To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Kakei's Wedding Day



Ellios segera meninggalkan ruangan luas bernuansa putih perpaduan hitam yang dipenuhi dengan ratusan robot manusia yang super canggih itu.


Langkah lebar dan gagahnya mulai membawanya untuk menuruni lantai dasar gedung megah itu dengan menggunakan sebuah elevator yang berada tepat di ujung dinding sisi depan tengah.


TRING ...


Pintu elevator kini mulai terbuka dan Ellios mulai meninggalkan elevator dengan style futuristic itu. Langkah demi langkah kakinya kini mulai membawanya meninggalkan gedung utama E Robot Store miliknya.


Seorang wanita cantik dengan style nya yang begitu kalem dan dewasa terlihat sedang terduduk di sebuah bangku taman yang berada di halaman gedung itu. Perutnya terlihat sedikit buncit, menandakan wanita itu sedang hamil dengan usia kehamilan antara 12 minggu hingga 16 minggu.


Wajahnya terlihat begitu penuh binar ketika menyadari kehadiran Ellios. Wanita itu mulai berdiri untuk menyambut Ellios. Dengan senyum lebarnya, membuat sepasang lesung pipi yang dalam itu terukir kembali


"Sudah lama menunggu ya? Maaf ya ..." ucap Ellios terlihat menyesal.


"Tidak kok. Disaat menelponmu itu aku baru saja tiba kok." jawab wanita itu tersenyum hangat.


"Padahal kamu tidak perlu repot-repot datang ke tempat ini lo, Sayang. Seharusnya aku yang datang untuk menjemputmu." Ellios mengusap lembut perut wanita yang tak lain adalah istrinya itu, Alisha.


Pasangan ini baru saja menikah 6 bulan yang lalu dan masih terlihat hangat seperti saat mereka masih menjalin ikatan sebagai sepasang kekasih di masa lalu. Alisha juga sering membantu, menemani dam men-support penuh Ellios selama ini untuk mimpi-mimpi Ellios.


"Ya sudah ayo kita segera berangkat!" Ellios menggandeng tangan sang istri dan mulai menggiringnya untuk memasuki mobilnya.


...🍁🍁🍁...


Keesokan harinya Ellios yang sudah begitu rapi dan tampan dengan setelan jas hitamnya terlihat sedang menggandeng Alisha yang juga terlihat begitu manis dengan gaun panjang putihnya.


Mereka berdua terlihat mulai memasuki sebuah hotel berbintang 5 dan menuju ke ballroom utama yang sudah cukup ramai oleh tamu undangan.


Para tamu undangan itu tentunya bukanlah sembarang tamu, karena pesta pernikahan sang tuan muda Kakei tentunya akan dihadiri para tamu kelas menengah hingga kelas atas. Dan presentase tamu kelas kelas atas akan lebih tinggi.


"Megah dan mewah sekali pesta penikahan Kakei. Pasti dia akan sangat tampan dan gagah sekali." gumam Ellios membayangkan sosok sahabatnya yang selama ini selalu saja baik dan care kepadanya.


"Hm? Tapi bagiku kamu yang paling tampan, Suamiku. Hehe ..." celutuk Alisha dengan tawa kecil menggoda Ellios.


Ellios yang mendengarkan hal manis itu seketika tersenyum tipis, namun malah semakin mempererat menggenggam jemari Alisha.


"Hallo, Tuan Ellios ..." tiba-tiba saja ada seorang gadis cantik mulai menghampiri mereka, dan menyapa Ellios dengan nada manja.


Ellios dan Alisha mulai beralih menatap sang pemilik suara itu. Terlihat seorang gadis cantik dengan rambut di atas bahu. Wajahnya mungil dengan sepasang bola mata yang besar seperti boneka.


Setiap struktur pada setiap bagian wajahnya terlihat begitu sempurna. Tubuhnya juga begitu tinggi dan sangat ramping. Benar-benar seperti boneka barbie yang hidup dan bernyawa.


Dia mengenakan sebuah pakaian hitam tanpa lengan yang dia padankan dengan rok pendek berwarna gelap. Memberikan kesan gothic namun tetap cantik.


Dia adalah Lovely yang datang dengan menggunakan tubuh manusianya. Dan tentu saja kedatangan Lovely ini membuat Ellios sangat terkejut bukan main.


