
"Ellios Yozhikawa! Dia sudah menghalangi rencanaku saat itu dan dia malah menyelamatkan Oichi begitu saja! Dan dia membuat beberapa anak buahku tertangkap oleh polisi!! Jika pemuda bernama Ellios tak ikut campur saat itu, maka aku akan lebih mudah untuk memberikan Oichi pelajaran karena sudah berani memikat dan membuat suami dari putriku yang tergila-gila padanya!! Cihh ..." geram pria paruh baya itu dengan raut wajahnya yang terlihat begitu dipenuhi dengan amarah.
CEKLEKK ...
Tiba-tiba saja pintu mulai terbuka begitu saja. Pria berpakaian rapi yang baru saja meninggalkan ruangan ini, kini sudah mulai masuk kembali di barisan terdepan. Lalu di belakangnya mulai terlihat dua orang pria sangar yang sedang mengawal Ellios pada masing-masing sisinya. Di belakangnya masih ada 3 orang pria sangar yang mengekori mereka.
Sang bos yang masih terduduk di kursi menatap tajam Ellios sambil menikmati kembali cerutunya yang baru saja di hidupkannya. Kepulan asap mulai dikeluarkannya kembali melalui lubang hidungnya.
"Jadi kamu bocah bernama Ellios Yozhikawa itu? Kamu terlihat baik-baik saja ya setelah terkena tikaman dari pisau kesayangan anak buahku? Padahal itu bukanlah sembarang pisau. Kau lumayan hebat ..." ucap sang bos tesenyum sinis menatap Ellios.
"Hanya sebuah serangan seperti itu saja tak akan bisa melumpuhkanku!" sela Ellios menandaskan. "Siapa kamu dan mengapa ingin bertemu denganku?"
"Pemuda yang cukup pemberani. Kau tidak tau siapa aku?" ucap sang bos mulai mengisap kembali cerutunya dan sedikit memicingkan sepasang matanya. "Aku adalah Bill Toyotomi!! Pemilik saham terbesar dari beberapa perusahaan bisnis di kota ini. Aku juga memiliki cukup banyak anak buah yang kuat dan terampil, karena aku memiliki perusahaan yang juga bergerak dibidang keamanan." imbuh pria paruh baya itu menyombongkan diri.
"Temanmu Oichi sudah berani membuat menantuku menjadi tergila-gila padanya dan malah sudah hampir meninggalkan putriku begitu saja!! Sekarang rasakan saja akibatnya karena kamu sudah berani ikut campur akan semua ini!!" geram pria paruh baya itu lagi.
"Namun apakah perbuatan dari tuan ini mencerminkan siapa diri tuan? Apakah perbuatan dari tuan malah tidak menyalahi aturan sebagai pemimpin dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keamanan? Dan lagi, sebelum tuan menyalahkan temanku Oichi, seharusnya tuan menanyakan semua hal itu kepada menantu tuan. Oichi adalah seorang idol besar, sudah sangat wajar jika dia begitu bersinar bukan?" beberapa kalimat tanya retoris itu mulai dilayangkan oleh Ellios dengan santainya.
Ucapan dari Ellios seakan menjadi sebuah tamparan keras untuk sang bos. Bos yang sangat bermartabat dan selalu dihormati serta ditakuti oleh semua orang, kini mendapatkan sebuah tamparan dari seorang mahasiswa seperti Ellios.
"Beraninya kau berkata seperti itu dan mengguruiku, Bocah sialan!! Berikan dia pelajaran karena sudah berani berkata kurang ajar padaku!!" titah sang bos sudah tersulut oleh amarahnya.
"Kalian lakukan saja bersamaan sekaligus. Aku sedang sibuk dan harus segera kembali ke kedai untuk mengurus semuanya." ucap Ellios dengan datar dan tak tergambar sedikitpun ketakutan pada wajahnya.
"Cihh ... sombong sekali!! Semuanya segera bereskan bocah tengik yang sangat sombong ini!!" perintah sang bos mulai memerintahkan anak buahnya kembali.
"Baik, Tuan Bill." sahut kelima pria sangat itu kompak.
