To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Kericuhan Di Perpustakaan



Kini Louis mulai meraih kerah baju Ellios dan sedikit menariknya dengan tangan kirinya. Sementara tangan kanannya sudah bersiap untuk melayangkan tinjunya untuk Ellios.


"Kali ini aku akan benar-benar memberikan pelajaran untukmu, Kutu buku sialan!! Hiathh ..." Louis mulai melayangkan tangan kanannya ke udara dan mentargetkan wajah Ellios sebagai sasarannya.


Tidak boleh menghindarinya! Tidak boleh menghindarinya! Hanya boleh menahan, menangkis dan menyerangnya saja! Dan secepat mungkin buat senior Louis meninggalkan perpustakaan ini!


Batin Ellios fokus dengan serangan dari Louis yang sedang mengarah pada wajahnya. Kini Ellios mulai bersiap untuk mengangkap serangan itu.


GREPP ...


Dengan baik dan cukup sempurna Ellios mulai menangkap serangan itu dengan tangan kirinya. Dengan cepat Ellios mulai beraih kerah kemeja Louis dengan tangan kanannya dan memberanikan dirinya untuk menghempaskan tubuh Louis begitu saja hingga menabrak beberapa meja dan kursi.


GUBRAK ...


Semua orang yang sedang menyaksikan semua itu hanya terdiam namun saling berbisik satu sama lain. Bahkan sebagian yang sudah sangat mengenal Ellios, merasa cukup aneh. Karena ini adalah pertama kalinya mereka melihat Ellios berani menyerang seseorang dan memberi pelajaran untuknya.


"Rupanya Ellios cukup kuat ya ..." bisik salah satu dari mereka.


"Wow!! Tidak aku sangka Eliios yang kita kenal rupanya sekeren ini!" bisik yang lainnya lagi.


Hampir dari mereka yang sering datang dan menghabiskan wantu di perpustakaan pasti mengetahui Ellios, meskipun mereka semua tak pernah saling bertegur sapa sebelumnya.


Sebenarnya bukan hanya mereka saja yang terkejut dan kebingungan bukan main!! Ellios sendiri juga merasa sangat kebingungan tentu saja. Karena ini adalah pertama kalinya dirinya berusaha untuk menyerang orang lain.


Ellios mulai menatap kedua tangannya dan membolak-balikkannya karena masih saja keheranan dan merasa seakan itu semua hanyalah mimpi saja untuknya.


Whoa ... aku sungguh sangat tidak menyangka jika aku bisa dengan sangat mudah membating tubuh senior Louis. Bahkan tubuhnya tidak terasa berat sama sekali. Otot-otot pada tubuhku ini rupanya juga begitu nyata dan memiliki kekuatan. Hebat sekali! Jika seperti ini maka aku tidak perlu lagi menghindari para preman kampus yang selalu saja membuat onar. Hehe ... hanya saja aku tidak hobi berkelahi sih. Jadi gunakan saat benar-benar sedang membutuhkan saja deh!


Batin Ellios yang masih merasa takjub dengan kekuatan yang dimiliki oleh tubuhnya saat ini.


[ Nah kan... akhirnya tuan juga mulai menyukai kekuatan dari tubuh itu bukan? ]


Tiba-tiba mulai terdengar suara dari Lovely yang semakin membuat Ellios tersenyum lebar.


"Hhmm ... ini sungguh keren sekalu, Lovely!!" celutuk Ellios tanpa sadar mulai menjawab ucapan dari Lovely.


Padahal saat ini begitu banyak orang yang sedang mengelilingi dan memperhatikan Ellios. Karena Ellios sudah mulai sadar, orang-orang mulai menatapnya sedikit aneh, kini Ellios mulai berdehem dan melenggang mendekati Louis yang masih terduduk di atas lantai sambil memegangi pinggangnya yang menabrak meja.


"Meskipun kamu lebih tua dariku dan pernah menjadi seniorku di Todai, tapi kali ini aku tak akan diam saja ketika ada yang berusaha untuk menindasku. Aku bukanlah Ellios yang dulu lagi, Kak!" ucap Ellios menandaskan dengan cukup tegas, meskipun sebenarnya suaranya masih terdengar cukup lembut.


