To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Di Ruang Kesehatan



Ellios mulai memasuki ruang kesehatan dan disambut oleh seorang perawat yang masih cukup muda dan cantik. Perawat itu mengenakan blazer dusty pink dan dipadankan dengan rok span berwarna hitam. Lalu mengenakan mulai membalutnya dengan jas almamater putih kebangganan sebagai seorang perawat.


"Ellios, mengapa kamu ada disini? Apa kamu sedang sakit?" tanya gadis perawat itu yang sebenarnya sedang magang di klinik ini dan sebenarnya dia adalah seorang mahasiswa fakultas kedokteran.


"Ah ... iya ... hanya sedikit merasa lelah saja kok. Dan profesor Knite menyuruhku untuk berisrirahat saja kok." jawab Ellios seadanya.


"Berbaringkah. Aku akan memeriksa tekanan darahmu." ucap gadis cantik itu sambil mempersiapkan sebuah alat yang akan digunakan untuk memeriksa tekanan darah Ellios.


Ellios hanya menurut saja dan mulai berbaring di salah satu brankar itu tanpa menjawab sang gadis perawat itu. Gadis itu kini mulai meraih tangan kiri Ellios dan membungkus pergelangan tangan Ellios dan merekatkan kain gesper itu.


"Santai saja ..." ucap gadis perawat cantik itu yang sepertinya begitu membaca bahasa tubuh serta raut wajah Ellios yang sepertinya sedang kaku.


"Ehh ... i-iya ..." Elliis menyauti dan sedikit meringis karena malu.


Gadis cantik itu tersenyum tipis lalu mulai duduk di samping brankar untuk menunggu hasil yang akan diberikan oleh alat pengukur tekanan darah otomatis itu.


"Tumben sekali kamu pergi ke klinik. Biasanya kamu paling anti pergi ke klinik sekalipun sudah hampir pingsan dan tak sadarkan diri." celutuk gadis perawat itu menggoda Ellios.


Sebenarnya selama ini yang dekat dengan gadis perawat itu adalah Jullian, karena gadis perawat bernama Nanao Arai ini adalah sepupu Jullian. Dan Ellios hanya sebatas tau saja, dan tidak mengenal Nanao Arai dengan dekat.


"Karena profesor Knite memaksaku untuk beristirahat, jadi aku tak bisa melawannya. Hehe ..." jawab Ellios dengan jujur.


"Wah, anak kesayangan dosen ya." celutuk gadis cantik itu yang hanya semakin memnuat Ellios nyengir semakin lebar lagi.


BBIIPP ...


Kini alat pengukur tekanan darah itu sudah berbunyi menandakan pengukuran sudah selesai. Nanao Arai segera memeriksa dan melihat hasil tersebut lalu mulai melepas gelang dengan kain gesper itu kembali.


"Tekanan darahmu normal, suhu tubuhmu juga normal kok. Aku akan memberikan vitamin saja untukmu, lalu segera istirahatlah." ucap Nanao Arai lalu bangkit dari duduknya dan mulai mencari sebuah vitamin di dalam rak obat-obatan yang sudah tersusun dengan sangat rapi, lalu segera memberikannya untuk Ellios.


"Oh, iya ..." jawab Ellios seadanya dan mulai duduk untuk meminum vitamin yang baru saja diberikan oleh gadis perawat cantik itu.


"Aku akan pergi ke gedung farmasi dulu. Kamu istirahat saja dulu." ucap Nanao Arai lalu meninggalkan Ellios begitu saja.


Ellios menghembuskan nafas kasarnya ke udara lalu mulai berbaring kembali di atas brankar lagi.


"Huft ... padahal aku memang sama sekali tidak sakit. Tentu saja tekanan darah dan suhuku akan sangat normal." gumam Ellios tersenyum tipis sambil menatap langit-langit. "Lovely! Bagaimana dengan misiku kali ini? Apa aku dianggap sudah berhasil atau masih belum berhasil?" imbuh Ellios mulai bertanya kepada Lovely yang sama sekali tak terlihat dimanapun keberadaannya.


