
Ellios yang baru saja melakukan pengereman ekstra dan berhenti tepat di depat di depan kedai ayam kripi itu mulai mengatur nafasnya kembali sebelum dia mulai memasuki bangunan yang sebenarnya sudah cukup tua itu.
Hingga akhirnya kini Ellios mulai memasuki kedai itu dan menghampiri Suzuna yang sedang duduk di sebuah bangku pelanggan ditemani oleh Jullian dan Date.
"Ibu ... maaf jika aku sedikit lama dan sudah membuat ibu menunggu." ucap Ellios yang kini sudah duduk bersimpuh di hadapan Suzuna dan meraih jemari sang ibu.
"Ibu khawatir sekali padamu. Kamu pergi cukup lama bersama pria-pria menyeramkan itu." ucap Suzuna mengusap kepala Ellios masih dengan raut wajah khawatir.
"Maafkan aku, Ibu. Seharusnya aku segera kembali dengan cepat. Oh iya ... mulai sekarang kedai ini adalah sudah menjadi milik ibu sepenuhnya. Ibu bisa tetap berjualan disini." ucap Ellios mulai mengeluarkan sebuah berkas dari dalam ranselnya dan segera memberikannya untuk Suzuna.
Suzuna membaca berkas itu dan mulai mengkerutkan keningnya menatap putra semata wayangnya.
"Ellios? Bagaimana dia bisa memberikan hak milik kedai ini untuk kita? Apa yang sudah kamu korbankan untuk pria-pria menakutkan itu? Apa kamu melakukan sebuah perjanjian dan menjadi pesuruh mereka? Ibu mohon jangan lakukan semua itu, Ellios! Kembalikan berkas ini kepada mereka! Ibu tidak mau kamu menderita gara-gara semua ini! Ibu akan berjualan di tempat lain saja ... ibu tidak mau kamu mengorbankan hidupmu." ucap Suzuna sangat mengkhawatirkan Ellios.
"Tidak, Ibu. Semua yang ibu bayangman itu tidak benar. Aku tidak melakukan perjanjian apapun dengan mereka. Dan aku juga tidak mengorbankan hidupku. Ibu tenang saja ..." ucap Ellios tersenyum hangat menatap sang ibu dan memaksa Suzuna untuk menerima kembali berkas itu.
"Lalu? Lalu mengapa tiba-tiba saja mereka berubah pikiran dan malah memberikan tempat ini kepada kita?" tanya Suzuna masih terlihat tidak tenang. "Ellios sayang, kamu tidak dihajar oleh mereka bukan?" kali ini Suzuna mulai meraih dagu V-shape Ellios yang begitu indah dan membolak-balikkannya untuk memastikan jika tak ada luka pada wajah Ellios.
"Tidak, Ibu. Aku baik-baik saja. Dan mereka tidak menghajarku kok. Kalaupun ada yang ingin berbuat jahat padaku, sudah pasti aku akan mengalahkannya. Mereka tak akan bisa melukaiku, Ibu ..." jawab Ellios dengan tawa kecil.
"Jangan sembarangan dan jangan pernah berkelahi! Ibu tidak suka kamu melakukan kekerasan seperti itu!!" kali ini Suzuna sedikit menarik telinga kiri Ellios.
"Arghh ... baiklah, Ibu. Aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Ibu sangat memahamiku bukan? Tolong lepaskan, Ibu. Itu akan membuat telingaku semakin panjang ..." ucap Ellios konyol disertai tawa kecil.
Suzuna yang mulai luluh kembali akhirnya mulai melepaskan jewerannya.
"Jadi apa yang sebenarnya sudah terjadi? Mengapa mereka bisa berubah pikiran?" seliduk Suzuna kembali.
"Sebenarnya semua hanya salah paham saja, Ibu. Bos dari para pria itu adalah kenalanku. Dia juga minta maaf kepada ibu karena tak sengaja sudah melakukan semua itu." ucap Ellios menyampaikan permintaan maaf dari Oichi.
"Kenalanmu? Kakei? Ken?" ucap Suzuna berusaha untuk menebak-nebak.
"Bukan, Ibu. Dia adalah Oichi. Ibu belum pernah bertemu dengannya." jawab Ellios dengan jujur.
"Dewi Oichi? Apa kau serius, Ellios?" tanya Jullian membulatkan sepasang matanya sempurna.