Sementara sang asisten mulai sedikit minggir dan kini berdiri di sisi sang bos. Kelima pria berwajah sangar itu mulai mendekati Ellios dan mengepung mengelilingi Ellios. Sementara Ellios masih saja terlihat santai, namun sepasang mata jernihnya selalu mengekori setiap pergerakan mereka dengan tajam.
Lovely, segera aktifkan kecepatan superku! Aku harus segera membereskan mereka semua dengan cepat dan segera kembali ke kedai lagi.
Batin Ellios mulai memberikan perintahnya untuk Lovely sang pemandu sistemnya.
[ Baik, Tuan Ellios! Kecepatan super akan segera diaktifkan. ]
DING ...
[ Kekuatan super cepat telah berhasil diaktifkan. ]
Sahut Lovely diiringi dengan subuah notifikasi pengaktifan dari sistem seperti biasanya.
Ellios menunduk dengan sangat cepat sembari menghantamkan tinju kuatnya tepat mengenai pria itu. Pria itu terhempas cukup jauh dan menabrak sebuah rak mewah di belakangnya, hingga membuat beberapa isi dari rak itu terjatuh dan menimpanya.
BUAKK ...
BRAAKKK ...
BRUGHH ...
"Hiaathhh ..." seorang pria lainnya mulai melayangkan tinjunya dari arah belakang kiri Ellios.
Meskipun pergerakannya cukup cepat, namun dia tak akan bisa menandingi kecepatan dari Ellios yang sudah seperti kecepatan sebuah cahaya. Dengan sangat cepat Ellios menggunakan siku kanannya untuk menghantam wajah pria sangar itu.
BUAKKK ...
Karena dari arah depan sudah ada seorang pria lagi yang berari mendekati Ellios. Kini Ellios menggunakan pria yang baru saja dipukulnya itu dan pria yang sedang berdiri di sisi kirinya.
Dengan cepat Ellios mengalungkan tangan kedua tangannya pada kedua leher pria itu. Dengan begitu cepat dan lincah, Ellios menggunakan leher kedua pria itu untuk berpegangan, lalu mulai sedikit menghentakkan tubuhnya ke belakan atas hingga akhirnya menjejakkan kedua kakinya pada dada pria di hadapannya itu.
DUUAAKK ...
Lagi-lagi tubuh pria itu terhempas ke belakang dan menabrak dinding kaca ruangan ini. Sementara tubuh Ellios kini sengaja dia hantamkan ke belangang hingga terjatuh di lantai dengan kepala yang sedikit ditahan ke atas agar tidak menghantam lantai dan tidak membuatnya cedera.
Spontan pergerakan dari Ellios itu membuat kepala dari kedua pria yang sedang ditempelengnya menghantam dengan kuat di lantai.
BUAGGHH ...
Kini tersisa 1 lagi pria sangar itu. Kali ini pria itu sudah bersiap untuk memukul Ellios dengan sebuah tongkat besi. Namun dengan pergerakan Ellios yang super cepat, Ellios segera mendekati pria ity dan meraihkerah pakaian pria itu.
Kali ini Ellios segera menghempaskan tubuh pria sangar terakhir itu dengan sangat kuat dan cepat. Tubuh pria itu terjatuh dan mendarat tepat di depan sang bos dan menimpa sebuah meja kaca.
Meja kaca itu seketika pecah hingga menjadi beberapa serpihan kecil. Hanya dalam beberapa detik saja, kelima pria sangar dan kuat itu seketika sudah tergeletak di atas lantai bak sampah yang berserakan.
Sang boss tercengang melihat hal ini. Dengan begitu mudahnya Ellios bisa menghadapi dan mengalahkan anak buahnya yang sebenarnya cukup kuat dan terampil.
Sungguh kejadian yang sangat langka di dalam sepanjang hidup seorang Bill. Karena selama ini semua anak buahnya tak akan mudah untuk dikalahkan oleh siapapun.
Ellios mulai menatap Bill dengan sepasang mata yang memicing dan mulai melenggang beberapa langkah saja ke depan mendekati Bill. Sementara raut wajah Bill kini mulai terlihat sedikit berbeda, tidak se-percaya diri seperti beberapa saat yang lalu