[ Hallo,Tuan Ellios. Sebenarnya misi kali ini adalah untuk menjadi seorang mahasiswa pemalas. Dan tuan Ellios harus bisa membuat dosen kesal dan marah kepada tuan Ellios. Dan misi akan dianggap berhasil jika tuan sudah mendapatkan hukuman dari dosen dan dihukum untuk keluar dari kelas. Meskipun profesor Knite tidak merasa kesal kepada tuan Ellios, namun profesor Knite sudah meminta tuan Ellios untuk meninggalkan aula kuliah. Jadi misi ini dianggap sudah berhasil. ]


Ucap Lovely yang membuat Ellios tersenyum semakin lebar dan wajahnya terlihat sangat berbinar.


"Arghh ... syukurlah jika dianggap berhasil." gumam Ellios yang masih menatap langit-langit putih di atasnya.


[ Ya, Tuan. Selamat atas misi yang sudah berhasil terselesaikan kali ini, Tuan. Silakan periksa status dan inventory, Tuan. ]


Ucap Lovely menyauti kembali ucapan dari Ellios.


"Baiklah. Tampilkan statusku kali ini, Lovely!" titah Ellios mulai seenak jidatnya sendiri memberikan perintah kepada Lovely.


Karena gaya berbicara Ellios saat ini sudah sedikit berbeda dan tidak seperti biasanya. Jika biasanya masih ada rasa segan, tapi kali ini sudah terdengar begitu santai.


[ Baik, Tuan. Menampilkan status dimulai. ]


DING ...


Sahut Lovely kembali lalu diikuti dengan sebuah layar hologram kebiruan yang mulai terlihat di hadapan Ellios.


_____To Be An Immortal Human By System_____


Nama : Ellios Yoshikawa


Sisa Umur : 1 bulan, 25 hari, 19 jam, 45 menit, 33 detik


Ketampanan : 91


Kepintaran : 100


Ketangkasan : 17


Kecepatan : 15


Kekuatan : 15


Ketahanan : 17


Kharisma : 88


Kemampuan Spesial: Otak yang jenius


Poin sistem : 93


Poin kemampuan : 83


Hadiah menyelesaikan misi 13 : 4 hari 30 menit perpanjangan usia


Hadiah misteri :


- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )


- kemampuan berlari super ( non aktif )


- kemampuan bela diri, Level 5 ( non aktif )


- kemampuan menyanyi ( non aktif )


- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )


Dana : 183 ribu yen ( kira-kira 19 juta rupiah )


Misi : 14 ( belum dibuka )


Sistem pemandu : Lovely


Ellios mengamati layar hologram kebiruan itu selama beberapa saat untuk memeriksa apa saja yang sudah berubah dari status dirinya saat ini.


"Huft ... hadiah yang aku dapatkan hanya perpanjangan usia saja ya? Tapi tidak terlalu buruk juga sih karena aku mendapatkan perpanjangan usia 4 hari 30 menit. Hhm ... baiklah tidak masalah. Itu juga sudah cukup, daripada aku mendapatkan hadiah misteri lainnya yang lebih aneh lagi. Hiyyyy ... sekarang aku akan benar-benar tidur sebentar dulu deh ..." gumam Ellios lalu mulai memiringkan tubuhnya dan memejamkan sepasang matanya.


Namu baru saja beberapa menit berlalu tiba-tiba saja mulai terdengar suara derap langkah seseorang yang memasuki klinik ini. Dan kini derap langkah itu semakin mendekati brankar.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang menyibak gorden yang menutupi brankar Ellios saat ini. Dan posisi Ellios saat ini adalah tiduran miring dan membelakangi orang tersebut.


Ellios juga tak terlalu menghiraukannya karena mengira yang datang adalah Nanao Arai yang mungkin saja datang kembali karena ingin mengambil sesuatu yang kemungkinan sudah dia lupakan.


Namun derap langkah itu kini mulai terdengar kembali setelah beberapa saat berhenti. Dan kali ini ritmenya terdengar begitu pelan, halus dan sangat beraturan. Dan juga semakin mendekati brankar Ellios.


Kini Ellios mulai membuka sepasang matanya kembali dan mulai duduk lalu berbalik, karena Ellios merasa sedang diperhatikan oleh orang tersebut.


"Apakah ada yang tertinggal, Ara?" tanya Ellios sambil beralih menatal orang tersebut.


Seseorang memang sudah berdiri di samping brankar Ellios, namun dia bukan Nanao Arai, atau gadis perawat yang sering dipanggil dengan nama Ara. Ellios masih menatap lekat gadis itu dan sebenarnya Ellios merasa cukup terkejut mengapa gadis itu bisa berada di tempat ini.