To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Louis Berubah ?



"Ellios cepat hentikan semua ini!! Baiklah!! Baiklah!! Aku mengaku kalah!!" ucap Louis dengan cepat karena benar-benar sudah merasa tak berdaya, karena kedua tangannya kini sudah patah dan terasa sakit. "Sekarang katakan padaku, apa keinginanmu!"


"Keinginanku adalah kakak berubah! Dan jangan pernah berbuat jahat dan menindas orang lain lagi!" ucap Ellios menandaskan dengan tegas.


"Baiklah!! Sekarang lepaskan aku! Aku harus segera pergi ke rumah sakit! Kedua tanganku sudah mengalami patah tulang." ucap Louis berharap Ellios akan segera melepaskannya.


"Apa kakak bisa memegang ucapan kakak?! Bagaimana jika kakak mengingkarinya lagi?" sahut Ellios mulai waspada kembali.


"Aku akan menepatinya. Jika aku aku berbohong, maka kamu bisa menghukumku kembali, Ellios ..." jawab Louis.


"Hhm. Baiklah! Jika sampai kakak masih melakukan hal buruk lagi, maka aku akan benar-benar membuat kakak menyesalinya!" ancam Ellios.


"Baiklah! Sekarang cepat lepaskan aku! Aku sudah merasa tak tahan lagi menahan rasa sakit diantara kedua tanganku yang patah ini. Argghh ..." pekik Louis kesakitan. "Aku harus segera pergi ke rumah sakit."


"Kakak tidak perlu pergi ke rumah sakit. Aku akan menyembuhkan dan memulihkan kakak kembali." ucap Ellios dengan santai dan segera melepaskan Louis kembali.


"Kamu bisa mengobati tulang tanganku yang patah?" tanya Louis seakan tak percaya setelah mendengarkan perkataan dari Ellios.


"Ya. Aku bisa memulihkan semua ini. Kakak duduklah ..." ucap Ellios mulai memberikan instruksi untuk Louis.


Tanpa banyak bertanya kembali, akhirnya Louis mulai duduk di sebuah bangku sesuai dengan instruksi dari Ellios.


Lovely, aktifkan kemampuan menyembuhkan luka pada orang lain! Aku harus segera menyembuhkan kak Louis lagi!


Batin Ellios memberikan titahnya untuk sang pemandu sistemnya, Lovely.


[ Baik, Tuan Ellios. Kemampuan menyembuhkan luka pada orang lain akan segera diaktifkan. Persiapkan tunuh tuan Ellios. ]


DING ...


[ Kemampuan menyembuhkan luka pada orang lain telah berhasil diaktifkan. ]


Ucap Lovely dengan patuh. Kini cahaya putih kebiruan itu mulai terpancar pada kedua telapak tangan Ellios, dan cahaya energi itu hanya bisa dilihat oleh Ellios saja.


Perlahan Ellios mulai meraih tangan kiri Louis, lalu mulai sedikit mengusap pada bagian yang sedang mengalami patah tulang.


"Tahan rasa sakitnya dan jangan berusaha untuk melawan!" ucap Ellios memperingatkan Louis.


Beberapa saat tak terjadi apapun, namun kemudian Louis mulai mengerang kesakitan.


"Argghhh ... apa yang sedang kamu lakukan padaku, Ellios?!" pekik Louis mengerang kesakitan.


Ellios tak menjawab Louis dan masih berkonsentrasi penuh terhadap penyembuhannya. Hingga akhirnya kini Ellios mulai beralih pada tangan kanan Louis. Dan lagi-lagi Louis juga mengerang kembali.


"Ellios!! Apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan?!"


Ellios masih saja tak menjawabnya dan hanya fokus untuk penyembuhan kedua tangan Louis yang sedang mengalami patah tulang. Hingga akhirnya setelah beberapa saat Ellios mulai melepaskan tangan Louis dan mulai mengatur nafasnya kembali.


"Huft ... syukurlah. Semua sudah selesai! Kedua tangan kakak sudah pulih kembali!" ucap Ellios merasa sedikit lega, karena pemulihan kali ini memakan cukup banyak energinya.


"Hah?? Apa?? Benarkah itu?? Apa kamu sedang bercanda padaku?!" kini Louis mengulurkan kedua tangannya ke depan dan membolak-balikkannya.


Namun karena hal ini, Louis tak akan memandang Ellios sebelah mata kembali. Bahkan kini Louis mulai mengakui jika Ellios memang tak selemah yang dia bayangkan selama ini.


