To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Panggilan Dari Jullian



Gadis cantik itu masih menatap lekat layar hologram kebiruan itu dan berusaha untuk menyimpulkan sesuatu. Sementara Ellios terlihat memeriksa perubahan apa saja yang terjadi di dalam dirinya saat ini.


"Wah!! Ini sungguh keren sekali!! Tapi apakah ini semua benar, Ellios? Sisa usiamu hanya 1 tahun 2 bulan saja? Sebentar sekali ..." tanya Oichi seolah masih tak percaya.


"Itu benar sekali, Oichi. Sebelum bertemu dengan sistem, dokter malah menvonis usiaku hanya tersisa satu bulan saja. Namun setelah aku menyelesaikan misi demi misi, akhirnya aku mendapatkan perpanjangan usia." jawab Ellios masih menatap layar hologram kebiruan itu.


Oichi masih menatap layar hologram itu dan mengangguk-anggukkan kepalanya dengan memasang wajah yang sangat serius.


"Kamu memiliki kemampuan untuk memikat para gadis? Hampir sama seperti sistemku ya. Wah ... apa kamu pernah memakainya, Ellios?" Oichi mai mempertanyakan salah satu kemampuan khusus Ellios.


"Tidak. Aku tidak pernah memakainya sama sekali." jawab Ellios dengan jujur.


Lagi-lagi Oichi hanya mengngguk-anggukkan kepalanya pelan, namun sepasang netranya masih menatap layar hologram kebiruan itu.


"Kamu mendapatkan hadiah misteri badan kekar dan six pax? Jadi semua itu adalah hadiah dari sistem, Ellios?" tanya Oichi yang terdengar cukup konyol dan mulai beralih menatap wajah Ellios lalu menuruni menatap badan Ellios yang masih terlihat cukup besar dan kekar, karena sweater yang dikenakan oleh Ellios saat ini adalah cukup press body.


Sebenarnya pertanyaan dan tatapan itu membuat Ellios merasa begitu malu. Namun akhirnya Ellios mulai menjawabnya.


"Sebenarnya bukan aku yang meminta semua itu! Aku sama sekali tidak menyukai badan yang seperti ini. Sebenarnya aku lebih menyukai tubuh asliku. Namum aku tidak bisa menolak hadiah itu ..." ucap Ellios yang tiba-tiba menjadi gelagapan.


"Ahaha ... sudah ... terima saja, Ellios! Sayang jika kamu menolaknya. Sistem akan selalu memberikan yang terbaik untukmu. Begitu juga dengan tubuh yang kamu miliki saat ini. Dan kamu sangat cocok kok." ucap Oichi dengan tawa kecil.


Ellios hanya nyengir dan mengusap tengkuknya. Oichi memang memuji sistem, namun secara tak langsung Oichi juga memuji tubuh Ellios. Dan tentu saja hal itu membuatnya merasa sangat malu.


"Keahlian memulihkan tubuh yang terluka dalam waktu 1 menit hingga 5 menit? Segala luka apapun dan waktu penyembuhan tergantung luka yang sedang dialami? Wah ... jadi karena ini luka pada punggungmu tiba-tiba saja menghilang tanpa bekas begitu saja? Ini sungguh keren sekali, Ellios!!" celutuk Oichi begitu takjub.


"Iya. Kau benar sekali."


"Keren!! Itu artinya kamu tak bisa terluka dan akan selalu pulih kembali jika terluka! Apakah itu artinya kamu juga tidak akan bisa mati, Ellios? Sistemmu adalah untuk menjadi seorang manusia abadi bukan?" ucap Oichi menutup mulutnya dengan kedua jemarinya.


"Uhm ... soal hal itu aku belum mengetahuinya." jawab Ellios dengan jujur.


Oichi mulai melanjutkan kembali membaca status Ellios. Namun tiba-tiba saja Oichi mulai membelalakkan sepasang matanya ketika melihat sebuah kemampuan khusus lainnya yang dimiliki oleh Ellios.


"Kemampuan memiliki mata tembus pandang? Kamu bisa melihat dengan menembus pandang?" ucap Oichi tak percaya jika Ellios juga memiliki kemampuan seperti itu.


Dengan cepat Oichi segera menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya karena sudah berpikir kana-mana saat ini. Bahkan Oichi juga melupakan sebuah status non aktif yang sudah jelas terpampang di belakangnya.


