To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Mencari Baking Soda Dan Whipe Cream



Setelah turun dari busway, Ellios dan Lovely mulai melenggang bersama untuk mulai memasuki sebuah supermarket yang cukup besar untuk membeli beberapa sayuran, daging, bahan kue dan juga buah-buahan segar.


Namun tepat saat dua langkah pertama Ellios memasuki supermarket itu, seperti biasa Lovely mulai memberikan sebuah instruksi untuk melakukan sebuah misi dadakan lagi.


"Tuan Ellios. Misi selanjutnya akan segera dibuka. Misi kali ini adalah, tuan harus bisa membeli semua yang berada di dalam daftar menu belanjaan itu tanpa ada satupun bahan yang terlewatkan. Waktu untuk pelaksanaan misi kali ini adalah 2 jam. Dan waktu 2 jam adalah sudah termasuk tuan Ellios harus segera sudah sampai di rumah kembali." ucap Lovely tiba-tiba memberikan instruksi untuk misi kali ini.


Ellios yang mendengarkan semua itu sebenarnya cukup bingung. Karena untuk mencari semua bahan-bahan itu saja pastinya memerlukan waktu yang cukup lama, terlebih Ellios sangat tidak memahami dimana bahan-bahan itu berada.


Supermarket adalah sangat luas. Dan tentu saja itu adalag salah satu kendala untuk Ellios saat ini. Sangat berbeda dengan ibu-ibu yang mungkin sudah hafal dimana bahan-bahan seperti sayuran, daging, buah, bumbu berada dan disusun.


Mungkin hanya dengan mata terpejam saja mereka akan menemukan semua bahan-bahan itu dengan sangat mudah.


Ellios mulai membaca kembali daftar belanjaannya itu dengan begitu teliti. Setelah itu Ellios mulai berlari begitu saja untuk menuju suatu tempat untuk memulai berbelanja.


Ellios berpindah tempat satu ke tempat lainnya dengan begitu cepat. Dan Ellios mulai memasukkan barang-barang belanjaannya ke dalam troli belanja.


"Kentang, bawang bombay, daging sapi, selada, wortel, shirataki, buncis, arak, ikan tuna, tobiko, nori, minyak goreng, telur, ayam, udang, gurita, tepung maizena, tepung terigu, kol, mayones paprika, jeruk, apel, dan tepung roti ... semua sudah lengkap. Hhm ..." gumam Ellios mulai memeriksa daftar belanjaannya lagi untuk memastikannya kembali jika ada yang masih terlewarkan.


"Nah ... baking soda dan whipe cream masih belum aku dapatkan. Dimana ya aku bisa mendapatkan bahan-bahan ini?" gumam Ellios sambil melihat sekelilingnya dan masih bingung dengan kedua bahan yang cukup jarang dilihat olehnya dan sangat tidak dikenali Ellios tentunya.


"Waktu yang tersisa hanyalah 50 menit 39 detik lagi, Tuan." ucap Lovely yang semakin membuat Ellios merasa sedikit panik dan segera berusaha untuk mendapatkan kedua bahan terakhir.


"Aduh ... dimana orang itu meletakkan baking soda dan whipe cream ya. Hhm ..." gumam Ellios sambil melihat-lihat kembali di sekitarnya, namun masih tak menemukan kedua bahan itu juga.


Hingga akhirnya Ellios memutuskan untuk mulai menghampiri seorang gadis petugas supermarket itu untuk menanyakan keberadaan kedua bahan yang masih belum dia dapatkan itu.


"Permisi, Kakak ..." ucap Ellios dengan ramah sambil mendorong troli belanjaannya.


"Ya? Ada yang bisa kubantu?" gadis petugas supermarket itu menyauti dengan ramah.


"Begini kak. Aku sedang mencari baking soda dan whipe cream. Kira-kira dimana kedua benda itu ada ya?" tanya Ellios lagi.


"Oh itu ditempat peralatan kue. Kakak bisa mendapatkannya di rak tengah paliny ujung belakang ya." sahut gadis petugas itu menjelaskan.


