To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Makan Malam Bersama



Sebenarnya Ellios merasa cukup senang saat melihat pemandangan yang begitu hangat dan manis ini. Pemandangan antara Suzuna dan Alisha yang terlihat begitu hangat dan sudah cukup lama Ellios tidak melihat semua itu.


Namun tiba-tiba saja suasana hangat dan manis ini seketika dihancurkan begitu saja oleh Kotaro karena kepolosan tingkat dewanya.


"Kak Ellios, bukankah tadi pagi kakak bersama seorang kakak cantik yang seperti barbie. Lalu mengapa sekarang sudah berganti kekasih lagi? Wah ... jangan-jangan pacar kak Ellios banyak ya." celutuk Kotaro tiba-tiba yang seketika membuat suasana menjadi sedikit canggung dan aneh.


Ucapan dari Kotaro sukses membuat Ellios, Suzuna dan Ellios tercengang selama beberapa saat. Saat ini Ellios kebingungan harus berkata apa untuk sang ibu. Sementara Suzuna dan Alisha terlihat mulai menatap Ellios dengan tatapan penuh dengan kecurigaan.


"Ellios!!" tandas Suzuna dengan begitu tegas dan melengking. "Apa maksud dari semua ini? Jelaskan semuanya kepada ibu!"


Suzuna masih menatap tajam Ellios, sementara Alisha yang sebenarnya merasa cukup kesal kembali, kini juga sudah terlihat semakin tidak sabar untuk mendengarkan penjelasan dari Ellios.


"Ellios!! Cepat jelaskan kepada ibu!" titah Suzuna kembali dengan intonasi yang masih tinggi.


"Eh ... itu ... sebenarnya ... uhm ..." ucap Ellios kebingungan.


"Rupanya kamu ya yang sudah banyak bertingkah selama ini! Padahal Alisha adalah gadis yang sangat baik. Namun kamu malah seperti ini!" timpal Suzuna kesal karena mengira putranya benar-benar sudah berubah.


"Bukan seperti itu, Ibu. Aku akan menjelaskan semuanya tapi setelah kita makan malam. Makanan ini ... jika tidak segera dimakan pada suhu yang tepat, maka akan sedikit kurang enak saat dinikmati." ucap Ellios mencari alasan agar kedua wanita di hadapannya itu melepaskan dirinya untuk beberapa saat.


"Tidak bisa! Kamu harus menjelaskan sekarang juga!" tandas Suzuna dengan tegas.


Tak ada pilihan lain, karena tidak mau melawan sang ibu dan tak mau membuat sang ibu menjadi semakin lebih murka, akhirnya Ellios mulai mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan.


"Huft ... begini ibu. Gadis yang Kotaro maksud adalah Lovely, temanku. Dan kebetulan aku bertemu dia saat di supermarket. Dia membantuku untuk mencarikan beberapa bahan yang tidak aku mengerti saat berbelanja." ucap Ellios berusaha untuk menjelaskan.


"Wah namanya kak Lovely ya. Namanya cantik seperti orangnya." sahut Kotaro tersenyum lebar


Dan tentunya ucapan Kotato ini malah semakin membuat Alisha merasa kesal.


"Lovely? Setauku tidak ada temanmu yang bernama Lovely deh, Ell." ucap Alisha seakan masih belum mempercayai Ellios sepenuhnya.


"Uhm ... iya, Alisha. Kamu pasti tidak mengenalinya. Karena dia adalah teman yang baru aku kenal. Dan dia juga bukan pacarku kok." ucap Ellios lagi menatap Suzuna dan Alisha secara bergantian, berharap mereka berdua akan percaya dan tidak memperpanjangnya lagi.


"Jadi itu artinya kamu benar-benar sedang tidak memiliki seorang kekasih? Benar begitu, Ellios?" tanya Suzuna kembali dengan sepasang mata menyipit menatap Ellios.


"Benar, Ibu. Aku tidak punya. Lagipula tak akan ada gadis yang mau untuk menjadi kekasihku. Aku ini tidak keren dan sangat kolot. Lagipula mereka pasti juga menginginkan pria yang memiliki banyak uang untuk membelikan segala keinginannya." ucap Ellios merendah.