"Cihh ... beraninya kamu berkata seperti itu padaku!! Akan aku pastikan kamu tak akan pernah hidup dengan tenang!!" geram Louis berusaha untuk melayangkan tinjunya kembali.


Namun lagi-lagi Ellios menangkap serangan itu dengan sangat sempurna!


"Dasar bocah sialan ini!! Berani sekali kamu!!" geram Louis semakin merasa kesal karena sudah menganggap Ellios sudah mempermalukannya di depan semua orang. "Kamu hanya dijadikan mainan olehnya saja, Ellios!! Setelah bosan, kamu akan dihempaskannya seperti aku, Ellios!!"


DUUAKK ...


Kali ini Ellios memberanikan diri memijak dada Louis dan sedikit memberi tekanan kuat pada pijakan itu.


"Aku tidak merasa seperti itu tuh, Kak!" jawab Ellios dengan senyuman miring dan lebih berani. "Kamu tidak memberikan pilihan lain padaku, Kak! Baiklah ... tapi jangan salahkan aku ya jika ada salah satu bagian tubuh kakak mengalami cedera." ucap Ellios semakin memperkuat tekanan pada pijakannya itu.


"Arghh ... sesak sekali dadaku. Baiklah ... lepaskan aku! Aku akan segera pergi dari sini." ucap Louis menahan rasa sakit pada dadanya.


Ellios mulai menurunkan kakinya kembali, sementara Louis kini mulai duduk kembali, tangan kanannya memegangi dadanya dan Louis mulai terbatuk-batuk.


"Pergilah dari tempat ini, Senior Louis!" ucap Ellios kembali.


Sebenarnya bukan karena ingin terlihat dan menjadi seorang jagoan di hadapan mereka semua. Namun ini semua Ellios lakukan hanya demi misi sistem yang sudah diberikan oleh Lovely. Dan misi ini harus dilakukan untuk memperpanjang umurnya.


Louis mulai berjalan tertatih-tatih meninggalkan perpustakaan ini seorang diri. Sementara Jiu mulai menghampiri Ellios.


"Awas saja kau, Bocah kep*rat sialan!! Aku tak akan membiarkan semua ini!! Kamu harus membayarnya!! Kamu harus mendapatkan balasan karena sudah berani mempermalukanku di hadapan semua orang!!" geram Louis ketika Louis sudah meninggalkan tempat itu.


"Apa kamu baik-baik saja, Ellios?" Jiu yang sudah menghampiri Ellios mulai berkata sambil menyerahkan buku Ellios yang tadi sempat terjatuh di lantai karena ulah dari Louis.


"Aku baik-baik saja. Terima kasih, Jiu." sahut Ellios seadanya sambil menerima buku ber-cover putih itu.


Ellios mulai melenggang meninggalkan Jiu dan mulai berinisiatif untuk merapikan kembali beberapa meja dan kursi yang sudah berserakan itu. Jiu yang melihat semua itu, kini juga mulai membantu Ellios untuk merapikan beberapa kursi.


"Terima kasih, Jiu." ucap Ellios dengan tulus.


Belum sempat Jiu membalas ucapan dari Ellios, kini tiba-tiba saja seorang pria dewasa berkacamata tebal mulai melenggang mendatangi mereka berdua. Dan dia adalah penjaga perpustakaan ini.


"Ada apa ini? Apa yang sudah terjadi, Ellios?" tanya penjaga perpustakaan itu menatap Ellios lurus-lurus.


"Uhm ... anu ... itu ... tadi ada orang yang sedang berlari terburu-buru dan menabrak beberapa meja dan kursi, Paman." jawab Ellios berkilah.


Dan tidak mungkin Ellios mengatakannya dengan jujur, jika dia adalah korban yang seketika berbalik malah menjadi seorang tersangka. Dan semua itu tidak lucu bukan?


"Oh ... begitu ya. Ya sudah tolong bereskan semua itu! Nanti aku akan membagi pizza yang baru saja aku beli." ucap pria penjaga itu kembali mulai tersenyum lebar menatap Ellios.


"Hhm. Baiklah, Paman." sahut Ellios lalu mulai merapikan sisa meja dan kursi yang masih sedikit berantakan itu.


Tak hanya diam saja, Jiu juga mulai membantu Ellios kembali.