To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Misi Di Perpustakaan



Namun belum sempat Jiu menjawab ucapan dari Louis, kini Jiu tak sengaja mulai menangkap sosok Ellios yang masih duduk di sebuah bangku yang berada tak jauh dari dirinya dan sedang asyik membaca sebuah buku.


Louis mulai mengikuti arah pandangan Jiu dan kini juga menangkap sosok Ellios. Ada rasa tak suka yang menyelimuti hari Louis saat melihat Ellios.


Kebencian Louis semakin menggunung, karena selain Ellios yang sudah memutuskan Alisha secara satu pihak, Ellios juga sudah membuat Jiu meninggalkan Louis.


Ditambah lagi Ellios dan Jiu yang juga akhir-akhir ini mulai dekat dan sangat akrab. Bahkan berita tentang Jiu yang saat itu mengunjungi Ellios hingga ke kedai ayam krispi Suzuna juga terdengar sampai ke telinga Louis.


Louis mulai menatap Ellios dengan tatapan yang begitu meremehkan dan penuh dengan kebencian. Senyuman miring itu mulai menghiasi wajah Louis dan berniat untuk melakukan sesuatu yang buruk untuk memberikan pelajaran kepada Ellios yang selalu terlihat lemah itu.


Terlebih saat ini sedang ada Jiu. Hingga Louis menjadi semakin tertantang dan ingin menunjukkan kehebatannya di hadapan Jiu dengan mengalahkan Ellios di depan mata Jiu.


"Jadi kamu membuangku hanya karena si kutu buku itu, Jiu?! Bahkan dia tak memiliki ketrampilan maupun harta! Dia juga pemuda yang sangat miskin! Dia hanyalah anak dari seorang penjual ayam krispi saja! Dan dia juga sudah meninggalkan adikku begitu saja tanpa alasan yang jelas dan masuk akal!! Dia tak tau malu dan sangat busuk!! Dia tak pantas untukmu, Jiu!! Sadarlah, Jiu ..." ucap Louis panjang lebar.


Dan tentu saja ucapan itu sangat tidak disukai oleh Jiu dan malah membuatnya begitu muak terhadap Louis.


"Ellios tak ada hubungannya dengan berakhirnya hubungan kita! Jadi tolong jangan sangkut pautkan dia dan jangan ganggu Ellios." ucap Jiu menandaskan dengan tegas.


Mendengar ucapan dari Jiu, tentu saja malah membuat Louis semakin kesal bukan main dan malah mulai melenggang untuk mendekati Ellios yang masih menyibukkan dirinya dengan buku bacaannya itu.


Pertengkaran Jiu dan Louis sebenarnya cukup keras dan di dengar oleh Ellios yang hanya duduk berjarak kira-kira 5 meter saja dari dirinya. Namun Ellios lebih memilih untuk pura-pura tidak mendengarnya dan tidak mepedulikannya.


Ellios hanya memfokuskan dirinya untuk membaca buku-buku itu saja tanpa sedikitpun menatap atau melirik mereka berdua yang sedang bertengkar.


Kini Louise mulai melenggang semakin mendekati bangku Ellios dengan lagkah lebarnya. Raut wajahnya masih memperlihatkan ekspresi songong yang super menyebalkan itu.


"Hei, Kutu buku sialan!!" Louis berkata dengan lantang dan menatap Ellios remeh. "Masih punya nyali dan wajah yang tebal ya untuk terlihat di hadapanku?!"


Namun Ellios masih saja berpura-pura tidak mendengarnya, atau pura-pura tidak menganggap kehadiran Louis yang saat ini sudah berada tepat di hadapannya yang hanya bersekat dengan sebuah meja baca saja.


"Hei! Aku berbicara kepadamu, Kutu buku sialan!! Kamu tuli ya?!" ucap Louis semakin kesal kepada Ellios karena merasa tak dihiraukan oleh Ellios.


BRAKKK ...


Louis menggebrak meja Ellios dan kali ini membuat Ellios mulai mendongak menatap pemuda menyebalkan itu.


"Oh. Maaf ... aku terlalu asyik membaca. Jadi aku tidak melihat senior." jawab Ellios masih dengan sabar menghadapi Louis dan malah mulai membaca kembali.


