To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Salah Sangka 2



Tiba-tiba saja dari arah lain mulai terlihat beberapa orang berjalan dengan langkah cepat dan semakin mendekati Ellios.


"Itu dia pria itu, Pak!! Dia yang mengambil dompetku!! Tangkap dia, Pak!" pekik seorang gadis menuding ke arah Ellios, karena gadis itu melihat Ellios yang sedang menimang-nimang dompet miliknya itu.


Tanpa banyak berkata-kata lagi, akhirnya petugas keamanan itu segera mendekati Ellios dan memborgol Ellios begitu saja.


CEKREKKK ...


Ellios yang mendapatkan perlakuan seperti itu menjadi bingung seketika. Dan belum sempat Ellios menjelaskannya, mereka sedang menggiring Ellios menuju ke dalam sebuah mobil kepolisian untuk membawa Ellios ke kantor polisi terdekat.


"Nona, anda salah paham! Pak polisi ... aku tidak melakukan pencopetan itu ..." ucap Ellios membela diri saat mereka mulai mengintrogasi Ellios di kantor polisi yang berada tak jauh dari tempat itu.


"Sudah jelas-jelas dompetku ada padamu!! Tapi kamu mau menyangkal semua itu!! Pak polisi, berikan hukuman untuk pencopet tak tau diri ini!!" timpal sang gadis kekeh.


"Nona, aku hanya berniat untuk menolongmu saja! Aku sudah mencari pencopet itu dan berhasil mengambil kembali dompet nona. Justru aku ingin mengembalikan semua itu kepadamu, Nona." jelas Ellios lagi.


"Jangan membual!! Jelas-jelas kamu sudah mengambil semua uang cash di dalamnya!!" semprot gadis itu terlihat begitu kesal.


"Apa?!" ucap Ellios mengkerutkan kedua alisnya.


Sial!! Itu artinya pria itu sudah mengambil seluruh uang di dalam dompet itu. Mengapa aku tak memeriksanya terlebih dulu saat mengambilnya. Ughh ...


Batin Ellios merasa kesal dengan dirinya sendiri.


"Pak polisi! Hukum saja pencopet ini!! Jangan lepaskan dia begitu saja!! Atau dia pasti akan mengulangi kejahatan ini lagi suatu saat nanti!" tandas gadis itu yang sukses membuat Ellios kembali terkejut.


"Nona ... aku tidak berbohong! Aku akan membuktikan jika semua yang aku katakan adalah benar! Jika bukan aku pencopet itu!" ucap Ellios berusaha untuk membela diri lagi.


"Cihh!! Kalau begitu apa yang akan kamu lakukan sekarang!! Jangan membuang-buang waktu kami!!


"Nona ini benar, sebaiknya kamu menyerah saja. Karena semua bukti sudah mengarah padamu, Anak muda. Hukumanmu akan lebih ringan jika kamu mengakui semuanya." ucap pihak kepolisian itu.


"Pak polisi, aku tidak berbohong. Aku akan membuktikannya. Tolong berikan waktu 5 menit untukku, dan aku akan membuktikanna kepada kalian semua." ucap Ellios menatap petugas kepolisian dan gadis itu secara bergantian.


"Baiklah. Silakan ..." ucap petugas kepolisian itu dengan bijak.


Sementara sang gadis hanya menyilangkan ledua tangannya di bawah dadanya sambil menatap kesal Ellios.


Jemarinya menari dengan lincah di atas keyboard minimalis itu, beberapa coding juga mulai dimasukkan Ellios ke dalamnya untuk melakukan peretasan beberapa rekaman dari kamera CCTV di dalam warung internet yang beberapa saat yang lalu baru saja Ellios datangi.


Hingga akhirnya Ellios berhasil mendapatkan semua rekaman saat itu. Bahkan semua perbincangannya bersama sang pencopet itu juga terekam dengan begitu jelas.


"Rekaman CCTV ini akan menjawab semuanya, jika aku tidak bersalah!" kini Ellios mulai memperlihatkan sebuah rekaman CCTV kepada mereka berdua.


