To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Sebuah Pertunjukan Di Atas Panggung



Dari semua pakaian dan aksesoris sudah bisa dipakai sendiri oleh Ellios. Namun ada sebuah aksesoris yang tak diketahui oleh Ellios, bahkan Ellios juga tak mengerti cara memakainya. Hingga akhirnya Ellios mulai menanyakannya kepada Jay.


"Tapi, Jay ... ini apa ya? Mengapa cincin ini ukurannya sangat kecil? Bahkan cincin ini tak muat pada jari kelingkingku." ucap Ellios kebingungan dan mulai memperlihatkan sebuah aksesoris kecil berwarna hitam mengkilap yang bentuknya hampir menyerupai sebuah cincin nami sangat kecil.


Jay mulai meraih aksesoris kecil berwarna hitam mengkilap itu dan tersenyum lebar.


"Dihh, Ellios ..." ucap Jay dengan tawa gemas. "Ini adalah sebuah anting. Tentu saja pasti tidak akan muat jika kamu memakainya pada jari kelingkingmu. Sini aku pakaikan untukmu, Ellios tampan!" imbuh Jay lalu mulai memakaikannya pada telinga kiri Ellios.


Ellios hanya terdiam dan tidak berkata-kata lagi. Dia terdiam dan menunggu selama beberapa saat .


"Nah, sudah selesai! Ayo sekarang kembali bersama dengan mereka. Sudah saatnya kalian tampil bersama di atas panggung sekarang." ucap Jay sambil meraih lengan Ellios lalu menarik dan menggiringnya untuk menuju ke belakang panggung kembali.


"Hai semuanya. Lihatlah keajaiban ini!" ucap Jay begitu bersemangat memamerkan Ellios kepada anak-anak seni yang sedang berada di belakang panggung itu.


Mereka semua mulai beralih menatap Ellios dengan mata yang membulat dan mulut yang menganga cukup lebar. Mereka semua masih terlihat begitu tak percaya dengan yang sedang mereka lihat saat ini.


Ellios yang biasanya selalu berpenampilan sederhana, apa adanya dan tidak aneh-aneh. Kini terlihat begitu cool, keren, dan sangat stylish dan fashionable. Benar-benar bersinar dan sangat menawan.


Ditambah lagi tubuh Ellios yang sekarang sudah semakin besar dan berotot jika dibandingkan dengan Ellios yang dulu cukup kurus. Mungkin saja tubuhnya akan terbang dan melayang jika terkena terpaan angin yang kencang. Oopss ...


"Whoa!! Keren sekali!! Kamu benar-benar tidak seperti Ellios yang aku dengar selama ini." celutuk seorang gadis menatap Ellios dengan takjub.


"Benar sekali! Tidak aku sangka ternyata kamu lumayan juga jika sedikit dipoles." puji seorang gadis lainnya lagi. "Good job, Jay! " imbuhnya memuji Jay.


"Ya dong. Siapa dulu yang meriasnya. Jay gitu ..." sahut Jay masih saja berbicara dengan nada genit seperti gaya berbicara para gadis.


"Cihhh ... dasar kalian ini! Padahal jelas-jelas aku lebih tampan dan keren dari Ellios!" celutuk salah satu mahasiswa yang tak terima karena para gadis hanya memuji Ellios.


"Cck. Kamu memang tampan dan keren, Sakuraba! Namun kamu playboy tingkat dewa!" celutuk seorang gadis mendorong lengan pemuda bernama Sakuraba itu.


"Sudah jangan berisik lagi! Sekarang cepat kalian semua naik ke panggung dan berikan pertunjukan yang terbaik. Jangan mengecewakan para penonton." ucap sang ketua pelaksana acara sekaligus ketua perwakilan fakultas seni mulai menengahi dan pemuda itu lebih fokus menatap Ellios dengan serius.


"Baik, Senior!" ucap mereka serempak kecuali Ellios.


Karena Ellios masih saja kurang fokus dan merasa kurang nyaman dengan penampilannya saat ini yang menurutnya terlalu mencolok dan menarik perhatian.


