
Disaat Ellios melenggang dan membawakan sebuah nampan yang berisikan dengan pesanan tambahan dari Hyorin, tiba-tiba saja seseorang sengaja menjegal kaki Ellios dan membuat tubuh Ellios terhuyung karena kehilangan keseimbangannya.
Nampan berisi dengan soda dingin dan air mineral itu terlepas dan terhempas dari pegangannya hingga melayang di udara begitu saja. Ellios yang sudah terjatuh di atas lantai sempat membeku menatap beberapa minuman yang akan terjatuh mengguyur tubuhnya itu.
Namun dengan kecepatan yang dia miliki saat ini, kini Ellios bisa menangkap kembali nampan beserta segelas soda dingin dan air mineral itu dengan sangat baik dan sempurna! Bahkan segelas soda dingin itu sama sekali 1 mili-pun tak ada yang tumpah membasahi lantai maupun nampan itu.
GPEEPP ...
TAKKK ...
"Woa ... keren sekali!!" seru beberapa gadis pengunjung yang menyaksikan semua itu seperti menyaksikan pertunjukan dari sebuah akrobat.
Tiba-tiba saja sebuah tangan indah dan lentik kini sudah terulur di hadapan Ellios, membuat Ellios mendongak menatap sang pemilik jemari lentik itu.
"Kamu baik-baik saja, Ellios?" ucap gadis itu masih mengulurkan tangan kanannya untuk membantu Ellios berdiri.
"Hyorin ..." gumam Ellios lirih. "Uhm. Iya. Aku baik-baik saja. Terima kasih!" imbuhnya mulai menerima uluran tangan dari Hyorin dan segera berdiri kembali.
Terdengar tawa kecil dari beberapa pemuda yang berada di sebuah meja yang tak jauh dari mereka, membuat Ellios dan Hyorin beralih menatap rombongan pemuda itu. Dan salah satu dari mereka adalah seseorang yang menjegal Ellios beberapa saat yang lalu hingga membuat Ellios terjatuh.
Mereka adalah Nacht dan teman-teman satu servernya yang mungkin masih saja menyimpan rasa tak suka terhadap Ellios yang kini semakin populer di kampusnya. Bahkan kepopulerannya kini melebihi mereka semua!
Namun Ellios lebih memilih untuk tak menghiraukan mereka dan segera mengantarkan minuman itu ke meja Hyorin dan Yora. Bahkan Hyorin juga sudah mulai kembali ke mejanya lagi bersamaan dengan Ellios.
"Pelayan!!" tiba-tiba saja Nacht mulai memanggil Ellios dan melambaikan tangannya dengan memasang ekspresi sedikit menyebalkan.
Tanpa pikir panjang Ellios mulai melenggang untuk menghampiri mereka untuk melayani Nacht, Isao dan Senju. Namun rupanya seorang pelayan wanita lebih dulu menghampiri meja mereka, sehingga membuat Ellios menghentikan niatnya kembali.
Namun disaat Ellios ingin kembali ke dapur lagi, rupanya Nacht mulai berkicau lagi sambil menuding ke arah Ellios dengan tatapan songongnya.
"Aku maunya dia yang melayani kami! Panggil dia kemari!!" celutuk Nacht masih menuding Ellios dengan senyum licik.
Ellios yang mendengarkan semua itu, tanpa pikir panjang lagi kini mulai menghampiri meja mereka.
"Airi, kamu layani saja pelanggan lain. Biar aku yang melayani mereka." ucap Ellios memberikan perintah untuk Airi.
"Baik, Kak." sahut Airi mulai berlalu begitu saja.
"Hhm ... aku mau pesan sesuatu yang khusus dan spesial apakah bisa?" tanya Nacht seakan mulai merencanakan sesuatu untuk menjahili Ellios.
"Hhm. Tentu saja kamu bisa, Nacht. Kamu mau pesan apa?" jawab Ellios dengan santai dan ramah seperti biasanya.