Untuk apa Lovely datang dengan menggunakan wujud sebagai manusianya? Tentu saja karena di pesta pernikahan yang sangat megah ini, pastinya akan banyak disajikan makanan enak dan lezat! Dan tentu saja Lovely yang memiliki hobi makan disaat menempati tubuh manusianya, tak akan melewatkan kesempatan ini.



"Lovely?" gumam Ellios masih terpaku menatap sosok gadia jadi-jadian yang sangat cantik dan sexy itu.


"Hehe ... hallo ..." Lovely tersenyum lebar dan sedikit memberikan salamnya dengan jemari kanannya sambil menatap Ellios dan Alisha secara bergantian.


"Hallo, Lovely! Kamu datang bersama dengan siapa?" tanya Alisha dengan ramah.


Karena semenjak pernikahan Alisha dan Ellios, Alisha menjadi lebih dekat dan lebih mengenal Lovely.


"Aku datang bersama Cornor. Hehe ... ini dia ..." sahut Lovely mulai menarik seorang pria berkacamata yang terlihat begitu pendiam dan penampilannya sangat rapi dan harum.


Hah? Cornor? Apakah itu artinya dia adalah pemandu sistem dari Oichi? Jadi Cornor juga memiliki tubuh manusia ya? Hhm ... aku baru tau.


Batin Ellios menatap lekat pria berwajah nerdy yang mengenakan pakaian formal, serta rompi abu-abu muda tanpa lengan itu.



Benar sekali, Tuan Ellios. Dia adalah pemandu sistem dari nona Oichi. Dan Cornor memiliki tubuh manusia adalah karena mendengar saran dariku. Hehe ...


Balas Lovely di dalan hati dan masih tersenyum lebar menatap Ellios dan Alisha. Sementara tangannya masih memeluk lengan Cornor.


"Hallo, semua! Salam kenal! Aku Cornor, sepupu jauh dari nona Oichi." Cornor berkata dengan ramah dan membungkukkan badannya.


Wah ... mengapa seakan aku melihat sosok Ellios ya di dalam diri Cornor ya. Entah mengapa aku merasa mereka berdua sedikit mirip. Hehe ... ramah dan selalu menghormati orang lain.


Batin Alisha yang masih menatap Cornor dengan senyum lebar.


"Lalu dimana Oichi? Aku tidak melihat dia." ucap Ellios mulai mengedarkan pandangannya untuk mencari sisok Oichi, namun Ellios belum juga menemukannya.


"Nona Oichi sedang mengambil sesuatu yang tertinggal di dalam mobilnya. Sebentar lagi pasti dia akan segera kembali." sahut Cornor dengan wajah datar tanpa ekspresi, tidak seperti Lovely yang sangat pandai memperlihatkan segala macam ekspresi.


Ellios mulai tertawa kecil setelah mengamati Lovely dan Cornor. Dia sedikit menutupinya dengan punggung telapak tangannya.


"Ada apa, Sayang?" tanya Alisha keheranan melihat Ellios tiba-tiba tertawa.


"Tidak, Sayang. Aku hanya merasa jika Lovely dan Cornor sangat serasi. Mereka berdua sangat serasi jika bersama-sama." ucap Ellios masih dengan tawa kecil.


"Haha ... benarkah itu?" sahut Lovely mulai beralih mendongak menatap Cornor. "Tidak masalah! Bukan begitu, Cornor?" Lovely mengangkat kedua alis indahnya beberapa kali menatap Cornor.


Sementara Cornor masih saja menatap Lovely dengan ekspresi datar saja, atau mungkin saja sebenarnya Cornor belum terbiasa dengan tubuh barunya. Ditambah lagi Corner memanglah tipikal pendiam dan hanya berbicara jika mendesak saja.


"Sebaiknya kita cari makanan dulu saja yuk! Aku sudah tak bisa lagi menahan diri untuk tak menyentuh semua makanan lezat itu! Ayo, Cornor!! Kamu pasti juga akan menyukainya!! Dah, Tuan Ellios ... dah, Nona Alisha ..." ucap Lovely segera menarik Cornor untuk menjauh dari Ellioa dan Alisha.