Beberapa mahasiswa mulai menaiki panggung itu, namun Ellios masih saja berdiri mematung di hadapan mahasiswa itu seperti seseorang yang sedang ling lung.


"Ellios! Ikutkah bersama mereka naik ke panggung dan segera nyanyikan lagu pertama What's your name ! Apa kamu paham?" ucap sang ketua pelaksana acara itu kembali.


"Baik, Senior ..." ucap Ellios masih sedikit kaku.


Namun akhirnya Ellios mulai berbalik dan bersiap untuk menyusul yang lainnya lagi. Ellios terlihat mulai mengambil napas panjang dan mulai naik ke atas panggung dengan menapaki satu per satu tangga di sisi samping panggung itu.


Menonton konser saja tidak pernah dia lakukan sebelumnya, apalagi memberikan sebuah pertunjukan seperti saat ini. Tentu saja Ellios merasa gugup luar biasa!


Hanya saat melakukan sebuah presentasi saja Ellios merasa begitu percaya diri jika berhadapan dengan orang banyak. Namun selain itu adalah nol besar!


Kini Ellios sudah mulai melenggang dengan langkah lebarnya yang terlihat sedikit gugup dan penuh dengan keraguan untuk menuju ke tengah-tengan panggung.


Teriakan riuh dari para penonton terus saja terdengar seakan tak pernah merasa lelah sedikitpun untuk menantikan penampilan dari mereka, band yang cukup populer di kampus ini.


Namun ada beberapa dari para penonton yang saling berbisik dan penuh dengan tanda tanya karena melihat pergantian main vocal saat ini yang dilakukan tanpa konfirmasi terlebih dulu.


"Siapa pemuda itu? Dia bukan senior Ken deh!!" celutuk seorang gadis penonton yang berada pada barisan paling depan.


"Entahlah. Aku juga tidak tau siapa pemuda berwajah polos itu. Tapi sepertinya dia tidak terlalu buruk." sahut gadis lainnya lagi.


"Ya! Dia cukup manis dan mempesona. Tapi, sepertinya wajah itu sangat tidak asing. Dia mirip sekali dengan Ellios anak IT yang kuper itu." celutuk gadia lainnya lagi.


Alisha yang kebetulan sedang menemani temannya untuk menonton konser kali ini, yang sejak dari tadi malah asyik memainkan ponselnya, kini mulai mendongak karena mendengar nama Ellios mereka sebut.


"Ehh ... benar sekali! Bukankah dia adalah Ellios. Alisha, lihat pemuda di atas panggung itu!" Erika, teman Alisha kini mulai menarik lengan Alisha.


Dan rupanya Alisha memang sudah menatap ke arah panggung terlebih dulu sebelum Erika memberitahukannya kepada Alisha.


"Alisha, sejak kapan Ellios bisa bermain band?" tanya Erika lagi.


Alisha menggeleng pelan dan masih menatap Ellios dari kejauhan, "Aku bahkan tidak pernah tau jika Ellios bisa bermain alat musik atau menyanyi."


Ellios, kamu benar-benar sudah sangat berubah. Kamu bukan Ellios yang aku kenal selama ini. Sebenarnya siapa kamu?


Batin Alisha masih menatap tajam Ellios dari kejauhan.


Sementara itu ...


Ellios kembali mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan. Untuk menghadapi demam panggungnya saat ini, Ellios hanya nisa melakukan hal sederhana ini.


[ Tuan Ellios tenang saja. Semua akan baik-baik saja. Tersenyumlah dan pegang michrophone dengan baik dan benar. Aku akan segera mengaktifkan kemampuan bernyanyi tuan yang sangat luar biasa. Semua orang akan terkesima saat mendengar suara emas tuan Ellios. ].


Di tengah-tengah rasa gugup itu kini mulai terdengar kembali suara Lovely yang sukses membuat Ellios merasa sedikit tenang kembali.


Karena biasanya, Ellios hanya menuruti saja semua yang Lovely katakan, dan semua akan berjalan dengan baik.


"Huuft ... baiklah. Aktifkan kemampuan bernyanyiku sekarang, Lovely!" titah Ellios sangat pelan dan mulai tersenyum tipis.