To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Bermain Basket ?



Di tengah-tengah kebingungannya, kini Ara mulai mendatangi Ellios kembali. Sebenarnya bukan mendatangi Ellios sih, hanya saja Ara sedang merapikan nakas di samping brankar Ellios yang sedikit berantakan.


"Bukankah gadis itu adalah Alisha, Ellios? Apa kalian sedang bertengkar?" tanya Ara yang mulai mengambil beberapa barang dari atas nakas itu.


"Uhm ... tidak kok. Aku pergi dulu, Ara!" sahut Ellios mulai meraih ranselnya dan menggantungkannya pada salah bahunya saja.


"Hei!! Bagaimana aku akan mengatakannya kepada profesor Knite jika kamu pergi begitu saja?" teriak Ara yang menatap kepergian Ellios.


Ellios tak menghiraukannya teriakan dari Ara sama sekali dan pergi begitu saja meninggalkan ruangan kesehatan ini.


Ellios berjalan menyusuri salah satu koridor di kampusnya yang masih saja tak terlalu ramai itu. Pandangannya menatap lurus ke depan dan terlihat begitu dingin.


Karena Ellios sedang tak siaga, tiba-tiba saja ada sebuah bola basket yang sedang melayang ke udara mengenai kepala Ellios begitu saja dan membuat kepala Ellios sedikit bergerak ke sisi kiri karena bola basket itu melayang dengan cukup keras.


BUGHH ...


Ellios menghentikan langkah kakinya namun pemuda itu masih saja terdiam dan tak memberikan respon apa-apa. Pandangannya masih saja menatap lurus ke depan.


Setelah beberapa saat akhirnya beberapa mahasiswa dengan memakai seragam basket mulai berlarian mendatangi Ellios. Salah satu dari mereka mulai mengambil kembali bola basket yang terjatuh dibatas lantai.


"Ellios. Apa kamu baik-baik saja?" tanya salah satu dari mahasiswa yang memungut bola basket itu.


Ellios masih saja terdiam, menatap lurus koridor di hadapannya dan tak menjawab pertanyaan dari mahasiswa itu.


"Terkena bola basket tak akan membuatnya bodoh seketika bukan? Ellios masih genius seperti biasanya bukan? Gawat jika mendadak dia berubah menjadi bodoh. Semua profesor di universitas ini pasti akan menuntut kita semua ... hiyy ..." celutuk salah satu mahasiswa lainnya lagi yang berambut kriting menatap Ellios sambil bergidik ngeri karena membayangkan semua lektor, dosen dan profesor akan menuntut mereka tim basket universitas Todai.


BUAGHH ..


Seorang mahasiswa yang berambut gondrong tiba-tiba saja memukul kepala mahasiswa yang berambut keriting itu.


"Apa kamu idiot? Mana bisa orang kehilangan kejeniusannya hanya karena kepalanya yang terlempar oleh bola basket! Gunakan sedikit otakmu! Bagaimana bisa universitas besar seperti ini menerima orang idot seperti kamu, Fuma!!" tandas mahasiswa berambut gondrong itu dengan sangat tajam dan menusuk.


Fuma hanya meringis mendengarkan temannya berkicau, karena ucapan kasar dan menusuk seperti itu sudah menjadi hal yang biasa dan sangat wajar untuk mereka semua.


"Ellios!! Kami minta maaf!" ucap mahasiswa berambut gondrong itu dengan sangat gentle dan sedikit maju ke arah Ellios.


Kali ini Ellios mulai beralih menatap ketiga mahasiswa yang mengenakan seragam basket itu. Sudut-sudut bibirnya mulai ditariknya membuat sebuah senyuman tipis.


"Tidak masalah. Aku saja yang tidak berhati-hati. Seharusnya aku lebih siaga dan tidak lengah." sahut Ellios ramah seperti biasanya.


Belum sempat ada perbincangan kembali diantara mereka, tiba-biba saja seorang mahasiswa berlari ke arah mereka dan terlihat sedang buru-buru.