"Oichi ... tidak seperti itu ..." ucap Ellios dengan cepat dan gelagapan serta melambaikan kedua tangannya untuk menyangkal jika Ellios sedang memakai kekuatan super tembus pandangnya saat ini.


"Lalu?" tanya Oichi.


"Kekuatan mata tembus pandangku hanya akan berfungsi jika aku mengaktifkannya saja kok! Lagipula aku tidak boleh sering memakainya. Selama ini aku bahkan baru memakainya 2 kali saja untuk memecahkan kasus di kampusku saat itu." jawab Ellios dengan jujur.


"Baiklah. Bagaimana jika sekarang kamu juga melihat statusku?" tanya Oichi menawarkan.


"Hhm? Baiklah jika kamu mengijinkannya ..." Ellios menyauti dengan ramah dan mulai menarik tangannya kembali yang sejak dari tadi berada pada tengkuk Oichi.


Namun baru saja Oichi mau memperlihatkannya kepada Ellios, tiba-tiba saja sebuah lantunan melodi indah mulai terdegar dari ponsel Ellios.


Ellios segera meraih ponselnya untuk melihat nama si pemanggil. Dan rupanya adalah Jullian. Setelah meminta ijin kepada Oichi, akhirnya Ellios mulai mengangkat panggilan itu.


"Hallo, Jullian. Ada apa?" tanya Ellios setelah mengangkat panggilan itu.


"Ellios!! Kamu ada dimana? Aku pergi ke kedai ibumu, tapi kata bibi Suzuna kamu malah pergi entah kemana. Cepatlah kembali! Kasihan ibumu mengkhawatirkanmu!" sahut Jullian dari seberang line.


"Oh, iya. Aku akan segera kembali. Mungkin dalam 10 menit aku akan segera sampai di kedai. Tolong temani dan jaga ibuku dulu, Jullian!" ucap Ellios.


"Daridulu kamu selalu mengatakan hal seperti ini. Kapan kamu mau memintaku untuk menjaga kekasihmu?" celutuk Jullian malah menggoda Ellios.


"Ah ... itu ... aku belum memikirkannya lagi. Baiklah. Aku akan segera sampai disana. Sampai jumpa." ucap Ellios lalu mengakhiri panggilan itu.


"10 menit sampai di kedai ayam krispi itu? Apa kamu akan menggunakan kecepatan supermu untuk berlari, Ellios?" tanya Oichi yang rupanya menangkap rencana Ellios.


"Hhm. Iya. Ibu sangat mengkhawatirkan aku. Aku harus segera sampai disana."


"Baiklah. Hati-hati dan bawalah ini ... ini adalah surat kepemilikan kedai itu. Mulai sekarang kedai itu adalah milik kalian. Ibumu juga bisa kembali berjualan di tempat itu lagi. Tolong sampaikan permintaan maafku untuk ibumu." ucap Oichi sambil memberikan sebuah dokumen kepada Ellios.


"Hhm. Akan aku sampaikan. Dan terima kasih untuk semua ini. Aku tidak tau bagaimana aku harus membalas kebaikanmu." ucap Ellios sambil menerima berkas kepemilikan itu dengan penuh rasa haru dan bahagia karena membayangkan betapa bahagianya sang ibu saat mengetahui semua ini.


"Aku yang lebih berhutang budi padamu, Ellios. Mungkin saja aku akan berakhir, jika kamu tak ada disini dan tidak menolongku. Terima kasih, Ellios ... karena kamu, aku masih baik-baik saja disini." ucap Oichi dengan tulus.


"Uhm. Sama-sama. Baiklah! Aku harus segera pergi. Sampai jumpa ..." ucap Ellios lalu mulai meraih tasnya dan segera meninggalkan apartemen ini.


"Lovely! Aktifkan kecepatan berlari superku! Karena aku harus segera sampai ke kedai ibuku saat ini." ucap Ellios memberikan titah saat Ellios mulai keluar dari sebuah elevator.


[ Mengaktifkan kecepatan berlari super telah dimulai. ]


DING ...


Sahut Lovely disertai dengan sebuah bunyi notifikasi dari pengaktifan sebuah fungsi sistem.


Kini Ellios mulai berlari dengan kekuatan supernya dengan begitu cepat untuk menuju ke kedai ayam krispi yang saat ini menjadi milik sang ibu.