
Tiba-tiba terdengar suara hantaman yang cukup keras hingga membuat tubuh Ellios sedikit terhentak ke depan dan keningnya menabrak sandaran kursi di hadapannya.
BRAKK ...
"Argh ... apa yang sudah terjadi?" gerutu Ellios sambil mengusap keningnya pelan.
Beberapa penumpang di dalam busway mulai ricuh dan segera berdiri untuk melihat apa yang sudah terjadi saat ini. Namun Ellios dan Lovely masih berada di tempat duduknya dan menunggu saja.
Namun rupanya sebuah kecelakaan telah terjadi. Busway yang dinaiki oleh Ellios telah menabrak sebuah mobil pribadi yang melaju tepat di hadapannya. Dan sang pengendara mobil rupanya tak terima dan memperpanjang masalah ini.
"Aduh!! Bagaimana ini?! Busway ini malah berhenti di tengah perjalanan. Misi kali ini akan gagal dan berantakan jika aku hanya bergantung pada busway ini. Aku harus melakukan sesuatu!! Iya!!" gumam Ellios terlihat begitu serius.
"Lovely, berapa lagi waktu yang tersisa saat ini?" tanya Ellios merasa sedikit khawatir.
"Waktu yang tersisa adalah 10 menit 28 detik lagi, Tuan Ellios." sahut Lovely dengan santai.
Tidak seperti Ellios yang sudah menjadi semakin panik karena waktu pelqksanaan misi semakin berkurang.
"Argh ... sial!! Ayo turun dari busway ini!!" ajak Ellios lalu segera turun dari busway dengan langkah yang sangat terburu.
Lovely juga segera mengikuti Ellios tanpa banyak protes dan memberikan banyak pertanyaan. Saat berjalan di pinggiran jalan raya, tak sengaja Elios melihat seorang anak laki-laki berusia 15 tahun yang merupakan tetangganya sedang bersepeda dengan santai.
Dan Ellios mulai memikirkan sebuah cara untuk segera mencapai rumahnya dengan sepeda itu. Dengan cepat Ellios segera mendatangi anak laki-laki itu.
"Kotaro!! Tunggu sebentar!!" teriak Ellios sambil menghadang anak itu dengan nafas yang sedikit tersenggal.
"Eh, ada kak Ellios. Ada apa, Kak?" tanya anak lai-laki itu kebingungan. "Kak Ellios habis belanja ya?"
Anak itu juga melihat Ellios dan barang-barang belanjaannya yang cukup banyak itu.
"Iya! Kotaro, boleh kakak minta tolong padamu? Kakak pinjam sepedanya sekarang dong! Yah ... please!! Kakak sedang sangat terburu-buru. Karena ibu harus segera memasak sesuatu dengan semua bahan ini." ucap Ellios penuh harap.
"Uhm ... baiklah. Tapi ada syaratnya, Kak." sahut anak laki-laki itu tersenyum lebar menatap Ellios.
[ Waktu yang tersisa adalah 7 menit 44 detik lagi, Tuan Ellios. ]
Tiba-tiba suara pemandu sistem Lovely dalam versi robot wanita mulai terdengar kembali oleh Ellios. Dan tentunya hanya bisa didengarkan oleh Ellios saja.
"Katakan, apa syaratnya! Kakak akan memenuhinya!" ucap Ellios semakin tak sabaran karena waktu yang hanya tersisa sedikit saja.
"Hhm ... syaratnya ... kakak juga harus mengundangku untuk makan besar ini! Dan kakak harus membantuku mengerjakan tugas kalkuluslku ya!" ucap anak laki-laki bernama Kotaro itu berusaha untuk mengajak Ellios bernegosisi.
"Baiklah!! Datanglah malam ini untuk makan malam di rumah kakak. Dan untuk tugas kalkulus kakak juga akan membantumu. Tapi besok ya ... sekarang kakak pinjam sepedamu dulu. Okay!!" ucap Ellios sambil memasukkan beberapa kantong plastik belanjaannya pada keranjang depan sepeda milik Kotaro.
"Baiklak, Kak. Nanti malam aku akan datang. Tapi siapa kakak cantik ini, Kak Ellios? Apa dia pacar baru kak Ellios?" ucap Kotaro sambil turun dari sepedanya dan mulai neralih menatap Lovely.
"Oh ... kakak cantik ini teman kakak kok." jawab Ellios mulai menaiki sepeda itu. "Lovely, ayo naik!!" imbuh Ellios memberikan titah kepada Lovely.
