To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Kakei Cedera



WUSHH ...


SSTTT ...


Ellios mulai berhenti berlari tepat di depan lapangan basket. Rupanya di tempat ini sudah sangat ramai dan sudah dipenuhi oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang akan menyaksikan pertandingan final kali ini.


Ada juga dua tim cheerleadance yang sudah menari di sisi samping lapangan basket sambil bersorak memanggil nama tim basket yang sedang didukungnya.


Rupanya permainan sudah dimulai 5 menit yang lalu. Dan ini membuat Ellios merasa sangat kebingungan. Karena itu artinya Ellios sudah terlambat lebih dari 2 jam.


Dan Ellios juga tidak ikut berlatih bersama, tidak ikut melakukan pemanasan, serta Ellios juga tidak ikut dalam perundingan cara dan rencana Kakei untuk mengalahkan universitas Fuji kali ini.


Arghh ... sial!! Aku terlambat! Sekarang bagaimana aku bisa ikut bermain bersama dengan mereka di lapangan? Pasti Kakei akan sangat marah padaky karena aku terlambat! Dan bagaimana jika dia tak memberikan kesempatan untukku kali ini? Sial!! Misi kali ini apakah aku akan gagal begitu saja?


Batin Ellios terlihat begitu bingung dan sangat frustasi. Ellios mulai melenggang dan segera duduk bergabung bersama para pemain cadangan lainnya.


Beberapa dari pemain cadangan itu saling berbisik dan sesekali melirik Ellios dengan tatapan yang begitu meremehkan dan terlihat begitu puas karena Ellios tak bisa bermain saat pertandingan final ini seperti keinginannya sebelumnya.


"Ckk ... lihatlah dia!! Berlagak mau ikut bermain sebagai tim inti. Padahal datang saja terlambat. Mampus dia!! Siapa suruh merasa hebat dan paling keren!" gumam salah satu dari mereka.


"Kau benar sekali!! Kali ini pasti, Kakei tak akan membiarkan kutu buku itu masuk ke dalam tim basket kita. Setelah pertandingan kali ini pasti Kakei akan membuangnya. Gyahaha ..." sahut pemain cadangan lainnya tertawa terbahak-bahak karena membayangkan Ellios akan dikeluarkan kembali oleh Kakei dari tim basket.


"Gyahaha ... perutku sakit sekali membayangkan semua itu!! Aku tak sabar melihatnya!! Kakei pasti akan sangat marah dan kesal sekali. Gyahaha ..." imbuh yang lainnya lagi yang juga tertawa terbahak-bahak


Kakei dan teman-teman satu timnya melakukan penyerangan dengan sangat baik. Bahkan saat Kakei sedang dikepung oleh tim lawan, Kakei bisa mengatasinya dengan baik.


Kakei melakukan pivot, sebuah gerakan memutar badan dengan bertumpu pada satu kaki sebagai poros ketika bola masih dalam penguasaannya. Posisi kaki Kakei masih bertumpu sebagai poros dan tidak terlepas atau tergeser saat Kakei berputar karena akan berakibat terjadinya kesalahan (foul). Sangat sempurna!


Namun tiba-tiba saja saat Kakei berniat ingin menggiring bola basket itu, tak sengaja Kakei terjegal oleh kaki seorang pemain dari lawan. Dan sepertinya itu memang sangat disengaja untuk menjatuhkan salah satu otak dan kekuatan dari tim basket Universitas Todai.


Selama beberapa saat permainan dihentikan karena Kakei mengalami cedera sehingga mengakibatkan Kakei tak bisa berdiri dan berjalan.


"Sial!! Kep*rat sialan itu pasti sudah merencanakan hal ini dari awal!! Mereka sengaja menjatuhkan Kakei dan membuat Kakei cedera!!" geram Arata berkacak pinggang dan terlihat begitu murka.


"Benar sekali! Mereka sangat licik! Tidak bisa menandingi Kakei malah melakukan hal kotor seperti ini!! Rasanya ingin sekali aku mematahkan tulang-tulang mereka!!" timpal Haru tak kalah kesal.


