
CEKLEKK ...
"Aku pulang ... " Ellios mulai memasuki rumahnya dan melepaskan sepatu sport-nya masih dengan sangat tak bersemangat.
"Ellios!! Mengapa baru saja pulang, Sayang? Ini sudah sangat larut." sahut Suzuna yang rupanya masih belum tidur dan sengaja menunggu putranya sambil menonton sebuah acara televisi.
"Iya, Ibu. Acaranya baru saja selesai. Dan aku tidak boleh pulang di awal." jawab Ellios asal agar Suzuna tak berpikir macam-macam.
"Wah, seperti itu ya? Penampilanmu sungguh sangat keren sekali, Sayang!! Ibu tidak menyangka jika kamu bisa menyanyi sebagus itu!! Apalagi kamu bernyanyi bersama dewi Oichi yang saat itu menyanyi ke kedai kita. Rupanya dia sangat terkenal saat ini ya ... ibu baru saja tau dari tetangga sebelah."
Ucap Suzuna mulai memantikan televisi karena memang acara drama maupun live conser putranya sudah berakhir sejak dari tadi. Dan kali ini Suzuna mulai beralih menatap Ellios.
Namun betapa terkejutnya Suzuna saat melihat beberapa luka memar pada wajah Ellios, seperti luka pada sudut bibir dan juga tulang pipinya. Padahal sebenarnya Ellios sudah memakai sebuah topi hitam untuk menyamarkannya. Namun rupanya Suzuna masih saja menyadari semua itu.
"Apa yang terjadi dengan wajahmu, Ellios?? Mengapa banyak luka memar pada wajahmu? Siapa yang melakukan semua ini? Katakan pada ibu!!" kali ini Suzuna sudah menghampiri Ellios lalu meraih dagu V-shape Ellios dan mendongakkannya.
Ah ... aku lupa untuk memeriksa wajahku sebelum pulang. Seharusnya aku memeriksanya terlebih dulu dan mengobatinya dulu sebelum pulang! Ugh ... sekarang apa yang harus aku katakan kepada ibu? Bagaimana ini?
Batin Ellios kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari Suzuna.
"Katakan pada ibu, Ellios! Apa yang terjadi? Mengapa mereka malah memukulimu?" ucap Suzuna terlihat begitu khawatir melihat beberapa luka memar pada wajah Ellios itu.
"Uhm, itu ... sebenarnya ... ini hanyalah sebuah make up saja, Ibu." jawab Ellios dengan asal.
"Make up?" gumam Suzuna dengan kening berkerut seolah masih begitu ragu dengan ucapan Ellios.
"Uhm. Iya, Ibu. Ini hanyalah make up saja kok. Setelah cuci muka, semua ini akan segera hilang kok. Besok pagi wajahku juga akan kembali bersih seperti biasanya. Ibu tenang saja." jawab Ellios tersenyum hangat menatap Suzuna.
"Wah. Make up artist ini rupanya begitu mirip dengan sungguhan ya, Ell ... ibu mengira jika kamu benar-benar sedang terluka dan dan dihajar oleh seseorang. Karena darah dan lebam itu sangat seperti sungguhan saja." ucap Suzuna masih menatap lekat wajah Ellios yang terluka.
"Ehm ... tentu saja, Ibu. Mereka adalah profesional make up artist. Jadi ... semua ini akan begitu terlihat seperti nyata." jawab Ellios sedikit meringis. "Baiklah. Kalau begitu aku akan segera mandi dan tidur, Ibu. Ibu juga segeralah tidur. Ini sudah sangat larut, Ibu."
"Hhm. Segera mandi dan beristirahatlah, Putraku. Kamu pasti sangat lelah!" sahut Suzuna menepul bahu lebar Ellios dan tersenyum lebar.
Ellios hanya mengangguk pelan dan segera meninggalkan Suzuna lalu menaiki tangga untuk segera pergi ke kamarnya. Ellios segera membersihkan dirinya dan kembali lagi ke kamarnya.
Kini dia melihat wajahnya melalui pantulan sebuah cermin untuk melihat beberapa luka lebam itu. Nafas kasar mulai dihembuskannya ke udara begitu saja.
"Huft ... untung saja ibu percaya begitu saja dan tidak curiga lagi padaku." gumamnya pelan. "Lovely. Tolong aktifkan kemampuan menyembuhkan lukaku!" imbuh Ellios memberikan titah untuk Lovely.
"Baik, Tuan Ellios." jawab Lovely yang rupanya sudah merubah wujudnya menjadi seorang gadis cantik.