Lovely segera mendekat lalu sedikit memanjat pijakan pada sepeda itu dan mulai duduk pada kursi boncengan. Hanya saja Lovely duduk menghadap ke depan, padahal Lovely sedang mengenakan sebuah dress di atas lutut.
Dan tentu saja hal ini sedikit membuat Kotaro melongo, karena melihat tingkah lucu dari gadis cantik bak barbie itu.
"Lovely, duduklah menghadap ke sisi samping saja. Karena kamu sedang mengenakan dress pendek saat ini." bisik Ellios sedikit menoleh ke belakang menghadap Lovely.
"Oh, baiklah ..." sahut Lovely mulai memanjat sebuah pijakan pada sepeda itu kembali dan merubah posisi duduknya menghadap samping dengan santai.
"Baiklah. Kami pergi dulu ya, Kotaro. Jangan lupa untuk datang malam ini ke rumah kakak! Sampai jumpa!!" ucap Ellios mulai mengayuh sepeda itu dengan wajar dan normal.
Namun ketika sudah agak menjauh, Ellios mulai melancarkan rencananya untuk bisa sesegera mungkin mencapai rumahnya.
"Baik, Tuan. Kecepatan super segera diaktifkan." sahut Lovely diikuti suara yang sudah begitu dihafal olehnya.
DING ...
Kini Ellios mulai mengayuh sepeda itu dengan sangat cepat, seperti saat dia mengantarkan Jiu malam itu. Hanya terlihat seperti sekelebat angin yang berhembus dengan sangat cepat dan hanya menyisakan beberapa helai dedaunan yang beterbangan setelah Ellios melaluinya.
WUSHHH ...
SWOSHH ...
"Ahh ... apa yang barusan itu?" celutuk seorang gadis yang baru saja dilalui oleh Ellios dan Lovely sambil memegangi rok pendeknya yang sedikit terbang.
"Wow ... warnanya pink lembut dan bergambar kuda pony." celutuk salah satu pemuda yang kebetulan menyaksikan apa yang berada di balik rok seragam SMU itu.
"Hei, dasar mesum!!" ujar gadis itu tak terima dan mengejar pemuda itu dengan mengayunkan ransel putihnya.
Sementara pemuda itu malah tertawa renyah dan segera berlari untuk menghindari sang gadis yang saat ini sudah sangat kesal.
WUSH ...
SWOSH ...
"Argghh ... sialan!! Rambut palsuku terbang!" celutuk seorang pria dewasa sambil berlari mengejar rambut palsunya, yang kebetulan sedang dilalui oleh Ellios juga.
WUSHH ...
SWOSH ...
"Eh ... ada apa ini? Mengapa tiba-tiba gelap seperti mati lampu seperti ini?" ujar seorang kakek yang berjalan di pinggiran jalan dengan tongkatnya, namun wajahnya tiba-tiba saja tertutup dengan selembar kertas yang baru saja terbang dan melayang lalu menutupi wajah kakek itu.
WUSHH ...
SWOSH ...
PLUKK ...
Sebuah buku melayang dan mengenai ****** seorang gadis. Gadis itu segera berbalik dan melihat ada seorang pemuda yang sedang membaca buku di sebelahnya.
Karena merasa sangat kesal dan menganggap pemuda itu sudah melakukan sebuah pelecehan seksu*al terhadapnya, akhirnya sang gadis mulai melayangkan tangan kanannya dan mendarat dengan sempurna pada pipi pemuda itu.
PLAK ...
"Arghh ... apa yang sudah kamu lakukan padaku, Nona?" protes pemuda yang bahkan tidak tau apa-apa itu.
Karena semua itu terjadi begitu saja karena pergerakan dari Ellios yang begitu cepat saat melalui mereka.
CKIITT ...
Ellios mulai menghentikan laju sepeda kayuhnya dan mulai memasuki halaman rumahnya dengan cepat. Dengan cepat Ellios juga segera membawa semua bahan-bahan yang sudah dibelinya di supermarket itu.
Tepat saat Ellios melangkah memasuki rumahnya , sebuah notifikasi yang berasal dari boneka pemandu Lovely kini mulai terdengar lagi, karena kini tiba-tiba saja Lovely sudah merubah wujudnya kembali menjadi sebuah boneka.
[ Waktu yang tersisa adalah 1 menit 29 detik. Mission completed. Selamat, Tuan Ellios! ]
"Huft ... syukurlah ... aku terselamatkan oleh dua orang hari ini ..." ucap Ellios menghembuskan nafas penuh kelegaan dan segera pergi ke dapur dan mrntenteng semua barang belanjaan itu.
...⚜⚜⚜...