Apa?! Mengapa dia mengatakan hal seperti itu? Padahal jelas-jelas dia yang memutuskanku saat itu. Aku sama sekali tidak pernah mempemasalahkan semua itu kepada Ellios!


Batin Alisha merasa cukup kesal.


"Ahh ... kasihan sekali putraku. Nanti kalau ibu punya uang lebih, ibu akan membelikan beberapa pakaian, tas baru, sepatu, dan juga sebuah motor deh untukmu." ucap Suzuna malah menjadi merasa bersalah karena selama ini tidak bisa membelikan beberapa barang-barang keren untuk Ellios.


"Iya, ayo!! Aku juga sudah tidak sabar ingin menyantap masakan bibi Suzuna." celutuk Kotaro mulai meraih sepasang sumpitnya.


Kini Kotaro, Alisha dan Suzuna juga terlihat mulai menikmati makan malam mereka. Dan mood mereka berdua juga mulai membaik kembali. Suzuna juga menawarkan beberapa masakannya untuk Alisha.


Bahkan Suzuna juga memasak beberapa makanan kesukaan Alisha. Mereka berdua benar-benar terlihat begitu dekat, seperti ibu dan anak saja.


Mereka menikmati makan malam disertai dengan obrolan-obrolan ringan, kecuali Kotaro dan Ellios yang lebih fokus menikmati makan malam kali ini.


"Bibi, aku permisi mau ke kamar mandi dulu ya." ucap Alisha berpamitan mau ke kamar kecil.


"Oh, iya sayang. Pergilah ..." sahut Suzuna dengan senyum lebar.


"Ibu! Aku juga permisi sebentar. Aku mau mengambil sesuatu di kamarku." ucap Ellios langsung menyerobot pergi begitu saja mendahului Alisha.


Ellios menaiki tangga dan segera menuju ke kamarnya. Pemuda ini naru teringat jika dia memiliki beberapa oleh-oleh dari Swiss, dan kali ini akan diberikan untuk Suzuna, Alisha dan Kotaro.


Setelah mengambil beberapa tote bag itu, kini Ellios mulai memutuskan untuk segera kembali turun. Dan disaat itu rupanya Alisha juga sudah kembali dan berpamitan untuk segera pulang.


"Alisha! Kamu pulang naik apa? Aku antar saja. Takutnya akan ada kejadian tak terduga seperti tadi." ucap Ellios yang memang mengkhawatirkan Alisha.


"Benar. Biarkan Ellios yang mengantarmu saja. Sudah begitu larut. Berbahaya jika pulang sendiri. Atau kamu mau menginap disini saja, Sayang?" ucap Suzuna tiba-tiba.


"Eh ... oh ... tidak, Bibi. Jika aku tidak pulang, kakak dan kedua orang tuaku pasti akan sangat khawatir padaku. Jadi aku pulang saja." ucap Alisha lagi.


"Ya sudah. Ayo aku antar!" ucap Ellios mulai memakai kembali pakaian hangatnya.


Meskipun terlihat sedikit ragu-ragu, namun akhirnya Alisha mengiyakan tawaran Ellios. Namun baru saja beberapa detik berlalu, tiba-tiba saja Suzuna mulai teringat dengan sesuatu.


"Ellios, tapi kamu mau mengantar Alisha dengan apa? Motor butut itu bahkan sudah tidak ada." ucap Suzuna kebingungan.


"Itu ... tenang saja, Ibu. Aku bisa mengantarkan Alisha dengan naik sesuatu lainnya lagi kan? Ayo, Alisha!" dengan cepat Ellios meraih tangan Alisha dan segera menariknya, agar Suzuna tak banyak mengorek informasi bagaimana Ellios mengantar Alisha pulang.


"Oh iya. Bingkisan di atas meja itu untuk ibu dan Kotaro ya. Kami pergi dulu!" ucap Ellios setengah berteriak sebelum meninggalkan rumahnya.


"Alisha. Tunggu sebentar, aku akan memesan taxi." ucap Ellios mulai melakukan sesuatu dengan ponselnya.


"Baiklah." sahut Alisha singkat.


Sebenarnya Ellios bisa saja mengantarkan Alisha dengan sepeda kayuhnya kembali dengan menggunakan kecepatan supernya, hanya saja Ellios khawatir Alisha akan sakit karena udara malam ini sudah semakin dingin dan menusuk hingga tulang.