"Hhm ... aku mau memesan ayam krispi tanpa tulang, yang digoreng dengan suhu tepat 185 derajat. Tidak boleh kurang dan tidak lebih! Aku juga mau sup asparagus tanpa tofu dan asparagusnya harus benar-benar matang, tapi jangan terlalu matang dan lembek! Telurnya jangan terlalu matang dan jagungnya biarkan setengah matang saja dan berikan sedikit saja! Dan tolong berikan semua makanan itu dalam.waktu 10 menit ini! Jangan sampai membuatku menunggu terlalu lama! Karena aku sudah lapar!! Jangan sampai menghancurkan mood makanku!"
Perintah Nacht yang sepertinya sengaja membuat pesanan yang sedikit aneh untuk Ellios.
"Baiklah! Silakan tunggu sebentar!" ucap Ellios dengan ramah dan segera bergegas ke dapur untuk membuatkan pesanan dari Nacht.
"Gyahaha ... dasar Nacht! masih saja kamu suka iseng kepada Ellios. Jika Chiesa melihat semua ini, pasti dia akan marah dan kesal padamu lo!" celutuk Senju sambil menikmati soda dinginnya.
"Hhm, Senju benar. Biar bagaimanapun saat itu Ellios sudah menyelamatkan Chiesa. Mungkin jika Ellios saat itu tidak menyelamatkan Chiesa, mungkin saja Chiesa benar-benar sudah tiada, Nacht." timpal Isao.
"Diam kalian!!" tandas Nackh malah merasa kesal karena tersinggung.
Karena Nacht masih saja merasa kalah saing dari Ellios. Disaat dirinya tak bisa menyelamatkan Chiesa saat itu, namun Ellios malah melakukan semua itu dengan sangat baik. Bukannya berterima kasih kepada Ellios, namun Nacht malah semakin membenci Ellios.
"Mampus kamu, Ellios! Sudah hampir 10 menit tapi kamu belum menyelesaikan pesananku. Ckk ..." gumam Nacht tersenyum miring sambil menatap jam tangan super mewahnya yang masih melingkar dengan manis pada tangan kirinya.
Disaat Nacht sudah merasa begitu percaya diri dan bahagia akan kemenangannya kali ini, tiba-tiba saja ada sebuah angin kuat yang berhembus hingga menerbangkan beberapa lembaran di atas meja Nacht.
WUSSHHH ...
Setelah angin itu berlalu, hanya dalam beberapa detik saja sosok Ellios sudah ada di hadapan Nacht sambil menyajikan semangkok sup asparagus dan juga sepiring ayam krispi. Dan semua makanan itu adalah sesuai dengan pesanan Nacht.
Nacht yang melihat kehadiran Ellios yang dianggapnya begitu tiba-tiba merasa begitu terkejut luar biasa, hingga membuat sepasang matanya membulat dengan mulut yang sudah sedikit terbuka lebar.
"Kamu ..." gumam Nacht masih sangat terkejut menatap Ellios
"Ini pesanan kamu, Nacht. Semua sudah seperti dengan permintaanmu. Selamat menikmati." ucao Ellios dengan ramah dan segera undur diri kembali.
BRAKK ...
Nacht menggebrak meja karena merasa sangat kesal. Niatnya yang ingin mencari-cari kesalahan Ellios rupanya tak berjalan dengan lancar. Padahal sebelumnya Nacht sudah merasa begitu yakin bisa menyelesaikan semua itu dan mempermalukan Ellios.
"Sialan!! Padahal aku sudah merasa senang dan yakin jika dia tak akan bisa menyelesaikan semua itu dengan baik!! Ughh!!" geram Nackh begitu kesal.
Sementara Senju dan Isao malah tertawa kecil melihat kekesalan Nacht.
"Sudahlah, Nacht! Itu artinya alam tak mengijinkanmu untuk melakukan kejahatan terhadap Ellios. Ahaha ..." celutuk Senju dengan tawa.
"Sebaiknya nikmati saja makananmu atau aku yang akan memakannya jika kamu tidak menginginkannya lagi, Nacht ..." timpal Senju menggoda Nacht.
Masih dengan kekesalan yang mencapai tahap atas, Nacht mendorong semua makanan itu untuk Senju dengan sangat kasar.
"Kamu makan saja, Senju!! Aku tidak berselera lagi!! Aku akan pergi saja dari tempat ini! Sungguh hari ini membuatku sangat kesal saja!!" sungut Nacht mulai bangkit dari duduknya dan segera meninggalkan kedai ayam krispi ini.
...⚜⚜⚜...