah mengkhawatirkan Ellios.


Ditambah lagi kondisi kesehatan Ellios yang menurut Alisha tidak sesehat orang pada umumnya. Karena Ellios sering sekali mengalami kelelahan, sering mengalami pusing, sering terlihat pucat, mudah terluka dan bedarah, bahkan pernah mimisan dan yang paling sering adalah dada Ellios sering terasa sesak dan nafasnya pendek.


Itu semua sangat diketahui oleh Alisha, meskipun Ellios sendiri tak pernah mengatakan kepada Alisha jika selama ini Ellios memiliki penyakit kanker darah, bahkan sudah mencapai stadium akhir.


"Siapa kamu?! Berani sekali mencampuri urusan kami! Hah!! Apa kamu tidak tau siapa kami?!" tandas salah satu dari mereka dengan gayanya yang begitu songong.


"Aku tidak tau siapa kalian! Tapi kalian sudah berani mengganggu Alisha. Dan itu membuatku tak bisa diam saja!" jawab Ellios dengan tajam menatap kedua berandalan itu secara bergantian.


"Cihh!! Jadi gadis ini adalah kekasihmu ya? Baiklah!! Berbagilah sedikit dengan kami, maka kami akan melepaskan kamu dan tidak akan menghajarmu. Bagaimana?" ucap salah satu dari berandalan itu tersenyum miring menatap Ellios dan terlihat begitu meremehkan Ellios.


"Berbagi kepalamu?! Kau pikir Alisha adalah makanan?! Dasar tak bisa menghargai wanita!" ucap Ellios sedikit kesal karena mendengar ucapan dari berandalan itu.


"Wah! Berani sekali kamu berbicara seperti itu. Rasakan kekuatan penghancurku ini, Bocah menyebalkan!! Hiathh ..." salah satu dari mereka mulai berlari ke arah Ellios dengan tendangan putarnya.


WUSHH ...


Namun Ellios segera bergerak dengan cepat dan kini sudah berada tepat di belakang preman lainnya lagi. Kedua preman itu kebingungan karena Ellios tiba-tiba sudah tak terlihat oleh mereka.


"Dimana bocah menyebalkan itu? Mengapa menghilang seperti hantu saja? Apa dia adalah seorang manusia?" gumam preman yang masih berdiri di depan Ellios.


Ellios yang mendengarnya hanya tersenyum miring dan dengan cepat Ellios segera menjejakkan kaki kanannya mengenai punggung berandalan itu hingga tubuhnya terhuyung ke depan dan kepalanya malah masuk ke kotak sampah.


"Argghh ... sialan!!" teriaknya berusaha untuk segera terbangun kembali.


Sementara preman yang tadi melakukan tendangan putar, kini mulai berlari kembali ke arah Ellios dengam membawa sebuah senjata taajam dan sudah mengayunkannya ke udara bersiap untuk menghunus tubuh Ellios.


Alisha yang melihat semua itu seketika menjadi begitu ketakutan dan sangat mengkhawatirkan Ellios.


"Ellios ..." teriak Alisha histeris.