
Huft ... baiklah!! Ayo semangat lakukan misi demi misi, Ellios!! Semoga misi kali ini juga bisa aku selesaikan dengan baik.
Batin Ellios menyemangati dirinya sendiri.
[ Misi kali ini adalah membuat nona Jiu menjadi nyaman dan merasa lebih baik. Belikan minuman hangat, pakaian hangat dan juga payung! ]
Ucap Lovely lagi menjelaskan tentang misi kali ini.
Baiklah. Itu berarti aku hanya harus pergi ke mini market terdekat melewati dan menerobos hujan yang sangat lebat ini. Lalu membeli pakaian hangat, minuman hangat serta payung untuk Jiu! Baiklah!
Batin Ellios mulai menatap Jiu yang sudah terlihat sedikit pucat karena kedinginan.
"Uhm ... Jiu. Aku akan pergi sebentar untuk membeli sesuatu. Kamu tetaplah disini dan jangan pergi kemana-mana." ucap Ellios menatap gadis itu yang masih menggigio karena kedinginan.
Jiu hanya mengangguk pelan. Dan kedua tangannya masih disilangkannya di bawah dadanya serta kedua bahunya sedikit diangkatnya. Rasa dingin itu benar-benar sangat menyiksa gadia cantik itu saat ini.
Kini Ellios mulai meninggalkan ruangan telpon umum yang berukuran cukup kecil dan sempit itu. Ellios mulai melihat sekelilingnya untuk mencari tau dan mengingat-ingat dimana letak mini market yang berada di sekitarnya.
Hingga akhirnya Ellios mulai mengingatnya bahwa tak jauh dari tempatnya saat ini ada sebuah mini market. Eliios mulai mengenakan kerudung dari hodie-hitamnya itu dan mulai berlari menerobos guyuran air hujan yang cukup deras itu.
Setelah beberapa saat, akhirnya Ellios benar-benar menemukan sebuah mini market yang berada tak jauh dari tempat Jiu yang sedang menunggunya.
Ellios mulai membeli sebuah pakaian hangat, teh hangat beserta termos berukuran kecil serta payung yang bermotif begitu lucu dan menggemaskan. Ditambah lagi warna payung itu adalah dusty pink. Begitu girly. Dan lagi, payung itu adalah payung terakhir yang dijual hari ini oleh mini market ini.
"Apakah tidak ada pilihan lainnya lagi untuk payung ini?" tanya Ellios ketika hanya melihat satu payung yang tersisa itu.
"Maaf, Kak. Payung yang tersisa hanya tinggal itu saja." ucap petugas mini market itu.
Meskipun begitu berat, akhirnya Ellios membeli payung lucu itu, karena memang tak ada pilihan lainnya lagi.
"Ya sudah aku akan membelinya." ucap Ellios mulai mengambil payung itu dan membawanya ke kasir. "Tolong buatkan juga teh ocha hangat dan sajikan di dalam termos saja!" imbuh Ellios.
"Baik, Kakak." petugas mini market itu menyauti dan segera membuatkan teh ocha hangat seperti yang sudah dipesan oleh Ellios.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya sebuah bingkisan mulai diberikan untuk Ellios. Setelah membayarnya, kini Ellios mulai meninggalkan mini market itu dan dengan terpaksa Ellios juga harus menggunakan payung yang lucu dan menggemaskan itu.
Tak ada pilihan lain lain selain menggunakan payung lucu yang bahkan memikiki 2 telinga yang menyembul di atasnya itu. Ellios harus menebalkan wajahnya saat ini, daripada semua barang yang dibelinya basah karena terkena air hujan? Bisa-bisa misi kali ini akan gagal begitu saja.
Beberapa orang yang berpapasan dengan Ellios menatap Ellios dengan tatapan aneh, lalu tertawa kecil dan saling berbisik satu sama lainnya. Namun Ellios tak menghiraukannya dan malah semakin mempercepat langkah kakinya dan berharap bisa segera menyusul Jiu di ruangan telpon umum itu.
