To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Ujian Dari Kakei



Ellios mulai memberikan titah untuk Lovely di dalam hatinya dan berharap Lovely akan mendengarkan dan memahaminya.


Lovely, aktifkan kemampuan bermain basketku dan aktifkan juga kecepatan superku sekarang juga!


Namun rupanya Lovely memang benar-benar memahami isi hati Ellios dan segera menjawab ucapan hatinya.


[ Baik, Tuan. Kemampuan bermain basket akan segera diaktifkan! ]


Jawab Lovely yang rupanya benar-benar memahami isi hati Ellios.


DING ...


[ Kemampuan bermain basket dan kecepatan super sudah diaktifkan, Tuan. ]


Sudut-sudut bibir Ellios mulai ditariknya dan menyembulkan sebuah senyuman manis dan menawan.


Kali ini ada sebuah rasa percaya diri yang tiba-tiba dirasakan oleh Ellios dan membuatnya begitu yakin, jika Ellios akan dengan mudahnya melewati Kakei dan memasukkan bukan hanya 1 kali bola ke dalam ring, namun beberapa kali!


Ellios mulai men-dribble bola jingga yang memiliki tekstur yang sedikit kasar itu. Badan Ellios sedikit menunduk, tangan kanannya melakukan dribble dengan sangat santai, sementara pandangannya masih menatap lurus Kakei.


Sementara Kakei masih menatap Ellios dengan sangat santai. Dan sebenarnya masih menganggap remeh kemampuan dari Ellios dalam bermain basket.


Ellios mulai sedikit bergerak ke sisi samping dan maju sambil melakukan dribble, dan Kakei mulai membuka kedua tangannya dengan siaga dan berusaha untuk merebut bola dari Ellios.


Namun rupanya Ellios segera bergerak dengan cepat dan gesit sebelum Kakei berhasil merebut bola itu dari Ellios. Salah satu kaki Ellips mulai ditanamkan di atas lantai untuk berputar dan sebagai poros.


Dengan cepat Ellios memutar badannya 180 derajat searah dengan jarum jam, lalu mulai menggiring bola berwarna jingga itu memantul ke atas dan ke bawah lantai.


Dengan kekuatan berlari cepat supernya, kini Ellios mulai menggiring bola basket itu dan hanya dalam beberapa detik saja Ellios sudah berada dalam area di dekat ring. Ellios mulai melompat tinggi ke udara dan memasukkan bola itu ke dalam ring.


Kakei yang menyaksikan semua itu dibuat melongo dan masih saja tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi saat ini. Baru saja Ellios berdiri di hadapannya.


Namun hanya dalam beberapa detik saja, Ellios sudah menghilang dari pelupuk matanya dan kini malah sudah berada di dekat ring hingga Ellios berhasil menembakkan sebuah bola ke dalam ring itu.


Bukan hanya Kakei, semua orang yang sedang berada di lapangan basket juga dibuat melongo setelah melihat semua ini.


"Tidak mungkin! Selama ini tak ada seorangpun yang bisa melewati Kakei dengan semudah itu! Mengapa Ellios bisa melakukannya?!" celutuk Arata keheranan menyaksikan hal yang baru saja terjadi di hadapannya itu.


"Bahkan pergerakan Ellios begitu cepat seperti kecepatan sebuah cahaya saja. Bagaimana dia bisa melakukan semua itu?" imbuh Fuma tak kalah heran.


"Aku tak pernah mendengar jika Ellios bisa berlari cepat. Bahkan aku tak pernah berpikir dia bisa melakukan dribble dengan baik dan berhasil mengecoh Kakei hingga akhirnya Ellios berhasil melalui Kakei dengan begitu mudah." imbuh Arata lagi yang masih mengamati Ellios dari kejauhan.


"Ellios pasti curang! Uji dia sekali lagi, Kakei! Aku tidak terima Ellios masuk ke dalam tim kita semudah itu, Kakei!" celutuk Haru tiba-tiba yang sudah datang dan membawakan beberapa kaleng minuman dingin di dalam sebuah kantong plastik.


