To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Ajakan Chiesa



Hampir saja Ellios keceplosan dan membuat Jullian mulai bertanya-tanya dengan kata BON yang telah diucapkan oleh Ellios dan tak dilanjutkannya.


"Bon apa?" tanya Jullian tidak mengerti.


"Bon-neka barbie! Dia mirip sekali dengan boneka barbie! Dan aku benci boneka barbie! Hehe ... begitu ..." jawab Ellios berkilah seadanya.


"Cih!! Matamu sudah rusak, Ellios! Gadis secantik itu malah tidak suka!" timpal Jullian tak terima. "Ya sudah kalau begitu kenalin ke aku dong ... hehe ..." imbuhnya mulai membujuk Ellios.


"Nggak mau ah! Kenalan saja sendiri!" Ellios menyauti dengan malas dan mulai menutup kembali buku sejarah itu.


"Apaan sih? Kamu kan tau sendiri aku ini pemalu." jawab Jullian. "Oh ya, Ellios!! Kamu pernah mengatakan padaku tentang praltek kilat untuk mendapatkan semua otot-otot dan tubuh kekar seperti yang kamu miliki itu. Aku sudah melakukan seperti yang kamu katakan. Namun keesokan harinya tubuhku masih sama saja. Apa yang salah ya ..." imbuh Jullian menggaruk-garuk kepalanya karena merasa bingung.


"Oh ... itu artinya kamu kurang beruntung, Jullian." jawab Ellios dengan nada jenaka. "Ayolah, Jullian. Apa hebatnya memiliki tubuh atletis seperti ini. Semua sama saja kok. Tak ada yang istimewa. Aku saja malah tak menyukainya." jawab Ellios dengan jujur.


"Semua pria bahkan selalu memimpikan untuk memiliki tubuh seperti itu, Ellios! Keren dan sexy! Dan tentu saja semua gadis juga sangat menyukainya." jawab Jullian yang juga mulai mengeluarkan beberapa buku dan alat tulisnya.


"Huft ... kamu sama saja seperti Lovely!" sungut Ellios.


Belum sempat melanjutkan perbincangan mereka kembali, kini mereka sudah harus duduk dengan tenang karena seorang profesor mulai memasuki aula ini.


Kelas hari ini berjalan dengan lancar seperti biasanya. Bahkan tak terasa berlalu dengan cepat begitu saja. Tapi itu semua menurut Ellios. Sangat berbeda dengan pemikiran para mahasiswa dan mahasiswi lain yang pastinya akan merasa sangat bosan saat berada di dalam kelas sejarah.


[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan Ellios ...]


Saat kelas hari ini sudah berakhir, tiba-tiba saja suara boneka robot Lovely kembali terdengar dengan sangat jelas oleh Ellios, dan membuat Ellios segera celingukan menatap sekitarnya untuk mencari sosok Lovely. Namun Ellios tak menemukan sosok Lovely di sekitarnya.


"Baiklah, katakan padaku. Apa misi kali ini, Lovely?" tanya Ellios sangat lirih agar tak ada mahasiswa lain yang mendengarnya.


[ Sebentar lagi akan ada seorang gadis yang datang dan mengajak tuan Ellios untuk makan bersama. Misi kali ini adalah menerima ajakan dari gadis itu. Hanya makan bersama dengannya saja dan buat kekasihnya marah! Sistem akan memberikan sebuah hadiah misteri yang akan sangat berguna untuk tuan. Misi kali ini hanya memiliki waktu 3 jam saja. Waktu pelaksanaan misi terhitung sejak tuan menerima ajakan dari gadis itu. Selamat menjalankan misi, Tuan Ellios! ]


Ucap Lovely menjelaskan misi yang harus dilakukan oleh Ellios saat ini. Selain menerima ajakan dari gadis itu, Ellios juga harus membuat kekasihnya marah padanya? Wah ... wah ... sepertinya Ellios harus sedikit memainkan sebuah drama kali ini.


"Baiklah. Sekarang yang terpenting adalah menerima ajakan makan dari gadis itu saja. Setelah itu makan bersama dengannya dan pancing kekasihnya agar datang menghampiri kita. Baiklah ..." ucap Ellios yang sepertinya sudah cukup siap untuk segera menjalankan misi kali ini.


