
Ellios yang sudah rapi dan harum dengan kemeja berwarna pink lembut itu kini mulai turun untuk menikmati sarapannya. Sementara Lovely terpaksa harus merubah wujudnya menjadi sebuah boneka.
"Wah ... wah ... wah ... putraku sangat tampan dan manis rupanya dengan pakaian seperti ini." puji Suzuna saat Ellios sudah berada di ruang makan dan mulai menarik sebuah kursi lalu duduk di atasnya.
"Apaan sih, Ibu. Aku terpkaksa memakai pakaian ini, Ibu." jawab Ellios sambil meraih sebuah nasi kepal hangat yang sudah disiapkan oleh Suzuna.
"Terpaksa bagaimana, Sayang?" tanya Suzuna tak mengerti.
"Uhm ... tidak apa-apa, Ibu. Hehe ..." sahut Ellios mulai memakan nasi kepal yang begitu menggoda itu.
"Oya ... jangan lupa akhir pekan ajak Alisha untuk makan bersama ya! Ibu akan masak beberapa makanan kesukaannya " ucap Suzuna yang kali ini sudah duduk berseberangan dengan Ellios.
"Tapi, Ibu ... sepertinya Alisha akan sibuk deh. Jadi aku tidak tau apa Alisha bisa datang atau tidak." ucap Ellios mencari alasan.
"Ibu tidak mau tau! Pokoknya kamu harus berhasil mengajak Alisha datang untuk makan malam bersama!! Jika kamu tidak berhasil mengajaknya, berarti ada yang sedang kamu sembunyikan dari ibu." ucap Suzuna micingkan sepasang matanya menatap Ellios penuh dengan rasa curiga.
"Baiklah ... baiklah, Ibu. Nanti aku akan bilang kepada Alisha. Semoga saja dia bisa datang..." jawab Ellios terpaksa dan mulai menikmati teh hangatnya.
"Ya, tentu saja dia harus datang! Ibu kangen dia dan ingin bertemu dengan dia."
"Huft ... baik, Ibu. Ibu tenang saja, Alisha pasti akan datang ..." sahut Ellios sangat terpaksa.
Jila Alisha sampai menolak ajakanku, maka tak ada pilihan lain ... aku akan mengaktifkan kemampuanku merayu para gadis. Dengan begitu dia akan tetap datang.
Batin Ellios tersenyum tipis karena masih memiliki kekuatan ajaib yang rupanya sangat menguntungkannya.
"Ya sudah aku berangkat ke kampus dulu, Ibu. Bye ibuku yang cantik ..." ucap Ellios betpamitan dan segera meninggalkan ruangan itu.
Ellios mulai mengenakan sepatunya dan segera meninggalkan rumah ini. Pemuda yang memiliki hobi membaca itu berjalan dengan santainya untuk mendatangi halte.
Namun tiba-tiba saja seorang gadis cantik mulai berjalan beriringan denganya dan membuat Ellios sedikit menoleh ke arahnya.
Ellios merasa terkejut atas kehadiran gadis cantik yang tak lain adalah Lovely itu. Namun bukan terkejut karena kehadirannya yang secara tiba-tiba, melainkan melihat Lovely membuatnya kembali teringan dengan kejadian tadi pagi soal squishy.
Bahkan Ellios sampai menghentakkan sedikit tubuhnya ke samping saat melihat Lovely kali ini.
"Aku bukan hantu. Mengapa tuan setakut itu saat melihatku?" sungut Lovely mengerucutkan bibir merah meronanya yang sedikit glossy itu.
"Ya, kamu memang bukan hantu tapi lebih menakutkan dari hantu ketika sedang menyerang ..." sahut Ellios masih menatap Lovely dengan waspada.
"Kapan aku menyerang tuan Ellios? Aku tidak pernah menyerang tuan Ellios lho. Aku justru selalu menolong tuan Ellios." Lovely menyauti dengan kening berkerut menatap Ellios.
"Bukan menyerang yang mengakibatkan terluka atau semacamnya, Lovely. Namun penyerangan yang seperti itu ... bagaimana ya aku menjelaskannya padamu ..." Ellios menyauti dan menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Penyerangan seperti apa, Tuan? Katakan saja padaku dan tidak perlu malu. Anggap saja aku hanya sebua boneka robot yang cantik." Lovely menyauti dengan senyum lebar dan mengedipkan beberapa kali kedua matanya menatap Ellios.