"Iya, Jullian. Dia adalah Oichi." jawab Ellios beralih menatap Jullia.
"Tu-tunggu dulu!! Maksudmu adalah Maeda Oichi? Penyanyi yang sedang sangat populer saat ini? Apakah benar Oichi yang itu?" kali ini Date juga ikut-ikutan penasaran dan bersemangat.
"Whoa!! Begini saja!! Aku jadi punya ide!!" ucap Date sangat bersemangat dan segera menarik tangan Ellios untuk berdiri bersamanya.
"Ide apa?" tanya Ellios ingin tau.
"Undang Oichi untuk bernyanyi di kedai ini sebagai permintaan maafnya kepada bibi Suzuna!!" ucap Date konyol.
"Apa kamu gila, Date?! Mana mungkin Oichi mau menyanyi di tempat kecil seperti ini?!" celituk Jullian tanpa sadar, namun tiba-tiba saja Jullian segera membungkam mulutnya kembali dan menatap Ellios dan Suzuna dengan meringis.
"Maaf, Bibi ... Ellios ... maksudku adalah bukan seperti itu. Uhm ... selama ini Oichi kan selalu menyanyi di panggung, venue yang besar dan megah. Aku khawatir jika dia akan keberatan ..." ucap Jullia mengusap tengkuknya dan meringis menatap Suzuna.
"Tidak masalah, Jullian. Aku paham dan tau apa maksudmu kok. Lagipula dia adalah orang yang sangat sibuk. Tidak akan mungkin bisa untuk mengurus hal kecil seperti ini." sahut Ellios seadanya.
"Ayolah, Ellios!! Kamu bisa bertemu dan berinteraksi secara langsung dengan dia saja adalah sebuah hal yang sangat luar biasa!! Bahkan dia malah memberikan hak milik kedai ini setelah kamu menemuinya. Dia pasti akan memikirkan lagi jika kamu yang memintanya. Ayolah, Ellios!!" bujuk Date masih terlihat begitu antusias.
"Uhm. Baiklah ... aku akan mencobanya nanti." jawab Ellios tak ada pilihan lain.
Karena sebenarnya Ellios adalah tipikal pemuda yang begitu sulit untuk menolak kemauan dan permintaan dari orang lain. Ada rasa segan dan tidak enak hati jika sampai Ellios menolaknya.
"Tunggu dulu! Sebenarnya siapa gadis bernama Oichi yang sedang kalian bicarakan? Mengapa kalian memaksa putraku untuk membujuknya agar bisa menyanyi di kedai ini?" kini Suzuna ikut menyela karena juga penasaran.
"Jadi Oichi itu adalah seorang penyanyi yang sangat cantik, mempesona dan sangat terkenal, Bibi. Sangat sulit untuk bisa bertemu dan berbicara dengannya. Namun Ellios bisa melakukan semua itu dengan mudah." sahut Date tersenyum lebar dan malah merangkul Ellios dan menepuk-nepuk bahu lebar Ellios.
"Wah. Seperti itu ya. Atau jangan-jangan penyanyi bernama Oichi itu menyukai putraku yang sangat genius ini ya?" gumam Suzuna.
"Apa?! Mana mungkin seperti itu, Ibu. Aku dan Oichi sudah sangat berbeda! Kelas dan derajat kami sangatlah berbeda jauh, Ibu. Itu tidak mungkin! Oichi tidak mungkin menyukai orang sepertiku." elak Ellios dengan cepat dan menjadi gugup karena mengingat saat Oichi berusaha untuk menciumnya saat di pesta ulang tahunnya.
"Date!! Kamu jangan banyak bicara omong kosong! Sebaiknya kamu segera membantuku untuk membersihkan dan merapikan kedai ini saja!! Karena ibuku akan segera berjualan kembali!! Ayo!!" kali ini Ellios mulai menggiring pemuda beranama Date untuk menjauh dari Suzuna dan Jullian.
Jullian yang menyaksikan dan mendengarkan semua itu, tiba-tiba saja terlihat menjadi murung dan mulai memikirkan sesuatu tentang Ellios dan Oichi.
Saat itu ... bahkan ada bekas lipstik pada wajah Ellios. Dan kejadian itu sudah terjadi dua kali. Mungkinkah Ellios dan Oichi memang ada sesuatu?
Batin Jullian masih menatap Ellios dari kejauhan dengan raut wajah murungnya.
...⚜⚜⚜...