To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Kebenaran ...



Setelah patung itu hancur, kini Ellios mulai mengambil sapu tangannya dan mulai mengambil sebuah gelang berwarna silver dengan ukiran nama Isao di sisi bagian dalamnya.


Nacht, Isao dan Senju mulai terlihat begitu syok melihat semua ini, terlebih ketika Ellios mulai menatap mereka bertiga dengan tatapan penuh curiga sambil menimang-nimang gelang itu.


"Isao!! Gelang ini milikmu bukan? Sekarang jelaskan pada kami semua!!" ucap Ellios menatap Isao dengan senyuman tipis.


"Tidak mungkin!! Seseorang pasti sedang berusaha untuk menjebakku!! Lagipula tak ada bukti lain yang lebih kuat!! Aku pasti dijebak dan difitnah!" elak Isao.


"Siapa yang berani menjebak kamu di sini? Tak ada yang akan berani melakukan semua hal itu kepadamu. Berani berurusan denganmu, sama artinya dia menggali kuburannya sendiri!" ucap Ken mulai berbicara kali ini dan menatap Isao dengan sepadang mata yang tajam namun terlihat seakan sedang tersenyum sengit.


Ellios cukup terkesima mendengar ucapan dari Ken saat ini. Ellios juga tak menyangka jika Ken akan membela dirinya kali ini.


"Ken!! Kamu lebih membela kutu buku sialan ini?!" celutuk Isao hampir saja tak percaya.


Orang sepopuler dan sekeren Ken malah lebih mempercayai dan membela Ellios si kutu buku itu dibanding dengan Nacht, Senju dan Isao?! Menurut Isao itu sangatlah konyol!!


"Benar! Mengapa kamu malah lebih membela dia?!" timpal Nacht sedikit tak terima.


"Nacht, Senju, Isao. Aku tidak membela dan memihak kepada siapun disini. Namun aku berbicara apa adanya." ucap Ken dengan datar dan bijak.


Wah!! Rupanya Ken bisa keren dan sebijak ini. Aku kira dia adalah orang yang sedikit konyol yang hanya menggilai musik dan fashion saja. Rupanya aku sudah salah mengira tentangnya. Aku sungguh minta maaf, Ken.


Batin Ellios menatap Ken dan semakin terkesima melihat sikap Ken yang menurutnya sangat keren itu.


"Ken!! Kamu keterlaluan sekali! Mana mungkin Isao yang merusak patung milik Ueki! Untuk apa dia melakukan semua itu?! Hah?? Buang-buang waktu dan tenaga saja!!" ucap Senju tak terima.


"Memang terlihat sangat tidak masuk akal bukan? Tapi itulah yang kalian bertiga lakukan? Dini hari kalian melakukannya bersama. Bahkan kalian juga sengaja mematikan seluruh rekaman CCTV di kampus ini bukan?" ucap Ellios penuh dengan rasa percaya diri.


"Ellios ... sudahlah. Jangan lagi memperpanjang masalah ini. Tidak apa-apa kok patungku rusak dan aku akan mundur dari pameran itu." ucap Ueki begitu pasrah dan sebenarnya pemuda itu tidak mau berurusan dengan dengan para bintang kampus itu.


"Tidak, Ueki! Masalah ini harus segera diungkap! Agar mereka semua tau kebenaran yang sedang terjadi." ucap Ellios dengan santai. Dan agar misiku kali ini berhasil. Imbuh Elios dalam hati.


"Cih!! Berani sekali kamu berkata seperti itu dan menuduhku melakukan semua itu?! Dasar sampah sialan!!" Senju semakin meninggikan suaranya dan berjalan mendekati Ellios.


Saking emosinya, kini Senju sudah melayangkan tinju dengan tangan kanannya ke udara. Namun rupanya Ken segera menahan serangan itu dengan cepat sebelum serangan itu mengenai wajah Ellios.


GREEP ...


"Senju. Tahan dirimu ..." ucap Ken memperingatkan agar tidak terjadi perkelahian diantara mereka.


"Semua rekaman CCTV di kampus ini mungkin saja memang tak menangkap apapun karena saat itu semua CCTV sedang offline. Namun jika kalian masih belum puas dan ingin melihat kebenaran, maka aku akan melakukan sesuatu. Aku akan memperlihatkan dan membuktikan kepada kalian semua, jika pelaku adalah mereka bertiga." ucap Ellioa kembali.