Setelah beberapa saat akhirnya jemari Ellios mulai memancarkan sebuah cahaya menyilaukan berwarna putih kebiruan. Lalu Ellios mulai menyentuh beberapa bagian luka lebam pada wajahnya itu dengan jemarinya. Hingga akhirnya luka-luka itu mulai menghilang begitu saja tak meninggalkan bekas sama sekali.
"Ini sungguh keren sekali!" ucap Ellios melihat wajahnya yang kini benar-benar sudah bersih tanpa ada satu bekas lukapun yang tertinggal disana.
"Hhm. Bagus!!" gumam Ellios tersenyum lebar.
"Jangan lupa, Tuan! Saat ini tuan mendapatkan pinalti karena gagal dalam menjalankan sebuah misi. Sebaiknya tuan Ellios memeriksa status terbaru tuan saat ini." ucap Lovely yang kini sudah duduk bersilang di atas sofa sambil menikmati sebuah coklat.
"Hhm. Kalau begitu tampilkan status terbaruku saat ini, Lovely!" titah Ellios tanpa tergambarkan rasa cemas sedikitpun pada wajahnya.
"Baik, Tuan Ellios." jawab Lovely dengan mulut yang masih berisi penuh dengan coklat., sehingga suaranya sedikit kurang jelas.
Lovely segera memainkan jemarinya dan beberapa cahaya putih kebiruan itu kini mulai keluar dari jari jemarinya hingga membentuk sebuah layar hologram di hadapan Ellios.
____To Be An Immortal Human By System____
Nama : Ellios Yoshikawa
Usia : 20 Tahun
Sisa Umur : 6 tahun, 7 bulan, 3 hari, 14 jam, 10 menit, 21 detik
Ketampanan : 88
Kepintaran : 100
Kecepatan : 78
Kekuatan : 65
Ketahanan : 76
Kharisma : 89
Kemampuan Spesial: Otak yang jenius
Poin sistem : 45
Poin kemampuan : 39
Teknik dan kemampuan bela diri : Lv 9
Hadiah menyelesaikan misi 35 : 60 hari , 13 jam, 18 menit 12 detik perpanjangan usia
Pinalti : 2 bulan usia + pengurangan 10 poin/item
Hadiah misteri :
- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )
- kemampuan berlari super ( non aktif )
- kemampuan menyanyi ( non aktif )
- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )
- keahlian bermain basket ( non aktif )
- keahlian melompat tinggi dan jarak jauh ( non aktif )
-keahlian memulihkan tubuh yang terluka dalam waktu 1 menit hingga 5 menit ( luka apapun dan waktu penyembuhan tergantung luka yang sedang dialami )
- kemampuan super menyelam dan bertahan di dalam air tak terbatas / bernafas di dalam air ( non aktif )
- kemampuan memiliki mata tembus pandang ( non aktif )
- kemampuan memainkan segala alat musik ( non aktif )
- kemampuan menyembuhkan orang lain yang sedang sakit luar maupun dalam ( non aktif )
Dana : 5.400.000 yen ( kira-kira 600 juta rupiah )
Misi : 36 ( belum dibuka )
Sistem pemandu : Lovel ]
...___________________________________________...
"Aku mendapatkan pinalti berupa pemotongan poin 10 poin di masing-masing item? Dan hanya poin kepintaran saja yang tidak berkurang?" ucap Ellios menyimpulkan.
"Benar, Tuan. Karena kepintaran yang tuan Ellios miliki adalah begitu alamali dan sudah Ellios miliki sebelum bertemu dengam sistem. Maka sistem tak bisa mengurangi kejeniusan yang tuan Ellios miliki." jawab Lovely menjelaska.
"Aku juga mendapatkan pengurangan sisa usia sebanyak 2 bulan? Wah-wah!! Kau kejam sekali padaku, Lovely! Padahal dalam menjalankan misi aku belum tentu medapatkan hadia perpanjangam usia 2 bulan. Kamu curang!" protes Ellios tak terima.
Karena bagi Ellios waktu 30 menitpun untuk sisa usianya adalah sangat berharga. Namun kini Ellios harus kehilangan 2 bulan sisa usianya begitu saja karena gagal dalam menjalankan sebuah misi saja. Baginya ini sangatlah tidak adil.
"Maka dari itu untuk selanjutnya, tuan tidak boleh gagal dalam menjalankan misi apapun! Karena pinalti akan lebih besar dari reward yang akan tuan Ellios dapatkan." jawab Lovely dengan begitu santai.
Ucapan dari Lovely tentu saja tak membuat Ellios berkata-kata lagi. Karena ini adalah memang salah Ellios yang tidak bisa menyesaikan misinya dengam baik.
...⚜⚜⚜...