"Penyerangan seperti ..." ucap Ellios terlihat masih saja kebingungan untuk menjelaskannya kepada Lovely. "Ugh ... sudahlah, Lovely. Lupakan saja. Ayo naik! Busway kita sudah datang!!" imbuh Ellios mengalihkan pembicaraan dan mulai menaiki busway.
"Tuan Ellios jangan lupa lagi untuk membayarkan ongkos busway untukku!" bisik Lovely ketika Ellios mulai memasukkan beberapa koin pada mesin yabg berada di dekat pintu busway.
"Hhm. Aku tau kok. Itu artinya kamu harus sering-sering memberikan hadiah dana untukku ya. Karena biaya hidupku jadi bertambah 2 kali lipat." balas Ellios juga berbisik.
"Tuan Ellios tenang saja. Semua yang tuan inginkan akan aku wujudkan. Semua akan aku berikan." jawab Lovely penuh dengan keyakinan.
"Kalau begitu aku ingin pergi ke Swiss dan Norwegia!" jawab Ellios dengan asal sambil melenggang untuk mencari sebuah tempat duduk di dalam busway itu.
"Baiklah. Tuan akan segera melihat negeri-negeri impian tuan itu." Lovely menyauti dengan entengnya lalu mulai melewati Ellios dan lebih memilih untuk duduk di dekat kaca.
Ellios hanya menatap Lovely yang baru saja melaluinya dengan tatapan kening sedikit berkerut dan sedikit memundurkan tubuhnya.
Benarkah boneka sistem ini bisa membawaku ke Swiss dan Norwegia? Hhm ... jika memang bisa seru dong. Hehe ...
Batin Ellios mulai membayangkan negeri-negeri impiannya itu.
"Ehem ..." Ellios berdehem dan membenarkan posisi duduknya. "Sebenarnya aku juga ingin menaiki sebuah kapal pesiar." imbuhnya sesekali melirik Lovely yang saat ini sedang memainkan sebuah gelang manis yang masih melingkar pada pergelangan tangannya.
"Tenang saja, Tuan. Aku akan membuat tuan merasakan semua itu ... asalkan tuan mentraktirku makan ramen dan semua rombongannya setiap hari. Hehe ..." jawab Lovely tertawa kecil. "Dan sebenarnya ada yang sedang ingin aku lakukan, Tuan Ellios. Nanti setelah pulang kuliah tuan harus menemaniku ya!" imbuh Lovely mulai beralih menatap Ellios dan tersenyum misterius.
"Apa itu? Asalkan permintaanmu masih wajar dan normal maka aku akan menemanimu." jawab Ellios masih berbinar karena kali ini Ellios sedang membayangkan menaiki sebuah kapal pesiar yang besar dan mewah.
"Baiklah. Nanti akan aku beritahu tuan saat waktunya sudah tiba."
"Okay!! Asal aku bisa naik kapal pesiar dan pergi ke kota-kota itu ..."
"Hhm. Okay!! Setuju!!"
...⚜⚜⚜...
"Widih ... pinky boy !!" Jullian mulai menggoda Ellios ketika melihat sahabatnya yang baru saja datang dan duduk di bangkunya.
"Jika banyak bicara dan berkomentar, maka aku tidak akan jadi mentraktirmu makan nanti!" sahut Ellios kesal dan mulai mengeluarkan beberapa bukunya di atas meja.
"Oh! Okay!! Aku diam!!" jawab Jullian dengan cepat karena tak mau kehilangan traktiran makan dari Ellios.
Tak lama kemudian seorang gadis yang memiliki cantik yang begitu alami dan kalem mulai memasuki aula itu. Gadis itu adalah Alisha.
Tak sengaja Alisha malah menangkap sosok Ellios yang saat ini mengenakan pakaian pemberiannya 2 tahun yang lalu. Dan hal ini tentu saja membuat gadis cantik itu merasa sedikit aneh dan mengira jika sebenarnya Ellios masih menyimpan rasa untuknya.
Mengapa Ellios masih mengenakan kemeja itu? Apa yang sebenarnya Ellios pikirkan saat ini? Mengapa Ellios suka sekali membuatku bingung?
Batin Alisha masih berdiri terpaku di depan dan menatap Ellios dari kejauhan. Namun tiba-tiba saja Ellios mulai mendongak dan tak sengaja pandangan mereka saling bertemu.