Sedangkan Nacht tak banyak berkata-kata dan malah mengawasi dan memperhatikan mereka semua. Sebenarnya Nacht cukup merasa khawatir, karena Nacht begitu tau jika Ellios sangatlah cerdas dan merupakan seorang peretas yang sangat handal dan lihai.


"Baiklah!! Aku akan segera memperlihatkannya kepada kalian semua." ucap Ellios dengan tenang. "Adakah yang bisa meminjamkan sebuah laptop untukku? Karena hari ini aku tidak membawa laptop." imbuh Ellios mulai menatap para mahasiswa dan mahasiswi yang masih mengelilingi mereka semua.


"Tunggu! Pakai punyaku saja!" ucap Ken dengan cepat dan segera mengambil tasnya lalu mengeluarkan sebuah laptop yang begitu berbeda dengan yang dimiliki oleh kebanyakan orang-orang.


Karena laptop milik Ken terlihat begitu mencolok dan penuh warna. Dan tentunya sangat keren! Tidak seperti laptop pada umumnya yang hanya hitam polos saja.


"Ini, Ellios! Pakai laltopku saja." ucap Ken mulai meletakkan laptop miliknya di atas sebuah meja dan mulai menghidupkannya.


Ellios juga mulai duduk di salah satu kursi dan menghadap laptop itu. Ellios terlihat begitu serius melakukan sesuatu dengan laptop itu. Beberapa coding juga mulai dimasukkan olehnya.


Sementara para mahasiswa dan mahasiswi yang berada di sekeliling mereka masih terdiam dan menunggu Ellios saja. Beberapa dari mereka juga saling bebisik dengan segala argumennya sendiri.


Hingga akhirnya setelah beberapa saat setelah cukup lama Ellios berkutat dengan laptop itu, kini Ellios mulai tersenyum penuh kepuasan dan segera menghentikan tarian jemarinya di atas keyboard yang masih menyala itu.


"Nah, sudah selesai!" ucap Ellios sedikit mundur dan bersandar pada kursinya, karena Ken mulai mendekatinya untuk melihat layar laptop itu.


"Apa yang kamu temukan, Ellios?" tanya Ken sangat penasaran dna mulai melihat layar berukuran 14 inchi di hadapannya itu.


"Ini adalah CCTV area sekitar area kampus yang sudah berhasil aku retas. Bagaimana? Apa kamu bisa mengetahui siapa ketiga pemuda ini, Ken?" tanya Ellios kini mulai menyilangkan kedua tangannya di depan dada bidangnya dan sedikit melirik Ken dengan senyum tipis.


Ken masih terdiam dan menatap layar laptop itu untuk memastikan kembali siapa ketiga pemuda yang mulai memasuki kampus saat dini hari itu.


Namun tentu saja Ken sangat mengenali postur tubuh ketiga pemuda itu. Ditambah lagi Ken juga mengenali outfit yang sedang mereka kenakan saat itu. Gaya berpakaian itu adalah seperti Nacht, Senju dan Isao.


"Ya ... itu adalah Nacht, Senju, dan Isao!" jawab Ken dengan hati-hati dan masih mengawasi ketiga pemuda di dalam rekaman CCTV itu.


"Apa kamu bilang, Ken?! Jangan sembarangan menuduh kami!" tandas Senju masih saja mengelak.


"Kalian semua! Coba lihat rekaman ini dan katakan padaku, siapa yang kalian lihat!" ucap Ken mulai minggir dan mempersilakan para mahasiswa dan mahasiswi itu untuk melihat sekaman CCTV yang cukup gelap dan remang-remang itu.


"Benar! Itu adalah mereka bertiga. Aku sungguh tidak menyangka sekali mereka akan melakukan hal seperti ini. Memalukan sekali!!" ucap salah satu mahasiswa yang sudah melihat video rekaman CCTV itu.


"Nacht, Isao, Senju!! Kalian iku ke ruangan saya sekarang juga!!" tiba-tiba saja seorang profesor berkata dengan sangat tegas dan sangat menggelegar.


Dan rupanya sang profesor sudah mengawasi mereka semua sejak dari tadi.