To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Berusaha Untuk Menyelamatkan Diri



Ellios tidak terlihat panik sama sekali. Bahkan kali ini pemuda yang memiliki hobi membaca buku ini mulai melenggang dan memeriksa ruangan kecil yang begitu gelap, panas dan pengap ini. Satu persatu mulai diamati dengan begitu detail oleh Ellios, berharap dia bisa menemukan sebuah petunjuk di tempat ini.


"Sebenarnya tempat macam apa ini? Dan sebenarnya siapa mereka? Mengapa mereka ingin mengurung para Idol dari Diamond Entertaiment di tempat ini dengan hal licik seperti ini? Dan apa tujuan utama mereka? Apakah mereka melakukan sabotase untuk Dream Group? Ataukah memang ada sesuatu dibalik semua kerjasama ini?" gumam Ellios begitu pelan dan mencoba untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya itu.


[ Benar sekali, Tuan Ellios. Dream Group memiliki sebuah rencana buruk dengan menangkap dan mengurung beberapa idol besar dari Diamond Entertaiment. Agar Diamond Entertaiment tidak bisa melakukan sebuah performance untuk acara besar nanti malam. Tuan Ellios harus segera melakukan sesuatu. Karena bukan hanya sebuah pertunjukan saja yang akan menjadi dampaknya akibat penyekapan ini, namun nyawa mereka saat ini juga sedang dalam bahaya. Karena sebenarnya, mereka juga sudah memasang sebuah alat peledak di tempat ini. ]


Jawab Lovely yang tentu saja sangat membuat Ellios terkejut bukan main.


"Apa? Alat peledak?" ucap Ellios begitu syok dan tak percaya.


Sepasang matanya membelalak lebar dan tentunya kini Ellios menjadi sedikit panik, karena alat peledak tentu saja akan bisa meledak sewaktu-waktu, terlebih jika menggunakan sebuah remot pengontrol untuk mengaturnya.


Tanpa banyak berkata-kata lagi, kini Ellios mulai mendekati jendela. Namun sangat tidak mengkin untuk melewatinya, karena ukuran jendela itu begitu kecil dan tubuh Ellios juga tidak akan muat untuk melewatinya. Ditambah lagi ada beberapa jeruji besi yang begitu kuat.


Ellios masih berusaha untuk mencari jalan keluar, namun sepertinya Ellios tak menemukan apapun. Hingga akhirnya Ellios berniat berusaha untuk mendobrak pintu itu. Karena hanya itu satu-satunya jalan keluar yang bisa dilewatinya.


"Lovely, apakah kekuatanku bisa untuk mendobrak pintu baja ini?" gumam Ellios bertanya sambil mendekati pintu itu.


[ Ya, Tuan. Tuan bisa menggunakan seluruh kekuatan tuan dan menfokuskan energi pada satu titik itu. ] ucap Lovey.


"Baiklah! Aku harus bergerak cepat!!" gumam Ellios lalu mulai memfokuskan energinya pada kaki kanannya, lalu menggunakan kaki kanannya untuk menendang pintu baja itu.


DUAKKK ...


BRRUGGHH ...


Tendangan dari Ellios sukses membuat pintu itu terbuka dan ambruk begitu saja


"Keren!! Tak aku sangka, rupanya sekuat ini!" gumam Ellios tersenyum tipis.


Kini Elios segera berusaha untuk mencari teman-temannya. Lorong gelap dan pengap itu mulai dilaluinya dengan cepat namun hati-hati. Di sisi-sisinya ada kamar-kamar kecil yang menyerupai tempat seperti saat Ellios dikurung.


Satu persatu kamar itu mulai Ellios periksa dengan memanggil mereka dengan sangat lirih, karena kamar itu sama sekali tidak memiliki ventilasi pada bagian depannya.


Sementara itu beberapa saat yang lalu ...


"Silakan masuk, Nona Oichi. Ini adalah ruangan nona. Jika sudah merasa tidak nyaman, maka nona bisa memberitahukan kepada kru dengan memberikan kode dan melambaikan tangan ke arah kamera." ucap pria pemandu Oichi mulai mempersilakan Oichi untuk memasuki ruangannya.