"Kau ... bagaimana bisa melakukan semua ini?" tanya Louis kebingungan menatap Ellios.


Mendengarkan pertanyaan dari Louis membuat Ellios tersenyum tipis, "Aku bisa menghancurkan sesuatu, namun aku bisa memulihkannya kembali. Aku harap kakak bisa menepati semua ucapan dan janji kakak."


"Baiklah! Aku akan menepatinya. Namun ... Ellios, sebelumnya aku ingin bertanya sesuatu kepadamu. Apakah selama ini ... kamu tak pernah memiliki hubungan apapun dengan Jiu?" tanya Louis begitu ingin tau.


"Tidak, Kak. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Jiu. Selama ini kami hanya berteman." jawab Ellios dengan jujur.


"Begitu ya. Lalu ... bolehkah aku meminta tolong sesuatu kepadamu?"


"Minta tolong apa, Kak?"


"Selama ini kamu terlihat begitu dekat dan sangat akrab dengan Jiu. Aku ingin meminta tolong padamu ..."


"Katakan saja padaku, Kak. Jika aku bisa melakukannya, pasti aku akan melakukannya." jawab Ellios.


Louis tidak menjawab kembali ucapan dari Ellios, namun pemuda itu kini malah terdiam dan termenung. Seakan mulai terlihat begitu ragu untuk mengutarakan niatnya.


"Lupakan saja, Ellios! Ya sudah!! Aku akan segera pergi!! Kamu juga segera pulanglah!! Tapi ingat baik-baik ucapanku, Ellios! Jika kamu berani menyakiti Alisha, maka aku tak akan segan-segan untuk menghajarmu kembali. Camkan itu baik-baik!!" Louis berkata dengan tegas seperti biasanya, namun kali ini dia berkata sambil melemparkan senyuman tipis sebelum meninggalkan Ellios.


"Apa menurutmu kak Louis akan benar-benar berubah, Lovely?" gumam Ellios yang masih menatap kepergian Louis yang sudah semakin jauh.


"Ya!! Jika melihat dari sorot matanya, dia mengatakan semua itu dengan jujur." jawab Lovely yang kini sudah berada di samping Ellios dengan wujud seorang gadis cantik bak barbie.


"Kau!! Selalu saja mengejutkanku ... huft ..." Ellios mulai menggerutu karena kehadiran Lovely yang sedikit mengejutkannya.


"Ahaha ... aku sudah cukup lama tidak memakai tubuh ini. Dan aku sudah mulai merindukannya." jawab Lovely dengan entengnya. "Tuan! Ada sesuatu yang sedang ingin aku beli. Aku mohon belikan benda-benda itu!" pinta Lovely meraih tangan Ellios dengan ekspresi memohon.


"Apa itu?"


"Ayo kita ke mall!!" Lovely segera menarik tangan Ellios begitu saja dan segera meninggalkan tempat itu.


Mereka mulai menuju sebuah tempat perbelanjaan yang berada tak jauh dari lokasi mereka saat ini. Lantai demi lantai mereka lewati melalui sebuah eskalator hingga akhirnya kini mereka mulai memasuki sebuah butik pakaian wanita.


Ellios hanya menunggu di depan di dekat meja kasir saja, sementara Lovely berada di dalam dan mulai memilih beberapa barang yang akan dia beli.


"Cckk ... lama sekali boneka itu berbelanja!! Sebenarnya belanja apa dia?!" Ellios mulai menggerutu sambil sesekali melihat jam tangannya yang masih melingkar dengan manis pada tangan kirinya.


Dan betapa terkejutnya ketika Ellios mulai melihat beberapa belanjaan yang sudah dipilih oleh Lovely dan kini sudah dibawanya ke meja kasir. Dan barang-barang itu seketika membuat wajah Ellios mulai merona karena menahan malu.


Bahkan petugas kasir beberapa kali terlihat menahan senyum sambil sesekali melirik Ellios.


Boneka pemandu ini benar-benar sangat menyebalkan!! Mengapa dia sampai membeli pakaian dalam wanita segala?! Dan itu ... ****** ***** dengan motif kuda pony dan bra berpita pink lembut. Argghh benar-benar sungguh sangat keterlaluan Lovely!!


Batin Ellios mulai memalingkan pandangannya ke arah lain agar petugas kasir tak melihat wajah merahnya.


...⚜⚜⚜...