Selama beberapa saat sang gadis dan petugas polisi itu menyaksikan rekaman CCTV itu. Dan seketika raut wajah gadis itu mulai berubah, seakan merasa malu dan sangat bersalah kepada Ellios karena sudah menuduh Ellios yang sebagai seorang pencopet. Padahal Ellios malah ingin berbuat baik dengan mengambil dompet itu kembali.


Akhirnya gadis itu dan Ellios mulai meninggalkan kantor polisi itu bersama.


"Aku sungguh minta maaf kepadamu. Aku benar-benar tidak tau jika ternyata pencopetnya adalah bukan kamu. Soalnya aku hanya melihat sekelebat saja saat dia sudah berlari cukup jauh, dan dia mengenakan pakaian hitam sama seperti kamu. Sekali lagi aku sungguh minta maaf ..." ucap gadis itu sangat merasa bersalah kepada Ellios.


"Tidak masalah kok. Saat itu kamu pasti panik. Terlebih kamu melihat aku membawa dompetmu saat itu. Dan itu wajar jika kamu mencurigaiku." jaeab Ellios tanpa ada rasa kesal ataupun marah.


"Hhm. Terima kasih ..." ujar gadis itu mulai menghela nafas dan berjalan beriringan dengan Ellios.


Raut wajah gadis itu tiba-tiba terlihat sangat murung, seperti ada sesuatu yang sedang mengganggu dirinya saat ini.


"Apa uang yang dia ambil nominalnya cukup besar?" tanya Ellios ingin tau.


"Hmm ... lumayan banyak sih. Dan sebenarnya uang itu adalah uang yang baru saja aku dapatkan dari mengambil gajiku di awal bekerja. Dan uang itu seharusnya akan aku gunakan untuk membayar biaya sekolah adikku yang baru saja mau memasuki sebuah universitas. Huft ... tapi mau bagaimana lagi. Mungkin aku harus menunda adikku untuk memasuki sebuah universitas." ucap gadis itu berusaha untuk tersenyum kembali.


"Wah, sayang sekali jika harus menunda untuk memasuki sebuah universitas." ucap Ellios mulai mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang lalu memberikannya untuk gadis itu. "Begini saja, Nona. Pakai saja uang ini. Karena sebaiknya jangan menundanya untuk memasuki universitas. Atau adik nona akan kecewa."


"Apa ini? Tidak ... tidak ... aku tidak bisa menerimanya! Aku sudah sangat merepotkanmu dan malah menuduhmu yang bukan-bukan. Sebaiknya kamu menyimpan uangmu saja. Aku akan berusaha untuk mencari uang lagi." tolak gadis itu merasa segan.


"Nona saja baru saja kehilangan uang yang merupakan gaji di muka. Itu artinya nona masih harus bekerja dan membayar semua uang itu. Jika nona masih berusaha untuk mencari lebih untuk pembayaran kuliah, aku khawatir itu akan semakin berat untuk nona. Apalagi mencari uang itu sangatlah tidak mudah. Jadi lebih baik pakai uang ini saja. Kebetulan saat ini aku sedang tidak menggunakannya." ucap Ellios sambil menarik tangan kiri gadis itu dan memaksanya untuk menerima uang itu.


Belum sempat gadis itu menolaknya lagi, tiba-tiba saja ponsel Ellios mulai berdering. Ellios segera meraih benda pipih itu untuk melihat nama si pemanggil yang rupanya adalah Alisha.


Dan disaat itulah Ellios mulai teringat oleh sosok Alisha yang saat ini mungkin saja masih menunggunya di dekat panggung pertunjukan musik.


"Aku harus segera pergi. Sampai jumpa!!" Ellios mulai berlari meninggalkan gadis itu dan bergegas untuk segera menyusul Alisha kembali sambil mengangkat panggilan itu.


Namun tepat disaat Ellios mau mengangkat panggilan itu, panggilan itu malah berakhir begitu saja. Ellios kembali menyimpan ponselnya dan memutuskan untuk segera menghampiri Alisha lagi saja, dibanding jika harus menghubungi Alisha saat ini melalui ponsel.