BRUKK ...


Pandangan Ellios masih terpaku menatap meja di hadapannya selama beberapa saat, lalu mulai mendongak kembali menatap Louise.


"Dimana etikamu?! Aku sedang berbicara kepadamu, tapi kamu malah seperti ini! Sungguh tidak mencerminkan orang yang beradab, tidak memiliki etika dan tidak memiliki sopan santun!!" cerca Louis menatap Ellios sangat tajam dan penuh dengan kebencian.


"Jika senior ingin selalu dihormati dan dihargai, maka senior juga harus bisa menghargai orang lain. Coba ingat-ingat kembali, siapa yang selama ini selalu tidak bisa menghargai orang lain?" ucap Ellios kembali masih dengan sabar. "Sebaiknya senior tidak mencari keributan disini atau pengunjung lain akan merasa terganggu." imbuh Ellios berniat untuk kembali meraih lembali bukunya yang terjatuh di atas lantai itu.


Louis semakin memanas dan tak terima oleh ucapan dari Ellios, kali ini Louis lebih dulu menendang buku itu dan mengakibatkan buku itu terhempas semakin jauh sebelum Ellios mengambilnya.


"Jauhi Jiu!! Dengan begitu aku akan melepaskanmu!!" ucap Louis mulai memberikan penekanan yang kuat untuk kalimat perungatan itu.


"Senior Louis. Aku tak pernah berniat untuk mendekati gadis manapun. Aku hanya datang untuk menolongnya saat itu dan menawarkan diri untuk menjadi temannya. Jadi senior Louis tenang saja. Maaf aku harus segera pergi ..." ucap Ellios masih dengan sangat sabar dan berniat untuk bangkit dari tempat duduknya.


Namun dengan cepat Louis segera menahan bahu Ellios dan membuatnya terduduk kembali. Tatapan mereka kini saling bertemu kembali.


"Kau ini genius apa bodoh?! Kamu datang pada Jiu dan menawarkan diri untuk menjadi temannya kamu bilang? Itu sama saja kamu mendekatinya, Bodoh!!" tandas Louis semakin tak bisa mengontrol emosinya lagi.


"Senior Louis, hentikan semua ini!" kini Jiu sudah menyusul mereka berdua dan berniat untuk melerai Ellios dan Louis, karena saat ini mereka berdua sudah menjadi pusat perhatian para pengunjung.


Hanya saja penjaga perpustakaan itu sedang pergi ke luar sebentar, jadi tak ada yang berusaha untuk menghentikan semua itu.


"Kamu diam saja, Jiu! Ini adalah urusan pria!!" ucap Louis menandaskan.


Di tengah-tengah yang terjadi saat ini, tiba-tiba saja suara Lovely kembali terdengar begitu saja oleh Ellios.


[ Misi selanjutnya akan segera dimulai. Misi kali ini tak memiliki batas waktu. Misi kali ini adalah tuan Ellios harus memberikan pelajaran untuk senior Louis. Tuan Ellios tidak boleh menghindari serangan dari senior Louis! Tuan hanya diperbolehkan menahan dan menangkis serangannya saja. Dan tuan juga harus menyerangnya! Misi akan dianggap berhasil jika tuan bisa membuat senior Louis meninggalkan perpustakaan kota ini. Misi dimulai dari sekarang. ]


Apa? Memberikan pelajaran dan menyerang senior Louis hingga membuatnya meninggalkan perpustakaan ini? Bagaimana jika penjaga perpustakaan tiba-tiba saja datang?


Batin Ellios mulai kebingungan karena jujur saja Ellios masih saja merasa sangat sungkan untuk menyerang pemuda yang merupakan kakak dari Alisha, gadis yang sampai saat ini masih saja mengisi hatinya.


Sebrengsek apapun Louis selama ini, Ellios masih saja selalu menghargainya. Bahkan Ellios tak mengungkapkannya kepada Alisha. Ellios berharap suatu saat Louis bisa berubah menjadi lebih baik lagi dan belajar dari kejadian-kejadian itu. Namun rupanya itu semua tak sesimple membuat mi instan, tak seperti yang Ellios harapkan. Louis masih saja sangat menyebalkan dan semakin menyimpan dendam.