To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Suzuna Curiga



"Jadi ... kamu bisa terlihat oleh orang lain ketika sedang memakai tubuh ini?" tanya Ellios mulai berpikir ke arah sana dan menatap lekat Lovely.


Lovely mengangguk pelan dan tersenyum lebar menatap Ellios.


"Ya, Tuan Ellios. Mereka para manusia di bumi ini akan bisa melihatku saat aku memakai tubuh ini. Bagaimana, Tuan? Aku terlihat cantik kan?" ucap Lovely masih dengan senyum lebar.


Kini Lovely mundur 3 langkah dan mulai berputar-putar dengan wajahnya yang berseri dan membuat gaun pendeknya sedikit terbang. Manis sekali!


"Ya, kau cantik, Lovely. Tapi bagaimana jika kamu memakai tubuh ini?" tanya Ellios kebingungan sendiri.


Bahkan pertanyaannya juga terdengar sedikit membingungkan untuk Lovely.


"Bagaimana apanya, Tuan Ellios? Tentu saja semua akan sama saja seperti biasanya." jawab Lovely dengan entengnya dan masih menari-nari memutarkan tubuhnya ke kanan dan berbalik lagi ke kiri hingga seterusnya.


"Maksudku adalah tidak mungkin kamu selalu bersamaku dengan memakai tubuh itu, Lovely. Atau semua orang akan salah paham jika mereka melihat kita. Misalnya saja saat kita ..." ucap Ellios belum menyelesaikan ucapannya dengan sempurna karena tiba-tiba saja kini mulai terdengar suara dengan ritme teratur dari arah pintu.


Tok ... tok ... tok ...


Ada seseorang yang sedang mengegetuk pintu kamar Ellios.


"Ellios! Apa yang sedang kamu lakukan di dalam kamar? Dan kamu sedang berbicara dengan siapa? Ada siapa di dalam kamar?" teriakan dari luar pintu yang tak lain adalah teriakan dari Suzuna seketika membuat Ellios kalang kabut dan sangat kebingungan saat ini.


"Itu hanya suara radio ponselku saja, Ibu. Sebentar, aku sedang berganti pakaian dulu. Ibu jangan masuk dulu!" balas Elios yang juga berteriak dan semakin kebingungan saat menatap Lovely yang malah terlihat sangat santai dan biasa-biasa saja.


Aduh!! Bagaimana ini? Bagaimana jika ibu melihat Lovely? Bisa-bisa ibu akan berpikiran yang aneh-aneh lagi karena melihat seorang gadis sedang berada di dalam kamarku. Apa yang harus aku lakukan saat ini?


Batin Ellios mulai memutar otaknya untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi saat ini. Hingga akhirnya Ellios memutuskan untuk segera menyembunyikan Lovely secepat mungkin.


Kini Ellios mulai menarik tangan kiri Lovely dan menyuruh Lovely untuk segera bersembunyi di dalam lemari pakaiannya.


"Lovely, kamu tetaplah berada di dalam disini dulu. Jangan bersuara dan jangan keluar sebelum ibu pergi lagi dari kamarku! Apa kamu mengerti, Lovely?" ucap Ellios menatap lekat Lovely dan berharap Lovely juga patuh dan menuruti Ellios.


"Baiklah. Tenang saja, Tuan. Aku tak akan menyulitkan tuan Ellios." jawab Lovely tersenyum lebar menatap Ellios dan mengangkat beberapa kali kedua alis indahnya.


"Jangan bersikap sok manis dan sok imut deh di hadapanku!" celutuk Ellios yang sangat tidak terbiasa mendapatkan perlakuan manis dari seorang gadis.


"Aku memang manis dan imut kok. Hehe ..." jawab Lovely tertawa kecil dan memainkan beberapa helai rambutnya yang panjang dan bergelombang.


"Ellios!! Ibu akan masuk!!" tiba-tiba terdengar kembali teriakan Suzuna dari arah luar pintu kamar Ellios yang sepertinya sudah sangat tidak sabar untuk segera memasuki kamar Ellios.


Ellios mulai kalang kabut kembali dan segera menutup lemari pakaiannya dengan sangat terburu-buru.


BRAKK ...


CEKLEK ...