"Sano masih cedera, bahkan kini Kakei juga mengalami cedera. Bagaimana ini, Pak pelatih?" ucap Fuma yang terlihat begitu kebingungan sambil menatap seorang pria dewasa bertopi putih.


"Tak ada pilihan lain selain menggantikan Kakei dengan pemain lainnya lagi." ucap pak pelatih itu terlihat begitu pasrah. "Hanya itu yang bisa kita lakukan saat ini."


"Pelatih! Aku akan tetap bermain. Aku masih bisa bermain!" ucap Kakei berusaha untuk berdiri kembali, namun Kakei tak bisa menopang tubuhnya dengan baik, hingga tubuhnya ambruk kembali.


Bocah kutu buku ini benar-benar seperti hantu saja. Datang dan pergi dengan sangat cepat!


Batin Haru masih dengan posisinya yang hampir setengah jongkok dengan kedua tangan menengadah ke atas bersiap untuk menangkap tubuh Kakei.


"Ellios?" gumam Kakei yang juga tak kalah bingung dan pandangan mereka berdua saling bertemu selama beberapa saat.


Dan posisi Ellios dan Kakei saat ini adalah seperti seorang putri yang sudah hampir terjatuh, namun tiba-tiba seorang pangeran datang dan telah menangkap tubuhnya.


"Kakei, hati-hati " ucap Ellios dengan ramah dan mulai memmbatu Kakei untuk duduk kembali di kursinya.


"Terima kasih, Ellios." sahut Kakei seadanya.


"Kakei, kamu tak boleh memaksakan diri untuk tetap bermain. Hal itu tetap saja tidak baik jika dipaksakan. Selain cedera kakimu akan semakin bertambah parah, hal ini juga tetap akan menguntungkan mereka. Kamu akan tetap digantikan." ucap pelatih itu menandaskan kembali dengan tegas.


Tak ada pilihan lain, Kakei tetap saja tidak diperbolehkan untuk bermain kembali.


"Baiklah, siapa pandanganmu yang paling pantas untuk menggatikan kamu saat ini, Kakei?" tanya pelatih itu menatap Kakei dengan sepasang matanya yang sedikit menyipit.


Beberapa pemain cadangan mulai berdehem dan berdiri dengan tegap dan membusungkan dadanya. Mereka sedang berlomba-lomba agar dipilih untuk menggantikan Kakei saat ini.


Namun rupanya yang terjadi adalah hal yang sangat tidak dibayangkan oleh mereka sebelumnya. Tiba-tiba saja Kakei memberikan jawaban yang sungguh membuat mereka semua tercengang dan mongo lebar.


"Ya, Pak pelatih. Aku memiliki satu pandangan orang yang sangat tepat dan bisa menggantikan aku saat ini. Dan dia adalah ... Ellios." jawab Kakei sambil beralih menatap Ellios yang saat ini berdiri tak jauh darinya.


Hampir semua orang yang mendengarkan ucapan dari Kakei merasa sangat terkejut bukan main. Bahkan pelatih mereka juga sangat terkejut ketika Kakei sang kapten lebih mempercayai anggota baru dibanding dengan anggota-anggota lamanya.


"Ellios?" ucap pelatih dari tim basket Universitas Todai dengan kening berkerut dan membuat kedua alis tegasnya berkerut saling berdekatan.


"Ya, Pak pelatih! Hanya Ellios yang bisa menggantikan aku saat ini." sahut Kakei kembali.


"Tapi aku belum pernah melihatnya bermain sebelumnya. Bagaimana aku bisa memutuskan jika dia akan layak dan tepat untuk menggantikanmu, Kakei?" tanya pelatih itu kembali.


"Aku akan menjaminnya, Pak pelatih. Jika Ellios memang sangat buruk bermain basket saat menggantikan aku, maka aku akan mengundurkan diri dari posisi kapten basket di universitas ini." jawab Kakei tanpa ada keraguan sedikitpun.


"Apa??!" celutuk mereka semua bersamaan dengan mata yang membulat menatap Kakei.


"Apa kamu gila, Kakei? Kamu berani mempertaruhkan posisi kapten basket hanya demi kutu buku ini??!" ucap Arata sangat tak percaya.