"Mama, lihat kakak itu. Sudah dewasa namun masih memakai payung seperti anak-anak saja. Sungguh tidak keren sekali kakak itu! Culun dan tidak keren sama sekali." celutuk seoang anak laki-laki yang kebetulan sedang berjalan dengan ibunya.
"Okaa-san, lihat kakak itu. Payungnya lucu sekali. Aku juga mau sekali payung seperti itu." rengek seorang gadis kecil kepada ibunya.
"Ahhh ... iya. Besok akan ibu belikan ya." sang ibu menyauti dengan ramah.
"Cck ... pria aneh! Apakah tidak bisa memilih sesuatu dengan benar?" celutuk seorang pria lagi yang kebetulan berpapasan dengan Ellios
"Sudahlah, Sayang. Biarlan saja ..." sahut seorang perempuan yang berjalan di samping pria itu, mungkin adalah mereka berdua adalah pasangan kekasih .
Masih banyak cibiran-cibiran lainnya lagi dari orang-orang bermulut manis itu, namun Ellios memilih untuk tetap diam dan tidak menanggapinya sama sekali.
Ellios semakin mempercepat lamgkah kakinya, karrna saat ini Jiu sudah menunggunya dan sedang kedinginan. Hingga akhirnya kini Ellios sudah sampai kembali diruangan kecil itu.
CEKLEKK ...
Ellios mulai membuka pintu itu dan melihat Jiu yang sudah semakin pucat dan tubuhnya gemetaran. Dengan cepat Ellios segera masuk dan melekakkan beberapa bingkisan itu.
"Jiu lepaskan pakaian hangatmu yang basah itu, dan segera pakai ini." ucap Ellios sambil menyiapkan sebuah pakaian hangat berwarna hitam.
Jiu menurut dan segera melepas pakaian hangatnya lalu mulai mengenakan sebuah pakaian yang sudah disiapkan oleh Ellios. Ellios mulai membuka sebuah termos lalu menuangkan isi di dalamnya pada sebuah gelas.
"Sekarang minumlah teh ocha hangat ini. Agar sedikit menghangatkanmu." kali ini Ellios menyodorkan segelas teh ocha hangat itu untuk Jiu.
Jiu menerimanya dan jemari mereka berdua sempat saling bersentuhan .
"Ellios, tanganmu dingin sekali." ucap Jiu mengkhawatirkan Ellios.
"Hmm ... ya ... karena terkena hujan kok. Aku baik-baik saja." sahut Ellios mulai menatap hujan di luar melalui kaca-kaca bening itu. "Maaf ya jika pakaian hangat yang aku beli itu tidak ber-merk. Di mini market itu hanya menyediakan beberapa saja. Dan ... itupun yang paling standar. Maaf ya ... aku tidak punya banyak uang untuk membelikan yang lebih bagus." ucap Ellios dengan datar.
"Tidak masalah, Ellios. Terima kasih ya karena sudah membelinya untukku. Ini sudah membuatku merasa lebih baik kok." jawab Jiu yang memang terlihat sudah semakin lebih baik. "Kamu juga minumlah teh ini ..." kali ini Jiu yang menuangkan segelas teh ocha hangat itu dari dalam termos kecil itu lalu memberikannya untuk Ellios.
Tanpa banyak berkata-kata, Ellios mulai menerimanya dan segera meminumnya.
Cukup lama mereka berada di dalam ruangan itu, mungkin hampir 1 jam. Hingga akhirnya ada seorang wanita paruh baya yang mengetuk pintu dari arah luar, karena akan menggunakan telpon umum itu.
Dengan sangat terpaksa akhirnya Ellios dan Jiu mulau meninggalkan tempat yang berukuran kecil itu.
"Dasar anak jaman sekarang! Tempat telpon umum saja juga dijadikan untuk tempat pacaran dan berduaan. Ckk ..." gerutu wanita paruh baya itu saat berpapasan dengan Ellios dan Jiu yang sedang keluar dari tempat itu.
Ellios dan Jiu hanya memilik untuk diam dan tidak menjawab ucapan wanita paruh baya itu yang sepertinya adalah tipikal wanita yang super cerewet.