"Tidak masalah jika kamu mau mengujiku kembali kok. Aku tidak keberatan." ucap Ellios tiba-tiba, seakan bisa membaca raut wajah Kakei yang terlihat sedikit kebingungan.


"Aku hanya perlu melaluimu dan memasukkan bola ini ke dalam ring bukan? Bagaimana jika seperti ini?" ucap Ellios mulai mengangkat tangannya yang masih memegang sebuah bola basket.


Lalu Ellios mulai menghempaskan bola basket itu dengan begitu santainya. Namun meskipun dengan sangat pelan Ellios melemparkannya, bahkan terlihat seperti tak mengeluarkan banyak tenaga, namun bola basket itu terhempas dengan cukup kuat dan cepat.


WUSHH ...


Bola basket melayang di udara dengam sangat cepat dan melewati di atas kepala Kakei begitu saja dan mengarah pada ring basket di seberang. Hingga akhirnya bola basket itu dengan sangat tepat dan sempurna masuk ke dalam ring basket di seberang.


PLUNGG ...


Semua orang yang berada di lapangan basket kali ini dibuat melongo dengan mata yang membelalak menatap bola basket yang sudah melewati ring itu.


Bagaimana Ellios bisa melakukan semua ini? Dia begitu sempurna melakukan semua ini. Pergerakannya cepat dan kuat. Bahkan perhitungannya juga sangat akurat dan tepat sekali. Sungguh sangat menakjubkan! Aku tidak boleh kehilangan Ellios! Dia harus masuk ke dalam tim basket dan dia juga akan bisa menggantikan posisi Sano!


Batin Kakei yang masih begitu takjub setelah melihat kemampuan dari Ellios yang sangat luar biasa.


"Baiklah! Ellios ... mulai sekarang kamu adalah anggota tim basket di kampus ini. Besok datanglah 2 jam sebelum pertandingan dimulai. Kita akan berlatih bersama-sama dan mengatur strategi." ucap Kakei memutuskan.


Ellios yang mendengarkan semua itu sebenarnya merasa cukup senang hingga wajahnya kini seketika dihiasi dengan senyuman tipis. Karena pada akhirnya Ellios bisa meyakinkan Kakei bahwa Ellios layak untuk diterima di dalam tim basket itu.


"Baiklah, Kakei. Besok aku akan datang tepat waktu." jawab Ellios tanpa pikir panjang lagi.


"Ya sudah. Aku pergi dulu! Jika kamu mau latihan bersama dengan yang lainnya juga tidak masalah kok." ucap Kakei menepuk bahu Ellios lalu mulai melenggang meninggalkan Ellios.


Kakei mulai meraih ranselnya dan menggendongnya dengan bahu kirinya saja. Lalu kapten basket itu mulai berpamitan dengan teman-temannya karena harus pergi untuk menyelesaikan sesuatu.


"Aku pergi dulu. Kalian semangatlah berlatih!" ucap Kakei sebelum meninggalkan lapangan basket ini.


Ellios juga mulai melenggang untuk meraih ranselnya dan juga berniat untuk meninggalkan tempat ini. Namun tiba-tiba saja Haru dan Arata menghadangnya untuk menghalangi jalan Ellios.


"El-li-os ..." Arata yang memiliki badan yang kekar dan sangat tinggi menyeringai menatap Ellios dan memanggil nama Ellios dengan mengejanya. "Mau kemana kamu? Kita masih harus berlatih!"


"Benar! Kamu tidak boleh pulang dulu! Kita harus berlatih bersama, karena pertandingannya adalah besok." timpal Haru.


"Jika kalian memforsir tubuh kalian mati-matian malam ini untuk terus berlatih dan berlatih, tubuh kalian bisa down. Kalian bisa sakit. Berlatihlah sewajarnya saja dan tetap jaga kesehatan dan stamina agar besok bisa berlatih dengan baik." ucap Ellios mengutarakan pendapatnya.


"Apa kau bilang? Berani kamu menggurui kami? Hah?" Arata yang memiliki temperamental tak baik kini langsung melayangkan tanganya begitu saja dan mengarah pada kepala Ellios.


PLAKK ...