"Oh baiklah. Terima kasih, Kak." ujar Ellios dengan ramah, bahkan sedikit membungkukkan badannya lalu segera mendorong trolinya kembali bersama dengan Lovely.


Ellios mulai pergi mendatangi ke rak yang sudah dijelaskan oleh gadis petugas supermarket itu. Hingga akhirnya Ellios benar-benar menemukan kedua bahan itu.


Namun saa lt ini hanya tertinggal 1 botol kecil baking soda saja di atas rak itu. Dan kebetulan disaat Ellios mau mengambil sebotol baking soda itu, ada jemari lentik yang juga berniat untuk mengambil sebotol baking soda itu.


Hingga akhirnya mereka berdua malah bersama-sama menyentuh botol kecil itu. Sehingga reflek Ellios segera melepaskan kembali sebotol baking soda itu karena merasa segan dan tidak nyaman.


"Eh? Bukan aku ... tapi ibuku ..." jawab Ellios mengusap tengkuknya dan sedikit tersenyum tipis karena merasa canggung.


"Baiklah. Kamu boleh mengambilnya. Aku akan membeli di tempat lain saja." sahut gadis itu berbaik hati sambil mengulurkan sebotol baking soda itu untuk Ellios.


"Apa kamu serius? Baking soda ini untukmu saja. Aku akan segera pergi mencarinya ke tempat lain saja." ucap Ellios menolak niat baik gadis itu karena segan.


Namun tiba-tiba saja suara Lovely dalam bentuk suara robot wanita mulai terdengar kembali oleh Ellios.


[ Waktu yang tersisa adalah 35 menit 29 detik lagi, Tuan. Ingat, Tuan. Sebelum waktu berakhir, tuan Ellios harus segera sampai di rumah. ] ucap boneka pemandu Ellios memperingatkan kembali.


Mendengar suara peringatan dari Lovely membuat Ellios sedikit membulatkan matanya lalu segera mengambil kembali baking soda dari tangan gadis itu. Karena mau tak mau Ellios harus melakukannya, meskipun harus menahan rasa malu dan menebalkan wajahnya saat ini.


GREPP ...


"Terima kasih. Lain kali aku akan membalas kebaikanmu." ucap Ellios lalu segera pergi meninggalkan tempat itu dengan berlari dan mendorong troli belanjanya untuk segera menuju kasir.


Hingga akhirnya kini Ellios sudah sampai di kasir untuk membayar semua belanjaannya saat ini. Satu per satu barang-barang itu dipindai dengan menggunakan mesin bar code oleh sang petugas kasir.


Lovely masih mengamati dengan seksama dengan senyuman tipisnya, seolah tertarik dengan alat itu.


"Mesin yang cukup cerdas. Tapi pastinya akulah yang lebih cerdas darinya." gumam Lovely begitu pelan dan hanya didengar oleh Ellios saja.


Ellios hanya meringis dan sedikit melirik Lovely, berharap gadis jelmaan dari boneka pemandunya bisa diam agar tak membuat orang-orang curiga.


Setelah beberapa saat akhirnya Ellios sudah metenteng beberapa bingkisan plastik pada kedua tangannya. Sementara Lovely dengan santainya berjalan dengan langkah yang menari-nari seperti biasanya.


"Berapa waktu yang tersisa, Lovely?" tanya Ellios saat mereka sudah menaiki busway.


"Waktu yang tersisa adalah 20 menit 19 detik lagi, Tuan." jawab Lovely sambil menikmati sebuah permen lolipop besar yang baru saja dibelinya di supermarket.


"Huft ... Seharusnya masih cukup waktunya. Biasanya dari suoermarket hingga halte di dekat rumah hanya memerlukan waktu 10 hingga 15 menit saja. Baiklah semoga perjalanan lancar dan tak terjadi sebuaj masalah." guma Ellios sedikit menghembuskan nafas lega ke udara.


Namun baru beberapa detik saja berlalu, tiba-tiba terdengar suara hantaman yang cukup keras hingga membuat tubuh Ellios sedikit terhentak ke depan dan keningnya menabrak sandaran kursi di hadapannya.


BRAKK ...


"Argh ... apa yang sudah terjadi?" gerutu Ellios sambil mengusap keningnya pelan.