Namun karena Oichi yang merasa situasi yang terjadi saat ini adalah cukup aneh, ditambah lagi pria itu terkesan begitu tak sabaran untuk meminta Oichi segera memasuki ruangan itu.


Akhirnya Oichi mulai mengaktifkan salah satu kemampuan sistemnya untuk menguasai kendali dari pria pemandu yang ditugasnya untuk memandunya itu.


Cornor, aktifkan kemampuan memikat dan menakhlukkan semua orang!


[ Baik, Nona Oichi! Kemampuan memikat dam menakhlukkan akan segera diaktifkan! ]


DING ...


Sehut Cornor dengan begitu patuh.


Oichi yang pada awalnya berdiri membelakangi sang pria pengawal itu, kini mulai berbalik dan tersenyum miring menatap pria itu. Perlahan Oichi mulai melenggang dengan anggun melalui pria itu.


Kini ekspresi dan juga kendali tubuh dari pria pemandu itu akhirnya berubah seketika, tatapannya terlihat begitu kosong dan hanya patuh untuk mendengarkan perintah dari Oichi saja.


"Mengapa kalian melakukan semua ini? Siapa yang menyuruh kalian? Dan sebenarnya apa tujuan kalian?" tanya Oichi menatap tajam pria pemandu itu dan tak lupa Oichi juga mulai menghidupkan sebuah perekam yang dia selipkan pada jepit rambutnya.


"Presdir Maxime dari Dream Group yang memerintahkan kami. Agar semua idol dari Diamond Entertaiment tidak bisa melakukan performance malam ini. Dan secara otomatis idol dari Dream Group-lah yang akan menggantikan kalian semua. Karena talenta idol dari Dream Group tentu saja sudah tidak diragukan lagi." jawab pria pemandu yang sudah kehilangan kendali dan kesadarannya.


"Mereka juga sudah memasang sebuah alat peledak di tempat ini untuk antisipasi." imbuh pria itu lagi.


Oichi yang mendengarkan semua itu, sebenarnya merasa cukup terkejut. Namun Oichi memutuskan untuk segera meninggalkan temlat itu dan membantu teman-temannya.


Kini Oichi sudah berjalan melalui pria pemandu yang cukup menyeramkan itu dan Oichi mulai mengatakan sesuatu ketika berpapasan dengan pria pemandu itu.


"Aku memerintahkanmu!! Tetaplah berada disini dan jangan pergi kemana-mana!" titah Oichi lalu meninggalkan pria itu dan mulai mengunci ruangan itu dari luar.


"Semoga saja Ellios, Ken dan yang lainnya menyadari semua ini. Tapi ... dimana mereka semua ya?" gumam Oichi mulai melihat sekelilingnya yang begitu gelap.


Yeap, hanya ada lorong dengan beberapa gang yang begitu gelap dengan penerangan yang begitu minim.. Ada beberapa ruangan kecil di masing-masing sisi lorong itu.


Oichi mulai berjalan dengan mengendap-endap dan sangat berhati-hati agar musuh tidak mencurugainya. Hingga akhirnya kini Oichi mulai mendekatkan dirinya di depan sebuah ruangan dan berusaha untuk memanggil seseorang, karena Oichi juga mendengar seperti ada pergerakan di dalam ruangan itu.


"Hallo ... apa ada seseorang di dalam?" Oichi berusaha berkata dengan begitu lirih.


"Oichi!! Kaukah itu?" jawab seorang pemuda yang berasal dari dalam ruangan itu.


Suaranya begitu tak asing, dan tentu saja Oichi sangat mengenalinya dengan baik. Dan dia adalah Ken.


"Ken! Kaukah itu? Tidak bisakah kamu berusaha untuk melakukan sesuatu untuk membuka pintu ini?" jawab Oichi dengan begitu lirih.


"Tidak bisa. Mereka menguncinya dari luar. Dan pastinya ada sebuah gembok. Bisakah kamu mengeluarkanku dari sini, Oichi? Temukan kunci itu dan keluarkan aku dari sini! Bisakah kamu melakukannya, Oichi?" jawab Ken dari dalam ruangan kecil itu.


Namun belum sempat Oichi menjawab ucapan dari Ken, tiba-tiba saja ada seseorang yang menyekap mulutnya dari arah belakang dan mulai menariknya menuju ke sebuah tempat yang lebih gelap.