Suzuna masih saja menebarkan pandangannya selama beberapa saat, seolah-olah wanita paruh baya itu sedang mencari sesuatu di dalam kamar Ellios. Sementara Ellios masih berdiri membelakangi lemari pakaiannya dengan raut wajahnya yang masih sedikit gelisah.


"Dimana gadis itu? Ibu mendengar ada suara gadis di dalam kamarmu, Ellios." ucap Suzuna yang rupanya masih saja mencurigainya.


"Tid-tidak ada siapapun disini, Ibu. Ibu pasti salah dengar." jawab Ellios berkilah dan berusaha untuk tetap tenang di hadapan sang ibu.


"Tidak mungkin ibu salah dengar! Ibu sangat yakin sekali jika ibu memang mendengar suara seorang gadis di dalam kamar ini." jawab Suzunayang kini mulai menyisiri kamar Ellios.


Bahkan Suzuna juga mengecek kamar mandi Ellios, balkon kamar Ellios hingga kolong tempat tidur Ellios juga. Namun Suzuna belum menemukan apapun hingga saat ini.


Ellios juga selalu saja mengekori Suzuna kemanapun Suzuna sedang memeriksa sesuatu, karena Ellios masih saja merasa khawatir jika Suzuna akan menemukan Lovely yang saat ini sedang berwujud sebagai seorang manusia.


"Tidak ada siapapun disini, Ibu. Beberapa saat yang lalu aku menghidupkan radio melalui ponselku. Mungkin suara gadis yang ibu maksud itu adalah suara yang berasal dari radio itu." jawab Ellios lagi berharap Suzuna akan memlercayai Ellios.


"Tidak mungkin, Ellios. Suaranya sedikit berbeda ... dan suara itu terdengar seperti nyata. Ibu yakin sekali, Ellios! Kamu jangan berusaha untuk membohongi ibu!!" ucap Suzuna yang kali ini mulai mendekati lemari pakaian Ellios karena hanya tempat itu saja yang belum diperiksa oleh Suzuna.


Sepasang mata Ellios kini mulai membulat dengan sempurna dan kali ini Ellios merasa semakin gugup luar biasa. Hingga akhirnya pemuda itu mulai mendekati Suzuna dan menahan tangan Suzuna yang sudah bersiap untuk membuka pintu lemari pakaian itu.


"Ibu ... jangan ... aku tidak bohong ..." ucap Ellios memelas menatap sang ibu.


"Ada apa? Ibu ingin memeriksa sesuatu di dalam." jawab Suzuna kekeh.


"Lemari pakaianku sangat berantakan ibu. Dan tak pantas untuk ibu lihat saat ini. Biarkan aku rapikan dulu, Ibu ..." kilah Ellios yang malah semakin membuat Suzuna merasa curiga.


Suzuna memicingkan sepasang matanya menatap putranya.


"Kalau begitu ibu akan merapikannya. Lepaskan tangan ibu, Ell." ucap Suzuna dengan pelan namun penuh dengan penekanan.


Nah loh ... kali ini Ellios tak bisa lagi menahan dan menghalangi sang ibu untuk memeriksa lemari pakaiannya. Ellios mulai melepaskan tangan sang ibu meskipun sebenarnya sangat berat.


Aduh bagaimana ini? Bagaimana jika ibu melihat Lovely? Ah kacau!! Ibu pasti akan marah dan berpikiran buruk tentangku lagi. Lovely tolong lakukan sesuatu ...


Batin Ellios semakin risau dan menggigit ujung ibu jarinya. Bahkan Ellios tak berani untuk menatap bagian dalam lemari yang sudah mulai terbuka itu dan malah mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Yeap. Kali ini Suzuna mulai meraih pegangan pintu lemari pakaian Ellios dan mulai membuka lemari pakaian itu.


Suzuna mulai memeriksa lemari pakaian Ellios dan mulai menemukan sesuatu hingga membuat sepasang matanya membelalak cukup lebar.


"Astaga Ellios!! Apa ini?!" ucap Suzuna dengan suaranya yang begitu melengking dan mulai berkacak pinggang.


"Ah ... itu ... anu ... ibu ... jangan salah paham, Ibu. Ini semua tak seperti seperti yang ibu pikirkan saat ini. Aku bisa menjaskan semua ini, Ibu."