"Ellios! Bagaimana jika kita pergi ke game centre setelah ini? Sudah lama kita tidak pergi bermain bersama. Aku dengar game terbaru sudah rilis dan resmi dijual mulai hari ini." ucap Jullian begitu bersemangat.


Belum sempat Jullian melayangkan beberapa pertanyaan untuk Ellios, kini seorang gadis cantik berambut hitam panjang dan bermata sipit mulai menghampiri meja Ellios.


"Hai, Ellios!" sapa gadis yang tak lain adalah Chiesa, anak fakultas seni semester 4.


Gadis itu berdiri di depan meja Ellios dan mendaratkan kedua telapak tangannya di atas meja Ellios.


"Oh ... hai ..." balas Ellios yang mulai sedikit kikuk.


Jadi gadis itu adalah dia? Sepertinya aku pernah melihat dia sebelumnya. Dan wajahnya juga sangat tidak asing. Tapi kapan dan dimana ya? Aku tidak ingat. Hhmm ...


Batin Ellios berusaha untuk mengingat gadis itu, namun tetap saja Ellios tak mengingatnya. Bahkan sebenarnya kemarin Chiesa pernah menyapa Ellios, hanya saja saat itu Ellios sedang berbincang dengan Lovely, jadi Ellios tak terlalu menghiraukan Chiesa.


"Apa kamu ada waktu, Ellios? Mau keluar bersama sebentar dan makan bersama denganku?" tanya gadis itu dengan penuh percaya diri.


"Baiklah! Ayo!" jawab Ellios tanpa berpikir panjang dan langsung mengiyakan begitu saja. "Ayo, kita mau makan dimana?" imbuh Ellios dengan cepat karena waktu pelaksanaan misi kali ini sudah mulai berjalan.


Sebenarnya Chiesa merasa cukup terkejut karena ajakannya diterima begitu saja oleh Ellios yang biasanya selalu dingin dan cuek itu. Namun tentu saja Chiesa tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Gadis cantik itu mulai terseyum penuh percaya diri dan mulai menjawab pertanyaan Ellios kembali.


"Bagaimana jika kita makan steak? Tak jauh dari kampus kita ini ada restoran yang cukup terkenal dan sangat direkomendasikan." jawab Chiesa dengan wajah berbinar.


"Baiklah! Ayo kita pergi!" ucap Ellios mulai menggendong ransel kesayangannya dan segera bangkit dari duduknya. "Jullian, aku pergi dulu ya. Besok saja kita pergi ke game centre." imbuh Ellios lalu melenggang begitu saja bersama dengan Chiesa.


Jullian hanya melongo saja melihat Ellios yang sudah pergi bersama dengan Chiesa.


"Jadi ini maksud Ellios akan melakukan sesuatu? Rupanya Ellios sudah memiliki janji bersama dengan Chiesa ya. Wah ... bagaimana ini bisa terjadi ya? Bahkan Chiesa yang mendatangi dan berinisiatif untuk mengajak Ellios lebih dulu. Hhm ... akhir-akhir ini pesona Ellios memang sungguh luar biasa sekali! Bahkan tadi pagi saja sudah gadis barbie yang sudah mendatanginya."


Gumam Jullian yang masih menatap takjub Ellios yang sudah melenggang bersama dengan Chiesa yang kini sudah mulai menghilang dari pelupuk matanya.


"Eh ... tunggu dulu ... bukankah Chiesa adalah kekasih dari Nacht? Sang pangeran kampus yang sangat sempurna itu? Bagaimana jika sampai Nacht mengetahui jika kekasihnya malah mengajak Ellios untuk makan bersama?" gumam Jullian lagi mulai mengkhawatirkan Ellios.


"Jika sampai Nacht mengetahui ini semua, Ellios akan mendapat masalah. Berhadapan dengan Nacht yang begitu populer tentu saja akan rugi sendiri. Karena selain tampan, Nacht juga sangat kaya. Wah bagaimana ini? Lagian ngapain sih Ellios dengan mudahnya menerima ajakan Chiesa?! Huft ..." gumam Jullian yang merasa pusing sendiri karena terlalu mengkhawatirkan sahabatnya.


...⚜⚜⚜...