"Kapten! Gawat!! Sano mengalami kecelakaan kecil, namun Sano mengalami cedera pada tangannya. Dan saat ini tangannya sedang di gips. Gips itu tidak boleh dilepaskan dalam 3 hari." ucap mahasiswa yang baru saja datang menghampiri mereka.


"Apa? Sano kecelakaan dan mengalami cedera? Lalu bagaimana dengan pertandingan final besok melawan universitas Fuji?" celutuk salah satu dari mereka yang bernama Haru terlihat kebingungan.


"Wah. Padahal posisi Sano adalah salah satu pemain utama dalam tim kita. Lalu siapa yang akan menggantikan dia di posisi center?" celutuk salah satu dari mereka yang bernama Arata.


Sang kapten, yang tak lain adalah mahasiswa yang berambut gondrong yang bernama Kakei itu terdiam dan mulai berpikir untuk mencari sebuah jalan keluar. Karena pertandingan hanyalah tinggal besok saja.


"Dalam permainan bola basket, terdapat 5 posisi utama pemain. Yaitu center yang biasanya ditempati oleh Arata, power forward yang ditempati oleh Haru, small forward yang ditempati oleh Fuma, shooting guard yang ditempati oleh Sano , dan point guard oleh diriku sendiri. Pemain cadangan pun aku belum berani untuk meminta mereka bermain langsung. Tapi apa boleh buat ... tak ada pilihan lain selain menggunakan mereka." ucap Kakei yang terlihat sedikit pusing.


Kakei, sebagai seorang kapten dan sebenarnya memiliki tinggi badan mencapai 183 cm, namun dirinya menempati posisi point guard. Karena dialah pelatih di lapangan / jendral lapangan yang bertanggung jawab untuk mengarahkan permainan.


Kakei juga cerdas dan memiliki visi lapangan yang baik untuk menciptakan peluang menembak bagi penerima serta mengarahkan bola di lapangan dan memulai permainan ofensif. Kakei juga memiliki kemampuan tembakan jarak jauh yang sangat baik.


Ditengah-tengah kebingungan mereka, tiba-tiba saja Ellios mulai mendengarkan suara dari Lovely.


[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini akan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Tuan Ellios harus bergabung dalam tim basket kampus dan harus mengikuti bertandingan final besok! Misi akan dianggap berhasil jika tuan bisa masuk bergabung dengan tim basket itu untuk pertandingan final besok. Dan tuan harus bisa memasukkan minimal 1 bola ke dalam ring basket! ]


Suara boneka robot wanita itu mulai terdengar dan menjelaskan tentang misi yang harus dilakukan oleh Ellios kali ini. Sebenarnya Ellios sangat syok mendengar misi kali ini.


Bagaimana mungkin Ellios yang tak pernah bermain basket sebelumnya, kini harus bisa bergabung dengan tim basket kampus. Terlebih Ellios diharuskan ikut dalam pertandingan final besok dan harus minimal memasukkan 1 kali bola ke dalam ring.


Arghh ... Lovely!! Mengapa kamu selalu saja memberikan misi yang sangat jauh dari alur hidupku!! Sekarang bagaimana caranya agar aku bisa diterima oleh mereka di dalam tim basket? Aku sama sekali tidak bisa bermain basket.


Batin Ellios mulai mengusap rambut hitamnya ke belakang dan terlihat begitu pusing dan bingung karena misi kali ini akan menyangkut nama besar kampusnya.


[ Tawarkan diri tuan saja dulu kepada mereka! Untuk masalah lainnya aku akan sedikit membantu tuan. ]


Ucap Lovely kembali dengan mudahnya.


Karena tak memiliki pilihan lainnya lagi, mau tidak mau akhirnya Ellios mulai memberanikan diri untuk mengikuti ucapan dari Lovely.


"Uhm ... Kakei. Bolehkah aku bergabung dengan tim basket?" tanya Ellios dengan ragu-ragu.


Ucapan dari Ellios sukses membuat keempat mahasiswa itu terkejut bukan main. Ellios si kutu buku yang tak pernah menyukai segala jenis olahraga sebelumnya, kali ini menawarkan dirinya untuk ikut bergabung dalam tim basket?